Pernapasan dalam Taijiquan Menurut William Chen

May 30, 2017

Pernapasan yang tepat memainkan peranan penting dalam gerakan Taijiquan.  Pernapasan ini dikendalikan oleh kontraksi dan pelepasan diafragma.  Oksigen yang diambil dari udara mendukung kebutuhan langsung jutaan sel tubuh dan menyingkirkan karbondioksida dari darah.  Ini penting bagi kehidupan kita.  Hidup tanpa air atau makanan selama beberapa hari tidak menimbulkan akibat yang fatal, namun beberapa menit tanpa oksigen akan menimbulkan kerusakan otak atau kematian.

 

Taijiquan didasarkan atas cara bernapas yang alami: perlahan, lembut dan dalam.  Bernapas alami meningkatkan kapasitas paru-paru, memasok cukup oksigen untuk kebutuhan tubuh dan membantu relaksasi selama bergerak.  Bernapas alami juga membantu mengendorkan semua jalur, yang memungkinkan distribusi oksigen lebih efektif dan lebih merata.  Saat menarik napas, diafragma turun, yang memperbesar rongga paru-paru dan membuat lebih banyak udara masuk.  Saat mengeluarkan napas diafragma naik dan menekan limbah udara keluar.  Gerakan mekanis ini mirip dengan gerakan mekanis puputan.

 

Udara yang masuk atau keluar melewati filter alami rambut hidung.  Mulut harus ditutup, agar tidak kering.  Dalam pertarungan, menjaga mulut tetap tertutup akan membantu menghindari tergigitnya lidah, patahnya rahang, dan kelelahan.  Mulai bernapas dengan diafragma, bukan hidung.  Bila tidak, manfaat napas alami akan berkurang.  Ketika napas dimulai dengan hidung, hanya paru-paru bagian atas terisi udara; dada akan menjadi tegang, menyebabkan tubuh kehilangan pusat gravitasi.  Bernapas dengan cara ini biasanya pendek, tidak sehat dan kadang pertanda sakit.

 

Dalam proses melakukan Taijiquan dengan perlahan, gerakannya lunak, lembut dan mengalir tanpa putus.  Pikiran dan tubuh relaks, napas panjang, dalam dan tenang.  Ketika menarik napas, diafragma berkontraksi ke perut dalam bagian bawah, tekanan perut dalam meningkat dan energi mulai mengalir.  Pada saat ini, lengan bergerak keluar atau ke atas.  Saat mengeluarkan napas, diafragma dilepas, tekanan perut dalam akan turun dan aliran energi mereda.  Pada saat ini,  lengan bergerak ke dalam atau turun.

 

Ketika pikiran yang sepenuhnya sadar dan kendor bisa menyatukan gerakan Taijiquan dengan aliran energi, prinsip harmoni, Yin dan Yang, tercapai.  Pada akhirnya, tubuh dan energi menjadi satu kesatuan, yang menghasilkan dorongan, pukulan dan tendangan yang kuat.

 

 

Diterjemahkan dari Body Mechanics of Tai Chi Chuan, karya Willam C.C. Chen, hal. xvii – xviii

Wawancara Paul Alexander dengan Wee Kee Jin

April 10, 2017

PA: Apa yang menginspirasi Anda belajar bela diri?

WKJ: Saya mulai pada usia 14 tahun di Chin Woo association. Saya belajar di sana selama 4 tahun,kemudian mengabdi pada national service di Singapora, kemudian saya berhenti. Ketika saya berusia 24 tahun, saya mengunjungi paman saya di Taiwan, saya mellihatnya memainkan jurus Taiji. Setelah itu dia meminta saya untuk mendorongnya dan tentunya saya terlempar ke sana kemari.  Dia menyebutkan bahwa seorang guru bernama Huangxingxian  di Malaysia dan Singapura, jika saya tertarik saya harus mencarinya. Maka dari situlah awalnya

.

 

PA: Saya tahu bahwa Anda tinggal bersama dengan Master Huang, bisakah Anda ceritakan tentang hal ini?

WKJ: Saya tinggal bersamanya selama empat tahun. Saya berlatih penuh, 7 hari seminggu, 8 jam sehari. Tidak ada liburan,tidak ada tahun baru. Beliau mengatakan bahwa saya perlu belajar Bangau Putih dan Taiji, maka saya belajar keduanya. Pada waktu makan beliau biasanya berbicara tentang Taiji, kami biasanya berdiri dan melakukan tuishou, kemudian duduk kembali dan minum. Ketika kami melihat mesin, misalnya,beliau biasanya bertanya kepada saya, “apa prinsip-prinsip Taiji yang ada di sana?”  Ketika saya berada di sana, saya adalah satu-satunya murid yang tinggal di sana. Sebelumnya ada empat murid yang tinggal bersama beliau, saya yang terakhir.

 

PA: Apa cara paling aneh dari guru Anda untuk membantu Anda belajar?

WKJ: Di tahun 1954, beliau membawa Chen Man Ching school dan White Crane school ke dalam kompetisi. Beliau melatih muridnya dengan cara menuangkan air di lantai, dan kemudian dia menyuruh murid-muridnya untuk melakukan tuishou.  Jika Anda bisa tetap mengakar di lantai yang licin di ruang sempit, ini adalah ketrampilan yang bagus.

 

PA: Saya sudah membaca buku Anda, dan saya mendapati bahwa Anda menekankan latihan dasar. Seberapa penting latihan dasar, menurut Anda?

WKJ: Ketika orang-orang mengatakan bahwa Taiji saya sangat tinggi, ini bukan karena saya melakukan sesuatu yang berbeda.  Tingkat tinggi dalam Taiji adalah bahwa Anda mempunyai pemahaman yang lebih dalam tentang prinsip-prinsipnya.  Setelah 5 tahun, 10 tahun, murid pemula,murid tingkat tinggi, melatih prinsip-prinsip yang sama, namun dengan pemahaman berbeda. Saya berlatih jurus, jurus pendek 37, 20 tahun berjalan saya masih akan menjalankan jurus tersebut.   50 tahun…..masih melakukan jurus yang sama!  Apa yang terjadi di dalam jurus berubah.  Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa tingkat tinggi hanyalah pemahaman lebih dalam tentang prinsip-prinsip dasar.  Bukan sesuatu yang berbeda.

 

PA: Anda pasti masih menjalankan latihan dasar , bukan?

WKJ: Ya. Inilah sebabnya, ketika ditanya apa yang saya lakukan ketika berlatih, saya tidak pernah mengatakannya karena publik akan berpikir bahwa hal ini sedemikian membosankan! Ketika orang mulai belajar hal-hal sederhana, mereka kemudian mulai mencari hal-hal yang rumit.  Ketika Anda mencapai level tertentu Anda mendapati bahwa tidak perlu melanjutkannya, alih-alih Anda harus kembali. Ketika Anda kembali, Anda akan menemukan tempat yang berbeda dari tempat di mana Anda mulai di sana. Saya selalu mengatakan bahwa hal-hal dasar adalah yang paling monoton dan membosankan, yang paling sederhana namun paling sulit dijalankan.

 

PA:  Ada pepatah, “belajar menyenangkan, namun berlatih membosankan, ” Anda setuju?

WKJ: Tidak, itu tidak benar. Itulah sebabnya mengapa , jika Anda belajar seni apapun, pertama-tama Anda harus bersiap untuk mendisiplinkan diri sendiri.  Jika tidak punya pikiran atau ruang untuk mendisiplinkan diri untuk berlatih tiap hari secara konsisten, maka jangan belajar. Setelah bertahun-tahun berlatih, tidak  lagi menjadi disiplin, pastinya menjadi kegembiraan.  Jika masih menjadi disiplin maka ada faktor yang memaksa.  Ketika Anda menikmatinya, menjadi berbeda.  Saya menikmatinya.

 

PA: Jadi sudah menjadi bagian utama hidup Anda?

WKJ: Ya…..selain istri saya.  Prinsip-prinsip Taiji mengatakan Anda harus menyeimbangkan segalanya.

 

PA: Apa perbedaan antara White Crane dan Taiji?

WKJ: Sebelum wafat di tahun 1992,guru saya mengatakan pada saya bahwa beliau merasa telah bertindak tidak adil pada guru White Crane beliau karena beliau lebih banyak mempromosikan Taiji ketimbang White Crane.  Jadi saya berharap saya bisa mempromosikan White Crane untuk beliau. Namun semakin saya mendalami Taiji, semakin saya menyadari mengapa pada akhirnya guru saya berhenti menjalankan White Crane.  White Crane dan Taiji pada dasarnya didasarkan atas prinsip-prinsip yang sama. Jika Anda mengambil berlian, White Crane adalah berlian yang belum dipotong, Taiji adalah berlian yang sudah diasah.  Jadi saya perhatikan bahwa ketika seseorang menjadi semakin halus, dia tidak ingin melakukan hal-hal yang kasar.

 

PA: Jadi orang akan bergerak menuju Taiji secara alami?

WKJ: Ya. Taiji adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang berusia 50 ataur 60.  Gaya yang lebih keras sebagian besar untuk orang muda. Memang seharusnya begitu.  Tetapi harus saya tekankan bahwa White Crane bukanlah seni eksternal.

 

PA: Banyak orang nampaknya masih disibukkan dengan apakah suatu seni itu eksternal atau internal.   Menurut Anda apa perbedaan di antara keduanya?

WKJ: Sebenarnya ini adalah miskonsepsi. Dikatakan bahwa eksternal adalah gaya yang keras, internal gaya yang lembut. Makna sebenarnya dari internal adalah bahwa seni eksternal dimpor dari luar Cina, seni internal adalah seni yang berasal dari dalam Cina.  Shaolin dibawa dari India. Itulah sebabnya mengapa disebut seni eksternal. Di dalam apa yang disebut seni internal dan seni eksternal ada gaya keras dan lembutnya. Jadi White Crane adalalh gaya lembut dan demikian juga dengan Taiji.

 

PA: Apakah Anda masih berlatih White Crane “keras”? Apakah Anda sudah mengadaptasi lebih banyak Taiji ke dalamnya?

WKJ: White Crane sendiri adalah gaya lembut, bukan gaya keras. Orang keliru memahaminya karena jika Anda melakukan White Crane tanpa mengikuti prinsipnya, Anda melakukan hal yang sama dalam bela diri gaya keras.  Ketika guru saya, Master Huang,pertama kali bertemu Chen Man Ching, beliau tidak percaya bahwa guru saya tidak melakukan Taiji.  White Crane harus relaks, relaks, relaks…dan juga ingat bahwa pendirinya adalah seorang wanita.

 

PA: Apakah Anda berpendapat bahwa sisi bertarung Taiji sangat penting?

WKJ:  Tidak begitu penting dalam pengertian bahwa kesehatan adalah fondasinya.  Pada awalnya mulailah untuk kesehatan, kemudian masuklah lebih ke dalam Taiji, lebih ke dalam bela diri. Saya selalu menyarankan pemula untuk mencari kesehatan dulu. Apakah artinya menjadi petarung hebat yang selalu sakit?  Untuk sisi seni bela diri, Anda harus masuk ke sisi filosofinya. Filosofi Taiji adalah tentang bagaimana menjadi manusia. Itu lebih penting. Bagi murid yang tidak bisa memutuskan apakah mereka ingin belajar Taiji, Saya selalu mengatakan – jika Anda ingin menendang dan memukul Anda berlatih Shaolin atau Karate, jika Anda ingin melempar orang Anda berlatih Aikidoatau Judo, jika Anda ingin kesabaran dan ketekunan Anda berlatih Taiji.  Jika Anda ingin bela diri terbaik, jangan berlatih…cari senjata api untuk Anda! Penting untuk ditekankan bahwa Taiji hanyalah untuk pertahanan.Dalam Taiji, mengatasi gerakan dari diam, mengatasi tindakan orang lain tanpa bertindak. Ketika Anda mencapai level Taiji  yang lebih tinggi, ketika orang mendorong Anda,  Anda bahkan tidak perlu menetralisasinya, Anda hanya membawa tenaga ke bawah karena tenaga itu akan memantul balik ke atas. Level tertinggi Taiji disebut “menerima tenaga.” Namun bagi saya ini masih belum level tertinggi Taiji.  Karena itu Anda harus masuk ke dalam sisi filosofinya, ketika Anda belajar untuk menjadi manusia. Anda begitu baik sehingga tak seorang pun ingin bertengkar dengan Anda. Itulah level tertinggi.

 

PA: Jika Anda harus memberi label pada gaya yang Anda ajarkan, apakah itu keluarga Yang?

WKJ: Gaya Yang yang sangat kuat. Chen Man Ching dari Yang Cheng Fu,dia menyederhanakan jurus 37 berdasarkan gaya Yang. Guru saya adalah murid Chen Man Ching,namun cara kami melakukannya, khususnya saat transisi, berbeda dari kebanyakan aliran Chen Man Ching.  Guru saya telah melampau guru-gurunya.  Ketika guru saya pergi ke Singapura pada tahun 1956, Chen Man Ching memberi tahu dia, ” Dalam 7 tahun kamu akan lebih bagus daripada saya “.  Maka guru saya memasukkan pemahamannya.  Maka saya tidak ingin mengatakan apakah gaya Yang saya Chen Man Ching atau Huang….Saya lebih suka menyebutnya Taiji Quan. Gaya diciptakan oleh manusia, gaya hanyalah jenis gerakan yang diciptakan untuk mengikuti prinsip-prinsip Taiji.

 

PA:  Jadi Anda berpikir bahwa jurus Taiji adalah hal yang paling penting?

WKJ: Jurus adalah satu set gerakan yang diciptakan agar Anda bisa memasukkan prinsip-prinsip ke dalam tubuh. Jurus hanyalah satu set perkakas. Pada akhirnya gerakan apa pun yang Anda lakukan harus mengikuti prinsip-prinsip Taiji. Guru saya mengatakan, “Anda harus belajar prinsip-prinsipnya, bukan gerakannya. ” Banyak orang suka belajar banyak gerakan, namun sedikit yang suka belajar satu gerakan saja. Banyak orang suka mengajarkan banyak gerakan, tetapi sedikit yang suka mengajarkan satu gerakan saja. Jika Anda mengajarkan gerakan, begitu Anda selesai mengajarkan jurus, maka Anda harus mengajarkan jurus yang lain lagi. Jika Anda mengajarkan prinsip maka tidak akan ada akhirnya. Cara saya mengajar sama dengan cara guru-guru saya mengajar. Mereka membiarkan Anda merasakan tubuh sehingga Anda tahu apa yang terjadi dalam tubuh. Disuruh relaks atau mengendap bisa jaadi membingungkan, namun  jika saya membiarkan Anda merasakan tubuh, maka Anda tahu apa yang sedainsng terjadi. Walaupun Anda belum bisa melakukannya saat ini, Anda tahu apa yang seharusnya terjadi.  Maka gunakanlah pikiran untuk memvisualisasikan rencananya.  Begitu cara guru saya mengajar.

