10 Poin Penting dalam Taijiquan Menurut Yang Cheng-fu

Sepuluh poin penting Yang Cheng-fu menunjukkan prinsip-prinsip penting yang harus diperhatikan dan dipenuhi oleh para praktisi Taijiquan ketika berlatih. Nampaknya 10 poin ini merupakan teks yang paling populer selain Taijiquan Jing dari Chang San-feng dan Taijiquan Lun dari Wang Zong-yue. Barangkali kepopulerannya ini disebabkan karena poin-poin yang disampaikan lebih mudah dipahami bila dibandingkan dengan teks-teks Taijiquan Klasik lainnya. Pada mulanya 10 poin penting ini disampaikan secara lisan oleh Yang Cheng-fu dan dicatat oleh Chen Wei-ming yang diterbitkan pada tahun 1925.

Berikut adalah terjemahan dari The Ten Important Points for T’ai-chi Ch’uan yang ada dalam buku T’ai-Chi Touchstones: Yang Family Secret Transmission (1983) yang dikompilasi dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Douglas Wile (hal. 11 – 14).

 

  1. Energi di ubun-ubun harus ringan dan sensitif. “Energi di ubun-ubun” berarti bahwa kepala harus tegak sehingga semangat (shen) mencapai ujung kepala. Jangan gunakan tenaga. Bila tenaga digunakan leher bagian belakang akan kaku dan darah serta qi tidak bisa bersirkulasi. Harus ada rasa sensitivitas dan kewajaran ringan. Tanpa ada energi ringan dan sensitif di ujung kepala, semangat tidak bisa naik.

 

  1. Tenggelamkan Dada, Naikkan Punggung. “Menenggelamkan Dada” berarti dada ditarik masuk sedikit sehingga qi turun ke dantian.   Jangan mengembangkan dada, karena akan menyebabkan qi tertahan di dada, yang mengakibatkan berat di atas. Ini akan cenderung mengakibatkan tumit terangkat. “Menaikkan punggung” berarti bahwa qi tetap berada di punggung. Jika kita bisa menenggelamkan dada, secara alami punggung akan naik. Jika punggung naik, kekuatan akan muncul dari belakang dan lawan bisa diatasi.

 

  1. Kendorkan pinggang. Pinggang merupakan penguasa tubuh. Jika pinggang kendor, kaki akan mempunyai kekuatan dan fondasi akan stabil. Perubahan isi kosong semuanya berasal dari putaran pinggang. Karena itu dikatakan bahwa pinggang merupakan area yang vital. Jika kita tidak punya kekuatan, penyebabnya harus dicari di pinggang.

 

  1. Bedakan isi dan kosong. Membedakan isi dan kosong adalah prinsip pertama dalam Taijiquan. Jika berat badan seluruh tubuh bertumpu pada kaki kanan, maka kaki kanan isi dan kaki kiri kosong. Hanya setelah membedakan isi dan kosong gerakan berputar kita menjadi ringan, gesit, dan tanpa upaya. Jika kita tidak bisa membedakan isi kosong, maka langkah kita menjadi berat dan kaku. Posisi berdiri kita menjadi tidak kokoh dan akan mudah kehilangan keseimbangan bila didorong.

 

  1. Endapkan bahu dan jatuhkan siku. “Mengendapkan bahu” berarti bahwa bahu kendor dan menggantung ke bawah. Jika bahu tidak bisa kendor dan menggantung ke bawah dan bahu naik, maka qi akan naik bersama bahu dan seluruh tubuh menjadi tanpa kekuatan. “Menjatuhkan siku” berarti bahwa siku kendor dan jatuh ke bawah. Jika siku naik, maka bahu tidak bisa bisa turun. Dengan demikian kita tidak bisa mendorong jauh lawan dan melakukan kesalahan putusnya energi seperti terjadi dalam sistem eksternal.

