Teknik Penggunaan Mata di Yang Style

May 27, 2019

Oleh Yang Zheng Ji
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Peter Lim Tian Tek

Yang style Taijiquan sangat spesifik tentang metode penggunaan mata. Tradisi mengisahkan bahwa saat Yang Chengfu melakukan tuishou atau bertarung, ketika melepaskan jing akan melihat lawan dan lawan yang menerima tenaga tersebut jatuh ke arah yang ditatapnya. Melihat  gambaran Yang Shao Hou yang berharga, matanya nampak memancarkan cahaya terang, ini merupakan hasil latihan jangka panjang yang berkonsentrasi penuh pada mata dan juga qi internal.

Yang Chengfu mengatakan: ” Walaupun mata harus rata melihat ke depan, kadang mengikuti tubuh dan bergeser, garis pandangan walaupun bisa terpaku pada kekosongan merupakan gerakan penting dalam perubahan, hal ini mengkompensasi kekurangan metode tubuh.”

Persyaratan Yang style Taijiquan’s berkenaan dengan mata adalah:

  1. Mata harus rata melihat ke depan. Dalam keadaan normal, mata melihat rata ke depan, melihat menembus tangan ke depan, memperhatikan tangan, namun tidak terpaku mati di tangan. Mata bisa juga melihat ke bawah depan, harus mengikuti gerakan tangan yang utama dari postur jurus dan dengan demikian arah yang dilihat.
  2. Ekspresi mata sesuai dengan gerakan, prinsip gerakan mata mengikuti gerakan tubuh. Tubuh bergerak mata mengikuti, tubuh menghadap ke arah mana, mata menatap ke arah tersebut. Latihan Taijiquan memiliki gerakan maju mundur memutar ke kanan dan ke kiri terus menerus. Ketika maju mundur putar kiri dan kanan tergantung pada putaran pinggang dan tubuh, pandangan mata dari kiri melihat ke kanan harus mengikuti putaran pinggang dan tubuh.
  3. Mata dan niat sejalan. Mata merupakan titik fokus pikiran, apa yang dipertimbangkan oleh pikiran, mata mengarahkan konsentrasinya ke sana.  Jika mata dan gerakan tidak sejalan, internal dan eksternal juga tidak sejalan.  Penggunaan mata adalah penting ketika tuishou, perlu untuk melihat bagian tubuh atas dan bawah lawan, mengamati arah gerakan punggung lawan, di perjalanan gerakan menangkap waktu yang tepat untuk menyebabkan lawan dalam situasi sulit.
  4. Metode mata harus natural. Saat menggunakan mata, jangan melotot, jangan memejam, simpan semangat di dalam. Penggunaan ekspresi mata yang tepat berhubungan dengan energi di puncak kepala yang ringan dan peka (xu ling ding jing), energi di puncak kepala ringan dan peka, maka semangat bisa naik, maka mata akan menunjukkan ekspresinya yang natural.

 

Artikel ini diterjemahkan dari artikel berbahasa Inggris yang bisa diakses di http://www.itcca.it/peterlim/yeyes.htm

 

Advertisements

6 Tingkatan Song

April 29, 2019

Kultivasi song merupakan konsep yang sangat penting dalam penguasaan Taijiquan. Ada enam tingkatan penguasaan song.

1.鬆開 Song Kai – “Song” Membuka .. membuka sendi dan mengendorkan otot sehingga Qi bisa mulai bergerak.

2.鬆沉 Song Chen – “Song” Mengendap .. mengendorkan seluruh tubuh terutama organ dalam sampai daerah selangkangan sehingga Qi bisa “mengendap” di Dan Tian dan mengendorkan kaki sehingga Qi bisa mengendap ke kaki.

3.鬆散 Song San – “Song” Menyebar .. mencapai tingkat ini berarti  berarti bahwa Anda bisa menyebarkan Qi  ke anggota badan.  Ini hanya bisa terjadi  begitu Qi telah mengendap ke kaki dan menciptakan kembalinya gelombang pantulan yang dikenal sebagai Peng … Qi tidak akan pernah mencapai jari-jari sampai Anda mencapai Song tingkat ini.

4.鬆淨 Song Jing –  “Song”  Bersih (juga dikenal sebagai Fang Song 放鬆- benar-benar kendor atau “song” murni) .. level ini berarti bahwa Anda sudah mengendorkan pikiran sedemikian rupa sehingga kembali ke keadaan pikiran bayi, tidak peduli dan bebas dari rasa kekawatiran.  Tahapan ini perlu untuk Shen Ming atau kondisi semangat yang relaks atau tidak khawatir bahwa Anda bisa mati.

5.鬆通 Song Tong – “Song” Komunikasi .. level ini berarti bahwa Anda bisa tetap “Song” saat menerima tenaga lawan dan mengembalikannya tanpa ada sedikitpun ketegangan otot. Di ujung lembutnya lembut adalah kerasnya keras … lawan Anda tidak akan pernah menemukan keras di ujung lembutnya Anda sampai Anda mencapai kualitas Song ini.

6.鬆空 Song Kong – “Song” Kosong ..ini merupakan kondisi tertinggi dan merupakan dasar bagi frasa “Saya tahu orang dan orang tidak tahu saya.” Dalam kondisi ini Anda bisa mematikan kemampuan lawan untuk Ting (intinya memutuskan hubungan arus sistem saraf lawan) dan menyerang sekehendak hati. Tiga yang pertama adalah latihan untuk Song.  Yang ke empat adalah kualitas akhir Song yang “statis”. Dua yang terakhir adalah level  tingkat lanjut dari Song “dinamis”  atau “song” untuk bela diri.

 

Sumber: http://openmindspace.org/SixLevelsOfSong

Syair tentang Makna Sejati

April 1, 2019

真義歌

Tanpa bentuk, tanpa bayangan

Seluruh tubuh transparan dan kosong

Lupakan sekitar dan jadilah alami

Seperti lonceng batu digantung dari Gunung Barat

Harimau mengaum, kera menjerit

Mata air jernih, air tenang

Sungai bergolak, samudra penuh badai

Dengan seluruh keberadaan, mengolah hidup

 

無形無象。全身透空。

忘物自然。西山懸磬。

虎吼猿鳴。泉清水靜。

翻江鬧海。盡性立命。

 

Ketika berlatih Taijiquan Anda harus melepas segalanya. Pikiran harus jernih dan terpusat.  Tanpa konsep (prakonsepsi) yang menutupi visi, dan tidak ada pikiran yang menghambat tindakan Anda. Tubuh harus kendor dan stabil sehingga Anda bisa ringan dan lincah. Lupakan sekeliling dan lakukan saja apa yang perlu dilakukan. Gunung Barat adalah gunung terkenal. “Seperti lonceng batu yang digantung dari Gunung Barat” berarti pikiran Anda harus jernih, kepala seakan-akan digantung dari atas, dan tubuh stabil dan mengakar seperti gunung besar. Suara berperan penting dalam taijiquan karena berhubungan dengan qi dan pelepasan tenaga. Suara harus sekuat auman harimau dan sedahsyat jeritan kera. Jika Anda membangkitkan semangat (shen) dan membimbing qi melalui tubuh, pikiran akan menjadi sejernih dan semurni mata air. Jika Anda berlatih Taijiquan cukup lama, mengolah qi, qi akan mengisi tubuh dan bersirkulasi dengan tenang. Namun, seperti air, bisa bergerak sangat kuat dan cepat sehingga tak ada yang bisa menahannya.