 

PA: Bagaimana sekolah Anda di New Zealand?

WKJ: Kelas saya di New Zealand tidak besar karena saya mengajar di Eropa setengah tahun.  Di  New Zealand saya hanya punya murid yang sudahlama  berlatih dengan saya , mungkin10 tahun.  Mereka melatih pemula di sekolah mereka masing-masing. Saya katakan pada mereka bahwa mereka tidak harus melatih di bawah sekolah saya, mereka bisa pergi dan melatih. Ketika murid mereka sudah berlatih selama 3 atau 4 tahun dan benar-benar bersemangat, mereka bisa datang dan berlatih bersama saya.  Sebagai guru, ketika waktunya tiba, Anda harus membiarkan murid Anda pergi dan mengajar.  Karena ketika mereka mengajar, mereka memperoleh kemajuan.  Mengajar meruupakan tahapan belajar, kita juga bisa mendapat lebih banyak orang belajar Taiji. Saya tidak ingin organisasi, karena dengan organisasi mereka cenderung lebih banyak menghabiskan waktu bicara pollitik ketimbang berlatih dan mengajar!

 

PA: Saya dengar Anda menyukai tuishou, apakah menurut Anda tuishou sangat penting dalam berlatih Taiji?

WKJ: Ya,ini merupakan bagian yang sangat penting dalam latihan. Dalam jurus Anda berusaha untuk sinkron, seimbang, terhubung dan relaks tanpa adanya tekanan eksternal.  Dalam tuishou Anda mendapatkan tekanan tenaga eksternal.   Anda belajar untuk mendengarkan tenaga yang datang, lebih penting lagi Anda menyelaraskannya.  Anda kemudian bertanya pada diri sendiri, “Apa reaksi saya terhadap tenaga tersebut?”.

 

PA: Jika Anda harus mengukur latihan antara tuishou dan jurus, apakah Anda membaginya 50/50?

WKJ: Tidak. Saya akan menggunakan 2/3 dari waktunya untuk berlatih jurus, 1/3 tuishou. Kebanyakan orang melakukan sebaliknya.  Jurus adalah fondasi.  Apa yang Anda lakukan dalam jurus adalah sama dengan apa yang Anda lakukan dalam tuishou.

 

PA: Menurut Anda apakah tuishou perlu dikompetisikan?

WKJ: Saya tidak keberatan dengan kompetisi, selama prinsip-prinsip Taiji diikuti. Jika tuishou berubah menjadi gulat, menjadi adu tenaga, bukan prinsip Taiji. Dalam praktek tuishou saya kira kebanyakan orang hanya berpikir untuk mendorong, namun itulah produk tuishou.  Fondasinya adalah menerima. Belajar menerima tenaga. Jika Anda bisa menerima tenaga maka Anda bisa membawa tenaga tersebut ke tanah, dorongan itu menjadi netral. Itulah mengapa latihan tuishou, dalam latihan Taiji secara umum,jika Anda ingin bagus dalam Taiji Anda harus melepas kesombongan dan ego. Itu hal yang paling sulit. 100% yakin untuk tidak menggunakan tenaga kasar dan tidak mengalahkan orang lain namun mengalahkan diri sendiri.

 

PA: Apakah Anda berlatih dengan senjata?

WKJ: Di White Cranekami hanya menggunakan tongkat jalan.  Dalam sistem Taiji kami, kami punya tongkat, tombak dan pedang.

 

PA: Apa senjata favorit Anda?

WKJ: M16………….bukan, pedang.

 

PA: Apakah Anda sering berlatih senjata?

WKJ: Tidak, saya berlatih jurus. Jurus adalah tanah, pedang adalah air, tombak adalah api, golok adalah logam, tongkat adalah kayu. Semuanya berasal dari tanah. Senjata adalah perpanjangan lengan, maka semuanya kembali ke latihan dasar lagi.

 

PA: Kisah para master jaman dulu sangat mistis. Apakah menurut Anda kisah-kisah itu benar-benar terjadi?

WKJ: Ya. Saya percaya ada kebenarannya, namun setelah bertahun-tahun  dibesar-besarkan, seperti gosip di Cinas. Beberapa hal benar, beberapa hal yang lain barangkali mistis.  Para guru mestinya tidak memistiskan sesuatu. Fakta adalah fakta, kalau bukan fakta ya bukan fakta.  Ketika orang melihat rekaman video saya membuat orang mental-mental, mereka bertanya pada saya apakah itu betulan. Kemudian saya menjelaskan pada mereka, jika guru saya tidak punya ketrampilan tersebut, tentunya saya tidak akan menghabiskan empat tahun hidup saya bersamanya. Saya dulu mencoba menjelaskannya pada mereka, namun sekarang saya bahkan tidak ingin mencoba menjelaskannya.Saya katakan jika Anda mempercayainya sebagai kebenaran maka itu benar. Namun jika Anda tidak mempercayainya, maka itu tidak benar. Lebih baik saya menggunakan waktu untuk berlatih daripada membuangnya untuk menjelaskan pada orang-orang yang tidak bisa menerima kebenaran.

 

PA: Apakah menurut Anda Taiji sudah direndahkan selama bertahun-tahun?

WKJ: Saya melihatnya begini. Jika semua prinsipnya dijalankan maka itu adalah Taiji.  Jika prinsip-prinsipnya tidak ada maka itu bukan Taiji.  Beberapa orang mungkin hanya menginginkan senam, itu bagus. Namun Anda harus menjelaskan prinsip-prinsipnya pada mereka…..untuk berdiri tegak, dll. Apakah mereka datang hanya sekedar untuk senam atau tidak itu terserah mereka.

 

PA: Bagaimana Anda melihat kemajuan sekolah Anda beberapa tahun mendatang?

WKJ: Tujuan saya adalah menolong orang. Banyak orang tahu tentang Taij. Mereka tidak harus berlatih dengan saya, yang penting adalah mereka berlatih Taiji.  Jika Anda berlatih bela diri, harus latihan yang yang bisa Anda jalankan sepanjang  hidup Anda. Tidak ada gunanya melakukan sesuatu yang Anda tidak bisa lagi melakukannya ketika Anda berusia 30 atau 40 tahun.  Jika,ketika Anda 60 tahun, Anda tidak bisa melakukannya berarti waktu yang Anda curahkan sebelumnya terbuang sia-sia. Selain itu, jika Anda berlatih bela diri atau latihan apa pun, Anda harus memilih latihan yang tidak mencederai Anda.  Jika mencedarai Anda,maka apa gunanya melatihnya?  Sejauh ini bagi sayakemajuan sekolah saya  tidaklah begitu penting.  Saya hanya senang berlatih, biarkan orang lain yang mengurusi sekolah saya.

 

PA: Menurut Anda apa syarat murid yang baik?

WKJ: Murid tidak boleh punya pendapatyang  bias.Ketika berlatih pikiran harus terbuka. Jika Anda melihat banyak gaya yang berbeda Anda tidak akan belajar apa-pa darinya, Anda akan mencari kesalahan mereka. Usahakan mellihat yang bagus dari gaya-gaya tersebut. Tidak masalah siapa yang mengajar di kelas, masuklah dengan konsep –apa yang bisa saya pelajari dari orang ini?  Selalu ada yang bisa kita pelajari. Ketika Anda bisa menemukan kesalahan berarti Anda memperoleh kemajuan. Paling tidak Anda tahu bahwa ada kesalahan. Jika Anda belum bisa menemukan kesalahan Anda,maka Anda belum meningkat.  Yang lebih penting,jika Anda menemukan kesalahan orang lain, tanyakan pada diri sendiri –apakah saya punya kebiasaan itu? Kemukdian koreksi diri Anda sendiri. Menurut saya penting bagi murid untuk terbuka. Selain itu, juga penting untuk tidak mengidolakan guru.

 

PA: Menurut Anda apakah hal itu banyak terjadi dalam bela diri?

WKJ: Ya. Saat Anda mengidolakan guru, apapun yang dikatakannya Anda ikuti tanpa berpikir.Pemujaan buta.Guru tidak boleh membiarkan murid mengidolakan dirinya. Jika guru punya murid yang mengidolakannya,dia terbawa perasaan, maka dia mulai mempercayai hal-hal yang tidak benar. Yang terbaik adalah realistis.  Jika Anda realistis, Anda terhubung, menyatu.

 

PA:  Menurut Anda apa syarat guru yang baik?

WKJ: Dalam buku saya, saya mengatakan bahwa guru yang baik tidak harus guru yang terkenal, atau guru yang telah menulis buku yang bagus. Guru yang baik harus bisa menjelaskan dan menunjukkan prinsip-prinsip,mengajar murid apa yang diketahui tanpa menyimpan rahasia. Jangan perlakukan murid sebagai budak karena “ini murid saya!”, ini bukan murid Anda, namun murid Taiji! Kebanyakan guru berusaha mengekang murid, Anda harus membiarkan mereka bebas.

 

PA: Anda mengajar workshop keliling Eropa, apakah workshop Anda cocok untuk pemula?

WKJ: Dalam workshop saya selalu mulai dengan latihan dasar. Sistemnya mempunya 5 gerakan atas dan bawah, kemudian jurus, selanjutnya tuishou. Ketika ditanya mengapa saya mengajar orang yang telah berlatih 2 tahun dan 10 tahun di kelas yang sama, saya mengatakan bahwa saya mengajarkan hal yang sama, namun apa yang mereka serap berbeda.

 

PA: Jadi jika ada orang dengan pengalaman 10 tahun, apakah masih bisa mendapatkan sesuatu dari workshop?

WKJ: Anda harus memahami dasar dari sistem Anda. Jika Anda tidak memahami dasar-dasarnya, maka Anda tidak memahami cara menjalankan jurus atau melakukan tuishou. Cara Anda melakukan latihan dasar dan tuishou adalah sama, jika semuanya berbeda maka tidak nyambung.  Seperti akan belajar Bahasa Inggris, belajar ABC, kemudian menyusun kata-kata, kemudian kalimat, lalu esei.  Anda tidak pergi ke kelas Bahasa Inggris untuk belajar ABC, menulis dalam Bahasa Jerman dan berbicara dalam Bahasa Cina……tidak masuk akal!

 

PA:  Bisakah Anda memberi saran untuk mereka yang baru memulai perjalanan bela diri mereka?

WKJ: Saya kira sebagai pemula Anda harus pergi ke banyak tempat untuk melihat-lihat, namun suatu saat Anda harus membuat keputusan untuk mengambil salah satu style yang Anda nyaman, dan mengikuti satu guru yang Anda percaya.  Jika Anda tetap menjalankan berbagai style yang berbeda-beda, ini seperti mencoba berbagai maskapai penerbangan yang berbeda untuk pergi ke tempat yang sama.  Selama guru mengikuti prinsip-prinsipnya, Anda akan sampai pada tujuan yang sama.  Sebagian membutuhkan waktu lebih lama, sebagian lagi lebih singkat, namun Anda akan sampai di tempat yang sama. Jika Anda mempelajari berbagai style yang berbeda, akhirnya Anda akan kebingungan.

 

PA: Menurut Anda apakah penting untuk berlatih di pagi hari?

WKJ: Keuntungan yang Anda dapatkan dari satu jam berlatih di pagi hari adalah sama dengan berlatih empat jam di siang hari.  Ini karena pikiran masih segar. Saya mulai jam  4 pagi dan berlatih tiga jam di pagi hari.  Saya tidur sekitar jam 9 atau 10 malam.

 

PA: Apakah ada kata-kata nasehat terakhir bagi praktisi Taiji?

WKJ: Anda tidak hanya belajar atau menjalankan jurus.  Anda harus memahami jurus. Bagaimana gerakan diciptakan, bagaimana memahami rahasia menerima adalah karya yang terbesar. Semuanya menjadi terhubung, ketika Anda melakukan tuishou, saya terhubung seperti spons.  Spons hanya masuk ke dalam sejauh Anda menekannya, maka ketika Anda melepaskannya, spons itu melepaskan juga. “Jangan hanya belajar gerakannya, pahami prinsip-prinsipnya “

 

Versi lengkap  artikel ini diterbitkan dalam UK magazine ‘Martial Arts Illustrated’ in 2004

Versi pdf nya bisa diunduh di https://www.taiji.org.uk/publications/

Prinsip Fundamental Taiji Yang-style oleh Chen Longxiang

March 30, 2017

Menguasai prinsip-prinsip fundamental Taiji merupakan kunci untuk berlatih yang baik dan peningkatan level ketrampilan.  Prinsip-prinsip fundamental ini bisa diringkas menjadi 16 poin dasar sebagaimana berikut ini:

  1. Berdiri tegak  ( li shen zhong zheng)

Ketika berlatih Taiji, pertama-tama harus memperhatikan posisi berdiri yang tegak.  “Tegak” berarti bahwa tubuh tidak condong ke depan ataupun ke belakang.  Tulang punggung dari tulang ekor ke atas dijaga untuk tetap dalam garis lurus.  Ketika menjalankan jurus Taiji, praktisi harus tetap tegak dari awal sampai akhir.  Di dalam Taiji Klasik tertulis: “tulang ekor harus tegak.” Jika tulang ekor tegak, pusat gravitasi posisi berdri akan stabil.  Jika pusat gravitasi tidak stabil, akan mudah bagi lawan untuk membuatknya kehilangan keseimbangan.  Agar bisa berdiri tegak, perhatian harus diarahkan baik ke dalam dan ke luar.  Secara internal, semangat harus dipusatkan ke dalam.  Semangat tidak bisa meloncat ke luar (terganggu oleh rangsang dari luar).  Pikiran harus stabil dan tenang.  Secara eksternal, kepala harus digantung dan ditarik ke belakang, kendorkan pinggang dan dudukkan kua.  Dengan cara ini, postur tegak bisa dijaga secara natural.

