Archive for January, 2015

5 Level Taijiquan Menurut Chen Xiaowang

January 21, 2015

Grandmaster Chen Xiaowang adalah salah satu dari empat penjaga atau penerus Taijiquan aliran keluarga Chen, yang ke empatnya mendapat gelar Si Da Jin Gang. Tiga penjaga lainnya adalah Chen Qi Lei, Wang Xi An, dan Zhu Tien Cai. Gelar tersebut diberikan oleh pemerintah RRC kepada mereka berempat (Tai Chi Magazine, edisi 03, November 2010).

Taijiquan tidak memiliki sistem tingkatan yang baku, seperti yang ada dalam beberapa bela diri lain yang ditunjukkan dengan sabuk. Orang yang berlatih lebih lama belum tentu mempunyai ketrampilan Taijiquan yang lebih bagus ketimbang orang yang berlatih lebih pendek waktunya. Tingkat pencapaian Taijiquan tergantung dari pencapaian individual, yang meliputi berbagai faktor seperti latihan dengan benar dengan jam terbang yang tinggi. Berikut ini akan dipaparkan 5 level Taijiquan menurut Chen Xiaowang. Sebagian besar artikel ini merupakan saduran atau terjemahan bebas saya atas artikel berjudul Master Chen Xiaowang’s Five Levels of Skill in Tai Chi Training oleh Howard Choy and Ahtee Chia yang bisa diakses di http://www.nickgudge.ie/5.d.ix.-five-levels-of-gong-fu-choy-chia.html

Chen Xiaowang mengatakan belajar Taijiquan berarti mendidik diri sendiri, dari tingkat paling dasar sampai ke tingkat yang tinggi. Untuk bisa mengikuti kuliah atau seminar di universitas, tentunya kita harus menyelesaikan pelajaran kita dari SD sampai SMA. Tidak ada jalan pintas untuk bisa mencapai ketrampilan di tingkat yang tinggi. Kemajuan dalam Taijiquan tidak bisa diukur dengan berapa banyak bentuk atau jurus (forms) yang dipelajari, namun lebih ke bagaimana prinsip-prinsip Taijiquan bisa diserap dan diintegrasikan dalam gerakan kita.

Level 1: Bentuk dan Postur

Pada level ini kita membangun bentuk dan postur yang benar. Bentuk dan postur adalah dasar yang penting dalam Taijiquan. Untuk mendapatkan postur yang benar kita harus menjaga tubuh tetap tegak, kepala tegak seperti digantung benang, bahu dan dada rileks, pinggang kendor, lutut ditekuk, dan selangkangan bulat. Biarkan qi mengendap di dantian. Bagi pemula mungkin agak susah untuk bisa menjalankan semuanya ini pada awalnya. Pada level ini bentuk Taijiquan yang dilakukan mungkin masih kasar dan putus. Jangan mengejar kesempurnaan. Nikmati prosesnya. Dengan latihan yang benar, lama kelamaan tentunya bentuk dan postur kita akan semakin baik. Setelah enam bulan mungkin bentuk gerakan sudah dikuasai.

Di level ini dikatakan satu yin dan sembilan yang, di mana yang lebih dominan ketimbang yin. Seperti tongkat yang ditancapkan ke tanah. Karena masih dangkal dan kurang mengakar dengan mudah didorong. Di level ini latihan berpasangan dan duishou belum disarankan.

Level 2:   Aliran Qi

Kalau di level 1 gerakan digunakan untuk memunculkan qi, di level ini bentuk tetap harus dilatih agar gerakan lebih halus dan mengalir. Mungkin qi sudah bisa dirasakan, walaupun belum bisa mengalirkannya. Ada dua alasan mengapa qi belum bisa mengalir. Pertama, qi belum terkoordinasi dengan baik dan barangkali karena posturnya belum benar. Untuk itu postur harus dibetulkan sehingga internal dan eksternal terkoordinasi. Harmoni internal maksudnya adalah kesatuan hati dan pikiran, qi dan kekuatan, otot dan tulang. Harmoni eksternal adalah keselarasan tangan dan kaki, siku dan lutut, dan bahu dengan paha. Kedua, mungkin gerakan dilakukan terlalu cepat sehingga gerakan menjadi kasar atau terlalu lamban sehingga gerakannya putus.