“Tanpa bentuk, tanpa bayangan.” Ini berarti bahwa ketika Anda telah mendekati meditasi taiji tingkat tinggi, Anda mendapati bahwa tubuh fisik Anda rasanya tidak ada— Anda merasa bahwa Anda adalah sebuah bola energi, bagian dari alam dan tak terpisah darinya. Tindakan Anda dan diri Anda merupakan bagian dari tatanan alami, yang pas dan tidak mengganggu, nampak tidak mempunyai bentuknya sendiri, tidak meninggalkan bayangan;

“Seluruh tubuh transparan dan kosong.” Ketika Anda merasakan bahwa Anda hanyalah sebuah bola energi, tidak ada apapun dalam pikiran, tidak ada hasrat, tidak ada keinginan. Karena tidak ada pikiran dan ego yang mengganggu, Anda bisa melihat dengan jernih dan merespon dengan tepat.

“Lupakan sekitar dan jadilah alami.” Begitu Anda menjadi transparan, dengan mudah Anda melupakan sekitar dan energi Anda mengalir dengan lancar dan alami.

“Seperti lonceng batu yang digantung dari Gunung Barat.” Ini menyiratkan bahwa pikiran terbuka luas, bebas, dan tanpa batasan.  Seperti lonceng batu yang digantung dari gunung, semuanya jernih di bawah Anda, sementara pikiran Anda masih Anda kendalikan seperti benang menggantung lonceng batu.

“Harimau mengaum, kera menjerit.” Ketika Anda bergerak energi yang sudah Anda olah bisa menjadi sekuat auman harimau dan mencapai sejauh jeritan kera.

“Mata air jernih, air tenang.” Bahkan ketika energi Anda kuat, pikiran Anda jernih, hening, dan damai.

“Sungai bergolak, samudra penuh badai.” Dalam Taiji, jika Anda harus menggunakan energi Anda, bisa menjadi sekuat dan mengalir terus menerus seperti sungai yang bergolak atau samudra penuh badai.

“Dengan seluruh keberadaan, mengolah hidup.” Selama latihan dan meditasi, Anda harus memusatkan seluruh perhatian untuk membangun sampai tingkat tertinggi seni ini.

Referensi: Tai Chi Chuan Martial Power: Advanced Yang Style oleh Yang Jwing Ming 2015

 

Artikel ini adalah terjemahan dari artikel dalam Bahasa Inggris bisa diakses di https://neigong.net/2015/07/16/song-of-the-real-meaning/

 

‘Gongfu’ dalam Chen Taijiquan

March 11, 2019

GongFu, merupakan istilah Bahasa Cina yang berarti ketrampilan yang dibangun melalui kerja keras yang lama.  Seni bela diri di jaman kuno disebut Wushu. Di jaman modern gongfu merujuk pada bela diri, namun juga merujuk seni lain juga yang mensyaratkan latihan yang rajin, misalnya chef atau ahli masak bisa mempunyai gongfu yang dalam.

Tulisan ini adalah pengantar singkat Chen Taiji quan.  Ada banyak informasi yang tersedia di Internet– banyak jauga yang tidak jelas dan menyesatkan, namun tetap menarik. Saya lebih tertarik untuk berlatih dan mengajar kemudian berkicau mengenai hal tersebut, tak perlu dikatakan jika Anda benar-benar memahami gongfu menjadi sangat sulit untuk benar-benar menjelaskannya.  Berlatih tanpa memahami menghasilkan kekasaran, namun memahami dengan sangat sedikit latihan menghasilkan gongfu mulut ….kicauan tak berguna tanpa akhir.

Sebagai suatu sistem Taijiquan berusia lebih dari 300 tahun dan mempunyai akar yang jauh lebih lama lagi. Sistem tersebut dikembangkan di Cina tengah bagian utara oleh pensiunan jenderal (atau seorang perwira militer) bernama  Chen Wang Ting, yang memiliki ketrampilan beladiri yang luas dan hebat serta mempunyai banyak waktu luang.  Dia menggabungkan ketrampilannya yang luas dengan metode meditasi dan pernapasan Buddhist dan Daoist dan juga teori pengobatan dan Qigong.  Sejarah ini mudah ditemukan di Internet dan saya bukanlah sejarawan, sehingga saya tidak perlu mengulang semuanya di di sini karena informasi tersebut mudah didapatkan.

Taijiquan merupakan salah satu dari tiga seni utama (Taijiquan, Xingyiquan, dan Baguazhang) yang masuk ke dalam kategori yang dikenal sebagai Neigong; seni internal.  Apa kualifiikasi seni internal?  Itu pertanyaan umum dan sering memunculkan jawaban yang tidak jelas tentang lembut vs.keras atau kekuatan vs. fluiditas,atau menggunakan Qi untuk melemparkan lawan.  Hal-hal ini bukanlah ciri-ciri yang mendefinisikan seni internal. Anda tidak bisa melemparkan lawan dengan QI, Anda masih harus menggunakan tubuh fisik Anda.

Seni internal berfokus pada fasilitas tubuh manusia bagian dalam yang tak nampak. Fasilitas tubuh manusia itu terdiri dari intensi pikiran, kultivasi dan sirkulasi Qi, napas, dan penggunaan otot-otot kecil dan juga organ-organ vital. Elemen-elemen internal ini bekerja bersama dengan fasilitas fisik untuk menciptkan suatu seni yang lengkap berdasarkan atas harmoni dari elemen-elemen yang bekerja ini. Seni internal tidak berarti bahwa seni tersebut sepenuhnya internal, namun bahwa seni tersebut berfokus pada pengembangan aspek internal. Istilah ini merupakan istilah baru yang tidak digunakan di jaman dulu untuk menggambarkan seni-seni internal tersebut. Di jaman dulu hanya disebut gongfu.

Taiji ( Tai Chi ) adalah kata dalam bahasa Cina yang sangat sering disalahtafsirkan mempunyai arti sangat besar atau paling pamungkas, karenanya taijiquan disebut kepalan pamungkas, yang artinya paling hebat. Taiji Quan merupakan seni yang sangat rumit yang telah melibatkan banyak pemikiran dari beberapa generasi untuk menciptakannya. Orang akan berharap bahwa dengan semua kecerdasan yang ada di dalamnya mereka bisa lebih baik maka secara egois memberi nama padanya “kita yang terbaik.” Untungnya itu tidak benar.