  1. Tenang dan relaks  (an shu song jing )

Taiji secara bersamaan melatih semangat, yi dan xuling.  Ketika berlatih Taiji, dari awal gerakan sampai akhir Anda harus menjaga postur yang tenang, dengan semangat ringan dan relaks serta alami.  Anda harus relaks sampai titik di mana seluruhnya diri Anda relaks, di mana relaksasi menembus setiap bagian tubuh, di mana tidak ada kekakuan sedikitpun, di mana tubuh Anda dikosongkan dari semua ketegangan.  Ketika menjalankan seluruh jurus, dari sikap persiapan sampai gerakan terakhir, singkirkan segala distraksi dari pikiran Anda.  Tenanglah seperti air diam.  Fokuskan pikiran.  Hayati masukkan diri Anda sepenuhnya ke dalam jurus.  Biarkan hati tenang.  Tenangkan semua pikiran dan kekawatiran.  Ini adalah apa yang dikenal sebagai “Ketika diam, tidak ada bagian yang tidak diam.” Melalui ketenangan sistem saraf yang tenang dan waspada bisa terjaga, dan karenanya kebijaksanaan dan kecerdasan dikultivasi.  Di dalam Taiji Klasik tertulis: “Sehelai bulu tidak bisa ditambahkan / Seekor lalat tidak bisa hinggap [artinya bahwa sentuhan paling ringan, resistansi sekecil apapun akan segera terasa]/ Orang tidak tahu saya / Saya tahu orang.” Dengan berlatih Taiji secara konsisten stabil dan relaks, orang bisa mencapai kondisi spiritual yang menakjubkan melalui inspirasi spontan.

Walaupun Taiji menuntut seluruh tubuh relaks, Anda harus relaks namun bukan loyo.  Selain itu, gerakan Anda harus sepenuhnya berisi dan dibimbing oleh semangat Qi (lihat No. 9 di bawah).  Ketika relaks, pertama-tama pikiran harus direlakskan, dan kemudian tubuh.  Kepala, leher, punggung atas, bahu, punggung bawah, paha, lutut, tangan, siku, pergelangan tangan, kaki – setiap sendi harus benar-benar relaks dan terbuka, seluruhnya kendor, tanpa sedikitpun tenaga kaku.  Sangat relaks, sangat lembut.  Taiji klasik mengatakan: “satu relaks, seratus relaks / Selembut seperti rangka Selembut seakan-akan kerangka retak di seratus tempat / Selembut seperti tidak punya tulang.” Ketika semua sendi kendor, qi dan darah mengalir dengan lancar, semangat jernih dan tulang nyaman.  Dengan berjalannya waktu tenaga internal akan meningkat.  Pada akhirnya Anda akan bisa mengubah kelembutan dan fleksibilitas ekstrem menjadi tenaga internal yang kokoh dan kuat yang relaks, nyaman, lembut dan elastis.  Dengan demikian Anda sampai pada ketrampilan tertinggi dalam Taiji.

  1. Xu ling ding jin 

Berlatih Taiji mensyaratkan xu ling ding jin.  Semangat harus menembus mahkota kepala.  Xu ling ding jin berarti bahwa kepala dan wajah harus tegak, dan titik akupuntur bai hui (di mahkota kepala) harus menekan ke atas dengan lembut, seakan-akan ada tali yang menarik mahkota kepala dan menggantungnya dari atas.  Rahang bawah sedikit ditarik masuk, ujung lidah menekan langit-langit mulut.  Seperti orang menyunggi semangkok air di puncak kepalanya tanpa membiarkan airnya tumpah.  Semuanya ini dijalankan dengan semangat dan yi.  Sepanjang waktu rasa sadar dan ringan yang halus harus dijaga. Kualitas “kepala naik ke langit biru dan kaki menekan bumi” harus dimiliki.  Namun ini semua adalah masalah yi: tidak boleh menggunakan tenaga untuk menekan kepala ke atas.  Jika tenaga digunakan untuk menekan kepala ke atas, tak bisa dihindari akan menjadi tegang, kaku, dan tidak lentur, dengan demikian rasa ringan akan hilang.  Dalam berlatih Taiji, secara konstan rasa xu ling ding jin harus dijaga, maka secara spontan semangat akan naik ke atas, dan qi dan darah akan mengalir tanpa hambatan.

  1. Qi mengendap di Dan Tian (qi chen dan tian)

Dalam berlatih Taiji, tekanannya ada pada xu ling ding  jin (lihat di atas) sementara pada saat yang sama qi mengendap di dantian.  Dantian adalah titik 3 cun di bawah pusar.  Ketika berlatih Taiji, secara sadar napas dibimbing, dengan menggunakan niat/intensi untuk mengendap di dantian.  Mereka yang secara teratur berlatih Taiji menggunakan napas perut, namun pemula harus memperhatikan untuk tidak memaksakan mengendapkan qi di dantian.  Napas tidak boleh secara sengaja ditahan untuk memompa perut seperti sebuah puputan.  Harus dipahami bahwa qi mengendap di dantian merupakan hasil alami dari kendor dan membukanya seluruh tubuh.  Seluruh tubuh harus kendor dan terbuka, mudah dan tenang.  Pertama kendorkan pikiran dan kemudian tubuh.  Ketika pikiran dan tubuh seluruhnya kendor, pada saat itulah qi mengendap di dantian.  Ini harus selalu diperhatikan oleh pembelajar Taijiquan.

 

  1. Kendorkan bahu dan biarkan siku menggantung
    (
    song jian chui zhou)

“Kendorkan bahu dan biarkan siku menggantung” juga dikenal dengan “Kendorkan bahu dan jatuhkan siku.”  “Kendorkan bahu” berarti bahu relaks dan tenggelam ke bawah.  Ini juga dikenal dengan “mendudukkan” bahu.  Bahu tidak boleh maju atau.  Ketika bahu membungkuk, yi dan qi cenderung mengapung naik, menghambat sirkulasi bebas qi dan darah dalam tubuh.  “Biarkan siku menggantung” artinya siku menggantung dengan kualitas yang relaks, berat, dan mengendap.  Ketika orang berlatih Taiji bahunya tidak boleh ditarik ke belakang dan kaku.  Lengan harus sedikit ditekuk, menjaga lengkungan natural.  Siku harus relaks dan jatuh.  Ada tenaga mengendap dan berat di dalam lengan.  Tenaga ini terasa berat namun pada saat yang sama lembut dan lentur, tidak kaku.  Tenaga ini ke luar lembut namun ke dalam kuat, “seperti besi dibungkus kapas.”  Setelah banyak berlatih, tenaga ini akan menembus ke dalam tubuh, dan kekuatan akan menjadi tidak terbatas.

  1. Dada sedikit ditarik ke dalam dan punggung ke atas
    (han xiong ba bei
    )

Ketika berlatih Taiji, dada harus sedikit ditarik ke dalam dan punggung ditarik ke atas.  Dalam bahasa Cina, ungkapan “sedikit cekungkan dada” secara harafiah berarti “dada berisi kekosongan” atau sederhananya “dada kosong.”  Ini berarti bahwa dada sedikit ditenggelamkan ke dalam secara nyaman, relaks, alami.  Mencekungkan dada dengan cara ini membuat qi mengendap di dan tian.  Dada tidak boleh membusung.  Membusungkan dada dan menarik bahu ke belakang gaya militer menghambat aliran nafas.  Tetapi, pada waktu yang sama, Anda tidak boleh dengan sengaja menarik dada ke dalam dan melingkarkan bahu.  Dengan sengaja menarik dada masuk sehingga menjadi bungkuk akan mempersempit rongga dada dengan demikian mencegah diafragma untuk turun, menghalangi pernafasan dan menghambat aliran darah ke jantung.  Postur seperti itu akan berpengaruh negatif pada jurus Taiji dan kesehatan.  Sedikit mencekungkan dada sangat penting dalam pertarungan Taiji di mana ini adalah metode pertahanan yang dibutuhkan untuk “membendung” serangan lawan (“membawa ke ruang kosong”).

“Menarik punggung ke atas” berarti bahwa punggung diregang naik.  Untuk melakukan ini, dengan lembut dorong naik mahkota kepala (lihat xu ling ding jin di atas).  Dalam Taiji klasik tertulis “tulang ekor harus di tengah dan lurus, sehingga semangat bisa menembus mahkota kepala; seluruh tubuh harus ringan seakan-akan digantung dari atas oleh seutas tali yang menempel di mahkota kepala.”  Jika mahkota kepala seakan-akan digantung dari atas, maka punggung secara natural akan tertarik ke atas.  Dengan demikian, postur akan penuh tenaga dan hebat.  Menarik punggung ke atas juga akan membuat qi menempel di punggung dan mengumpul dalam tulang.  Selama tuishou, tenaga bisa dilepas dari tulang belakang dan melempar lawan jauh.

  1. Dalam dan Luar Menyatu (nei wai xiang he )

Berlatih Taiji adalah penting bahwa “atas dan bawah saling mengikuti,” dan bahwa “dalam dan luar menyatu.”  “Dalam” artinya menggunakan yi untuk menggerakkan qi.  “Luar” merujuk pada postur dan gerakan, dan perubahan dari kosong ke isi.  Secara bersamaan, dalam dan luar merepresentasikan kesatuan semangat dan jurus.  Keduanya tidak bisa dipisahkan: setiap gerakan dan setiap postur harus diintegrasikan dengan semangat dan yi.  Misalnya, intensi (yi) menarik, maka gerakannya menekuk dan mengambil; intensi melepas (jin), maka gerakannya mulur dan mengembang.  Ini juga berlaku juga untuk pernafasan, yang secara ritmis naik dan turun.  Aliran gerakan tubuh dengan buka dan tutup nafas; aliran menarik dan mengeluarkan nafas dengan buka dan tutup gerakan tubuh.  Dengan cara ini, dalam dan luar menyatu dan jin internal makin hari makin berkembang.

  1. Atas dan Bawah Saling Mengikuti (shang xia xiang sui )

Ketika berlatih Taiji, setiap gerakan mensyaratkan bahwa “atas dan bawah saling mengikuti.”  Dalam Taiji klasik tertulis “Ketika bergerak, tidak ada bagian yang tidak bergerak / Ketika diam, tidak ada bagian yang tidak diam.”  Setiap gerakan harus menggunakan punggung bawah sebagai sumbunya.  Punggung bawah membimbing seluruh tubuh.  Dalam situasi apa pun tidak ada gerakan mandiri, lokal yang tidak dimulai dan didorong oleh punggung belakang.  Tangan juga tidak boleh bergerak mendahului kaki.  Setiap gerakan harus berakar di kaki, disalurkan lewat tungkai, dipimpin oleh punggung bawah dan diekspresikan melalui jari.  Dari kaki ke tungkai ke punggung bawah, setiap saat setiap gerakan harus satu qi (satu gelombang energi).  Ketika tulang punggung dari punggung belakang memerintah, tangan dan kaki mengikuti.  Mata dan semangat mengikuti, atas dan bawah terhubung, dengan demikian membentuk satu kesatuan integral.

  1. Gunakan Intensi Bukan Tenaga Kasar (yong yi bu yong li )

Ketika berlatih Taiji, harus ringan, relaks dan natural, menggunakan yi (intensi) daripada tenaga kasar.  Dengan cara ini, postur xu ling yang selaras dengan semangat bisa dijaga.  Dalam Taiji penting untuk menggunakan yi untuk mengeksekusi gerakan.  Penekanannya pada kesadaran.  Eksekusi setiap gerakan harus dijiwai dengan kesadaran membimbing.  Dalam klasik tertulis “kepemimpinan yi dan qi lahir dari kepatuhan tulang dan daging.”  Artinya, yi adalah pemimpin, dan tidak ada tenaga kaku [yang berasal dari “tulang dan daging” yang bergerak sendiri tanpa disadari].  Selama berlatih Taiji, seluruh tubuh relaks dan membuka.  Semua ketegangan yang tidak disadari ada di otot dan sendi dilepas, sehingga tidak ada tenaga sama sekali.  Anggota badan dan rangka sedemikian lembutnya seakan-akan tidak punya tulang.  Dari sini setiap persendian ditembus oleh bimbingan yi.  Ke mana pikiran pergi, qi pergi ke sana juga.  Kekuatan lahir dari yiJin muncul secara spontan.  Tenaga kaku tanpa disadari tidak digunakan.  Hanya dengan cara ini internal jin sejati tumbuh setiap hari.  Dengan mencapai kelembutan ekstrem dan kekuatan ekstrem, orang bisa menaklukkan semua.

  1. Melangkah seperti kucing (mai bu ru mao xing )

Gerakan kaki dalam Taiji adalah ringan dan lincah, kokoh dan stabil.  Kaki diangkat dengan relaks, berat namun lembut dan ditaruh dengan rata dan solid.  Melangkah seperti kucing, naik ringan dan turun ringan, tanpa menimbulkan suara.  Karena itu latihan kaki sangatlah penting.  Misalnya, ketika kaki naik dan melangkah maju, pertama-tama kaki belakang dan kua harus relaks membawa kaki yang melangkah maju.  Kua membawa kaki maju; kaki tidak menarik kua maju.  Tumit dengan ringan menyentuh tanah, kemudian kaki menancapkan dirinya dengan kokoh.  Punggung belakang relaks, kua mengendap dan pusat gravitasi secara perlahan bergeser ke depan.  Ketika tungkai belakang siap untuk melangkah maju, pertama-tama harus relaks dan lembut.  Kaki belakang naik dengan sangat perlahan, dan melangkah maju dengan sangat ringan.  Melangkah seakan-akan berada di tepi tebing curam, atau seperti berjalan di atas lapisan es yang tipis.  Tubuh atas tetap harus terpusat.  Ketinggian harus dijaga tetap konstan: gerakan naik dan turun tidak boleh terlalu besar.  Dengan berlatih tiap hari latihan kaki ini, langkah akan memanjang.  Tungkai akan memiliki jin yang relaks, lentur, dan dengan demikian langkah akan menjadi ringan dan lincah, kokoh dan mantap, seperti kucing.

  1. Gunakan jin seakan-akan menarik sutra dari kepompong
    (yun jin ru chou si
    )

Ketika berlatih jurus, wei atau kualitas Taiji harus dicari.  Jurus harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, ketenangan, dan kedalaman.  Gerakan harus mengendap dan berat, namun tidak kaku dan ogah-ogahan.  Gerakan harus ringan dan lincah, namun tidak ngambang.  Gerakan harus rinci, mantap dan rata, seakan-akan menarik sutra dari kepompong.  Untuk mencapai kualitas ini, seluruh tubuh perlu relaks, kedua lengan berat dan menggantung, yi membimbing setiap gerakan.  Gerakan harus diberi perhatian dan dirasakan secara mendetail.  Jin dikendalikan dengan cara yang halus, lembut, seakan-akan menarik sutra dari kepompong.  Langkah ringan dan lincah seperti langkah kucing.  Dengan berlatih seperti itu, secara natural Taiji akan mencapai cita rasa yang lembut dan kaya, kualitas istimewa yang menyenangkan tiada akhir.