 

  1. Gunakan pikiran bukan kekuatan otot. Ini dinyatakan dalam Taijiquan Treatise dan berarti bahwa kita harus mengandalkan pikiran semata dan bukan kekuatan otot. Dalam berlatih Taijiquan seluruh tubuh kendor. Jika kita bisa menghilangkan sampai pada ketegangan yang paling kecil yang menghambat pada sendi, tulang dan pembuluh darah dan membatasi kebebasan kita, maka gerakan kita akan menjadi ringan, gesit, melingkar dan spontan. Ada yang bertanya bagaimana kita bisa menjadi kuat tanpa menggunakan kekuatan otot. Meridian di tubuh seperti saluran air di bumi. Ketika saluran air dibuka maka air mengalir dengan bebas; ketika meridian dibuka maka qi bisa lewat. Jika kekakuan menghambat meridian qi dan darah akan terhambat dan gerakan kita tidak gesit, bahkan bila sehelai rambut dicabut, seluruh tubuh akan goyang. Di sisi lain, jika kita tidak menggunakan kekuatan otot namun menggunakan pikiran, maka ke manapun pikiran bergerak qi akan mengikuti. Dengan cara ini, jika qi mengalir tanpa hambatan, tiap hari menembus semua jalur di seluruh tubuh tanpa hambatan, maka setelah lama berlatih kita akan mencapai kekuatan internal sejati.  Maka ini yang dimaksud Taijiquan Treatise dengan “hanya dari kelembutan yang tertinggi lahir keras.” Lengan mereka yang menguasai Taijiquan seperti besi yang dilapisi kapas dan sangat berat. Saat mereka yang berlatih sistem eksternal menggunakan kekuatannya kelihatan jelas, namun ketika mereka tidak menggunakan kekuatannya mereka ringan dan mengambang. Jelas bahwa kekuatan mereka adalah jenis energi permukaan yang bersifat eksternal. Kekuatan praktisi sistem eksternal sangat mudah dimanipulasi dan tidak layak dipuji.

 

  1. Kesatuan tubuh atas dan bawah. “Kesatuan tubuh atas dan bawah” adalah yang dimaksud Taijiquan Treatise dengan “Akarnya di kaki bawah (feet), disalurkan lewat kaki (leg), dikendalikan oleh pinggang dan diekspresikan di tangan.” Harus ada aliran qi yang tidak terputus dari kaki bawah (feet) ke kaki (leg) ke pinggang. Ketika tangan, pinggang, dan kaki bergerak, semangat (shen) dari mata bergerak dalam satu kesatuan. Maka ini disebut dengan “Kesatuan tubuh atas dan bawah.” Jika salah satu bagian tidak selaras, akan terjadi kekacauan.

 

  1. Kesatuan internal dan eksternal. Apa yang dilatih Taijiquan adalah semangat. Karena itu dikatakan, “Semangat adalah pemimpin, dan tubuh di bawah perintahnya.” Jika kita menaikkan semangat, maka gerakan kita secara alami menjadi ringan dan gesit. Postur tak lebih dari isi dan kosong, membuka dan menutup. Apa yang dimaksud dengan membuka dan menutup tidak terbatas pada hanya tangan dan kaki, namun kita juga harus mempunyai gambaran membuka dan menutup dalam pikiran. Ketika dalam dan luar menyatu dalam satu qu, maka tidak ada gangguan di mana pun.

 

  1. Mengalir tanpa putus. Kekuatan praktisi eksternal bersifat ekstrinsik dan kaku. Karena itu kita melihat awal dan akhirnya, mengalir dan putus. Kekuatan yang lama habis sebelum yang baru lahir. Di level ini akan mudah dikalahkan oleh orang lain. Di dalam Taijiquan digunakan pikiran bukan kekuatan. Dari awal hingga akhir tidak terputus. Segalanya lengkap dan menyambung, melingkar dan tidak putus. Ini yang di dalam Taijiquan Klasik dikatakan, “Seperti sungai besar yang mengalir tanpa akhir,” atau “menggerakkan energi seperti menarik sutra dari kepompong.” Semua ini menggambarkan gagasan kesatuan sebagai satu qi.

 

  1. Mencari ketenangan dalam gerakan. Praktisi sistem eksternal menganggap melompat dan mengendap sebagai ketrampilan. Mereka menghabiskan qi mereka dan setelah berlatih mereka terengah-engah. Taijiquan menggunakan ketenangan untuk menangkal gerakan. Bahkan ketika bergerak, kita tetap tenang. Karena itu, dalam melatih postur, semakin perlahan semakin baik. Ketika perlahan, nafas menjadi pelan dan panjang, qi bisa mengendap di dantian dan secara alami menghindarkan dari efek bahaya meningkatnya detak jantung. Para murid yang memperhatikan hal ini dengan teliti akan bisa menangkap maknanya.
Advertisements

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s