Taiji sebagai istilah lebih tua daripada seni bela diri, yang merujuk pada gerakan antara kekuatan Yin (negatif, reseptif, struktural) dan Yang (positif, aktif, esensi tak berbentuk.) Perubahan antara kedua energi ini merupakan dasar dari materi dan eksistensi dalam filosofi Cina kuno juga dalam filosofi Buddhist. Saya menyederhanakan ini, karena saya tidak punya banyak waktu untuk menuliskannya.  Ini adalah arti Taiji yang digunakan untuk menggambarkan Taijiquan karena seni ini menekankan pengembangan penguasaan atas perubahan antara kekuatan yin dan yang forces  dalam tubuh dan aplikasi bela diri.  Pencapaian penyatuan dengan prinsip principle of Dao pada tingkat tinggi menghasilkan kondisi kesadaran dan bahkan realisasi spiritual dalam praktek Buddhist dan Daoist. Neigong adalah satu jalan dalam perjalanan ini.

Taijiquan telah menyaksikan banyak cabang dan perubahan selama beberapa ratus tahun.  Mereka semuanya berbeda dan mempunyai kegunaannya masing-masing.  Saya di sini tidak untuk mengritik mereka karena saya tidak mempelajarinya, kecuali Chen style, yang sangat saya sukai.  Taiji keluarga Chen orisinal sering dirujuk sebagai seni “lembut dan keras.”  Pada umumnya setiap orang mempunyai caranya sendiri untuk melakukannya sehingga tidak mudah untuk mengatakan apa yang sesungguhnya benar, namun tidak mungkin untuk benar-benar bertarung dengan menjadi lembut.  Lembut merupakan istilah yang relatif berhubungan dengan kekuatan. Dalam pengertian ini lembut berarti tidak melawan kekuatan.

Anda mungkin sering mendengar orang mengatakan bahwa Taijiquan tidak menggunakan tenaga untuk bertarung, alih alih menggunakan kelembutan.  Well, hal ini tentunya tidak benar.  Sebenarnya Taijiquan menggunakan tenaga dan kemampunan yang ditawarkan oleh pikiran dan tubuh dengan tujuan pelestarian diri dalam bela diri yang nyata.  Poin pentingnya adalah bahwa Taijiquan menggunakan tenaga hanya dalam kapasitasnya yang paling efisien, dengan tidak mengadu tenaga, kecuali bila sudah pasti di atas angin. Taijiquan menggunakan kekuatan kecerdasan, namun ini tetap kekuatan. Taiji tidak juga benar-benar keras, bisa relatif keras, namun menghindari kekakuan, dalam arti ketidakmampuan untuk berubah.  Sementara mensyaratkan relaksasi, juga mensyaratkan ketegangan dan pelepasan.

Aslinya Taijiquan adalah seni bela diri, namun dirancang dengan gagasan kultivasi vitalitas ketika berlatih dengan mengikuti gagasan bahwa gerakan dan aksi selaras dengan prinsip agung Dao membimbing pada kesehatan dan panjang umur. Anehnya ini benar-benar bekerja …hanya butuh ilmu pengetahuan barat sekitar 200 tahun lebih untuk membuktikan bahwa bangkit dari sofa dan berlatih mempertahankan orang untuk hidup, dan meditasi menghasilkan kondisi kesadaran yang berubah yang membawa pada kesehatan dan seterusnya, dan seterusnya.

Taijiquan dipraktekkan oleh banyak orang di Cina. Kini sebagaimana di masa lalu, Taijiquan berfungsi sebagai program asuransi kesehatan yang bisa dilakukan secara mandiri, yang pastinya lebih bisa diandalkan ketimbang jaminan kesehatan pada umumnya.  Ada banyak pendekatan yang  berbeda untuk belajar dan berlatih. Mereka yang ingin berlatih untuk kesehatan atau studi kebudayaan hanya bisa berlatih kursus kultivasi Qi low impact.  Namun demikian, untuk benar-benar belajar Taijiquan sebagai seni bela diri kadang mensyaratkan rasa sakit, kerajinan dan kelelahan.

 

Artikel ini adalah terjemahan dari artikel berbahasa Inggris yang bisa diakses di:

http://taijigongfu.com/what-is-chen-taijiquan-gongfu/

Tips untuk Murid, Praktisi, dan Pencari Ilmu

January 21, 2019

Jangan mudah percaya pada apa yang Anda baca di buku, atau di internet tentang  Chen Taijiquan.  Banyak informasi di luar sana yang tujuannya untuk mendukung kepentingan komersial tertentu. Saya tidak punya obat cespleng untuk situasi ini, dan saya juga tidak memaksa Anda untuk mempercayai saya. Pendekatan paling bagus bagi mereka yang ingin mempunyai gambaran yang benar tentang seni ini adalah melihat sebanyak mungkin yang ada di luar sana dan dari situ Anda bisa memutuskan sendiri. Apa yang saya miliki berdasarkan pada pengalaman manis dan pahit saya di dunia seni bela diri.

Omongan tidak pernah bisa menggantikan latihan, betapapun informatifnya.

Guru yang dia sendiri tidak berlatih mungkin susah dijadikan sumber belajar.

Guru yang mengatakan bahwa dia satu-satunya yang asli adalah pembohong,titik.

Guru yang tidak bermain (tuishou atau yang lainnya) dengan muridnya bukanlah guru yang paling bermanfaat untuk belajar darinya.  Jika mereka tidak bermain karena mereka tidak punya ketrampilan tersebut atau mereka tidak ingin terlihat buruk, atau mereka mengklaim tidak ingin memperlihatkan rahasia ilmunya …. Satu-satunya rahasia di sini adalah bahwa Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ketika Anda bermain dengan orang lain. Tanpa belajar berimprovisasi dalam gongfu, Anda tidak punya apa-apa.  Beberapa orang barangkali tidak bermain dengan Anda karena mereka tidak suka dengan Anda, dan untuk soal ini saya tidak bisa berbuat apa-apa.

Siapapun yang menyebut dirinya sendiri grand master, mereka tidak punya pengetahuan atau menutupi fakta sebenarnya, sekarang tidak ada lagi grand master dalam Taijiquan. Selain itu, bila memberi gelar seperti itu kepada diri sendiri menunjukkan perilaku yang tidak tahu tata krama yang parah dalam dunia bela diri Cina, yang tentunya merupakan pertanda buruk. Aturan #1 bagi mereka yang mengetahui sesuatu adalah, jangan membual tentang ketrampilan Anda sendiri. “Kehebatan”, apapun itu semestinya ditentukan oleh orang lain bukan oleh diri sendiri.

Guru yang menyembunyikan atau menyimpan ilmunya mungkin menyatakan alasannya mengapa begitu, namun pada dasarnya karena mereka tidak benar-benar mengetahuinya, tidak tahu cara mengajarkannya, takut orang lain akan “mencuri”nya karena ilmunya tidak sangat dalam atau memang itu saja yang mereka punyai.

Tidak ada rahasia besar dalam Taijiquan. Beberapa guru suka membuatnya seakan-akan ada rahasianya, sehingga orang-orang akan memujanya, namun satu-satunya rahasia adalah pengajaran yang baik, belajar rajin, dan komitmen latihan. Saya banyak menjumpai praktisi dan guru yang punya masalah ini yang jumlahnya tak terhitung, namun praktisi yang benar-benar trampil cukup suka berbagi karena mereka peduli.