Ketika di level 1 dirasakan kemajuan diperoleh dengan cepat, namun di level 2 kemajuan terasa lamban atau mungkin bahkan tidak terasa tidak ada kemajuan sama sekali. Di level ini orang bisa frustrasi dan mungkin berhenti berlatih. Yang dibutuhkan pada saat ini adalah tekad yang kuat dan ketekunan. Yang perlu dilakukan adalah memeriksa kembali bentuk gerakan. Kembali ke prinsip-prinsip dasar. Benahi postur, dan gerakkan seluruh tubuh sebagai satu unit. Ketika satu bagian tubuh bergerak, semua bergerak. Tidak boleh lebih tidak boleh kurang. Mengalir mengikuti perubahan, dan berputar serta bergerak secara wajar.

Dengan latihan yang benar, setiap orang mempunyai potensi untuk berhasil. Level ini membutuhkan waktu kurang lebih empat tahun untuk menyelesaikannya. Qi akan mulai mengalir dan bisa digunakan. Dengan demikian, rasa percaya diri akan meningkat dan Taijiquan menjadi semakin menarik.

Latihan jurus dan duishou mensyaratkan ketrampilan yang sama. Masalah yang didapat dalam duishou akan muncul dalam jurus, dan sebaliknya. Perhatikan Peng, Lu, Ji, An. Jika tubuh atas dan bawah saling mendukung, tentunya akan sulit dikalahkan, dan prinsip empat tail menghela seribu kati akan bisa digunakan.

Level ini adalah dua yin dan delapan yang – masih belum lengkap dan belum terkoordinasi.

Level 3:   Bergerak dari Lingkaran Besar ke Lingkaran Sedang

Yang dimaksud dengan “lingkaran” bukan hanya gerakan tangan dan kaki, namun juga gerakan internal qi. Untuk meningkatkan kemampuan Taijiquan, lingkaran harus semakin kecil — dari lingkaran besar menjadi lingkaran sedang kemudian menjadi lingkaran kecil, dan akhirnya menjadi tanpa lingkaran. Dimulai dari lingkaran besar agar lebih mudah untuk merasakan qi, namun dengan kemajuan yang diperoleh, kepekaan dan pengendalian menjadi lebih halus dan lingkaran bisa diperkecil.

Kalau di level 1 difokuskan untuk mempelajari bentuk dan postur, di level 2 dilatih untuk menghilangkan kontradiksi dalam gerakan tubuh dan aliran qi serta belajar untuk membenahi postur sehingga qi bisa mengalir bebas, di level 3 ini dipelajari untuk menggunakan pikiran untuk menggerakkan qi. Di dalam Klasik dikatakan pikiran menggerakkan qi, qi menggerakkan badani. Pikiran digunakan untuk mengurangi tenaga kasar, bagaimana qi bisa mengendap tanpa menjadi tegang, bagaimana di luar nampak lembut namun di dalam kuat.

Di level ini pemahaman dasar tentang koordinasi antara aliran qi dan bentuk eksternal diperoleh. Bentuk gerakan menjadi natural dan aliran qi berjalan lancar. Namun demikian, qi masih belum kuat dan koordinasi tubuh-pikiran belum sempurna.

Ketrampilan di level ini digambarkan sebagai tiga yin dan tujuh yang – ketrampilan masih belum tepat dan keras.

Level 4:   Bergerak dari Lingkaran Sedang ke Lingkaran Kecil

Level ini sudah termasuk level yang tinggi. Alirkan qi, perhatikan koordinasi nafas, gerakan, dan aplikasi bela diri. Semua gerakan harus tanpa putus, tanpa kelemahan di bagian tubuh, dan qi mengalir ke seluruh tubuh. Ketika berlatih jurus bayangkan dikelilingi oleh serangan-serangan lawan, namun ketika bertarung bayangkan tidak ada seorangpun sehingga gerakan bisa gesit dan alami serta raut muka tidak berubah.

Di level ini postur sudah stabil, dan tidak mudah dikalahkan dalam duishou. Lawan bisa ditangkal dengan gerakan tubuh yang halus dan bisa menyesuaikan arah dan energi sesuai perubahan lawan. Internal qi sudah bisa dikoordinasikan dengan gerakan luar, .dan bisa merasakan apa yang akan dilakukan lawan sebelum dia bergerak. Fajing lebih bersih, dan dengan mudah bisa menemukan kelemahan lawan.

Tahap ini bisa dikatakan sebagai empat yin dan enam yang – seniman bela diri yang ulung. Level ini membutuhkan waktu kurang lebih tiga tahun.

Level 5:   Bergerak dari Lingkaran Kecil ke Tanpa Lingkaran

Dari berbentuk menjadi tak berbentuk. Di level ini gerakan menjadi hidup dan terkoordinasi, tenaga internal penuh. Yang dicari di sini adalah keunggulan di dalam keunggulan. Perubahan bisa dilakukan tanpa putus, dan energinya tidak kelihatan. Ada perubahan kosong isi secara internal, namun dari luar tidak terlihat adanya gerakan atau perubahan.