  1. Sambung menyambung tanpa putus (xiang lian bu duan )

Ketika menampilkan satu putaran Taiji, gerakan mengalir dan tidak putus, seperti awan yang bergerak dan air mengalir, seperti menarik sutra, seperti Sungai besar Yangzi yang menggelora tanpa henti.  Pikiran menggerakkan qi; qi menggerakkan tubuh.  Pada akhir tiap gerakan, jin nampak putus, namun sebenarnya tidak putus.  Tidak ada jeda, seperti gelombang yang tidak berhenti di puncak atau di titik terendahnya, walaupun mungkin nampaknya berhenti.  Maju mundur harus saling berkelindan; maju dan kembali harus saling berganti, bergerak dalam lingkaran, sambung menyambung tanpa putus.  Darah dan qi bersirkulasi secara alami, karena itu qi tumbuh berkelimpahan.

  1. Bernafas alami (hu xi ren zi ran )

Ketika berlatih Taiji, nafas harus dalam dan panjang, halus dan rata.  Nafas harus alami dan tidak berupaya dengan sengaja untuk mengkoordinasikan nafas dengan gerakan.  Master Li Yaxuan pernah mengatakan “Seni bernafas dalam Taiji utamanya tentang mengendapkan qi di dan tian (Bernafas internal dari dan tian) untuk menyelaraskan nafas dengan gerakan tubuh terus menerus.  Pernafasan internal dan tian tanpa henti juga bisa menggerakkan perubahan terus menerus dari qi dalam pernafasan eksternal, dan membuat nafas dalam dan panjang, halus dan rata.  Pernafasan internal dan eksternal saling menempel dengan erat seperti lem atau pernis.  Pada saat yang sama, kita tidak boleh terlalu banyak memberi perhatian pada nafas.  Nafas harus dibiarkan masuk dan keluar secara alami.  Ketika mengeluarkan nafas, psotur membuka dan melepaskan; ketika menarik nafas, postur menutup dan mengumpulkan.  Ketika gerakan buka atau tutup mencapai batasnya, atau ketika satu gerakan berubah ke gerakan yang lain, yang lebih penting adalah ada hubungannya dengan awal atau akhir nafas.  Misalnya, ketika tubuh bergerak dari postur tutup ke postur buka, qi segera berubah dari tarik ke keluar.  Ketika gerakan buka mencapai batasnya, ini berhubungan dengan akhir keluar nafas, dan mungkin awal tarik nafas.  Ketika tubuh bergerak dari postur buka ke postur tutup, qi segera berubah dari keluar nafas ke tarik nafas.  Ketika gerakan tutup mencapai batasnya, ini berhubungan dengan akhri tarik nafas, dan mungkin awal keluar nafas.  Namun beberapa gerakan kebalikannya, tarik nafas berhubungan buka dan keluar nafas berhubungan dengan tutup.  Selain itu, dalam rentang satu gerakan buka, mungkin adana lebih dari satu keluar nafas.  Mungkin harus ditambah satu tarik nafas (yaitu, gerakan buka mulai dengan keluar nafas dan diakhiri dengan tarik nafas) atau diatambahakan satu keluar nafas (yaitu, gerakan buka mempunyai satu tarik nafas di tengah antara dua keluar nafas).  Dengan cara yang sama, dalam rentang satu gerakan tutup, barangkali ada lebih dari satu tarik nafas.  Mungkin harus ditambahkan satu keluar nafas atau tarik nafas.

Ringkasnya, gerakan tidak putus, nafas tidak putus, gerakan dan nafas saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.  Jika mencoba dengan keras atau mekanis untuk mengatur gerakan dengan tarik nafas dan gerakan lainnya dengan keluar nafas, ini bukanlah seni Taiji menggerakkan qi.”  Master Li juga mengatakan: “Saya tidak menganjurkan mengkoordinasikan nafas (dengan gerakan), namun saya menganjurkan nafas alami.  Ketika latihan Taiji menjadi alami, nafas secara otomatis selaras dengan gerakan.  Ingat selalu bahwa koordinasi nafas akan muncul secara alami.  Jika perhatian khusus diberikan pada koordinasi nafas, justru kebalikannya yang akan muncul dan nafas menjadi tidak selaras.  Selain itu, latihan seperti ini bisa membuat sakit.  Benar bahwa Taiji adalah salah satu bentuk Qigong, namun demikianTaiji adalah tentang qi yang mengalir, qi yang memelihara, qi alam.  Taiji bukan tentang qi yang dipaksa, qi ditekan (seperti menahan nafas), qi yang stagnan, qi yang tidak alami.  Semangkok air yang tumpah di tanah secara otomatis akan mengallir ke titik terendah.  Tidak perlu mengarahkan air mengalir ke tempat tertentu.  Taiji adalah Qigong, namun yang lebih penting adalah bahwa Taiji adalah gong (seni) alami.  Jika ada yang menganjurkan atau berpandangan bahwa air harus mengalir ke tempat tertentu, ini sangatlah tidak alami.”  Komentar ini ringkas dan to-the-point. Koordinasi alami gerakan dan pernafasan dalam Taiji selaras dengan fisiologi manusia.  Melalui jenis pernafasan alami ini, qi mengendap di dantian, maka gerakan menjadi ringan dan lincah, mengendap dan stabil, kendor, lembut dan alami.

  1. Mantap dan tenang (xin xing chen zhuo )

Ketika berlatih Taiji, tidak hanya tubuh harus relaks, dan pikiran tenang dan nafas alami, namun bahkan yang lebih penting adalah bahwa kepala harus dingin.  Pikiran dan qi tidak boleh kacau, terburu-buru dan bergejolak.  Wajah harus diisi dengan intensi Taiji (yi).  Semangat ketenangan dan kesungguhan harus dimiliki.  Dengan stabilitas, ketenangan dan kemantaban satu putaran Taiji dijalankan.  Jika pikiran terpecah, jika pikiran dan intensi bergejolak dan bingung, gongfu yang tenang dan stabil tidak bisa dilatih.

  1. Gerakan ringan dan lincah (ju dong jing ling )

Ketika berlatih Taiji, orang harus menggunakan yi (intensi) ketimbang tenaga.  Semangat harus menembus mahkota kepala.  Qi harus mengendap di dan tian.  Di atas, ada qishi dari xuling.  Di tengah, ada gerakan menarik sutra.  Di bawah, ada langkah yang halus, stabil seperti kucing.  Terpusat dan tegak, tidak condong.  Relaks, lembut, halus dan bertenaga, gerakan ringan dan lincah secara natural.  Kosong dan isi dibedakan dengan jelas.

  1. Gerakan harmonis dan perlahan (yun xing he yuan )

Taiji menggunakan diam untuk mengontrol gerakan.  Walaupun gerakan dalam Taiji nampak mendekati statis, tujuan gerakan seperti ini adalah untuk melatih semangat, untuk melatih yi dan melatih xuling.  Dengan demikian semua gerakan jurus Taiji harus dijalankan secara perlahan dengan stabilitas, ketenangan, kemudahan, ringan dan lembut.  Yang terbaik adalah lambat sampai pada titik di mana nafas dalam dan panjang dan qi mengendap di dan tian.  Ketika berlatih, kecepatan harus rata, tidak cepat atau lambat.  Selangkah demi selangkah menelusur dan mencari kebenaran.  Jika pemula mengikuti prinsip-prinsip ini, dengan hati-hati berusaha memahaminya, dengan sabar menggali maknanya, dan jika dia mempunyai guru Taiji dengan sanad asli di mana transmisi lisan dan petunjuk diberikan, maka dia akan bisa memperoleh intisari Taiji yang sejati.

 

Sumber:

The Fundamental Principles of Yang Style Tai Chi

Diterjemahkan dari Bahasa Cina ke Bahasa Inggris oleh Matthew Miller

http://www.eastwestacupuncture.net/book_fundamental%20principles.htm

Ungkapan Pengalaman oleh Dong Ying-jie

March 20, 2017

Terjemahan dari sebuah esei berjudul “Words of Experience” oleh Dong Ying-jie, salah satu murid utama dari Yang Cheng Fu, master generasi ketiga Taijiquan Keluarga Yang.

 

  1. Taijiquan adalah latihan seni bela diri internal. Kekuatan (strength) dihasilkan dalam tulang. Tenaga (power) disimpan dalam otot. Orang tidak perlu memiliki kulit yang keras dan otot yang tebal, namun yang dibutuhkan adalah “qi” yang mengendap dan tulang yang kuat. Karena itu, para pembelajar tidak perlu mengalami patah tulang dan cedera otot, lelah karena meloncat, namun hanya bergerak secara alami untuk mendapatkan tenaga potensial yang asli. Taijiquan adalah latihan untuk membangun power alami.

 

  1. Tiga poin utama: spirit, intensi, dan postur (kemiripan dengan nama-nama gerakan) harus ada di sana. Jika posturnya benar, maka spirit dan intensi di sana, dan kemajuan pesat akan didapatkan. Selain itu, setiap hari akan terasa berbeda. Pembelajar harus berusaha merasakan perbedaannya dengan sadar.

 

  1. Jika postur tidak benar, maka spirit dan intensi tidak ada di sana. Hasilnya akan seperti memasak panci kosong, bahkan setelah berlatih bertahun-tahun tidak akan mendapatkan hasil. Ada guyonan mengatakan bahwa berlatih Taiji selama sepuluh tahun tidak sebagus tiga tahun berlatih kungfu. Karena itu, untuk latihan Taijiquan yang bagus: pertama-tama harus rajin berlatih; dan kedua, perlu punya pemahaman yang baik. Selain itu, hasilnya tergantung pada kecerdasan, namun latihan yang keras bisa mengkompensasi kebodohan. Dengan demikian harus selalu mendorong diri sendiri untuk berlatih dengan keras.

 

  1. Pernafasan selama berlatih – bernafas secara alami. Jangan memaksakan bernafas dalam. Setelah banyak berlatih, Taijiquan Anda akan mencapai titik alami. Pada saat itu, napas secara otomatis  akan menjadi seimbang.

 

  1. Pada awalnya tiga belas gerakan Taijiquan adalah metode membimbing “Qi”. Membimbing berarti mengarahkan sirkulasi “qi” dan darah. Karena itu, ketika Anda menjalankan dengan baik membimbing, “qi” dan darah akan mempunyai keseimbangan yang baik. Semua sakit akan pergi, namun jangan salah memahami metode ini, dan berusaha sangat keras untuk mencapai keseimbangan. Jika Anda berlatih keras dan alami, Anda akan mendapatkannya ketika mencapai kematangan (ketika saatnya tiba).

 

  1. Kendorkan bahu dan jatuhkan siku artinya jangan menahan kekuatan di bahu. Jangan berusaha membuat tangan berat, namun bergeraklah dengan lembut dan ringan.

 

  1. Gantung puncak kepala, dan tarik anus. Untuk mengantung puncak kepala, kepala harus dijaga secara alami. Jika anus ditarik, “qi” akan naik secara otomatis dari sana. Untuk menarik tenaga, dada harus sedikit kosong, namun jangan menahan dada dan membungkuk.

 

  1. Setiap kali berlatih jurus, setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan. Yang pertama adalah mengendorkan otot. Yang kedua adalah mengatur postur. Yang ketiga adalah berkonsentrasi lebih banyak pada intensi dan semangat. Ketika Anda bisa menguasai semua gerakan, maka semangat akan muncul ketika Anda bergerak. Ketika Anda mencapai tahap ini kemajuan Anda akan menjadi lebih baik dan lebih cepat.

 

  1. Merasakan dan mengerti tenaga – Untuk belajar hal ini Anda harus banyak berlatih tuishou, maka Anda akan mendapat manfaat dari menempel (Zhan, Nian, Lian, Sui). Jika Anda tidak punya pasangan berlatih, Anda bisa selalu berlatih jurus dengan rajin, dan selalu menggunakan dua lengan untuk merasakan tenaga. Usahakan untuk membayangkan bahwa musuh sedang menyerang Anda, dan bagaimana cara Anda mengendalikannya. Jika Anda terus berlatih seperti itu dalam waktu yang lama, pasti Anda belajar tenaga juga.

 

  1. Ketika Anda melakukan tuishou, yang paling penting adalah mempelajari rasa tenaga, bukan berusaha menjatuhkan lawan Anda. Berusahalah untuk tidak membiarkan lawan menemukan center Anda, dan selalu kendalikan center lawan.

 

  1. Anda bisa berlatih Taijiquan ketika Anda sedang berjalan, berdiri, duduk, dan berbaring. Metodenya adalah menggunakan pikiran untuk mensirkulasikan “qi”, dan menemukan rasa itu. Contohnya: rasakan perbedaan antara memegang cangkir dengan menggunakan tenaga, dan tanpa tenaga; rasakan perbedaan berjalan dengan langkah berat dan langkah ringan. Ketika Anda sedang berdiri tenang, berusahalah untuk merasakan perbedaan meluruskan kaki, dan menekuk kaki; satu kaki atau dua kaki di tanah.

 

  1. Di tahap-tahap awal berlatih Taijiquan Anda mungkin mengalami pegal-pegal otot, namun jangan kuatir karena ini akan lewat dan Anda akan merasa lebih baik nantinya.

 

  1. Langkah dasar belajar tuishou adalah mengerti tenaga. Ada banyak jenis tenaga yang berbeda seperti: tenaga menempel, tenaga mengikuti, tenaga internal, tenaga menghentikan, tenaga menggosok, tenaga lembut, tenaga mengencang, tenaga menahan, tenaga menyentuh, dan tenaga mendorong. Juga ada jenis tenaga seperti tenaga menembus tulang, tenaga mengguncang, tenaga keras, tenaga mendadak, tenaga sepersepulluh inchi, tenaga tembakan panah, dan tenaga datar. Pada umumnya berbagai tenaga tersebut di atas dipelajari dari rasa yang dibangun selama latihan. Sukar untuk belajar tenaga sendirian, namun lebih mudah dengan dua orang, karena orang hidup. Selain itu, Anda bisa menggunakan perasaan dan penyesuaian sendiri ketika Anda menggunakan tenaga. Tentu saja semua jenis tenaga dipelajari dan ditemukan dari gerakan tubuh. Jika Anda tidak mempunyai pasangan berlatih, Anda bisa belajar tenaga dari udara.

 

  1. Prinsip-prinsip Taijiquan: Akarnya di kaki; disalurkan dari kaki; dikontrol oleh pinggang; dan diekspresikan lewat jari. Ini merupakan prinsip menggunakan tenaga: jangan biarkan lutut melampaui jari kaki; jangan pernah merentangkan tangan melebihi hidung; jangan naikkan melebihi alis; dan jangan menekan ke bawah di bawah ulu hati. Semua ini adalah aturan-aturan tradisional. Jia Anda melanggar aturan-aturan ini, maka tenaganya tidak akan bagus. Variasinya dikendalikan oleh pinggang. Misalnya: Jika Anda mendorong seseorang ke kiri dengan tangan kanan menyamping, dan tangan Anda di atas hidung, maka tenaganya tidak akan ada. Namun jika Anda membiarkan dada kiri ditarik mundur sedikit, dan memutar pinggang Anda ke kiri sedikit, maka tenaganya akan ada di sana lagi. Maka variasi ini ada di dada, dan dikendalikan oleh pinggang, anda akhirnya muncul di jari-jari Anda. Jika seluruh tubuh relaks dan peka, maka tenaga yang kuat akan muncul di jari-jari.

