Archive for April, 2015

LI YIYU – INTI LATIHAN BENTUK DAN TUISHOU

April 24, 2015

Diterjemahkan dari ESSENTIALS OF THE PRACTICE OF FORM AND PUSH-HANDS oleh Li I-yu.

 

INTI LATIHAN BENTUK DAN TUISHOU

Li Yiyu

 Para pendahulu mengatakan: bisa menarik ke tempat kosong, Anda bisa menggunakan empat ons untuk mengalihkan seribu pon. Tidak bisa menarik ke tempat kosong, Anda tidak bisa mengalihkan seribu pon. Kata-kata tersebut sederhana, namun maknanya lengkap. Pemula tidak bisa memahaminya. Di sini saya menambahkan beberapa kata untuk menjelaskannya. Jika seseorang bertekad untuk mempelajari seni ini, dia bisa menemukan jalan dan akan memperoleh kemajuan setiap hari.

Jika ingin menarik ke tempat kosong dan bisa menggunakan empat pon untuk mengalihkan seribu pon, pertama-tama Anda harus mengetahui diri sendiri dan orang lain. Jika Anda ingin mengetahui diri sendiri dan orang lain, Anda harus meninggalkan diri dan mengikuti orang lain. Jika Anda meninggalkan diri dan mengikuti orang lain, pertama-tama Anda harus mempunyai timing dan posisi yang tepat. Untuk mendapatkan timing dan posisi yang tepat, Anda harus membuat tubuh Anda menjadi satu unit. Jika ingin membuat tubuh menjadi satu unit, pertama-tama Anda harus menghilangkan cekungan dan tonjolan. Untuk membuat seluruh tubuh tanpa putus atau lubang, Anda pertama-tama harus membuat shen dan qi bergolak dan mengembang. Jika Anda ingin shen dan qi bekerja dan mengembang, Anda harus pertama-tama menaikkan semangat (memberi perhatian) dan shen harus terpusat. Untuk membuat shen Anda terpusat, Anda harus pertama-tama membuat shen dan qi berkumpul dan menembus tulang. Jika ingin shen dan qi menembus tulang, pertama-tama Anda harus memperkuat kedua paha dan mengendorkan kedua bahu dan membiarkan qi mengendap.

Jin (tenaga internal) naik dari kaki, disalurkan ke tungkai, disimpan di dada, bergerak di bahu dan diperintahkan di pinggang. Bagian atas menghubungkan dua lengan dan bagian bawah mengikuti tungkai. Perubahannya ada di dalam. Mengumpulkan adalah menutup dan melepas adalah membuka. Jika diam berarti benar-benar tidak bergerak. Tidak bergerak berarti menutup. Dalam menutup, ada membuka. Jika bergerak, semuanya bergerak. Bergerak adalah membuka. Dalam membuka ada menutup. Ketika tubuh disentuh, tubuh berputar dengan bebas. Tidak ada tempat yang tidak mendapat tenaga. Maka Anda bisa menarik ke tempat kosong dan menggunakan empat ons untuk mengalihkan seribu pon.

Melatih bentuk tiap hari adalah kung fu (cara latihan) mengenal diri sendiri. Ketika Anda mulai berlatih, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah seluruh tubuh saya mengikuti prinsip-prinsip tadi atau tidak?” Jika ada satu tempat yang tidak mengikuti (prinsip-prinsip tersebut), maka koreksilah segera. Karena itu, dalam berlatih bentuk kita bergerak pelan bukan cepat.

Tuishou adalah kungfu mengenal orang lain. Karena gerak dan diam, walau untuk mengenal orang lain, kita masih harus bertanya pada diri sendiri. Jika Anda mengatur diri sendiri dengan baik, ketika orang lain menyentuh Anda, Anda tidak bergerak sedikitpun. Ikuti kesempatan dan hadapi jin (tenaga internal) dia dan biarkan dia secara natural jatuh keluar. Jika Anda merasakan ada yang tidak berdaya (di tubuh Anda), berarti ada beban ganda dan tidak berubah. Adalah perlu untuk mencari yin dan yang, membuka dan menutup. Kenali diri sendiri dan orang lain: dalam seratus pertempuran Anda akan selalu menang.

Advertisements

Siapakah Pencipta Taijiquan?

April 17, 2015

Ada dua pendapat umum mengenai siapa yang menciptakan Taijiquan. Pendapat yang pertama mengatakan bahwa pencipta Taijiquan adalah Zhang Sanfeng (atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama Thio Sam Hong). Zhang Sanfeng adalah pendiri Wudang, dan menciptakan Taijiquan setelah mendapat inspirasi ketika mengamati pertarungan antara burung bangau dan ular. Zhang Sanfeng hidup di masa akhir dinasti Yuan (1279-1368) dan di awal dinasti Ming (1368-1644). Pendapat kedua mengatakan bahwa Taijiquan diciptakan oleh Chen Wangting (1597-1664) dari keluarga Chen.

Bentuk-bentuk Taijiquan yang ada saat ini bisa dilacak asal-usulnya dari Chenjiagou di distrik Wen, Henan. Namun demikian, dari referensi paling awal mengenai Taijiquan justru tidak berasal dari keluarga Chen. Tulisan Taijiquan Klasik paling awal ditulis oleh Wang Zongyue, yang bukan berasal dari keluarga Chen. Manual tentang Taijiquan paling awal yang bisa diverifikasi secara historis berasal dari Li I-Yu (1832-1892). Li I-Yu belajar Taijiquan dari pamannya Wu Yu Xiang belajar dari Yang Lu Chan, pencipta aliran Yang dan juga belajar dari Chen Ching Ping. Li I-Yu mengkompilasi tiga manual tua dan menuliskan bahwa Taijiquan Klasik tersebut ditulis Wang Zongyue, Wu Yu Xiang dan dirinya sendiri. Di dalam pengantarnya Li-I-Yu mengatakan bahwa Taijiquan diciptakan oleh Zhang Sanfeng, dan Wang Zongyue sangat terampil dalam seni tersebut dan menurunkannya kepada warga di Chenjiagou. Belakangan Li-I-Yu meralat pengantarnya dengan mengatakan bahwa pencipta Taijiquan tidak diketahui. Barangkali ini sebabkan karena ada perbedaan pendapat mengenai asal-usul Taijiquan pada masa itu.