Dari perspektif bela diri, keras dan lunak menjadi satu. Rileks dan waspada. Qi bisa diallirkan ke seluruh tubuh, dan seluruh tubuh peka dan hidup. Dengan demikian seluruh tubuh bisa digunakan untuk menerima serangan dan mengemballikannya sekehendak hati.

Level ini adalah lima yin dan lima yang – keseimbangan yang sempurna.

Advertisements

10 Poin Penting dalam Taijiquan Menurut Yang Cheng-fu

January 9, 2015

Sepuluh poin penting Yang Cheng-fu menunjukkan prinsip-prinsip penting yang harus diperhatikan dan dipenuhi oleh para praktisi Taijiquan ketika berlatih. Nampaknya 10 poin ini merupakan teks yang paling populer selain Taijiquan Jing dari Chang San-feng dan Taijiquan Lun dari Wang Zong-yue. Barangkali kepopulerannya ini disebabkan karena poin-poin yang disampaikan lebih mudah dipahami bila dibandingkan dengan teks-teks Taijiquan Klasik lainnya. Pada mulanya 10 poin penting ini disampaikan secara lisan oleh Yang Cheng-fu dan dicatat oleh Chen Wei-ming yang diterbitkan pada tahun 1925.

Berikut adalah terjemahan dari The Ten Important Points for T’ai-chi Ch’uan yang ada dalam buku T’ai-Chi Touchstones: Yang Family Secret Transmission (1983) yang dikompilasi dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Douglas Wile (hal. 11 – 14).

 

  1. Energi di ubun-ubun harus ringan dan sensitif. “Energi di ubun-ubun” berarti bahwa kepala harus tegak sehingga semangat (shen) mencapai ujung kepala. Jangan gunakan tenaga. Bila tenaga digunakan leher bagian belakang akan kaku dan darah serta qi tidak bisa bersirkulasi. Harus ada rasa sensitivitas dan kewajaran ringan. Tanpa ada energi ringan dan sensitif di ujung kepala, semangat tidak bisa naik.

 

  1. Tenggelamkan Dada, Naikkan Punggung. “Menenggelamkan Dada” berarti dada ditarik masuk sedikit sehingga qi turun ke dantian.   Jangan mengembangkan dada, karena akan menyebabkan qi tertahan di dada, yang mengakibatkan berat di atas. Ini akan cenderung mengakibatkan tumit terangkat. “Menaikkan punggung” berarti bahwa qi tetap berada di punggung. Jika kita bisa menenggelamkan dada, secara alami punggung akan naik. Jika punggung naik, kekuatan akan muncul dari belakang dan lawan bisa diatasi.

 

  1. Kendorkan pinggang. Pinggang merupakan penguasa tubuh. Jika pinggang kendor, kaki akan mempunyai kekuatan dan fondasi akan stabil. Perubahan isi kosong semuanya berasal dari putaran pinggang. Karena itu dikatakan bahwa pinggang merupakan area yang vital. Jika kita tidak punya kekuatan, penyebabnya harus dicari di pinggang.

 

  1. Bedakan isi dan kosong. Membedakan isi dan kosong adalah prinsip pertama dalam Taijiquan. Jika berat badan seluruh tubuh bertumpu pada kaki kanan, maka kaki kanan isi dan kaki kiri kosong. Hanya setelah membedakan isi dan kosong gerakan berputar kita menjadi ringan, gesit, dan tanpa upaya. Jika kita tidak bisa membedakan isi kosong, maka langkah kita menjadi berat dan kaku. Posisi berdiri kita menjadi tidak kokoh dan akan mudah kehilangan keseimbangan bila didorong.

 

  1. Endapkan bahu dan jatuhkan siku. “Mengendapkan bahu” berarti bahwa bahu kendor dan menggantung ke bawah. Jika bahu tidak bisa kendor dan menggantung ke bawah dan bahu naik, maka qi akan naik bersama bahu dan seluruh tubuh menjadi tanpa kekuatan. “Menjatuhkan siku” berarti bahwa siku kendor dan jatuh ke bawah. Jika siku naik, maka bahu tidak bisa bisa turun. Dengan demikian kita tidak bisa mendorong jauh lawan dan melakukan kesalahan putusnya energi seperti terjadi dalam sistem eksternal.

