3 Level T’ai Chi Ch’uan Menurut Cheng Man Ch’ing

 

Di dalam buku Cheng Tzu’s Thirteen Treatises on Ta’i Chi Ch’uan, Cheng Man Ch’ing menjelaskan level dalam T’ai Chi Ch’uan. Paragraf-paragraf berikut ini adalah bagian dari Treatise ke sebelas dalam buku tersebut yang saya terjemahkan secara bebas.

Ada tiga level dalam Ta’I Chi Ch’uan yaitu: Manusia, Bumi, dan Langit. Level Manusia mengendorkan tendon dan memvitalisasikan darah; Level Bumi “membuka gerbang” sehingga ch’i bisa mencapai persendian; dan Level Langit melatih fungsi sensoris. Ketiga level tersebut masing-masing mempunyai tiga tingkat.

Level Manusia tingkat pertama mengendorkan tendon dari bahu ke jari. Tingkat kedua mengendorkan tendon dari persendian paha sampai “bubbling well” (titik di tengah telapak kaki). Tingkat ketiga mengendorkan tendon dari tulang ekor sampai ke ubun-ubun (ni wan).

Level Bumi tingkat pertama mengendapkan ch’i ke tan t’ien. Tingkat kedua menggerakkan ch’i ke bubbling well. Tingkat ketiga mensirkulasikan ch’i sehingga mencapai ubun-ubun.

Level Langit tingkat pertama adalah t’ing chin (mendengarkan tenaga). Tingkat kedua tung chin (mengerti tenaga). Tingkat ketiga adalah ketidakterbatasan.

 

Level Manusia

1. Teknik mengendorkan ligamen dari bahu ke pergelangan tangan

Jika ligamen bisa kendor, darah akan bersirkulasi dengan lebih baik. Urutannya adalah mengendorkan pergelangan tangan, kemudian siku dan bahu. Jangan menggunakan tenaga otot. Dari kelembutan itu sendiri perlahan-lahan kemajuan akan diperoleh. Semua ini didasarkan atas mencari lurus dalam lengkung. Bentuk bulat – tidak menekuk atau lurus. Tidak putus atau bolong, cekung atau cembung. Pada intinya kendorkan ligamen sampai ke ujung jari tengah.

2. Dari persendian paha sampai tumit

Tekniknya sama seperti sebelumnya. Bedanya pada pemisahan kosong dan isi pada kaki. Kaki harus menahan beban seluruh tubuh dan berbeda dari tangan yang bebas bergerak. Kebanyakan orang kurang memperhatikan kosong isi kaki. Bahkan sebagian praktisi bela diri mengabaikan hal dasar ini. Namun praktisi T’ai Chi Ch’uan harus menempatkan berat badan mereka pada satu kaki dan memindahkannya ke kaki yang lainnya tanpa menggunakan tenaga otot. Dari persendian paha ke lutut hingga tumit – ketiganya harus kendor. Berat bertumpu pada telapak kaki di tanah. Seperti juga tangan, kosong isi kedua kaki harus dipisahkan. Namun demikian, tangan dan kaki harus berlawanan. Jika kaki kanan isi, maka tangan kanan juga isi dan sebaliknya. Jika kaki kiri kosong, maka tangan kiri kosong. Kosong isi antara kaki dan tangan bersilangan. Jika tidak bersilangan maka terjadi apa yang disebut dengan beban ganda (double weight).

3. Dari tulang ekor ke ubun-ubun

Tekniknya masih sama seperti di atas. Tulang belakang dengan banyak ruasnya merupakan tulang utama dalam tubuh. Tulang belakang dirujuk sebagai “pinggang lunak yang bisa ditekuk sampai seratus kali seakan-akan tidak ada tulangnya.” Dari gambaran ini jelas bahwa tulang belakang harus lentur. Tulang belakang lentur karena ligamen. Yang paling penting adalah menjaga tulang ekor tegak dan kepala seakan-akan tergantung pada benang sutra.

 

Level Bumi

1. Mengendapkan ch’i ke tan t’ien

Ini merupakan dasar dari kultivasi ch’i. Tan t’ien berada dalam rongga perut 1.3 inch di bawah pusar, lebih dekat pada pusar daripada tulang belakang. Prinsip yang disyaratkan dalam mengendapkan ch’i adalah bahwa nafas harus halus, panjang, tenang, dan lambat. Perlahan-lahan tarik nafas ke tan t’ien. Ch’i tinggal bersama pikiran, dan dengan berjalannya waktu akan berakumulasi. Ini harus terjadi secara alami dan tidak bisa dipaksakan. Pada awalnya tidak mudah untuk menurunkan ch’i. Untuk menarik ch’i ke perut, bahu dan siku harus sedikit diturunkan. Kendorkan dada ke bawah dan sedikit naikkan punggung; kemudian arahkan ch’i ke tan t’ien. Jika menarik nafas terlalu cepat, ch’i akan naik, dan ini akan menyebabkan bahu naik dan dada mengembang, yang menimbulkan masalah.

2. Ch’i mencapai tangan dan kaki

Setelah ch’i mengendap di tan t’ien, perintahkan dengan pikiran dan arahkan ke persendian paha, kemudian ke tumit. Proses ini disebut “manusia sejati membawa nafas ke tumit.” Ch’i kemudian mencapai bahu, siku, dan pergelangan tangan. Semua persendian empat anggota badan menjadi terbuka. Kemudian ch’i turun ke titik “bubbling well” di telapak kaki dan naik ke lao kung di telapak tangan, bergerak menuju ujung jari tengah. Pada saat itu bisa dialami apa yang dikatakan dalam Klasik “pikiran menggerakkan ch’i dan ch’i menggerakkan badan.”