Seni internal yang mendalam sedemikian sulit dipelajari sehingga tidak mungkin bisa dicuri. Harus diperoleh lewat kerja keras.  Mereka yang memilikinya tidak kuatir memperlihatkannya; orang bisa melihat gerakannya namun butuh waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan metodenya.

Biasanya orang yang paling baik untuk belajar adalah mereka yang mempunyai sikap baik terhadap seni tersebut. Mereka bersemangat menunjukkannya dan membuat orang lain bergairah terhadap seni tersebut.  Namun demikian, harus saya tambahkan bahwa seni ini tidak bisa digantikan oleh pengetahuan juga. 98%  praktisi yang telah saya temui termasuk yang disebut master terkenal dan bahkan ”grand master”…haiyah…semuanya mempunyai 0%  gongfu betulan, tapi gongfu mulut yang penuh tenaga.  Jika Anda mendapati seseorang yang susah dihadapi sebagai manusia namun punya gongfu yang hebat, Anda barangkali harus bertahan. Ini lebih baik ketimbang guru yang tidak tahu apa-apa yang membuat Anda nyaman dan mengambil uang Anda.

Ada sedikit persamaan antara bisnis dan gongfu.  Guru butuh uang juga, namun mayoritas guru di barat lebih mirip orang bisnis ketimpang praktisi gongfu. Hanya karena ada orang yang mengatakan bahwa mereka hebat, ini tidak berarti apa-apa.  Pada kenyataannya dalam tradisi Cina jika mereka mengatakan bahwa mereka hebat, kemungkinannya adalah kebalikannya.  Mereka yang benar-benar hebat harus rendah hati karena  mereka tahu bahwa di atas langit masih ada langit meskipun mereka bagus.

Banyak orang bicara tentang berlatih atau mengajar selama bertahun-tahun sebagai kredensial gongfu sejati … Ini bisa baik atau bisa buruk. Jika mereka telah berlatih selama 2 tahun dan mereka mengajar, ini masalah, namun jika mereka telah berlatih selama 20 tahun secara keliru, tidak lebih baik juga. 3 tahun berlatih dengan benar lebih baik ketimbang berlatih 50 tahun secara keliru.

Perlu disadari bahwa group Gongfu mirip dengan group sosial yang lain.  Sering terdiri dari orang-orang yang mencari bimbingan di seputar seorang guru. Group-group ini memiliki dinamika keluarga yang dalam banyak hal kurang sehat. Banyak guru terjebak pada kekuasaan psikologis atas murid-murid mereka, dan para murid terpesona oleh pemujaan orang tua. Ini sisi negatifnya.

Dalam beberapa kasus ikatan sosial bisa menjadi jauh lebih sehat, namun nampaknya  para murid membuat guru mereka sendiri bagus untuk mereka.  Setelah bersama guru dalam waktu yang lumayan, murid tidak mau lagi menguji kemungkinan bahwa apa yang mereka pelajari bukanlah yang terbaik atau bahkan sangat keliru, karena ini mengancam identitas yang mereka bangun dalam group.

Mentalitas pengkultusan ini mengancam kemajuan gongfu yang sejati dan juga kesehatan mental pribadi. Maka berkenaan dengan hal ini, buka mata, perhatikan perilaku Anda sendiri, apakah Anda seperti ini? Jika demikilan larilah! …tidak sebegitunya juga. Buka mata dan jangan takut melihat yang lebih baik ketimbang apa yang selama ini Anda percayai.

Kemajuan Taijiquan tingkat tinggi membutuhkan keterbukaan pikiran dan hati.  Mereka yang terlalu bernafsu untuk menang dan tidak bisa bekerja sama untuk mengeksplorasi dengan yang lain tidak akan pernah belajar lebih dari teknik pendek yang tidak mengantisipasi kemungkinan di luar perubahan pertama dalam pertarungan. Sikap egois dan licik secara serius akan menghambat kultivasi Qi dan ketrampilan fisik.

Malangnya, dunia Taijiquan dipenuhi kebingungan. Sebagian orang berpikir bahwa mereka memiliki yang asli, padahal itu versi KW empat, sementara orang lain menilai bahwa itu palsu, tetapi mereka tidak mengatakannya demi keuntungan finansial.  Paling menguntungkan adalah menemukan seseorang yang bersedia mengakui kekurangannya, walaupun kecil kemungkinannya namun yang seperti ini sebaiknya lebih dipilih. Di atas semuanya itu, lebih baik melakukan sesuatu dan tetap sehat daripada lesu dan tidak aktif.  Tidak selalu perlu mendapatkan yang terbaik jika yang terbaik tidak tesedia.

 

Artikel ini adalah terjemahan dari artikel berbahasa Inggris yang bisa diakses di:

http://taijigongfu.com/tips-for-students-practitioners-and-seekers/

Sophia Delza dan Gerda Geddes: Pionir Taijiquan di Dunia Barat

September 17, 2018

Sebagaimana terjadi di banyak bidang pengetahuan atau seni timur, tersebarnya pengetahuan tersebut ke seluruh penjuru dunia dari negeri asalnya adalah peran dunia Barat, dalam pengertian seni atau pengetahuan tersebut dibawa ke Barat dan dari sana menyebar ke seluruh penjuru dunia atau ada orang Barat yang mempelajari seni atau ilmu tersebut dan menyebarkannya.  Barangkali persebaran Taijiquan di dunia tidak bakalan seluas sekarang jika tidak ada yang membawa seni ini ke dunia Barat dan tidak ada orang-orang Barat yang mempromosikannya.  Selain itu, berkat keseriusan orang-orang Barat mempelajari Taijiquan, banyak dari teks-teks atau buku Taijiquan diterjemahkan dari Bahasa Cina ke dalam Bahasa Inggris, dan ini sangat membantu para peminat Taijiquan yang tidak punya akses ke Bahasa Mandarin untuk memahami konsep-konsep atau teori-teori Taijiquan.  Sebagaimana diketahui pemahaman akan konsep dan teori sangat membantu meningkatkan kualitas latihan.

Tokoh Taijiquan yang mulai mengajar di Barat adalah Choy Hok Pang, murid dari Yang Chengfu, yang merupakan orang pertama yang mengajar Taijiquan di Amerika Serikat di tahun 1939.  Di tahun 1964 Zheng Manqing mulai tinggal di Amerika Serikat dan mulai mengajarkan Taijiquan untuk umum.  Adapun orang Barat yang belajar dan memperkenalkan Taijiquan di dunia barat adalah dua orang perempuan, yaitu Sophia Delza dan Gerda Geddes.  Keduanya adalah penari yang pernah tinggal di Cina dan mengenal Taijiquan di sana.  Sophia Delza memperkenalkan Taijiquan di Amerika Serikat, sementara Gerda Geddes memperkenalkannya di Inggris.  Keduanya berfokus pada Taijiquan untuk kesehatan dan pengembangan kreativitas.

Sophia Delza dan Gerda Geddes kurang begitu dikenal di dunia Taijiquan, termasuk di tanah air.  Tidak banyak tulisan mengenai keduanya, terutama yang berkaitan dengan Taijiquan, yang bisa ditemukan di Internet, apalagi yang berbahasa Indonesia.  Berikut sekilas kehidupan mereka yang diambil dari beberapa sumber yang bisa ditemukan di Internet.