 

  1. Gunakan pikiran bukan kekuatan otot. Ini dinyatakan dalam Taijiquan Treatise dan berarti bahwa kita harus mengandalkan pikiran semata dan bukan kekuatan otot. Dalam berlatih Taijiquan seluruh tubuh kendor. Jika kita bisa menghilangkan sampai pada ketegangan yang paling kecil yang menghambat pada sendi, tulang dan pembuluh darah dan membatasi kebebasan kita, maka gerakan kita akan menjadi ringan, gesit, melingkar dan spontan. Ada yang bertanya bagaimana kita bisa menjadi kuat tanpa menggunakan kekuatan otot. Meridian di tubuh seperti saluran air di bumi. Ketika saluran air dibuka maka air mengalir dengan bebas; ketika meridian dibuka maka qi bisa lewat. Jika kekakuan menghambat meridian qi dan darah akan terhambat dan gerakan kita tidak gesit, bahkan bila sehelai rambut dicabut, seluruh tubuh akan goyang. Di sisi lain, jika kita tidak menggunakan kekuatan otot namun menggunakan pikiran, maka ke manapun pikiran bergerak qi akan mengikuti. Dengan cara ini, jika qi mengalir tanpa hambatan, tiap hari menembus semua jalur di seluruh tubuh tanpa hambatan, maka setelah lama berlatih kita akan mencapai kekuatan internal sejati.  Maka ini yang dimaksud Taijiquan Treatise dengan “hanya dari kelembutan yang tertinggi lahir keras.” Lengan mereka yang menguasai Taijiquan seperti besi yang dilapisi kapas dan sangat berat. Saat mereka yang berlatih sistem eksternal menggunakan kekuatannya kelihatan jelas, namun ketika mereka tidak menggunakan kekuatannya mereka ringan dan mengambang. Jelas bahwa kekuatan mereka adalah jenis energi permukaan yang bersifat eksternal. Kekuatan praktisi sistem eksternal sangat mudah dimanipulasi dan tidak layak dipuji.

 

  1. Kesatuan tubuh atas dan bawah. “Kesatuan tubuh atas dan bawah” adalah yang dimaksud Taijiquan Treatise dengan “Akarnya di kaki bawah (feet), disalurkan lewat kaki (leg), dikendalikan oleh pinggang dan diekspresikan di tangan.” Harus ada aliran qi yang tidak terputus dari kaki bawah (feet) ke kaki (leg) ke pinggang. Ketika tangan, pinggang, dan kaki bergerak, semangat (shen) dari mata bergerak dalam satu kesatuan. Maka ini disebut dengan “Kesatuan tubuh atas dan bawah.” Jika salah satu bagian tidak selaras, akan terjadi kekacauan.

 

  1. Kesatuan internal dan eksternal. Apa yang dilatih Taijiquan adalah semangat. Karena itu dikatakan, “Semangat adalah pemimpin, dan tubuh di bawah perintahnya.” Jika kita menaikkan semangat, maka gerakan kita secara alami menjadi ringan dan gesit. Postur tak lebih dari isi dan kosong, membuka dan menutup. Apa yang dimaksud dengan membuka dan menutup tidak terbatas pada hanya tangan dan kaki, namun kita juga harus mempunyai gambaran membuka dan menutup dalam pikiran. Ketika dalam dan luar menyatu dalam satu qu, maka tidak ada gangguan di mana pun.

 

  1. Mengalir tanpa putus. Kekuatan praktisi eksternal bersifat ekstrinsik dan kaku. Karena itu kita melihat awal dan akhirnya, mengalir dan putus. Kekuatan yang lama habis sebelum yang baru lahir. Di level ini akan mudah dikalahkan oleh orang lain. Di dalam Taijiquan digunakan pikiran bukan kekuatan. Dari awal hingga akhir tidak terputus. Segalanya lengkap dan menyambung, melingkar dan tidak putus. Ini yang di dalam Taijiquan Klasik dikatakan, “Seperti sungai besar yang mengalir tanpa akhir,” atau “menggerakkan energi seperti menarik sutra dari kepompong.” Semua ini menggambarkan gagasan kesatuan sebagai satu qi.

 

  1. Mencari ketenangan dalam gerakan. Praktisi sistem eksternal menganggap melompat dan mengendap sebagai ketrampilan. Mereka menghabiskan qi mereka dan setelah berlatih mereka terengah-engah. Taijiquan menggunakan ketenangan untuk menangkal gerakan. Bahkan ketika bergerak, kita tetap tenang. Karena itu, dalam melatih postur, semakin perlahan semakin baik. Ketika perlahan, nafas menjadi pelan dan panjang, qi bisa mengendap di dantian dan secara alami menghindarkan dari efek bahaya meningkatnya detak jantung. Para murid yang memperhatikan hal ini dengan teliti akan bisa menangkap maknanya.