 

  1. Manusia adalah binatang dengan indera. Contohnya: jika saya memukul seseorang dnegan kepalan saya, lawan pasti menggunakan tangannya untuk menangkis, atau menggerakkan tubuhnya untuk menghindari serangan. Ini reaksi alami manusia, namun benda mati akan berbeda. Satu contoh dari hal ini adalah kantung pasir yang digantung. Kantung ini tak bergerak tergantung di sana. Jika Anda memukulnya, kantung itu akan bergerak maju mundur. Cara bergeraknyanya mengikuti alur yang tetap. Jika Anda memukulnya ke kiri, kantung itu akan bergerak kembali ke kanan. Ini reaksi benda mati. Namun manusia berbeda, lawan akan mempunyai berbagai reaksi untuk satu pukulan. Karena itu, seorang petarung punya tiga kata: stabil, akurat, dan ganas. Jika saya tidak punya tiga kualitas ini, saya tidak bisa menggunakan tenaga. Jika saya bisa menggunakan tenaga, maka tenaga tersebut harus kuat. Maka, bagaimana agar bisa stabil, akurat, dan ganas? Pertama, Anda harus memiliki rasa. Kemudian, bagaimana bisa memiliki rasa? Jangan bergerak bila lawan tidak bergerak. Jika lawan bergerak, Anda mengikutinya dan menyelesaikan gerakan tersebut sebelum dia menyelesaikannya. Maka Anda harus bertarung dalam detik itu untuk menyelesaikan gerakan. Dengan demikian Anda tidak akan terkalahkan.

 

  1. Sebelum belajar Taijiquan, Kekuatannya mungkin tumpul. Setelah belajar Taijiquan seluruh tubuh kendor, dan dengan sirkulasi “qi” dan darah yang baik. Tetapi Anda harus membuang semua ketegangan saraf, dan menjaga kekuatan tumpul aslinya. Karena ketika Anda kendor, tenaga tumpul bisa diubah menjadi tenaga sebenarnya. Satu contoh dari kekuatan tumpul adalah apa yang disebut orang-orang sebagai tenaga bahu, karena kekuatannya ditahan di bahu, dan tidak dikendalikan oleh pinggang dan ditunjukkan pda jari-jari. Karena itu, tenaga tumpul adalah modal. Pengendoran adalah Metodenya. Jika Anda tahu metodenya, bahkan modal kecil bisa mencapai kesuksesan besar. Jika Anda tidak tahu metodenya, bahkan dengan modal besar Anda tidak bisa sukses. Itulah sebabnya mengapa jika Anda memahami prinsip Taijiquan, ini akan menguntungkan Anda untuk semua jenis olah raga.

 

Diterjemahkan dari Words of Experience by Tung Ying Chieh

Sumber: http://taichivancouver.com/words-of-experience-by-tung-ying-chieh/

Studi Komparatif antara Tai Chi Gaya Yang Tradisional Yang Cheng Fu dan Gaya Yang Cheng Man Ching

February 13, 2017

Oleh Justin Meehan

 

Di bulan Juli, 1990 Taste of China seminar di Winchester, Va., America mendapat kesempatan langka untuk mempelajari Tai chi Chuan standar Gaya Yang dari Yang Zhenduo, anak laki-laki ketiga Yang Chengfu. Yang Zhenduo, yang berusia 65 tahun (pada tahun 1990), mulai belajar dari ayahnya, Yang Chengfu (1883-1936), ketika dia berusia 6 tahun, namun hanya menjalaninya selama empat tahun di bawah bimbingan ayahnya yang tersohor.  Namun demikian, dia juga belajar dari kakak-kakaknya dan barangkali juga dari murid-murid senior ayahnya.

 

Dalam seminar tersebut jelas bahwa Yang Zhenduo bermaksud mengajarkan jurus ayahnya tepat seperti yang diterimanya selama beberapa tahun dan dengan penekanan khusus pada pembenaran setiap dan masing-masing postur dengan foto dan gambar tinta gerakan ayahnya. Dalam permbandingannya dengan sumber-sumber ini, saya melihat hanya ada sedikit variasi yang bisa dijelaskan sebagai hasil dari praktek gaya keluarga atauk bahkan bisa merupakan usaha untuk sedikit membedakananya dari murid-murid ayahnya yang menonjol, seperti otoritas gaya Yang, Fu Zhongwen, yang sangat dihormati di kalangan praktisi Tai Chi di seluruh dunia.

Standardisasi

Namun pesannya jelas: sekarang bisa dinyatakan bahwa Gaya Yang dengan jelas sudah distandarkan sebagai satu jurus. Banyak praktisi Gaya Yang di Amerika yang akan dipaksa untuk mengakui bahwa jurus mereka agak berbeda dari yang asli. Beberapa praktisi secara berlebihan menekankan aplikasi potensial tersembunyi, sedangkan yang lainnya secara berlebihan telah menekankan pengalaman chikung pasifnya. Tidak masalah orang-orang ini pada tingkat tertentu menggunakan jurus untuk kepentingan mereka sendiri. Kendatipun demikian, mereka akan dipaksa menyadari bahwa mereka mempraktekkan suatu variasi dari Gaya keluarga Yang standar.

 

Sung

Dalam kasus gaya Cheng Manching yang belakangan ini disalahpahami sebagai Gaya Yang, seminar ini membuktikan bahwa tidak banyak kebingungan antara dua gaya internal ini. Pada kenyataannya, Yang Zhenduo menjabarkan panjang lebar untuk membedakan antara tipe gerakan yang ada dalam gaya Cheng Manching dan gaya ayahnya; dan dia membuatnya jelas bahwa dia ingin menekankan persyaratan penting gaya ayahnya. Perbedaan gaya ini bisa diringkas sebagai perbedaan penafsiran atas kata Mandarin “sung.” Bagi praktisi gaya Cheng Manching kata ini selalu mempunyai gagasan mengendap, kendor dan kosong. Namun demikian, Yang Zhenduo menekankan karakteristik membuka, merentang dan penuh.

 

Bagi Yang Zhenduo, gaya Cheng Manching nampak lemah dan roboh. Bagi praktisi gaya Cheng, gaya Yang mungkin nampak terlalu terentang atau eksternal.

 

Posisi

Dengan contoh spesifik, posisi depan gaya Yang bertujuan meluruskan kaki belakang bertentangan dengan tenaga yang digunakan pada kaki depan yang ditekuk, yang mendorong ke balik dorongan ke depan dari kaki.

 

Dalam gaya Cheng, kaki belakang ditekuk sehingga lutut kaki belakang mengantung dalam satu garis lurus ke bawah dengan bahu di sisi kaki belakang. Selanjutnya, gaya Cheng style tidak membiarkan adanya tegangan dinaamis antara kaki depan dan kaki belakang. Sebagai akibatnya, posisi gaya Yang jauh lebih panjang daripada posisi gaya Cheng. Selain itu, gaya Yang mendukung condong ke depan bagian tubuh atas di posisi depan. Dalam gaya Cheng tubuh atas dipertahankan dalam posisi tegak lurus dari lantai.

 

Berkaitan dengan posisi kaki belakang, gaya Yang membiarkan 30 persen berat badan tetap di kaki depan. Gaya Cheng mendukung mengosongkan berat atau kaki depan dan menyelesaikan transfer seluruh berat ke kaki belakang. Alasannya dalam gaya Yang ada dalam simbol yin/ yang (dua ikan). Tujuh puluh persen berat pada satu kaki merepresentasikan yang di dalamnya, yang juga mempunyai elemen yin, sementara 30 persen berat di kaki satunya merepresentasikan yin dengan elemen yang. Sebagaimana dengan posisi depan, gaya Yang mendukung adanya kontra ketegangan dinamis antara dua kaki, sementara dalam gaya Cheng tidak ada. Dalam kedua gaya tersebut tubuh bagian atas tegak atas bawah, tidak condong, melebihi kaki belakang.

 

Lengan

Perbedaan serupa ada dalam bentuk lengan. Lengan dalam gaya Yang terbuka dan terentang nampak diluruskan namun tidak lurus, sementara dalam gaya Cheng lengan dijaga lebih dari sudut 90 derajat pada siku. Dalam kedua gaya bahu mengendap, tidak naik, dan siku menunjuk ke bawah. Dalam gerakan lengan ke depan seperti menekan, mendorong atau memukul, rentangan gaya Yang membiarkan tangan melampaui kaki depan, sementara tangan gaya Cheng bergerak tidak lebih jauh dari kaki depan. Bentuk telapak tangan gaya Cheng, yang disebut “tangan wanita cantik,” adalah telapak tangan yang kendor tanpa tekukan di pergelangan tangan. Bentuk tangan gaya Yang ada di antara bentuk tangan dan bentuk sisi telapak “daun willow”, dengan pergelangan tangan ditekuk (pergelangan tangan mengendap atau “duduk”).

 

Gerak Kaki

Salah satu perbedaan penting antara gaya Yang dan gaya Cheng ada di gerak kaki. Dalam jurus gaya Cheng, praktisi mulai dengan sepenuhnya memindahkan berat badan dari satu kaki ke kaki yang lainnya dan kemudian melangkah dengan kaki yang kosong untuk membentuk kaki depan dalam arah yang baru. Kaki belakang kemudian berputar dengan sumbu tumit kaki belakang membuat sudut 45 derajat untuk mendukung posisi kaki depan yang baru.

 

Dalam jurus gaya Yang tidak ada pengaturan kaki belakang. Sebelum bergerak, kaki dasar yang baru diletakkan dalam posisi untuk menghilangkan keperluan pengaturan selanjutanya ataupun bersamaan dari kaki belakang, ketika merentangkan telapak tangan atau kepalan.

 

Selain itu, dalam urutan tendangan gaya Yang dan dalam gerakan “ayam emas berdiri satu kaki,” kaki yang mendukung hampir lurus, sementara gaya Cheng style mempunyai posisi lutut yang menekuk dan lebih dalam.

 

Peng

Sebagai hasilnya, dalam serangan posisi depan, gaya Yang nampak mengantungkan pada struktur biomekanik tubuh untuk memaksimalkan potensial membawa ke atas melalui tubuh tenaga mendorong dari tanah dan mengirimkan tenaga secara langsung ke titik kontak.

 

Secara perbandingan, gaya Cheng nampak secara sadar berusaha menjaga postur jurusnya tetap netral dan kendor di semua postur untuk dalam posisi berubah secara pasif dari posisi yang ke posisi yin untuk menetralisir. Saya percaya postur gaya Yang menekankan peng atau posisi pendukung dalam setiap postur dan di semua bagian tubuh utama yang terlibat dalam postur tersebut. Selain itu, bahwa gaya Cheng mengendorkan posturnya ketimbang merentangnya agar lebih peka terhadap variasi atau perubahan paling kecil dari respon lawan, yang menekankan netralisasi atas tenaga peng.

 

Menurut Yang Zhenduo, delapan tenaga (yang dikenal sebagai peng, lu, ji, an, cai, lie, zhou dan kao) dan lima arah (maju, mundur, putar kanan, putar kiri, dan menjaga tengah) disatukan dalam setiap gerakan jurus, setidaknya secara potensial. Ini tidak mungkin tanpa adanyanya peng dan stabilitas pusat. Mungkin kita bisa mengatakan bahwa aspek peng diekspresikan dengan lebih jelas dalam gaya Yang dan tersembunyi dalam gaya Cheng.

 

Yang Zhenduo terus menerus menguji bentuk yang tepat dan posisi akhir dari postur jurus praktisi dengan memberi tekanan kepada bentuk postur dan menekan posisi tangan praktisi di postur final. Misalnya, dalam postur mendorong, Yang menekan telapak tangan praktisi yang terentang untuk mengetahui apakah tubuh praktisi terkoordinasi dengan tepat. Nampak bahwa praktisi gaya Cheng akan lebih tertarik untuk memutar tubuh atau menetralisir tekanan tersebut, dengan menggunakan tenaga empat ons, daripada menciptakan perlawanan peng yang tidak bisa ditembus.

 

 Postur

Sementara sebagian besar orang mengetahui bahwa gaya Cheng adalah versi ringkas dan pengorganisasian kembali dari koreografi gaya, gaya Cheng juga telah mengubah cara bagaimana beberapa postur tertentu dilakukan.

 

Perubahan yang paling menonjol adalah dalam postur Cambuk Tunggal. Dalam gaya Cheng pinggul menghadap ke depan dan tangan “kait” belakang hanya sedikit di belakang pinggul kanan sekitar sudut 1O0 derajat dari telapak tangan depan. Dalam gaya Yang pinggul kanan dibuka ke luar (tantien menghadap kamera) dan kedua lengan mendekati sudut 160 derajat. Dalam gaya Cheng tantien menghadap ke depan searah dengan kaki kiri depan. Dalam gaya Yang lengan direntang, pergelangan tangan mapan dan ujung jari diangkat dengan telapak tangan terentang. Dalam gaya Cheng pergelangan tangan lurus dan siku kiri tidak terentang. Siku kiri gaya Yang terentang dan selaras dengan lutut kiri; dan kaki belakang ditekuk dalam gaya Cheng’s dan lurus dalam gaya Yang. (lihat di atas: Posisi)

 

Pinggul juga lebih terbuka dalam gerakan Peng dan Shan Tong Bi.

 

Cheng Manching mengakui mengubah gerak kaki dari urutan “mundur dan mengusir kera ” karena alasan kesehatan, dengan kaki melangkah mundur dalam formasi paralel.

 

Gaya Yang melangkah mundur menjadi posisi sempit 45 derajat dan kemudian mengatur kembali kaki bagian depan untuk menghadap ke depan. Gaya Cheng langsung melangkah ke belakang seperti kedua kaki berjalan di atas rel yang terpisah, dengan kedua kaki menunjuk ke depan selebar bahu. Tujuan melangkah yang tidak biasa itu terkait dengan membuka daerah tulang punggung bawah antara dan tepat di atas bokong sehingga “chi” dengan mudah mengalir ke atas. Tidak ada perubahan dari postur jurus standar Yang yand dilakukan dalam jurus gaya Cheng melanggar Tai Chi Klasik yang memuat prinsip fundamental tai chi chuan, jelas bahwa ada perbedaan gaya antara Gaya Yang dan Gaya Cheng.