Pada tahun 1948, Sophia Delza menemani suaminya, A. Cook Glassgold, ke Shanghai.  Suaminya bekerja pada the American Jewish Joint Distribution Committee, sebuah lembaga bantuan berbasis di New York, yang pada saat itu mengkoordinasikan bantuan kepada para pengungsi Yahudi pasca perang di  perkampungan kumuh di Shanghai.  Pada saat di Shanghai itu, selain bekerja sebagai instruktur tari,  dan menjadi orang Amerika pertama yang mengajarkan tari modern di Cina,  Sophia Delza belajar Taiji aliran Wu di bawah bimbingan Ma Yueliang.  Selain itu, dia juga mempelajari teater  dan tari teatrikal Cina.  Delza dan suaminya kembali ke Amerika pada tahun 1951, dan sepanjang hidup mereka tinggal di Manhattan. Pada tahun 1954 Sophia Delza memberikan demo Taiji untuk publik Amerika di Museum of Modern Art.  Di tahun itu pula, dia mendirikan Delza School of Tai Chi Chuan di Carnegie Hall. Kemudian dia mulai mengajar Taiji sebagai bentuk latihan di  PBB dan Actors Studio.  Di antara murid-muridnya di Actors Studio adalah John Strasberg, yang mencatat bahwa seni yang diajarkan oleh Delza tidak berfokus pada aspek bela dirinya.  Delza juga menunjukkan kebolehannya di televisi. Pada tahun1961 dia menulis buku T’ai Chi Ch’uan: Body and Mind in Harmony, yang merupakan buku pertama dalam bahasa Inggris yang membahas Taiji.

Sophia Delza meninggal dunia di Beth Israel Medical Center  New York City pada 27 Juni 1996 di usia 92, setelah menerbitkan buku terakhirnya, The T’ai-Chi Ch’uan Experience.

Gerda Geddes tinggal di Shanghai pada tahun 1948, bersamaan dengan waktu Sophia Delza di Shanghai. Kalau Sophia Delza bertemu dengan Ma Yueliang waktu di Shanghai. Gerda Geddes baru bertemu dengan guru Taijiquannya setelah pindah ke Hongkong pada tahun 1955/1956.  Guru pertamanya adalah Choy Hok Peng, salah seorang murid Yang Chengfu, yang seangkatan dengan Zheng Manqing.  Dia hanya belajar selama enam bulan secara intensif sebelum gurunya meninggal dunia. Dia berlatih dua jam setiap hari.  Kemudian dia belajar dari anaknya yang bernama Choy Kam Man selama dua setengah tahun.  Choy Kam Man akhirnya pindah ke San Fransisco, di mana dia membangun perguruan dengan banyak murid.  Gerda Geddes atau Pytt Geddes lahir pada 17 Juli 1917 dan meninggal dunia di usia 89 tahun pada 4 Maret 2006.

Wawancara dengan Sifu Adam Mizner untuk Taichimag

July 23, 2018

Kembali ke Sumber

Setelah penyederhanaan jurus oleh Yang Chengfu dan Wu Jianquan di tahun 30an, Taijiquan banyak dikenal publik sebagai latihan kesehatan. Sekarang, tidak banyak guru seni ini yang masih mampu menunjukkan aspek bela dirinya dan menerapkan teori kosong isi ketika menghadapi lawan yang agresif, termasuk di Cina. Adam Mizner termasuk di antara orang-orang yang sedikit itu yang bisa membuktikan bahwa jurus sederhana Yang style masih mengandung prinsip-prinsip bela diri yang masih sama dengan aslinya di aliran tersebut.

Oleh  Emmanuel Angletiner – Taichimag n°7

Kemampuannya untuk melepaskan dalam situasi apapun dan kepiawaiannya dalam Tuishou berada di tingkat yang langka. Selain itu, Adam Mizner mampu menggunakan prinsip-prinsip tersebut dalam situasi-situasi yang paling berbahaya, mengeluarkan kerangka pelatihan yang ketat, atau bahkan menangani lawan berpengalaman dari berbagai disiplin lain secara bebas.  Ketika berada di Eropa pada suatu waktu untuk mengajarkan seni ini, dia setuju untuk memberikan wawancara ini.

 

Mohon Anda perkenalkan diri Anda kepada pembaca Taichimag ? Berapa usia Anda dan berapa lama Anda telah berlatih Taijiquan?

Saya berusia 37 tahun dan telah berlatih Taijiquan selama 20 tahun. Sebenarnya di tahun-tahun awal saya tidak benar-benar melakukan Taijiquan namun hanyalah Waijia yang diperlahankan.

 

Di mana Anda mulai belajar Taijiquan dan mengapa Anda sampai pada aliran gongfu ini?

Saya mulai berlatih Taijiquan di Australia pada saat yang sama saya mulai berlatih Chow Gar Tong Long, Saya didorong oleh guru-guru saya pada saat yang sama untuk berlatih taijiquan untuk membantu membangun relaksasi lebih dalam Tong Long saya.  Seperti sudah saya katakan bahwa ini hanya mirip kulit luar tanpa pengembangan internal sejati sebagaimana begitu umum di kalangan mereka yang berniat berlatih Taijiquan. Ketika hanya ada kulit luar dan belum memasuki pintu internal lewat pengendapan dan mobilisasi Qi maka seperti apa yang suka saya sebut “ Taijiquan palsu”.

Setelah sekitar 4 tahun saya bertemu dengan seseorang dengan Taijiquan betulan dan minat saya kemudian gairah saya terpicu. Kekuatan tanpa upaya dan keanggunan adalah segalanya yang saya inginkan dari kungfu. Jelas bagi saya bahwa Taijiquan adalah jalan maju. Saya tidak meninggalkan latihan kungfu eksternal saya sampai kurang lebih setahun berikutnya, ketika menjadi sangat jelas bagi saya bahwa kekuatan keras lawan keras berlawanan dengan praktek spiritual dan meditasi.  Pada saat itu saya melepaskan latihan eksternal untuk selamanya dan sejak saat itu berfokus pada meditasi dan Taijiquan.

 

Apakah latihan Anda dipengaruhi oleh beberapa orang atau master?

Ya, tentu saja. Saya mempunyai tujuh guru utama, semuanya sangat berpengaruh.  Di sepanjang perjalanan, saya sudah bertemu dengan banyak praktisi senior lain yang dalam derajat tertentu juga berpengaruh pada saya. Saya juga dipengaruhi oleh kehidupan dan ketrampilan para master hebat dari masa lalu.

 

Dalam pengajaran Anda, jurus (Taolu) yang mana yang Anda ajarkan dan seberapa penting Anda tekankan pada jurus-jurus tersebut?

Latihan Taolu tentunya merupakan latihan yang sangat penting dan merupakan intisari dari latihan Taijiquan. Menurut pendapat saya, latihan Taolu merupakan tingkat latihan yang paling tinggi, untuk bisa melakukannya dengan benar orang harus melalui serangkaian latihan perubahan tubuh dan pengembangan Qi.  Ini berbentuk latihan-latihan membuka tubuh, jibengong, song gong dan Zhan Zhuang. Ketika area latihan ini dicapai maka seseorang siap untuk benar-benar memainkan Taijiquan dan ini saat yang tepat untuk berlatih Taolu.

