Antara Marxisme dan Tarot

Catatan: tulisan ini pindahan dari posting di multiply, mungkin tahun 2008 an menanggapi kawan saya almarhum Dadang Rusbiantoro.

Tadinya saya sudah memulai tulisan ini di guestbook untuk menjawab pertanyaan iseng Mas Dadang tentang hubungan Marx dan Tarot, namun karena  pertanyaan iseng ini memancing keisengan saya untuk mengeksplorasi  hubungan antara  keduanya  punya potensi  memakan tempat di guestbook maka jawaban iseng saya tuliskan di sini.

Kata para spritualis, seperti juga dikatakan dalam The Celestine Prophecy, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Selalu ada pelajaran dalam setiap perjumpaan, kalau tidak salah Paulo Freire mengatakan bahwa setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru. Antara Marxisme dan Tarot barangkali kesamaannya adalah sama-sama ilmu tafsir dan ilmu tentang perubahan. Dalam salah satu point Theses on Feuerbach Marx mengatakan bahwa banyak filsuf telah menafsirkan dunia, namun yang penting adalah merubah dunia. Tentunya untuk bisa merubah dunia kita perlu menafsirkannya dulu. Dan cara yang paling mungkin untuk merubah dunia adalah dengan merubah diri sendiri menjadi mahluk yang lebih baik. Dulu seorang kawan pernah mengatakan kalau dia merubah dirinya menjadi lebih baik, paling tidak jumlah bajingan di dunia ini berkurang satu, dan saya sependapat dengan kawan ini. Dan tarot, sebagaimana Marxisme, menawarkan cara yang revolusioner untuk merubah dunia

Ada sebagian orang yang menganggap Tarot sebagai sesuatu yang berhubungan dengan kecenayangan dan mampu menjawab segala macam pertanyaan. Orang datang ke pewacana Tarot (tarot reader) dan menanyakan tentang orang lain, misalnya “apakah pacar saya selingkuh?” “apakah boss saya jujur soal keuangan perusahaan?” dan seringkali juga beberapa pewacana Tarot melayani jenis pertanyaan seperti ini, yang meletakkan tanggung jawab pada orang lain. Pendekatan yang saya pakai dalam bertarot adalah bahwa pokok persoalan dan tanggung jawab atas masalah-masalah kita adalah kita sendiri, bukan orang lain. Pertanyaan yang lebih baik adalah: “Apa yang perlu saya lakukan untuk memperbaiki hubungan saya dengan pacar saya?” atau “Apa yang bisa saya lakukan supaya saya bisa memahami boss saya dengan lebih baik?” Apabila pertanyaan kita pada Tarot berfokus pada tanggung jawab orang lain, maka bisa dikatakan bahwa Tarot adalah candu bagi kita, dalam arti jawaban Tarot meninabobokan kita serta menggeser tanggung jawab kita pada orang lain. Apabila pertanyaan kita berpusat pada tanggung jawab kita dan apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki diri kita, maka seperti juga Marxisme, Tarot bukanlah dogma, namun panduan untuk bertindak. Jadi singkatnya antara Marxisme dan Tarot tidak beda jauh. Karena keduanya bersifat membebaskan kita dari belengu mentalitas korban yang diciptakan oleh masyarakat kapitalis ataupun yang kita ciptakan sendiri, yang membentuk kesadaran palsu kita. Dan tugas Tarot readers adalah membongkar kesadaran palsu ini sehingga awal dari transformasi diri bisa dimulai.
Tarot readers of all countries, unite!

Advertisements

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s