Pendapat bahwa Taijiquan diciptakan oleh Zhang Sanfeng masih menjadi kontroversi bahkan di kalangan sejarawan Taijiquan. Sementara itu pendapat bahwa Chen Wangting menciptakan Taijiquan pertama kali diajukan oleh sejarawan Tang Hao berdasarkan catatan pinggir dalam Manual Keluarga Chen yang ditulis oleh Chen Xin. Namun menurut penelitian pendapat bahwa Taijiquan diciptakan oleh Chen Wangting juga kurang didukung oleh data yang kuat, mengingat bahwa sebelum Chen Wangting sudah ada Wang Zongyue dan Jiang Fa yang bukan bermarga Chen.

Douglas Wile, dalam catatan pengantarnya dalam buku T’ai Chi Touchstones: Yang Family Secret Transmissions, menunjukkan ada dua model konseptualisasi dalam mendekati dan melihat asal usul Taijiquan, yaitu pendekatan mitos dan pendekatan sejarah. Pendekatan yang pertama mempercayai adanya tokoh hebat, seperti Zhang Sanfeng, Chen Wangting atau siapapun yang menciptakan Taijiquan, sementara pendekatan kedua melihat bahwa Taijiquan merupakan proses evolusi kultural yang dilakukan oleh banyak orang.

 

 

TUISHOU (推手)

April 7, 2015

Tuishou, yang kadang diterjemahkan sebagai push-hand (tangan mendorong) atau sensing hand (tangan merasakan), adalah salah satu metode latihan berpasangan dalam Taijiquan untuk melatih kepekaan terhadap kontak atau sentuhan. Tuishou merupakan pintu masuk untuk memahami aspek bela diri internal dari Taijiquan. Latihan tuishou membantu untuk membangun akar, meningkatkan kekuatan dan kelenturan serta menjembatani antara jurus dan aplikasi beladiri.

Tujuan dari tuishou bukan untuk “menang” atau “mengalahkan” lawan. Tujuannya adalah untuk membangun kemampuan merasakan di mana titik keseimbangan lawan berada, menempel tubuh lawan untuk menghambat kemampuannya menyerang, dan untuk menetralkan tekanan yang datang. Sementara itu, bagi mereka yang berlatih Taijiquan dengan orientasi kesehatan, tuishou merupakan latihan untuk melengkapi latihan bentuk jurus yang dilatih selama ini. Baik untuk yang berorientasi pada bela diri atau pun kesehatan, tuishou merupakan latihan untuk menguji kebenaran bentuk yang dilatih. Kesalahan yang muncul dalam bentuk jurus akan muncul dalam tuishou, dan demikian juga sebaliknya kesalahan dalam tuishou terefleksi saat memainkan jurus. Tuishou memungkinkan pembelajar Taijiquan untuk merespon tekanan eksternal dengan tetap menjalankan prinsip-prinsip Taijiquan, di mana konsep yin yang diaplikasikan dalam praktek.

Dari posisi kaki, ada dua jenis latihan tuishou: dengan kaki tidak bergerak (ding bu) dan dengan kaki bergerak (huo bu). Dalam ding bu tuishou dilatih menerima dan menetralisir tekanan lawan tanpa merubah posisi kaki, sehingga pinggang menjadi hidup. Dalam huo bu tuishou, dalam menerima tekanan lawan diperbolehkan menggeser kaki, sehingga kaki dikondisikan menjadi lincah.

Sebagaimana perbedaan pandangan dalam sejarah penciptaan Taijiquan, ada perbedaan pendapat tentang siapa yang menciptakan tuishou. Di aliran Chen, Chen Wangting (1600 -1680) dipercayai sebagai pencipta tuishou. Metode ciptaan Chen Wangting tersebut pada awalnya tidak disebut sebagai tuishou, namun da shou (tangan memukul) atau ke shou (tangan bersilang). Di luar aliran Chen, dipercayai bahwa pencipta tuishou adalah Zhang Sanfeng.

Dalam perkembangannya di zaman modern, tuishou dijadikan bentuk pertandingan kompetitif. Ada keuntungan dan kerugian ketika tuishou dijadikan pertandingan. Keuntungannya adalah bahwa pertandingan tersebut bisa dijadikan salah satu alat ukur untuk melihat pencapaian Taijiquan, dalam arti bagaimana seseorang bisa mengaplikasikan prinsip dan teknik Taijiquan ketika berhadapan dengan lawan tanding di arena. Dengan bergesernya tuishou dari metode berlatih menjadi lomba terjadi pergeseran tujuan tuishou. Saat sebagai metode latihan, tuishou dimaksudkan untuk berlatih secara kolaboratif mengenal tenaga di mana menang dan kalah tidak menjadi tujuan, namun ketika dipertandingkan tujuannya menjadi mencari menang di mana prinsip-prinsip Taijiquan diabaikan, sehingga adu otot yang dalam latihan dihindari di dalam pertandingan menjadi salah satu cara yang lazim dipakai untuk menang.