Kebanyakan orang modern tidak memiliki kesabaran dan atau waktu untuk jadual pelatihan seperti itu, dan sialnya di kebanyakan aliran pelatihan dimulai dengan Taolu. Saya suka memperkenalkan Taolu di awal sembari memberi fokus pada Zhan Zhuang dan song gong dan sejalan dengan para murid berlatih kita memberi fokus lebih banyak pada kerja Taolu secara internal dan eksternal.

Saya berlatih sejumlah rangkaian dari Yang style Taijiquan dari metode Huang Sheng Shyan dan dari metode Yang Shao Hou. Perangkat mengajar saya yang utama adalah rangkaian Huang yang merupakan variasi dari jurus 37, walaupun saya punya beberapa murid yang sangat senior dan sangat trampil yang memiliki pengembangan internal yang dibutuhkan dan telah mulai berlatih rangkaian Taolu yang diturunkan lewat Yang Shao Hou. Pada umumnya semua semua pelatihan saya mempengaruhi setiap bagian yang lain, semuanya Yang taijiquan.

 

Apakah perbedaan utama antara Yang Shaohou’s style dan Huang Xingxian’s (Huang Sheng Shyan) style of Taijiquan ?

Kedua metode tersebut adalah Yang style Taijiquan, di mana hanya ada jumlah postur yang terbatas pada Yang style dan urutan jurusnya sangat mirip. Saat kita melihat rangkaian Taolu yang tidak adal kemiripannya dengan Yang style, itu karena memang bukan Yang style, terlepas klaim yang dibuatnya.

Taijiquan adalah seni yin dan yang, yin dan yang harus diwujudkan dalam setiap fungsi tubuh, energi dan pikiran. Ketrampilan mengelola yang harus dibangun adalah mendengarkan atau Ting yang sesungguhnya merupakan kualitas mengetahui di saat sekarang dan Song yang suka saya terjemahkan sebagai pelepasan. Dua ketrampilan internal ini dikombinasikan dengan pengaturan spesifik yin dan yang dalam pikiran dan tubuh memunculkan Taijiquan dan 13 postur.

Metode Yang family yang lebih lama seperti yang ditransmisikan lewat Yang Shou Hou lebih kompleks dan lebih menuntut secara internal dan eksternal, metode tersebut menuntut tingkat kemampuan atletik yang lebih tinggi dan tingkat pengembangan internal yang lebih tinggi. Banyak dari “gerakan-gerakan” benar-benar tidak terlihat oleh mata, karena itu metodenya sangat susah untuk dicapai. Berlawanan dengan hal ini, metode Yang family Taijiquan yang lebih modern kurang begitu kompleks dan kurang menuntut, gerakan-gerakannya terlihat oleh mata. Saya percaya adalah mungkin untuk mencapai tingkat tinggi dengan metode lama namun sebagian besar orang mencapai lebih banyak dengan metode yang lebih baru. Metode yang lebih lama menuntut semacam komitmen yang hampir tidak mungkin di jaman kita sekarang ini.

Beberapa orang percaya bahwa rangkaian Taolu rahasia atau lama akan memberi mereka ketrampilan spesial. Tentunya masalahnya bukan di sini.  Pengembangan tubuh yang benar dan kinerja internal yang memberikan ketrampilkan. Aspek ini sering hilang atau disalahpahami, bahkan di beberapa penerus lineage dengan jurus otentik yang lama telah kehilangan kinerja internalnya dan dengan demikian hanya tinggal kulit luarnya saja.

 

Apakah menurut Anda Taijinya Huang Xingxian dipengaruhi oleh  Hequan (Tinju Bangau) ?

Ya, metode Huang dipengaruhi oleh Bangau Putihnya, setiap guru mengajarkan seninya karena dia telah menguasainya, tak ada cara lain. Dari generasi sekarang yang mengajar metode Huang, beberapa guru telah menjaga lebih banyak pengaruh Bangau Putih ketimbang yang lain berdasarkan pengalaman dan preferensi mereka. Metode personal saya dan apa yang saya ajarkan sedemikian banyak terpengaruh oleh metode lama Yang sehingga pengaruh Bangau Putihnya hampir tidak ada.

 

Nampaknya sebagian besar praktisi Taiji practitioners tidak bisa menggunakan teknik dan teori mereka untuk bertarung saat ini, mengapa demikian dan bagaimana pendapat Anda tentang hal ini?

Kebenaran yang menyadarkan adalah bahwa sebagian besar “praktisi Taiji” tidak mempraktekkan Taiji sama sekali.  Ini bukan karena kesalahan mereka sendiri, ini semata karena tanpa metode yang benar dan pengembangan internal seseorang tidak bisa begitu saja melakukan Taijiquan.  Untuk melakukan Taijiquan seseorang harus melewati beberapa perubahan besar dalam tubuh untuk membangun tubuh dan pikiran yang mampu menjalankan Taijiquan.  Ini adalah tujuan utama metode latihan tradisional.

Begitu seseorang melewati pintu gerbang tersebut dan benar-benar melakukan Taijiquan maka tentunya ada lebih banyak kerja yang dibutuhkan untuk bisa mengaplikasikan seni tersebut dalam pertarungan bebas.  Metode untuk melakukan demikian perlu diajarkan oleh seseorang dengan ketrampilan tertentu.  Semata-mata berusaha bertarung ketika Anda belum mencapai tubuh Taiji dan tidak menggunakan 13 postur yang sejati hanyalah menghasilakan pertarungan eksternal biasa yang secara keliru dilabeli sebagai Taijiquan.

Saya berpendapat bahwa ketika seseorang telah membangun tubuh dan pikirannya, telah mengendapakan Qi, bisa menggerakkan Qi dan menghasilkan berbagai jin, maka dia mampu melatih bertarung dengan seni tersebut. Saya punya sedikit murid yang bisa benar-benar bertarung dengan seni ini, namun ini tidak untuk setiap orang.

 

Seberapa penting tuishou dan bagaimana seharusnya dilatih menurut Anda?

Tuishou merupakan inti untuk membangun ketrampilan aplikasi Taijiquan. Tanpa tuishou seseorang mempelajari hanya sebagian dari seni ini.  Tujuan dari tuishou adalah untuk membangun ketrampilan menempel, menyambung, mendesak,  dan mengikuti. Walaupun ini mungkin nampak sangat sederhana, ini sangat dalam dan dalam menguasai ketrampilan ini ketrampilan kungfu Taiji sejati muncul. Begitu seseorang mempunyai ketrampilan menempel, menyambung, mendesak,  dan mengikuti maka seseorang bisa berlatih meminta, menetralisisr, menangkap dan melepaskan.

Tuishou adalah sarana untuk membangun ketrampilan ini dan tidak didesain untuk kompetisi. Latihan bisa bervariasi dari yang bersahabat dan sesuai aturan ketika saling membantu belajar dinamikanya, dan kuat ketika ketrampilan sudah maju. Dengan penyelidikan mendalam di bawah bimbingan guru piawai yang mempunyai ketrampilan ini, seseorang bisa membangun kungfu taiji otentik dan kekuatan yang misterius yang seni ini terkenal karenanya.