 

Semangat

Dengan perbedaan pendekatan gaya substansial di antara keduanya, bisa juga dipahami bahwa cara dan semangat di mana kedua gaya ini dilakukan juga bervariasi. Sementara kedua gaya ini bergerak lambat dan berkelanjutan, penampakan mereka secara kualitatif berbeda dan bisa diamati.

 

Yang Zhenduo menunjukkan penampakan yang lebih menonjol bela dirinya, sementara gaya Cheng Manqing belakangan lebih diarahkan ke dalam dan ketenangan. Penampakan ini melampaui pengetahuan bahwa banyak foto dan film Cheng Manching diambil belakangan di kehidupannya ketika dia menjadi tua. Ini juga melampui tipe tubuh fisik Cheng Manching yang lebih ramping dibandingkan dengan penampakan yang lebih ramping Cheng Manching dalam perbandingan penampakan lebih kekar dan kuat dari Yang Zhenduo dan ayahnya.

 

Seperti disebutkan sebelumnya, keunggulan dari gaya Yang standar adalah keterbukaan, ekspansif dan bulat.

 

Juga ada penekanan besar oleh keluarga Yang family pada semangat tidak dalam pengertian spiritualitas sebagaimana yang kita pikirkan dalam tai chi chuan, namun lebih kepada pengertian semangat vitalitas dan semangat bela diri. Mengutip dari Klasik, Yang Zhenduo menekankan bahwa pikiran praktisi tai chi chuan harus pada semangat dan bukan pada “chi.” Dia mengatakan bahwa semangat dari jurus harus bisa dilihat dalam cara postur-postur jurus ditampilkan dan terutama di mata yang memainkannya, yang semestinya terbuka dan memanifestasikan semangat penampilan bela diri. Dia menambahkan bahwa mata harus mirip kucing yang siap menerkam tikus atau burung elang yang siap menyergap mangsanya.

 

 

Chi

Banyak praktisi tai chi chuan cenderung berkonsentrasi pada apa yang mereka persepsikan sebagai “chi.” Yang Zhenduo bersusah payah untuk memisahkan pendekatan gaya Yang dari apa yang mungkin dianggap sebagai pendekatan chikung, dengan mata yang sebagian besar tertutup dan melihat ke dalam. Dia dengan jelas menentang fokus yang diarahkan ke dalam, menyerahkannya pada bidang latihan chikung dan tidak mengganggu gaya Yang standar. Saya merasakan ekspresi dan semangat dalam presentasi Yang Zhenduo. Klasik menyatakan bahwa chi harus distimulasi. Yang Zhenduo mengatakan bahwa ini akan terjadi secara alami sebagaimana yang dibayangkan; ketika berlatih jurus kita harus benar-benar menghadapi lawan yang siap menyerang.

 

Aliran Cheng Manching mungkin akan mengingatkan kita untuk mempertimbangkan kalimat dalam Klasik yang disinggung di muka bahwa “semangat vitalitas harus disimpan di dalam.”

 

Nafas

Sementara masih membahas chi, latihan pernafasan (yang sangat erat hubungannya dengan chi) harus juga dibandingkan. Dalam kedua gaya tersebut pemula didorong untuk bernafas secara natural dan tidak begitu terfokus untuk “menyelaraskan gerakan dengan nafas “. Namun demikian, pada tahapan selanjutnya Yang Zhenduo menyatakan bahwa semua gerakan keluar seperti pukulan, dorongan, dan tendangan harus dibarengi dengan keluar nafas dan semua gerakan masuk harus dilakukan dengan tarik nafas. Ini ekspresi sangat alami ketika melepas tenaga.

 

Beberapa aliran gaya Cheng menyarankan kebalikannya. Secara psikologis saya percaya bahwa ini barangkali menunjukkan orientasi dari aliran Cheng yang lebih berorientasi ke dalam atau “yin” dan orientasi yang lebih keluar atau “yang dari aliran Yang.

 

Apakah lebih besar lebih baik?

Jelas bahwa gaya Yang dan gaya Cheng harus dipisahkan ketika membahas berbagai aliran tai chi chuan.

 

Apakah ini berarti bahwa gaya Cheng secara otomatis lebih rendah daripada gaya Yang? Saya katakan tidak. Gaya Cheng telah membuktikan haknya yang berbeda. Fakta bahwa penampakan luarnya berbeda tidak secara otomatis banyak berbicara tentangnya. Gaya “besar” Yang Chengfu nampak berbeda dari kakaknya, Yang Shaohou.

 

Sebelumnya seni keluarga Yang family dilakukan dalam gaya “kecil” oleh Yang Banhou dan gaya “medium” oleh saudaranya, Yang Jianhou, yang belajar dari ayah mereka, Yang Luchan.

 

Sebagaimana diketahui atau seharusnya diketahui setiap orang sekarang, Yang Luchan belajar seni ini dari keluarga Chen dan kemudian mengubah jurusnya agar lebih mudah dipelajari oleh orang lain.

 

Praktisi gaya Cheng dengan mudah menunjuk kata-kata dalam Tai Chi Klasik yang ditulis oleh Wang Chung Yueh bahwa orang harus mencara postur terbuka dan besar dulu, dan kemudian membuatnya lebih kecil dan lebih menyatu.

 

 Membela Gaya Cheng

 Yang ditawarkan gaya Cheng Manching adalah kesederhanaan, keringkasan dan menyatunya dengan tekanan pada pengendoran. Gaya ini lebih mudah diakses oleh orang tua atau yang kurang sehat, orang dengan keterbatasan waktu, dan pria atau wanita yang kurang suka dengan posisi besar dan terbuka. Dalam hal mengikuti urutan gaya Yang, gaya Cheng lebih dekat mengikuti gaya Yang ketimbang gaya 24 dari pemerintah Cina (yang lebih mirip memainkan urutan not musik ketimbang melodinya). Dan gaya Cheng ini tentunya merupakan salah satu dari gaya Tai chi chuan yang paling populer di Amerika Serikat.

 

Cheng Manching adalah salah satu dari sedikit master tai chi chuan yang diakui di Barat yang muncul dari aliran Yang Chengfu. Dan para muridnya, termasuk William C. C. Chen, Ben Lo, Abraham Liu, Robert Smith dan bahkan T. T. Liang, telah memperoleh rasa hormat dan tempat kehormatan dalam komunitas Amerika.

 

Kompetisi

Dalam hal kompetisi, Lenzie Williams harus diakui sebagai salah satu kompetitor tuishou yang paling penting di Amerika Serikat. Dia meraih posisinya ini bukan karena dia besar atau dia tahu teknik tuishou komptetitif tertentu. Berbicara dengan mereka yang pernah bertanding melawannya dan dalam bertuishou dengan dirinya, saya belajar bahwa ketrampilannya, seperti juga kepribadiannya, didasarkan antas kecerdasan, kepekaan, kelembutan dan dedikasi pada prinsip-prinsip tai chi. Dia merupakan bukti hidup dari kehebatan gaya Cheng dan membawa kehormatan besar bagi gurunya, Ben Lo, dan guru dari gurunya, Cheng Manching. Sementara gaya Cheng belum mengumpulkan banyak pujian dalam pertandingan jurus, ini mungkin lebih merupakan hasil dari kompetitior Cheng bertanding di bawah Divisi gaya Yang. Karena popularitas gaya Cheng style dan perbedaan yang menonjol antara gaya Yang dan gaya Cheng, saya menyarankan penambahan jurus-jurus gaya Cheng dalam lomba jurus Tai chi di masa depan.

 

Kepraktisan Beladiri

Dalam hal kepraktisan bela diri, William C.C. Chen, guru tai chi chuan pertama saya, mungkin telah melakukan lebih banyak hal ketimbang orang lain di Amerika untuk membuktikan efektivitas beladiri dari seni bela dirinya (yang walaupun tumbuh dari gaya Cheng telah berevolusi menjadi sesuatu yang unik dan original). Selain telah membuktikan keefektivan gayanyanya di “jalanan,” dia juga telah membuktikannya dengan para petintju gaya Barat. Apakah di gym atau di “jalanan,” sebagian besar petarung yang paling berhasil menyarankan posisi sempit dengan lutut ditekuk, seperti di dalam gaya Cheng. Selanjutnya, lengan dan kaki tertekuk menyimpan kekuatan potensial. Dengan demikian, pengikut gaya Cheng bisa dengan yakin membenarkan kepraktisan posisinya dari perspektif realistik. Menarik untuk dicatat bahwa William C. C. Chen juga menyarankan tekukan tubuh bagian atas ke depan sebelum melepas daya ledaknya.

 

Dua gaya, satu seni

Gaya Cheng style tidak sendirian dalam berevolusi menjadi gaya yang lebih menyatu dan tanpa bentuk. Gaya-gaya kerangka lebih kecil yang terkenal lainnya meliputi gaya Wu yang dihormati yang diciptakan oleh Wu Yuhsiang dan gaya Sun yang diciptakan oleh Sun Lutang. Kita hanya bisa menyimpulkan bahwa perbedaan gaya antara Yang dan Cheng hanyalah dua jalan yang berupaya mencapai tujuan yang sama. Kedua gaya ini membenarkan upaya mereka melalui syair-syair klasik; namun demikian, tiap gaya mempunyai interpretasi individualnya dan cara mengekspresikannya. Gaya Yang dan Cheng memang berbeda, namun keduanya sama-sama layak dihormati. Pada akhirnya keduanya adalah satu tai chi chuan.

 

Diterjemahkan dari

A Comparative Study between Traditional Yang Style Tai Chi of Yang Cheng Fu and Cheng Man Ching’s Yang Style http://www.taichiandqigong.com/yang_compare.php

Level dan Siklus Pembelajaran dalam Berlatih Taijiquan

February 7, 2017

Ketrampilan apa pun, selain harus memperbanyak praktek dengan berlatih, juga harus mendalami teorinya.  Misalnya dalam membangun ketrampilan berbahasa asing, lebih spesifiknya ketrampilan berbicara, tentunya selain berlatih dengan berbicara dalam bahasa asing tersebut sebanyak mungkin harus dibarengi dengan memahami tata bahasa dan memahami fungsinya.  Seringkali orang salah konsep dan mengabaikan teori.  Masih dalam konteks membangun ketrampilan bicara dalam bahasa asing, ada sebagian orang yang melatihnya dengan melakukan percakapan sebanyak mungkin dan mengabaikan teorinya.  Barangkali orang tersebut bisa berbicara menggunakan bahasa asing tersebut dengan lancar namun dengan tata bahasa yang kacau atau bisa jadi dengan pengucapan kata yang keliru yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.  Agar bisa belajar atau membangun ketrampilan yang kita inginkan, kita perlu memahami teori-teori pembelajaran.  Tulisan ini akan membahas salah satu teori pembelajaran mengenai beberapa tingkatan belajar dan relevansinya dalam membangun ketrampilan Taijiquan kita.

 

Para ahli pembelajaran mengelompokkan level pembelajaran ke dalam beberapa tingkat, yaitu: Unconscious incompetence, Conscious incompetence, Conscious competence, Unconscious competence, dan Mastery.  Kerangka ini adalah konsep yang bisa digunakan untuk melihat proses belajar secara umum.   Di sini kita akan menggunakan kerangka ini dalam konteks belajar Taijiquan.

 

Unconscious incompetence

Unconsious incompetence adalah keadaan ketika kita tidak tahu sama sekali tentang ketidaktahuan kita.  Ketika kita belum tahu apa itu Taijiquan atau bahkan tidak mengenalnya sama sekali, tentunya kita tidak merasa adanya kebutuhan untuk mempelajarinya.  Tahu saja tidak apalagi punya keinginan untuk mempelajarinya.  Singkatnya kita tidak tahu bahwa kita tidak tahu.

 

Conscious incompetence

Ini adalah kondisi ketika kita mulai sedikit mengenal Taijiquan dan barangkali sudah mulai melatihnya namun belum bisa melakukannya dengan baik.  Ada banyak hal yang harus diingat dan dilakukan pada saat bersamaan yang membuat gerakan-gerakan kita kurang sinkron ketika menjalankan jurus, atau bahkan jurus pun belum hapal.  Ini adalah hal yang wajar bagi siapapun yang mempelajari ketrampilan yang baru.

 

Conscious competence

Kondisi ini adalah ketika kita sudah memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang yang kita pelajari, dalam hal ini Taijiquan, namun kita belum bisa melakukannya secara konsisten.  Barangkali kita sudah hapal jurus dan bisa melakukannya dari awal sampai akhir, namun gerakan kita masih putus-putus karena ketika melakukan satu gerakan kita harus berpikir tentang banyak hal seperti misalnya bagaimana posisi kaki, posisi tangan, gerakan pinggang, dll.  Ada banyak hal yang harus dipikirkan ketika melakukannya dengan sadar.

 

Unconscious competence

Di tingkat inilah penguasaan suatu ketrampilan terjadi.  Dengan meningkatnya pengetahuan dan bertambahnya jam terbang.  Ketrampilan yang kita latih sudah menjadi kebiasaan dan bisa kita munculkan kapan pun secara konsisten tanpa kita harus banyak mengingat langkah-langkah yang harus dilakukan.  Jurus Taijiquan sudah bisa dimainkan dengan memenuhi persyaratan postur fisik dengan cara yang kelihatannya tanpa upaya apapun.

 

Mastery

Tingkat ini adalah pencapaian puncak dari ketrampilan yang dibangun, di mana tidak hanya ketrampilan teknis yang dikuasai tanpa harus berpikir namun juga unsur estetika dan spiritual sudah masuk di dalamnya.  Di tingkatan ini bentuk luar sudah tidak begitu penting, karena prinsip-prinsip Taiji sudah menyatu secara jiwa dan raga.  Demikian konsep tingkatan belajar dalam konteks membangun ketrampilan Taijiquan.

 

Sebagaimana telah diungkap di awal tulisan ini, berlatih Taijiquan tidak bisa dilepaskan dari belajar teori Taijiquan.  Kemajuan berlatih berkaitan erat dengan pemahaman akan prinsip-prinsip Taijiquan yang tertuang dalam teks-teks klasik Taijiquan yang ditulis oleh para master dari jaman dahulu.  Teori Taijiquan hanya bisa dipahami oleh mereka yang sudah menjalankan latihan.  Meminjam konsep pembelajaran modern ada tiga fase yang merupakan siklus pembelajaran, yaitu knowledge, practice, meaning.

