TUISHOU (推手)

Tuishou, yang kadang diterjemahkan sebagai push-hand (tangan mendorong) atau sensing hand (tangan merasakan), adalah salah satu metode latihan berpasangan dalam Taijiquan untuk melatih kepekaan terhadap kontak atau sentuhan. Tuishou merupakan pintu masuk untuk memahami aspek bela diri internal dari Taijiquan. Latihan tuishou membantu untuk membangun akar, meningkatkan kekuatan dan kelenturan serta menjembatani antara jurus dan aplikasi beladiri.

Tujuan dari tuishou bukan untuk “menang” atau “mengalahkan” lawan. Tujuannya adalah untuk membangun kemampuan merasakan di mana titik keseimbangan lawan berada, menempel tubuh lawan untuk menghambat kemampuannya menyerang, dan untuk menetralkan tekanan yang datang. Sementara itu, bagi mereka yang berlatih Taijiquan dengan orientasi kesehatan, tuishou merupakan latihan untuk melengkapi latihan bentuk jurus yang dilatih selama ini. Baik untuk yang berorientasi pada bela diri atau pun kesehatan, tuishou merupakan latihan untuk menguji kebenaran bentuk yang dilatih. Kesalahan yang muncul dalam bentuk jurus akan muncul dalam tuishou, dan demikian juga sebaliknya kesalahan dalam tuishou terefleksi saat memainkan jurus. Tuishou memungkinkan pembelajar Taijiquan untuk merespon tekanan eksternal dengan tetap menjalankan prinsip-prinsip Taijiquan, di mana konsep yin yang diaplikasikan dalam praktek.

Dari posisi kaki, ada dua jenis latihan tuishou: dengan kaki tidak bergerak (ding bu) dan dengan kaki bergerak (huo bu). Dalam ding bu tuishou dilatih menerima dan menetralisir tekanan lawan tanpa merubah posisi kaki, sehingga pinggang menjadi hidup. Dalam huo bu tuishou, dalam menerima tekanan lawan diperbolehkan menggeser kaki, sehingga kaki dikondisikan menjadi lincah.

Sebagaimana perbedaan pandangan dalam sejarah penciptaan Taijiquan, ada perbedaan pendapat tentang siapa yang menciptakan tuishou. Di aliran Chen, Chen Wangting (1600 -1680) dipercayai sebagai pencipta tuishou. Metode ciptaan Chen Wangting tersebut pada awalnya tidak disebut sebagai tuishou, namun da shou (tangan memukul) atau ke shou (tangan bersilang). Di luar aliran Chen, dipercayai bahwa pencipta tuishou adalah Zhang Sanfeng.

Dalam perkembangannya di zaman modern, tuishou dijadikan bentuk pertandingan kompetitif. Ada keuntungan dan kerugian ketika tuishou dijadikan pertandingan. Keuntungannya adalah bahwa pertandingan tersebut bisa dijadikan salah satu alat ukur untuk melihat pencapaian Taijiquan, dalam arti bagaimana seseorang bisa mengaplikasikan prinsip dan teknik Taijiquan ketika berhadapan dengan lawan tanding di arena. Dengan bergesernya tuishou dari metode berlatih menjadi lomba terjadi pergeseran tujuan tuishou. Saat sebagai metode latihan, tuishou dimaksudkan untuk berlatih secara kolaboratif mengenal tenaga di mana menang dan kalah tidak menjadi tujuan, namun ketika dipertandingkan tujuannya menjadi mencari menang di mana prinsip-prinsip Taijiquan diabaikan, sehingga adu otot yang dalam latihan dihindari di dalam pertandingan menjadi salah satu cara yang lazim dipakai untuk menang.

Advertisements

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s