4 Alasan Umum Berlatih Taijiquan

January 6, 2015

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari berlatih Taijiquan, kita perlu tahu apa tujuan kita berlatih. Dengan mengetahui tujuan atau alasan kita berlatih diharapkan kita bisa berfokus pada apa yang menjadi tujuan kita. Sebagaimana saya melihatnya, setidaknya ada 4 alasan mengapa orang berlatih Taijiquan. Pengelompokan ini bisa jadi saling tumpang tindih.

 

  1. Kesehatan

Barangkali alasan kesehatan adalah alasan yang paling umum dalam berlatih Taijiquan, karena kesehatan yang bagus akan menjadi landasan bagi kegiatan lainnya. Mereka yang berlatih Taijiquan untuk kesehatan paling mudah ditemui di taman-taman pada pagi hari. Sebagian besar kelompok ini adalah orang-orang tua. Biasanya yang mereka latih adalah senam Taiji. Sebagai senam yang gerakannya perlahan Taijiquan memang sesuai untuk warga senior ini karena kondisi fisik mereka kurang mendukung untuk melakukan olah raga atau yang senam yang high impact seperti aerobik misalnya. Dengan melakukan bentuk jurus Taijiquan secara teratur mereka memperoleh yang mereka cari, yaitu kesehatan. Mereka kurang tertarik untuk berlatih tuishou (latihan berpasangan dengan tangan saling menempel) ataupun aplikasi dari jurus tersebut.

 

  1. Bela diri

Mereka yang berfokus mempercayai bahwa Taijiquan pada mulanya dibuat untuk keperluan bela diri. Dalam sejarahnya di Tiongkok para master tentunya tidak berlatih Taijiquan untuk sekedar alasan kesehatan. Banyak kisah para master yang bisa mengalahkan lawan-lawannya dengan prinsip-prinsip Taijiquan, seperti 4 ons mengalihkan 1000 kati. Selain berlatih jurus, mereka yang berfokus pada Taijiquan untuk bela diri ini, juga melatih tuishou dan aplikasi bela diri dari gerakan-gerakan Taijiquan. Komunitas Taijiquan bela diri lebih tertutup dibandingkan dengan Taijiquan kesehatan yang mudah ditemui di tempat-tempat publik. Karena pada umumnya masih bersifat perguruan tradisional, komunitas Taijiquan yang berorientasi bela diri lebih susah diakses oleh publik. Seringkali ada syarat-syarat khusus perguruan yang membuat tidak semua orang bisa bergabung di sana.

 

  1. Perlombaan

Secara umum ada dua jenis Taijiquan yang dilombakan, yaitu taolu (jurus) dan tuishou. Dalam taolu yang dinilai adalah keakuratan dan keindahan jurus, baik perorangan maupun beregu. Walau pada awalnya tuishou adalah metode latihan dalam Taijiquan, dalam perkembangan modern metode latihan ini dilombakan. Dalam tuishou yang dinilai adalah bagaimana peserta bisa menjatuhkan lawannya dengan tangan harus menempel tanpa memukul dan menendang. Peserta lomba taolu biasanya adalah mereka yang sudah menekuni senam Taiji untuk kesehatan, sedang peserta lomba tuishou adalah mereka yang sudah berlatih aplikasi jurus untuk keperluan bela diri. Kedua kelompok ini mengikuti lomba untuk menguji apa yang sudah dipelajari dan dilatih selama ini.

 

  1. Sosialisasi

Tentunya kita semua gembira kalau bisa bertemu dan berbagi dengan orang-orang yang mempunyai minat yang sama dengan kita, dan ini menjadi dasar bagi terbentuknya komunitas apa pun itu. Kadang kegembiraan dalam bersosialisasi bisa membelokkan tujuan semula mengapa kita bergabung dalam komunitas. Dalam komunitas Taijiquan, kadang ditemui orang-orang yang nampaknya lebih menikmati bersosialisasi ketimbang berlatih dan meningkatkan ketrampilan Taijiquannya atau bisa jadi mereka yang menjadi pengurus di komunitas atau organisasi Taijiquan lebih disibukkan oleh kegiatan “kepengurusan” ketimbang berlatih. Ngobrol memang lebih asyik ketimbang berlatih.

 

Penutup

Untuk mereka yang sudah sekian lama menekuni Taijiquan tentunya bisa menyadari berada di kelompok yang mana, sedang bagi yang ingin memulai berlatih Taijiquan, pertanyaannya adalah ingin berada di kelompok yang mana?