 

Seberapa penting penggunaan intensi (yi) ketika berlatih Taijiquan ?

Mengatakan bahwa Yi adalah dasar adalah pernyataan yang mengecilkan. Adalah Yi yang kita gunakan sebagai perkakas utama sejak dari awal, Yi adalah bagaimana kita memerintah song dan mobilisasi Qi, yang tanpanya kita jatuh pada metode gerakan waijia. Poin pentingnya adalah bahwa Shen, Yi dan Qi harus diselaraskan, dan ini adalah tujuan sejati Yang taijiquan.  Jika seseorang bisa benar-benar mencapainya, ketrampilannya akan menjadi ajaib.

Kita bisa melihat dengan jelas bahwa jika Yi melakukan sesuatu yang tidak selaras dengan qi maka kita menyimpang dan mengikuti metode yang salah. Pengolahan Yi harus sederhana namun dalam, jika terlalu rumit atau melibatkan semua jenis pembayangan maka tidak ada gunanya pada waktu real.

 

Apakah Anda mengajarkan teknik-teknik peregangan tertentu untuk meningkatkan relaksasi dan jika demikian, dari mana asal teknik-teknik tersebut?

Ya, saya mengajarkan peregangan-peregangan spesifik untuk membuka gerbang-gerbang tubuh. Tidak ada hubungannya dengan peregangan seperti dalam pengertian dalam Yoga, namun semuanya tentang membuka fascia untuk mengijinkan gerakan Qi yang lebih besar. Latihan-latihan tersebut berasal dari metode-metode yang lebih lama dari keluarga Yang dan konon berasal dari metode-metode rahasia Daoist untuk kultivasi QI.

 

Apakah ada pesan yang ingin Anda sampaikan kepada para pembaca Taichimag ?

Pikiran adalah raja, tubuh harus dibangun dan ketrampilan bela diri itu menyenangkan dan bermanfaat, namun tujuan utamanya adalah menembus kekosongan dan mencapai kedamaian.

 

Diterjemahkan dari:

http://discovertaiji.com/en/interview-with-sifu-adam-mizner-for-taichimag_94.html

Tiga Model Pembelajaran Taijiquan

March 12, 2018

Waysun Liao mengatakan bahwa kesulitan pertama yang dihadapi oleh mereka yang ingin belajar Taijiquan adalah menemukan orang yang menguasai Taijiquan.  Ketika sudah menemukan orang yang menguasai seni ini, problem berikutnya adalah apakah orang tersebut bersedia mengajarkan ilmunya atau tidak.  Tentunya yang dimaksud oleh Waysun Liao ini berlaku untuk pembelajaran model tradisional. Berikut akan dipaparkan tiga model pelatihan atau pembelajaran Taijiquan bersama guru atau pelatih yang ada di masyarakat.

 

Pelatihan massal di Sasana

Sasana Taijiquan biasanya merupakan komunitas praktisi atau peminat Taijiquan yang melakukan latihan secara massal.  Di beberapa kota di Indonesia ada beberapa sasana yang terbuka untuk umum yang berminat untuk berlatih Taijiquan.  Mereka yang berminat tinggal bergabung dan mengikuti latihan sesuai jadual.  Peserta baru tinggal menirukan gerakan yang dilakukan oleh pelatih atau teman-teman lainnya. Karena latihan dilakukan secara massal, pelatih kurang bisa memberi perhatian atau koreksi secara individual.  Secara biaya terjangkau karena anggota sasana hanya membayar iuran bulanan yang ditentukan oleh pengurus sasana.  Jenis Taijiquan yang dilatih di sasana biasanya jurus-jurus Taijiquan modern, seperti Taijiquan gaya Beijing, dll.  Karena sifatnya yang terbuka untuk umum, barangkali model pelatihan di sasana merupakan model yang paling mudah diakses publik yang ingin berlatih Taijiquan.

 

Kelas Privat

Pembelajaran kelas privat adalah pembelajaran perorangan atau kelompok kecil berdasarkan kesepakatan  antara peserta dan guru/pelatih mengenai jadual, materi, dan biaya.    Materi yang diajarkan tergantung kebutuhan peserta dan tentunya yang dikuasai oleh guru/pelatih.  Karena guru atau pelatih hanya melatih satu orang atau kelompok kecil, peserta bisa mendapat perhatian penuh dari guru atau pelatih. Secara biaya, belajar lewat cara privat tentunya lebih mahal bila dibandingkan dengan biaya belajar secara massal di sasana.  Apabila mendapatkan guru yang baik model pembelajaran ini bisa optimal selama peserta mau mengikuti materi yang ditentukan oleh guru.  Namun model pembelajaran ini bisa menjadi kurang optimal kalau peserta mengatur materi sesuai selera peserta dan mengabaikan petunjuk guru atau pelatih.

 

Rumen (入门)

Rumen (入门)atau Jinmen (进门), yang artinya masuk gerbang, adalah model pembelajaran yang biasanya dipakai di perguruan tradisional.  Model ini tidak hanya berlaku pada perguruan Taijiquan saja, namun juga umum berlaku di perguruan seni bela diri tradisional Cina atau TCMA (Traditional Chinese Martial Arts) yang masih meneruskan tradisi dari jaman kuno. Pembelajaran model ini sifatnya tertutup karena tidak semua orang bisa masuk  ke perguruan tradisional ini.  Diterimanya seseorang untuk bisa masuk perguruan tergantung kriteria yang ditetapkan oleh perguruan atau shifu yang merupakan representasi perguruan tersebut.  Setelah seorang memenuhi persyaratan yang ditentukan, ada semacam tradisi atau ritual yang harus dijalankan untuk masuk ke perguruan yang disebut dengan baishi atau mengangkat guru.  Setelah menjalani ritual baishi, murid tersebut disebut sebagai murid dalam.  Murid yang tidak atau belum mengikuti baishi disebut murid luar.  Guru wajib mengajarkan inti dari Taijiquan yang sifatnya rahasia bagi orang di luar perguruan kepada murid dalam.  Materi yang diajarkan dalam model ini adalah Taijiquan tradisional tergantung si guru berada di Taijiquan lineage yang mana.

Apakah Taijiquan itu Kungfu?

February 12, 2018

Tempo hari ada seorang teman bertanya kepada saya, “Apakah Taijiquan itu Kungfu?”  Pertanyaan yang nampaknya sepele ini nampaknya tidak bisa dijawab dengan sekedar ya atau tidak.  Barangkali perlu diklarifikasi dulu apa yang dimaksud dengan Kungfu kemudian dilihat apakah Taijiquan bisa masuk ke dalamnya.