 

Proses pembelajaran selalu dimulai dengan mengetahui apa yang akan dipelajari.  Dalam konteks belajar Taijiquan, dengan munculnya minat untuk belajar dan mulai berlatih Taijiquan, kita bergerak dari level unconscious competence ke level conscious competence.

 

Dari latihan atau praktek menjalankan gerakan-gerakan Taijiquan, kita mulai memiliki ketrampilan Taijiquan.  Kalau sekedar memiliki pengetahuan atau teori, namun tidak bisa melakukan prakteknya, tentunya kita belum bisa dianggap memasuki fase kedua dari siklus pembelajaran, yaitu fase practice atau praktek/latihan.

 

Manusia adalah mahluk yang selalu mencari makna tentang apa pun yang dilakukannya.  Setelah menjalani fase pertama dan kedua, tentunya kita kita akan mendapatkan pengalaman dari proses belajar baik secara teori maupun praktek.  Ketika dalam prosesnya kita merasakan bahwa apa yang kita alami sesuai dengan tujuan, kita akan memaknai latihan Taijiquan sebagai sesuatu yang positif, yang pada gilirannya akan membuat kita semakin bersemangat dalam berlatih dan siklusnya kembali berputar ke fase awal pada tataran yang lebih tinggi dan begitu seterusnya.  Sebaliknya, apabila yang muncul adalah pengalaman dan pemaknaan negatif, tentunya siklus pembelajaran akan terhenti, dan tidak ada lagi yang perlu dibahas tentang Taijiquan, dalam bahasa praktisi Taijiquan tradisional artinya kita tidak berjodoh untuk mempelajari Taijiquan.

Apakah Tajiquan adalah meditasi bergerak?

January 17, 2017

Taijiquan seringkali disebut sebagai meditation in motion, moving mediation, atau meditasi bergerak.  Tulisan ini bermaksud untuk mengeksplorasi istilah tersebut.  Untuk itu perlu dikualifikasikan apa yang dimaksud dengan Taijiquan dan meditasi sehingga pada akhirnya akan lebih dipahami apa yang dimaksud dengan meditasi bergerak.  Istilah meditasi bergerak ini nampaknya istilah yang relatif baru, karena  dalam tulisan-tulisan Taijiquan Klasik yang memuat mengenai prinsip-prinsip Taijiquan secara eksplisit tidak pernah menyatakan bahwa Taijiquan adalah meditasi bergerak.  Untuk mengeksplorasi gagasan mengenai meditasi bergerak ini akan dicoba untuk secara ringkas mendefinisikan apakah meditasi itu dan aspek-aspek apa dalam meditasi yang ada atau tidak ada dalam Taijiquan.

 

Apakah meditasi itu?

Meditasi merupakan istilah payung untuk mewadahi berbagai macam aktivitas terkait dengan latihan atau olah mental.  Ada banyak pengertian mengenai meditasi, di mana pengertian yang satu bisa sangat berbeda atau bertentangan dengan lainnya.  Misalnya ada yang mendefinisikan bahwa meditasi adalah kegiatan berkonsentrasi atau memusatkan pikiran pada satu hal tertentu, dan ada yang mendefinisikan bahwa meditasi adalah kegiatan mengosongkan pikiran, dalam pengertian tidak memikirkan apa pun. Meditasi, sebagaimana banyak konsep lainnya, mempunyai spektrum makna yang luas di mana tiap orang bisa menafsirkan dan mempraktekannya sesuai keperluannya. Ada banyak teknik meditasi yang diajarkan oleh para guru meditasi ataupun ditemukan dalam buku-buku meditasi yang bisa dicoba sesuai keperluan. Walaupun ada berbagai ragam teknik meditasi, pada prinsipnya meditasi adalah bentuk latihan disiplin mental untuk mencari keheningan. Dengan bermeditasi orang mendapatkan ketenangan pikiran, yang tentunya akan membawa banyak manfaat bagi kesehatan dan juga berbagai aspek kehidupan lainnya.  Meditasi bisa dilakukan dengan duduk, berbaring, atau pun berdiri, namun pada umumnya dilakukan dengan duduk bersila di lantai atau duduk di kursi.  Pada umumnya ketika orang berbicara tentang meditasi, yang dimaksud adalah meditasi formal atau meditasi yang dilakukan dengan duduk diam.

 

Taijiquan dan meditasi

Bagi pembelajar Taijiquan yang berada di jalur tradisional, meditasi adalah salah satu materi yang dilatih. Setidaknya ada dua jenis latihan meditasi yang dikenal dalam Taijiquan, yaitu Zhanzhuang atau meditasi berdiri dan meditasi duduk. Namun istilah meditasi bergerak yang seringkali dipakai untuk menggambarkan Taijiquan nampaknya tidak merujuk pada latihan Zhanzuang atau pun meditasi duduk.  Istilah meditasi bergerak ini kelihatannya lebih merujuk pada menjalankan jurus Taijiquan.  Ketika memainkan jurus Taijiquan kesadaran harus berada di dalam. Tubuh harus menyatu sebagai satu unit. Gerakan sambung menyambung seperti untaian mutiara dan perhatian ada di dalam.  Menyatunya kesadaran, gerakan, dan nafas ketika menjalankan jurus Taijiquan memiliki kemiripan dengan kondisi ketika melakukan meditasi.  Bedanya adalah bahwa dalam meditasi formal kondisi ini dicapai dalam keadaan diam, sementara dalam Taijiquan kondisi ini diperoleh pada waktu melakukan gerakan jurus Taijiquan.  Meditasi bergerak ini lebih mirip dengan apa yang sekarang populer dengan sebutan mindfulness, di mana kesadaran diarahkan pada kekinian, bukan pada masa lalu atau masa depan di dalam setiap aktivitas kita.   Barangkali karena alasan inilah Taijiquan disebut sebagai meditasi bergerak.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar Taijiquan?

January 11, 2017

Pertanyaan ini seringkali ditanyakan oleh mereka yang ingin belajar Taijiquan.  Pertanyaan yang nampaknya sederhana namun tidak bisa sekedar dijawab secara singkat dengan menyebutkan durasi waktu tertentu. Menjawab pertanyaan ini seperti ini seperti menjawab pertanyaan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa menguasai bahasa asing.  Tentunya perlu dikualifikasi terlebih dahulu kemampuan bahasa asing seperti apa yang dimaksudkan.  Kalau untuk mempelajari beberapa kosa kata atau ungkapan sederhana sekedar untuk bersapa akan membutuhkan waktu yang singkat, namun apabila ingin meraih ketrampilan berbahasa yang bisa dipakai untuk menulis karya tulis dan melakukan presentasi ilmiah tentunya membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.  Seperti juga ketrampilan yang lain, Taijiquan bukanlah suatu ketrampilan yang ketika telah dikuasai kita bisa berhenti melatihnya tanpa kehilangan ketrampilan tersebut.  Namun jawaban yang bersifat analogi ini tentunya kurang memuaskan bagi mereka yang mengharapkan semacam perkiraan waktu definitif sehingga mereka bisa merencanakan komitmen waktu untuk belajar Taijiquan.

 

Waktu yang dibutuhkan untuk belajar Taijiquan tergantung pada apa yang dipelajari dan sejauh mana tingkat penguasaan materi tersebut.  Dalam sasana atau komunitas Taijiquan yang berorientasi pada kesehatan, di mana yang dipelajari adalah jurus atau bentuk luar Taijiquan, dibutuhkan waktu yang lebih singkat untuk belajar Taijiquan dibandingkan dengan komunitas Taijiquan yang berorientasi pada bela diri.  Untuk sekedar hafal urutan gerakan dari jurus paling pendek, misalnya jurus 8,  barangkali waktu 1-2 jam sudah cukup.  Untuk jurus yang lebih panjang, misalnya jurus 24, yang paling populer, bisa memakan waktu beberapa kali pertemuan.  Tentunya kecepatan belajar tergantung pada kecepatan pembelajar yang berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Namun demikian, perlu diingat bahwa hafal urutan gerakan dan bisa melakukannya tidak berarti sudah menguasai.  Menguasai Taijiquan mensyaratkan lebih daripada sekedar hafal urutan gerakan.

 

Barangkali jangka waktu yang ditempuh para master dalam berlatih Taijjiquan bisa dijadikan perbandingan.  Zheng Manqing belajar bersama Yang Chengfu selama enam tahun.  Namun demikian tidak ada informasi berapa jam sehari Zheng Manqng berlatih. Sementara itu, Wee Kee Jin, salah seorang master Taijiquan,  berlatih dengan gurunya, Huang Xingxian, selama empat tahun.  Kendatipun demikian, ukuran jangka waktu berlatih dalam jumlah tahun perlu ditelisik lebih lanjut.  Dalam satu wawancara di tahun 2004, Wee Kee Jin mengatakan bahwa dia tinggal bersama gurunya Huang Xingxian selama empat tahun, dan berlatih selama 7 hari seminggu, 8 jam sehari tanpa ada hari libur.  Dari sini nampaknya yang menentukan kualitas latihan adalah jumlah jam berlatihnya, bukan jumlah tahunnya. Kalau dihitung secara jam, Wee Kee Jin meluangkan waktu selama 8 (jam) x 365 (hari) x 4 (tahun) = 11.680 jam.

 

Kembali ke pertanyaan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berlatih Taijiquan, jawabannya nampaknya tergantung pada tujuan yang sebaiknya Anda tentukan sendiri dari awal.  Untuk sekedar bisa menjalankan jurus-jurus pendek barangkali beberapa jam belajar sudah cukup, namun untuk bisa menguasainya dalam arti memahami prinsip-prinsip Taijiquan dan bisa menerapkannya dalam praktek setidaknya dibutuhkan waktu beberapa tahun, dan tidak ada jaminan bahwa Anda sudah benar-benar menguasainya.  Banyak orang yang sudah berlatih Taijiquan bertahun-tahun, namun pencapaiannya masih belum optimal.  Menengok pengalaman Wee Kee Jin di atas, berapa jam sehari Anda berlatih secara terus-meneruslah yang akan menentukan penguasaan Anda, dan tentunya perlu di bawah bimbingan guru yang berkompeten. Yang perlu diingat adalah bahwa tidak ada batasan waktu dalam menghayati Taijiquan.  Berlatih sepanjang hayat akan membuat Anda semakin memahami dan semakin mencintai Taijiquan.

Konsep Invest in Loss dalam Zhengzi Taijiquan

December 20, 2016

Bagi praktisi Zhengzi Taijiquan tentunya akrab dengan istilah “Invest in loss” yang sering dikutip dari Profesor Zheng Manqing.  Apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Invest in loss”?

 

Dalam salah satu tulisan di www.discovertaiji.com, Adam Mizner mencoba menjelaskan konsep ini menurut penafsirannya.  Dia memulai dengan menjelaskan pengertian yang salah dalam menerapkan konsep “Invest in loss.”  Kesalahan umum yang pertama adalah tidak berusaha untuk menang pada saat melakukan tuishou, menyerahkan akar dan center pada lawan.  Bila hal ini dilakukan berulang-ulang akan memberikan kondisi pada pikiran dan tubuh untuk mudah kalah dan gampang didorong ke sana kemari.  Yang kedua adalah terlalu mudah melepaskan struktur dan ruang, yang membangun gaya tuishou yang  didasarkan pada pengertian yang keliru atas memberi  jalan. Ketika mendapat tekanan tubuh meliuk-liuk serta lari dari tekanan.

 

Berikutnya Adam Mizner menjelaskan pengertian yang benar dari “Invest in loss” menurut penafsiran dia.  Menurut dia, “Invest in loss” artinya adalah “berinvestasi  untuk melakukan dengan cara yang benar” bahkan dengan resiko kalah atau kehilangan.  Artinya ketika melakukan tuishou atau latihan berpasangan kita berfokus pada penyebab atau proses membangun ketrampilan dan bukan pada hasilnya.  Lebih baik kita kalah namun menjalankan prinsip, misalnya tubuh harus tegak, ketimbang meliukkan tubuh karena berusaha untuk mendapatkan kemenangan dengan harga mengorbankan prinsip.  Setiap kali berlatih dan mengorbankan prinsip dan metodeTaijiquan agar selalu menang dalam tuishou atau latihan berpasangan, kebiasaan buruk ini akan semakin kuat dan semakin hari semakin menjauhkan dari  Taijiquan.  Sebaliknya, ketika kita menjaga prinsip dan metode Taijiquan, walaupun sering terdorong, kita membangun tubuh dan rasa untuk merespon tekanan dengan benar, dan cepat atau lambat akan mendekatkan pada ketrampilan Taijiquan yang benar.  Dari sini hasil akhirnya adalah bahwa kita tidak lagi gampang didorong, dan bisa menang sebagai hasil dari penerapan “Invest in loss.”

 

Di dalam buku Cheng Tzu’s Thirteen Treatises on T’ai Chi Chu’an, di Treatise One, Zheng Manqing mengatakan bahwa “Invest in loss” adalah membiarkan lawan menggunakan tenaga untuk menyerang sementara Anda tidak menggunakan tenaga sama sekali untuk mempertahankan diri Anda.  Anda membimbing tenaga lawan hingga habis, kemudian ketika Anda melakukan serangan balik, lawan akan terlempar jauh.  Di dalam Taijiquan Klasik ini disebut dengan Dong Jin (mengerti tenaga) di mana setelah memahami tenaga, semakin banyak berlatih, ketrampilan akan meningkat.  Soal ini kemudian dijelaskan lagi oleh Zheng Manqing dalam buku  Master Cheng’s New Method of Taichi Chu’an Self Cultivation.  Prinsip utamanya adalah “meninggalkan diri mengikuti orang” di mana ketika lawan maju dan menyerang, kita tidak hanya tidak menentang namun bahkan tidak boleh memikirkan untuk menyerang balik.  Yang dilakukan hanyalah menempel dan melekat pada lawan, kemudian dengan ringan berubah dan menetralisirnya.  Bagi pemula, tentunya kehilangan atau kekalahan tidak bisa dihindari, namun dinasehatkan untuk tidak takut kehilangan atau kalah.  Bila takut kehilangan atau kalah tentunya kita tidak akan memulai.  Sebagaimana investasi pada umumnya investasi kecil akan memberikan imbal hasil yang kecil dan investasi besar akan menghasilkan imbal hasil besar, invest in loss yang kecil akan mendapatkan manfaat sedikit dan invest in loss yang besar secara jangka panjang akan membawa manfaat besar.

 

Louis Swaim, penerjemah buku The Essence and Applications of Taijiquan karya Yang Chengfu, dalam satu forum diskusi di Internet mengatakan bahwa Invest in loss adalah penerjemahan dari istilah dalam Bahasa Mandarin “chi kui” yang bisa diartikan “menelan kekalahan” atau “menelan kepahitan.”

