Manfaat Tarot Selain untuk Meramal

Beberapa tahun terakhir ini minat terhadap Tarot semakin meningkat. Indikasinya antara lain adalah semakin banyak layanan Tarot di café-café, lapak Tarot di event-event, publikasi buku Tarot dalam bahasa Indonesia, munculnlya komunitas-komunitas Tarot di beberapa kota di Indonesia.

Namun demikian, persepsi masyarakat tentang Tarot masih didominasi oleh pandangan bahwa Tarot adalah ramalan. Hal ini bisa dipahami mengingat dalam budaya pop, seperti dalam film, seringkali digambarkan ketika kartu tertentu muncul di salah satu adegannya, biasanya the Death, kemudian ada karakter dalam film tersebut yang mati secara tidak wajar. Selain itu, mayoritas pengguna layanan Tarot menginginkan layanan yang bersifat ramalan menyangkut masa depan ataupun solusi dari masalah mereka. Sebagai konsekuensinya, untuk memenuhi kebutuhan pasar, sebagian Tarot reader memenuhi kebutuhan ini dengan menyediakan jasa pembacaan Tarot dengan pendekatan ramalan.

Tidak ada yang salah dengan mendekati Tarot sebagai alat untuk meramal. Yang seringkali menjadi kontroversi adalah bagaimana istilah “meramal” itu didefinisikan yang bisa menimbulkan perdebatan atau bahkan perdebatan yang emosional. Alih-alih membahas kontroversi tentang Tarot untuk meramal, artikel ini akan menunjukkan bahwa ada beberapa manfaat lain yang bisa didapat lewat Tarot.

Tarot Sebagai Alat Bantu Konseling

Manfaat tarot sebagai alat konseling nampaknya menjadi pandangan dominan kedua setelah pandangan tentang Tarot sebagai alat meramal. Pendekatan Tarot sebagai alat konseling relatif lebih bisa diterima oleh mereka yang cenderung berpikir ilmiah dan rasional. Kalau dalam pendekatan ramal klien ditunjukkan tentang apa yang akan terjadi dengan dirinya, dalam pendekatan konseling klien diajak untuk mellihat lebih dalam tentang aspek-aspek tentang permasalahan yang sedang dihadapi dan melihat pilihan-pilihan yang bisa diambil serta konsekuensinya. Di dalam pembacaan ramal, Tarot reader menjadi otoritas yang dominan dan klien lebih sebagai subyek pasif, dalam pembacaan konseling klien diharapkan lebih aktif dalam mengambil keputusan untuk memecahkan masalahnya. Buku Psikologi Tarot karya Leonardo Rimba dan Audifax, kemudian diikuti oleh buku Tarot Psikologi karya Hisyam A. Fachri adalah dua buku berbahasa Indonesia yang memaparkan Tarot dengan pendekatan konseling atau psikologi.

Tarot Sebagai Pemicu Kreativitas

Kalau dalam pendekatan ramal dan konselling biasanya melibatkan Tarot reader dan klien untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi klien, dalam pendekatan kreatif pada umumnya dipakai oleh penulis atau seniman. Mereka, penulis atau seniman, memanfaatkan image visual yang ada di kartu-kartu Tarot untuk merangsang daya kreatif mereka. Buku Tarot for Writers karya Corrine Kenner memaparkan bagaimana penulis atau mereka yang berminat dalam dunia menulis bisa memanfaatkan Tarot untuk menghasilkan karya fiksi atau pun non-fiksi serta membantu memecahkan masalah hambatan menulis yang kadang menghadang penulis (writer’s block).

Tarot Sebagai Alat Bantu Perencanaan

Perencanaan yang baik dibutuhkan dalam kehidupan personal dan kehidupan bisnis. Dalam kehidupan personal seringkali kita mengalir begitu saja mengikuti irama hidup. Sementara dalam dunia bisnis, perencanaan yang dilakukan perusahaan seringkali lebih sebagai formalitas dan rutin dibuat dalam rapat kerja tahunan, dan setelahnya tidak dilihat lagi sampai rapat kerja tahun berikutnya. Keputusan-keputusan yang dibuat dalam kehidupan personal atau bisnis seringkali dilakukan karena tekanan eksternal. Apakah kita dalam keadaan tertekan atau tidak, perencanaan selalu baik untuk dilakukan. Tentu saja perencanaan sebagus apa pun tidak akan banyak manfaatnya kalau tidak dilakukan eksekusi. Untuk itu, Tarot bisa menjadi alat brainstorming dalam perencanaan baik dalam kehidupan personal ataupun kehidupan bisnis. Bright Idea Deck adalah satu set kartu yang diciptakan oleh Mark McElroy dirancang untuk berbagai keperluan kreatif, termasuk perencanaan. Yang menarik dari deck yang dibarengi dengan buku panduan berjudul Creative Brainstorming with the Bright Idea Deck ini adalah bahwa tidak ada kata “Tarot” di dalam halaman-halaman buku panduan tersebut. Biasanya buku-buku yang membahas Tarot masuk dalam kategori New Age/Divination, namun buku dan kartu ini masuk dalam kategori Self-Help/Business.

Tarot Sebagai Alat Bantu Pengembangan Diri

Karena kesibukan sehari-hari, kita seringkali lupa melihat ke dalam dan menggali potensi-potensi diri yang ada di dalam diri kita. Kadang kita tergugah dan terinspirasi oleh motivator ataupun kutipan-kutipan inspirasional yang kita baca. Namun demikian, motivasi ataupun inspirasi yang menggugah tidak bisa bertahan lama, kita kembali terbenam ke dalam rutinitas dan tidak melakukan apa-apa atas hidup kita. Untuk menggunakan Tarot sebagai alat bantu pengembangan diri dibutuhkan disiplin yang kuat. Karena pegembangan diri adalah urusan hidup kita pribadi berarti kita harus melakukannya sendiri. Untuk itu, kita perlu meluangkan waktu khusus untuk mencermati dan merenungi apa yang disarankan oleh kartu Tarot untuk meningkatkan kualitas hidup kita sebagai manusia yang menyimpan potensi-potensi luar biasa yang belum sepenuhnya tereksplorasi.

Advertisements

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s