 

Istilah kungfu sudah sedemikian populernya dalam masyarakat barangkali sejak masuknya film laga dari Hongkong di tahun 70 an.  Dalam masyarakat umum yang dimaksud dengan kungfu adalah bela diri dari Cina yang direpresentasikan oleh film-film Hongkong tersebut, bahkan film-film laga seperti itu biasanya disebut sebagai film kungfu. Transliterasi baku dari Bahasa Mandarin 功夫 adalah gongfu, namun penulisan yang umum dikenal adalah kungfu. Dalam Bahasa Mandarin kata Gongfu atau Kungfu ini berarti suatu ketrampilan yang dicapai sebagai hasil latihan yang tidak hanya untuk ketrampilan bela diri.  Seseorang yang mempunyai ketrampilan memasak yang hebat bisa dikatakan bahwa dia memiliki Kungfu yang hebat.

 

Selain istilah kungfu ada istilah yang perlu kita ketahui maknanya, yaitu wushu.  Arti kata wushu (武术) di masa lalu adalah seni perang atau bela diri.  Dalam pengertian ini istilah Zhongguo wushu (中国武术) mencakup berbagai macam jenis bela diri yang berkembang di Cina.  Dalam pengertian modern yang lebih spesifik lagi, wushu bisa berarti salah satu cabang olah raga bela diri.

 

Dari segi bahasa sejauh ini bisa diketahui perbedaan Kungfu dan Wushu.  Kungfu adalah suatu ketrampilan yang diperoleh melalui proses latihan, dan tidak hanya mencakup bidang bela diri saja, sementara wushu adalah bela diri.  Namun demikian, makna dari pertanyaan “Apakah Taijiquan itu Kungfu?” nampaknya lebih mengarah ke makna Kungfu yang dipahami umum, sehingga pertanyaan itu sama dengan, “Apakah Taijiquan itu bela diri?”

 

Dalam sejarahnya Taijiquan adalah bagian dari Zhongguo wushu atau bela diri Cina di mana di jaman dulu orang belajar Taijiquan untuk keperluan membela diri dari berbagai macam ancaman.  Dalam perkembangannya di jaman modern, banyak orang yang belajar Taijiquan lebih untuk keperluan kesehatan ketimbang untuk bela diri.  Dari sini metode berlatih pun menjadi berbeda.  Teknik-teknik bela diri yang ada dalam Taijiquan tidak dilatih, dan Taijiquan direduksi menjadi senam.  Jurus Taijiquan yang sebelumnya merupakan kumpulan teknik bela diri menjadi senam untuk menjaga kesehatan.  Jurus dilombakan untuk dinilai dari aspek keindahan bentuk luarnya.  Ini adalah gambaran umum dari Taijiquan yang umum di temukan dalam ruang publik.  Namun demikian, sampai saat ini masih ada perguruan Taijiquan yang berorientasi bela diri dan menempuh jalan tradisional, di mana perguruan tersebut bersifat tertutup dan tidak mudah diakses oleh khalayak umum.

 

Kembali ke pertanyaan awal, “Apakah Taijiquan adalah Kungfu atau bela diri?”  Jawabannya adalah ya ada sebagian komunitas Taijiquan yang melatih Taijiquan bela diri dan ada sebagian (besar) komunitas Taijiquan yang melatih Taijiquan sebagai senam untuk menjaga kesehatan.

Mengapa Taijiquan susah untuk didiskusikan?

January 15, 2018

Ada banyak group Taijiquan di media sosial, terutama di Whatsapps group dan tentunya semua anggota groupnya adalah praktisi ataupun mereka yang punya minat pada Taijiquan. Namun demikian, kebanyakan anggota di group tersebut lebih suka memosting hal-hal yang tidak berhubungan dengan Taijiquan.  Suatu ketika timbul perdebatan yang memanas karena topik yang berbau politik di salah satu group tersebut, dan salah seorang anggota mencoba menghentikan ketegangan tersebut dengan mengatakan “mari kita kembali membahas Taiji.”  Tulisan ini tidak akan membahas mengapa  kebanyakan dari kita susah berdiskusi tentang perbedaan pandangan (politik) secara adem ayem, namun lebih kepada mencoba membahas mengapa kebanyakan anggota di group Taiji di media sosial enggan atau malas membahas atau berdiskusi tentang Taijiquan, sesuatu yang mestinya menjadi alasan mengapa group media sosial tersebut pada awalnya dibentuk.

 

Di dalam group Taijiquan tersebut biasanya ada beberapa anggota yang suka posting video atau artikel Taijiquan, dan ada beberapa yang berkomentar atau lebih sering merespon dengan emoji gambar jempol untuk menunjukkan bahwa video sudah dilihat atau artikel sudah dibaca.  Kalaupun ada diskusi biasanya juga diikuti oleh anggota yang itu-itu saja, dan dari observasi saya topik yang biasanya agak seru dibahas biasanya topik yang abstrak seperti “Qi” atau “Fajin,” dan sejenisnya.  Dari pengalaman bermedia sosial tersebut saya menarik kesimpulan bahwa nampaknya ada beberapa persyaratan untuk memastikan bahwa suatu diskusi tentang Taijiquan bisa berjalan dengan baik dan dengan demikian manfaat, selain silaturahmi, bisa didapatkan dari diskusi tersebut.  Setidaknya ada tiga hal persyaratan yang dibutuhkan agar diskusi Taijiquan bisa berjalan, yaitu adanya pengalaman berlatih, referensi atau pemahaman teori dan konsep, dan hasrat untuk berbagi.

 

Apabila orang tidak mengenal Taijiquan dan tidak mepunyai pengalaman berlatih tentunya susah untuk bisa berbicara tentangTaijiquan karena hal tersebut berada di luar wawasan dan pengalamannya.  Namun bagi mereka yang belum pernah berlatih namun pernah membaca atau mendengar kisah tentang Taijiquan mungkin bisa bercerita sebatas apa yang diketahuinya. Diskusi tentang Taijiquan yang sehat sebaiknya dilakukan oleh mereka yang mempunyai pengalaman latihan dan pemahaman teori yang memadai.

 

Mereka yang praktek latihan dan pemahaman teorinya selaras tentu bisa bisa berdiskusi dengan mudah karena apa yang disampaikan sejalan dengan pengalamannya.  Tentu saja diskusi hanya bisa berjalan bila setidaknya ada dua orang yang telah berlatih dan memahami teorinya serta adanya hasrat untuk berbagi.  Namun demikian, perlu diingat bahwa diskusi Taijiquan hanyalah salah satu aspek dalam pembelajaran Taijiquan.

 

Penguasaan Taijiquan diperoleh melalui latihan yang teratur dan didukung oleh pemahaman teorinya.  Ada semacam dialektika antara latihan dan pemahaman teori.  Latihan semakin maju apabila didukung oleh teori, dan kebenaran teori dibuktikan dengan praktek latihan.  Berlatih saja tanpa memahami teori mungkin bisa memperoleh kemajuan, namun kemajuan akan dicapai dengan lebih cepat bila dibimbing oleh pemahaman teori.  Dan yang paling penting untuk diingat adalah untuk berlatih Taijiquan harus ada di bawah bimbingan guru. Dalam Taiji Klasik, The Song of Thirteen Postures diungkapkan bahwa “untuk memasuki pintu Anda harus dibimbing secara lisan.  Berlatih tanpa henti dan teknik dicapai melalui penelusuran diri.”