 

Dari penelusuran tentang konsep Invest in Loss sebagaimana dipaparkan di atas, bisa dipahami bahwa istilah Invest in loss dalam Bahasa Inggris lebih populer ketimbang istilah asli dalam Bahasa Mandarin “chi kui” mengingat terjemahan buku-buku Zheng Manqing dalam Bahasa Inggris lebih mudah diakses publik ketimbang tulisan aslinya yang berbahasa Mandarin.  Namun demikian, penerjemahan “chi kui” menjadi “Invest in Loss” mempunyai pergeseran makna, di mana makna “chi kui” yang lebih menekankan pada kesediaan menerima tanpa mengorbankan prinsip-prinsip Taiji bergeser pada kata “invest” atau sekedar menerima tekanan saja di mana struktur tubuh dan prinsip-prinsip Taiji dikorbankan dengan berilusi bahwa hal ini akan meningkatkan ketrampilan Taijiquan secara signifikan atau secara bahasa yang sederhana ada pengertian yang sesat bahwa banyak kalah dulu tidak apa-apa karena nanti pada akhirnya akan mendapatkan kemenangan. Ini tentunya pandangan yang keliru, kalau kita berlatih untuk kalah tentunya akan terlatih untuk kalah sampai kapan pun, sebagaimana telah diulas oleh Adam Mizner di atas.

 

Selain itu, apa yang dilakukan oleh Zheng Manqing dengan membuat istilah “chi kui” atau “Invest in Loss” adalah menjembatani apa yang sudah termaktub dalam Taiji klasik dengan menggunakan istilah yang lebih modern.  Invest in loss menurut penafsiran saya tidak lain adalah penafsiran Zheng Manqing akan prinsip-prinsip Taiji seperti “empat tael mengallihkan seribu kati,” “Meninggalkan diri mengikuti orang,” dan “tidak menentang, tidak menghindar.”

POIN-POIN PENTING UNTUK KEMAJUAN DALAM TAIJIQUAN

November 21, 2016

Oleh Wee Kee-Jin

 

Master Huang adalah praktisi ternama, namun dia paling dikenal menjulang sebagai guru. Dia mengembangkan latihan dan metode latihan sistematik yang memahami tahapan perkembangan murid. 

 

Mekanisme Fisik

Ketika belajar Taijiquan, kita semua mulai dengan postur yang buruk dan gerakan yang kaku. Maka kita perlu melakukan gerakan-gerakan pengendoran untuk membebaskan sendi-sendi yang terkunci dan ketegangan yang mengumpul, dengan perhatian khusus pada tegaknya tubuh dan kesadaran pada kaki untuk membangun kestabilan yang bagus. Pada mulanya tubuh bergerak sebagai satu kesatuan, namun sejalan dengan mengendornya persendian dan otot kita mulai berputar dari paha, untuk memimpin pinggang, untuk memimpin tubuh, untuk memimpin lengan. Bukan karena diangkat, naiknya lengan didorong dari tenaga dari bawah dan diungkapkan oleh relaksasi tubuh, bahu dan siku. Kemudian setiap gerakan di tubuh bagian atas merupakan hasil dari perubahan dari bawah.

Dari permulaan pentingnya struktur harus ditekankan. Struktur ini adalah akurasi dan keselarasan baik dalam postur maupun nantinya selama transisi, dan menyediakan jalan bagi energi untuk melewatinya. Seperti selang air, yang terpelintir atau ditekan bisa menghentikan air yang menglair, di dalam tubuh persendian dan ketegangan otot yang terkunci akan menghambat jalannya energi.

Berfokus pada Qi atau Yi sebelum struktur mapan tidak banyak manfaatnya, seperti membangun listrik tanpa punya kabel untuk mengalirkannya. Meditasi dan Qigong juga mengolah Yi dan Qi tetapi tanpa tuishou Yi dan Qi tidak punya metode untuk menyalurkan tenaga yang relaks.

Akurasi bukanlah semata-mata detail dari posisi (di mana), atau urutan (kapan), namun yang lebih penting adalah proses bagaimana Anda bergerak. Ketidakakuratan barangkali jelas bagi Anda dalam tuishou, namun di dalam juruslah Anda melatihnya. Jika Anda tidak bisa menjaga keselarasan Anda ketika tidak ada tenaga dari luar yang mempengaruhi Anda, maka tidaklah mungkin jika ada tenaga dari  luar.

Keselarasan merujuk pada kondisi keseimbangan sentral, yaitu tegak dan berada di tengah secara horisontal dan vertikal. Ketika bergerak, kanan dan kiri perlu berubah secara imbang, sehingga kedua lutut, paha, dan bahu jatuh pada kecepatan yang sama, tidak satu sisi lebih cepat daripada yang lain.

Jika para murid hanya melatih kendor, relaks dan peka, maka jurus mereka tidak akan mengakar (jurus mengambang) dan saat tuishou mereka tidak punya tenaga relaks untuk dikeluarkan. Bahkan tempelan mereka hanya di level permukaan. Karena itu Anda perlu memasukkan mengendap di dalam jurus.

Song merupakan proses eksternal dan internal – secara fisik relaks, dan secara mental mengendap. Relaksasi merupakan mekanisme fisik yang melibatkan pelepasan sendi dari kaki ke atas. Untuk terhubung dengan tanah, Anda harus merelakskan kaki dan pergelangan kaki, kendorkan lutut dengan menjatuhkan paha pada soketnya. Ini akan menciptakan ruang bagi tubuh untuk berada pada tempatnya. Bahu kemudian bisa dijatuhkan diikutin dengan menurunkan siku dan pergelangan tangan. Relaksasi bagian tubuh bawah, atas dan lengan harus terjadi hampir bersamaan untuk menghindari tertahannya mengendap.

 

Mekanisme Internal

Semua mekanisme internal dalam Taiji harus dikultivasi menggunakan pikiran (Yi), yang terdiri dari dua bagian – niati dan kesadaran.  Ketika Anda berniat untuk bergerak pertama-tama Anda memikirkan dulu, kemudian tubuh bertindak, dengan cara di mana Anda perlu menyadarinya, bila tidak Anda tidak akan memahami proses atau perubahannya. Dengan demikian dalam setiap gerakan Anda harus pertama-tama mempunyai niat, kemudian diikuti oleh kesadaran.

Berpikir hanyalah merencanakan. Adalah kesadaran yang Anda gunakan untuk mengkultivasi relaksasi – tenaga mengendap dan tenaga pantulan –  memvisualisasikannya, dan menggerakan kesadaran Anda untuk mengalaminya. Pada awalnya tenaga tersebut mungkin tidak secara fisik terjadi dengan cara yang jelas, namun setelah latihan yang lama tenaga tersebut akan muncul ketika Anda memvisualisasikannya.
Yi mengarahkan Qi, sehingga di mana pun kesadaran berada, energi akan ada di sana. Berfokus pada Qi itu sendiri bisa menghambat, atau membuatnya macet. Aliran Qi adalah hasil dari kesadaran yang Anda arahkan.

Mengendap merupakan aliran sensasi terus menerus dari mahkota ke bawah. Untuk pertama melatihnya kita melepaskan (sebagaimana digambarkan di atas) kemudian memvisualisasikan secangkir air hangat yang dituangkan dari mahkota kepala, mengalir turun ke tubuh dan kaki dengan rasa meleleh melewati kaki dan masuk ke tanah.

Pada tahap pertama melatih mengendap di dalam jurus, murid belajar untuk mengendap dalam postur dengan masuk ke dalam posisi kemudian membiarkan sensasinya untuk selesai, sebelum melancarkan dan bergerak ke dalam postur berikutnya.

Setelah sekitar satu tahun mengendap dalam setiap postur, mengendap dalam transisi diperkenalkan. Di sini proses dimulai pada saat kaki yang kosong mulai bergerak, dengan cara ini murid mengendap pada kaki yang isi dan melanjutkan tanpa terganggu oleh penyesuaian kaki, putaran paha, perpindahan berat badan, dan bahkan saat melepas tenaga.

Hasil dari relaksasi dan mengendap adalah meningkatnya tekanan pada kaki.  Ini diistilahkan grounding, atau mengakar. Penting diingat bahwa ketenangan menghasilkan relaksasi, relaksasi menghasilkan mengendap, mengendap menghasilkan grounding, grounding menghasilkan tenaga pantul. Karena itu Jing adalah hasil dari Song,dan mengendap terus menerus akan memasok tenaga terus menerus.

 

Tuishou

Tuishou hanyalah perluasan jurus. Perbedaannya hanyalah tenaga eksternal mendorong gerakan Anda. Anda harus bergerak dengan kesadaran yang sama seperti menjalankan jurus dan apapun yang Anda latih dalam jurus perlu dimasukkan dalam tuishou Anda.

Memberi jalan bukanlah lari dari tenaga. Tidak juga melawannya. Bergerak mendahului tenaga adalah menjauh atau putus. Bergerak terlambat setelahnya adalah melawan. Adalah lalat yang hinggap yang membuat Anda bergerak, bukan karena lalat yang hinggap yang membuat Anda menjauh. Tenaga yang datang yang menciptakan gerakan dalam diri Anda. Ketika Anda mendorong spons, spons itu tidak berusaha lari dari Anda, di hanya menyerap tenaga Anda. Ketika tenaga Anda habis, spons itu mengikuti Anda kembali. Ini adalah menempel.

Dalam Taiji menempel adalah mengikuti center orang lain, yang terhubung dari akar Anda melalui dan masuk ke dalam orang lain, sehingga keduanya bisa bergerak menyatu. Menempel membutuhkan mendengarkan, mengendap, membuka, menutup, dan gerakan-gerakan selaras. Proses mengosongkan tenaga yang datang ke dalam tanah, dan menempel pada dasar lawan, membutuhkan mekanisme yang sama yang digunakan untuk mengendap dalam jurus.

Karenanya jika orang belum terlatih mengendap, mereka mungkin bisa memberi jalan dan menerima tenaga untuk memperlemahnya, namun sebagian dari tenaga tersebut masih mengenai dirinya.  Selain itu, mereka hanya akan bisa menempel pada permukaan lawan dan tidak punya kontak pada akar lawan.

Menetralisasi adalah membelokkan tenaga yang datand dan selanjutnya kemampuan mengosongkan tenaga itu sepenuhnya dari tubuh dan kemudian ke tanah. Dengan keselarasan yang bagus arah pertama yang dipelajari untuk menetralisasi adalah horisontal, memutar di sekitar sumbu tulang belakang.  Ketika membuka, menutup, dan mengendap bisa dimasukkan, netralisasi juga menjadi vertikal dan internal, memungkinkan tenaga yang datang untuk diterima dan dipantulkan kembali kepada lawan.

Buka dan tutup merujuk pada ruang antara tangan Anda, lengan, dan tubuh. Melepas dari center adalah tutup; Buka adalah mengembangkan dari center. Gerakan di luar adalah hasil dari perubahan di dalam. Tutup membutuhkan ruang agar terjadi, yang disediakan oleh mengendap.

Kecepatan dan timing harus berhubunggan satu dengan yang lain. Jika Anda memutar jam, walaupun pemutar memutar gerigi, dan memutar roda yang lain dan seterusnya sampai jarum bergerak, semuanya nampak bergerak bersama. Tidak ada roda yang berputar lebih cepat daripada roda yang menggerakkannya, semuanya bergerak tepat pada kecepatan dan waktu yang sama.  Walaupun Anda memutar paha, tersambungnya bersamaan menghasilkan bagian tubuh lainnya sampai pada tujuan yang berbeda secara simultan.

Dalam tuishou, bahkan dengan kepekaan dan  ketrampilan mendengarkan yang bagus, ketidakakuratan atau sinkronisasi yang buruk akan meninggalkan celah bagi orang lain untuk masuk atau Anda akan macet dengan mengunci diri sendiri.

Mensinkronkan perubahan lewat jurus adalah langkah penting dalam membangun Taiji Anda. Ini adalah timing alami yang menghasilkan ketika relaksasi mendorong gerakan Anda, mengendap dan melepaskan berasal dari akar di bawah dan buka tutup berasal dari center di dalam.

Ketika udara keluar dari balon, semua sisinya mengempis bersama-sama pada kecepatan yang sama. Pengosongan ini rata dan disebut keseimbangan yang seharusnya ada dalam setiap buka dan tutup, yaitu di seluruh jurus dan tuishou. Jika Anda dalam posisi seimbang seperti timbangan, tekanan yang paling kecil pun akan membuat bergerak, dengan kondisi strukturnya berada di tempat yang tepat.

Sebelum pelepasan selalu ada titik memutus akar lawan, yang bisa dimulai pada saat Anda menempel. Ketika membangun kemampuan melepaskan, murid perlu menunggu mengendapnya selesai sebelum membiarkan tenaga untuk – memantul dari akar, memperbesarnya di tungkai, mengarahkannya dengan paha dan melewati tubuh dan lengan sampai ke ujung jari (atau titik kontak mana pun).

Pada mulanya pelepasan tenaga dipicu oleh sebuah dorongan kecil dari kaki yang isi ke dalam tanah. Namun kemudian ini menjadi tidak perlu karena 1% relaksasi menjadi 1% mengendap, di mana 1% dari grounding yang setara 1% tenaga. Seperti juga dalam pegas, di mana Anda menekannya, tenaga kembali kepada Anda. Ingat bahwa efisiensi pegas tergantung pada strukturnya – jika terlalu keras tidak akan ada kompresi, bila terlalu lunak akan kolaps, keselarasannya buruk akan penyok.

Kualitas dorongan jauh lebih penting daripada kuantitas berapa jauh Anda melemparkan seseorang. Dengan dorongan yang bagus dan bersih, kedua kaki mereka akan terangkat, bukan hanya terdorong ke belakang. Kekuatan muncul dari energi bukan kekuatan fisik, maka pengalaman yang dikeluarkan seharusnya ringan dan nyaman, bukan brutal dan kasar. Jika semua berada pada tempatnya dari struktur sampai pada timing Anda barangkali bisa dibuat melayang, namun ini bukan poinnya.

Taiji adalah proses bukan hasil. Latihan, Jurus dan Tuishou merupakan metode untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip dalam semua gerakan. Untuk meningkatkannya kita hanya perlu untuk menghaluskan gerakan kita dan memperdalam pemahaman tentang prinsip-prinsipnya. Namun demikian, ini merupakan proses yang berjalan terus menerus. Pada akhirnya jurus menjadi tidak berbentuk, dan setiap aksi atau non-aksi berada dalam keharmonisan – itulah Taijiquan.

 

Diterjemahkan dari:

Important Points for Progress in Taijiquan

http://www.taijiquan-school-of-central-equilibrium.com/notes/important-points/