Pertanyaan Yang Memberdayakan dalam Pewacanaan Tarot

Pada dasarnya Tarot, dengan berbagai macam tekniknya, bisa menjawab semua jenis pertanyaan. Namun demikian, untuk mendapatkan manfaat optimal dari pewacanaan Tarot kita perlu menyusun pertanyaan yang memberdayakan. Pertanyaan yang memberdayakan adalah pertanyaan yang jawabannya mengasumsikan adanya pilihan bebas dan adanya rasa tanggung jawab. Mungkin karena kegalauan atau ketidaktahuan sering kali pertanyaan seperti contoh berikut diajukan:

  • Apakah saya akan naik pangkat?
  • Bagaimana perasaan dia terhadap saya?
  • Siapa yang ambil uang saya?
  • Kapan saya bertemu jodoh saya?
  • Seperti apa ciri-ciri jodoh saya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kurang begitu bermanfaat untuk memberdayakan diri, dan lebih sekedar menggambarkan rasa ingin tahu tanpa adanya rasaa tanggung jawab apa pun. Agar pewacanaanTarot lebih memberdayakan jenis pertanyaan seperti di atas perlu disusun ulang. Mari kita analisis pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dan bagaimana pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa disusun ulang.

Apakah saya akan naik pangkat?

Pertanyaan seperti ini kurang memberdayakan karena hanya membutuhkan jawaban ya atau tidak tanpa ada adanya tanggung jawab dari penanya mengenai hal-hal yang perlu ditindaklanjuti. Pertanyaan ini bisa disusun ulang menjadi: Apa yang perlu saya ketahui atau lakukan agar saya bisa naik pangkat? Dengan demikian pewacanaan akan lebih berfokus pada tanggung jawab dan tindak lanjut atau usaha dari si penanya.

Bagaimana perasaan dia terhadap saya?

Pertanyaan mengenai orang ketiga melepas tanggung jawab kita. Kita tidak bisa mengendalikan perasaan orang lain terhadap kita. Orang bisa suka atau benci pada kita dan kita tidak bisa apa-apa. Yang bisa kita lakukan adalah mengelola diri kita sendiri atas sikap orang lain kepada kita. Untuk mengambil alih tanggung jawab, pertanyaan ini sebaiknya diubah menjadi Bagaimana saya mengambil sikap kepada dia?

Siapa yang ambil uang saya?

Pertanyaan seperti ini perlu kita sikapi dengan penuh kehati-hatian. Walau dengan teknik tertentu Tarot bisa menjawabnya, namun perlu kita pertimbangkan implikasinya. Jawaban dari kartu Tarot berdasarkan interpretasi terhadap simbol dan intuisi yang sulit untuk dijadikan dasar dari suatu tuduhan kriminal. Akan lebih baik apabila pertanyaan tersebut disusun ulang menjadi Pelajaran apa yang bisa diambil dari kehilangan saya? atau Bagaimana saya menyikapi kehilangan tersebut?

Kapan saya bertemu jodoh saya?

Isu mengenai kapan sesuatu akan terjadi sebaiknya lebih diorientasikan sebagai sasaran atau tujuan di mana ada tanggung jawab dari penanya untuk melakukan sesuatu agar apa yang dijadikan sasaran bisa tercapai berdasarkan kerangka waktu yang ditunjukkan oleh Tarot. Pertanyaan Kapan saya bertemu jodoh saya? sebaiknya dimodifikasi menjadi Apa yang bisa saya lakukan agar saya bisa bertemu dengan jodoh saya?

Seperti apa ciri-ciri jodoh saya?

Pendekatan Tarot tradisional bisa menggambarkan sosok orang secara detail, namun pendekatan yang lebih modern nampaknya lebih tertarik pada isu-isu yang lebih menggali ke dalam diri sendiri. Dalam kasus pertanyaan ini, sebaiknya pertanyaan ini perlu disusun ulang menjadi Kualitas seperti apa yang saya harapkan dari pasangan ideal dan bagaimana saya bisa mendapatkannya?

Dari contoh-contoh di atas,secara umum bisa ditarik kesimpulan bahwa jenis pertanyaan yang mengandung unsur-unsur berikut ini perlu diwaspadai.

  • Pertanyaan YA/TIDAK
  • Pertanyaan menyangkut orang ketiga
  • Pertanyaan yang mempunyai implikasi hukum
  • Pertanyaan menyangkut kapan sesuatu akan terjadi
  • Pertanyaan menyangkut detail yang sempit (ciri-ciri orang, lokasi, dll)

Bila mendapati pertanyaan yang mengandung salah satu atau lebih dari unsur-unsur tersebut, modifikasi pertanyaan tersebut dengan bijak sehingga menjadi pertanyaan yang jawabannya mendorong penanya untuk mempunyai tanggung jawab atas masalahnya dan pilihan bebas mengenai apa yang harus diputuskan atau dilakukan.

 

 

Advertisements

Tags: , ,

One Response to “Pertanyaan Yang Memberdayakan dalam Pewacanaan Tarot”

  1. Dita Arin Says:

    Selama menangani klien2 tarot saya, beberapa pertanyaan diatas yg disebutkan bisa diubah menjadi pertanyaan yg lebih membangun artinya gak hanya sekedar yes or no. Tapi ada juga yang gak mau dan maunya tetap pada pertanyaan semula kalau sdh begitu ya tdk bisa memaksakan. Dari klien2 yg akhirnya mau dg pertanyaan membangun malah bisa lebih baik ketika permasalahan dia (ada yg cerita juga soalnya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s