Pertemuan Saya dengan Taijiquan

Saya tertarik dengan Taijiquan dan Yoga karena alasan yang sama. Sebagai orang yang malas bergerak saya merasa bahwa kedua kegiatan ini cocok buat saya. Sebagai awam saya melihat postur-postur Yoga dilakukan di tempat, baik duduk, berbaring, atau berdiri, sementara Taiji dilakukan dengan perlahan dan nampaknya tidak butuh mengeluarkan tenaga banyak. Setelah bersentuhan dengan komunitas dari keduanya, ternyata saya sadar bahwa saya salah tentang Taijiquan dan Yoga. Di sini saya akan bercerita tentang pengalaman saya dengan Taijiquan.

Sekitar tahun 2003, kalau tidak salah ingat, bersama beberapa teman kami mendapatkan instruktur Tai Chi dan mulai berlatih seminggu dua kali. Setelah latihan berjalan sekian bulan, saya menyadari bahwa yang kami latih nampaknya bukan Taiji yang seperti saya bayangkan sebelumnya. Baru belakangan saya tahu kalau yang dilatih adalah senam 18 Gaya atau sebelumnya dikenal dengan senam Tera. Senam ini kadang disebut juga sebagai Tai Chi Chikung. Di Indonesia senam ini masuk dalam organisasi PORPI (Persatuan Olah Raga Pernapasan Indonesia).

Sambil tetap berlatih senam 18 Gaya, saya mulai berkenalan dengan Tai Chi Chuan 24 Gaya. Jenis Tai Chi Chuan ini dikembangkan oleh Kementrian Olah Raga Cina pada tahun 1956. Karena pemerintah Cina melihat banyak manfaat yang bisa diperoleh dari Tai Chi Chuan, mereka mengumpulkan para ahli Tai Chi untuk menciptakan satu set latihan yang distandardisasikan. Barangkali ini mirip dengan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia ketika menyusun Senam Pagi Indonesia di tahun 70 atau 80 an yang memasukkan unsur-unsur gerakan silat. Bedanya apa yang dihasilkan oleh pemerintah Cina bisa sedemikian populernya sehingga bisa mendunia. Barangkali jenis Tai Chi 24 Gaya ini yang turut berkontribusi atas persepsi umum tentang Tai Chi, karena sebagian besar orang yang mempraktekkannya adalah orang-orang tua, dan mereka melakukannya di tempat-tempat publik. Bahkan ada yang menyebut jenis Tai Chi ini – Tai Chi 24 Gaya, Tai Chi 48 Gaya, Tai Chi 42 Gaya dan sejenisinya – adalah Tai Chi taman.

Di tahun 2010 saya mulai berkenalan dengan Cheng Tzu’s Taijiquan atau yang lebih dikenal dengan Tai Chi 37. Ini adalah bentuk Tai Chi gaya keluarga Yang yang disederhanakan oleh Cheng Man Ching, dari Tai Chi 108 Gaya yang diajarkan oleh Yang Cheng Fu, dengan mengurangi pengulangan gerakan. Barangkali aliran Tai Chi ini merupakan bentuk Tai Chi yang kepopulerannya di nomor dua setelah Tai Chi 24 Gaya.

Masih banyak jenis Tai Chi selain yang saya ceritakan sebelumnya. Pada umumnya aliran Tai Chi dibagi ke dalam 5 aliran yang paling dominan yaitu Tai Chi dari keluarga Yang, Chen, Wu, Wu (atau Hao), dan Sun, di mana tiap aliran mempunyai variannya masing-masing, seperti Tai Chi 37 adalah salah satu varian dari aliran keluarga Yang. Di luar 5 aliran tersebut ada Tai Chi 24 Gaya dan sejenisnya yang dikelola resmi oleh pemerintah Cina. Beberapa tahun terakhir ini mulai dikenal varian baru Dong Yue Taijiquan.

Sampai saat ini saya masih berlatih Tai Chi Chuan 24 Gaya dan Tai Chi 37 secara teratur. Bagi saya Tai Chi adalah bagian dari gaya hidup sehat, di mana saya berproses untuk mendidik diri sendiri yang tidak pernah ada akhirnya.

Advertisements

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s