3. Ch’i bergerak melalui tulang ekor (wei lu) ke ubun-ubun (ni wan)

Hal ini merujuk pada ch’i melewati “tiga gerbang.” Ini merupakan permulaan koneksi antara meridian Jen dan Tu. Membawa ch’i ke tulang ekor adalah bagian yang paling sulit. Setelah sekian lama pada tahapan mengendapkan ch’i ke tan t’ien, tahapan tertentu di mana ch’i secara otomatis melewati tulang ekor akan dicapai. Ini tidak bisa dipaksakan atau usaha ini akan sia-sia dan menimbulkan masalah. Ketika ch’i melewati tulang ekor, ch’i akan menembus dan mendorong ke atas antara bahu menuju daerah kepala dan ke ni wan. Semuanya ini terjadi dengan cara yang sama – pertama-tama memasuki pintu dan kemudian secara perlahan mendekati Tao. Panjang umur dan kesehatan menjadi imbalan alami.

 

Level Langit

1. T’ing chin, Mendengarkan atau Merasakan Tenaga

Apakah Chin dan bagaimana kita bisa mendengarkannya? Ini adalah pertanyaan yang harus dipelajari praktisi dengan hati-hati. Chin berbeda dengan li (kekuatan otot). Transmisi rahasia mengatakan, “Chin berasal dari ligamen dan li berasal dari tulang.” Ini kebenaran yang dalam, namun para murid saat ini tidak melihatnya. Mereka berlatih sampai mati dan tidak pernah tahu apa Chin itu. Chin adalah chin karena berasal dari pembuluh darah yang mempunyai daya seperti pegas. Hanya lewat kelenturan lawan bisa ditempel. Saat kita menempel lawan, ch’i kita dan ch’i lawan terhubung. Melalui kontak ch’i ini upaya-upaya lawan bisa diantisipasi. Ini disebut t’ing. “Lawan bergerak sedikit, saya mendahuluinya,” sebagaimana yang dikatakan Klasik, didasarkan atas t’ing.

2. Mengerti Chin

Ada berbagai tingkatan tung chin dan t’ing chin: dalam dan dangkal, halus dan kasar. Jika lawan bergerak sedikit, saya bisa mendengar dan memahaminya. Ketika saya mengerti chin dia, maka saya bisa bergerak mendahuluinya. Timing dan posisi yang tepat tergantung saya bukan dia. Kemajuan ini dari dangkal menuju dalam. Tetapi dikotomi antara halus dan kasar lebih susah dijelaskan. Transmisi rahasia mengatakan, “Jika lawan bergerak sedikit, saya bisa mendengar dan memahaminya.” Bahkan gerakan yang paling kecil pun masih mudah diketahui. Jika kita bisa mendengarkan sebelum mereka bergerak maka kita telah mencapai tingkat pencerahan. Apa yang terjadi pada tingkatan ini adalah seperti ini: ch’i bergerak melewati ligamen, pembuluh darah, membran, dan diafragma, yang masing-masingnya menghasilkan empat jenis chin: yang bersifat defensif, menyembunyikan, siap menyerang, dan menyerang. Persendian bisa mengembang dan mengerut karena ligamen. Darah bersirkulasi karena pembuluh darah. Membran berada di antara otot dan membungkus ligamen dan tulang. Semua organ dalam berada di dalamnya. Diafragma berada di atas hati. Jika ch’i lawan berasal dari ligamen dan wajar, berarti dia defensif. Jika ch’i lawan berada di pembuluh darah, diketahui bahwa dia menyembunyikannya dan akan berubah. Jika ch’i lawan berada di membran dan naik ke permukaan, berarti dia siap menyerang. Jika ch’i lawan di dalam diafragma, dia sedang mengumpulkan ch’i dan dalam persiapan menyerang. Pada tingkat tertinggi tung chin (mengerti tenaga) ini, tidak ada yang lebih indah.

3. Tingkat Tak terbatas

Tahap pencerahan ini susah untuk dilukiskan. Di akhir Klasik dikatakan, “Melalui seluruh tubuh, i (pikiran) tergantung pada ching shen (spirit), bukan pada ch’i (nafas). Jika pikiran tergantung pada ch’i, akan menjadi mandeg. Jika ada ch’i, tidak ada li (tenaga luar). Jika tidak ada ch’i, ada baja murni.” Kata-kata ini sangat aneh. Kata-kata ini mengimplikasikan bahwa ch’i tidak penting, dan pada kenyataannya memang tidak penting. Ketika ch’i mencapai tingkat tertinggi dan menjadi energi mental, ini disebut kekuatan spiritual atau “kekuatan tanpa tenaga fisik.” Kemana pun mata berkonsentrasi, spirit mencapainya dan ch’i mengikutinya. Ch’i bisa menggerakkan badan, namun tidak perlu memerintahkan ch’i untuk menggerakkannya. Spirit bisa membawa ch’i bersamanya. Kekuatan spiritual ini disebut “kecepatan ilahi.” Dalam fisika, kecepatan digandakan oleh gaya. Potensinya tidak terbatas. Karena itu, kekuatan spiritual menjadi “kecepatan ilahi.”

Advertisements

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s