Yang Chengfu Tentang Berlatih Taijiquan

Diterjemahkan dari  : Talks On The Practice Of Taijiquan

Sumber         : http://www.itcca.it/peterlim/ycftrain.htm

 

Dinarasikan oleh Yang Cheng Fu
Dicatat oleh Zhang Hong Kui

From the book “Yang Style Taijiquan” by Yang Zhen Duo

Ada banyak aliran beladiri Cina, semuanya dengan ketrampilan teknik yang didasarkan atas filosofi. Dari jaman kuno, banyak orang telah mengabdikan hidup dan energi mereka untuk menyelidiki sifat dan esesensi beladiri ini dan untuk menguasai ketrampilan maksimum, namun hanya sedikit yang berhasil. Namun demikian, seorang pembelajar bisa meningkatkan ketrampilannya jika dia terus berlatih dan suatu saat nanti akan menjadi ahli. Sebagaimana pepatah mengatakan: Tetesan air yang jatuh terus menerus akan menembus batu.

Taijiquan adalah bagian dari warisan budaya Cina yang kaya. Taijiquan merupakan seni yang memiliki gerakan yang pelan dan lembut yang di dalamnya tersimpan semangat dan kekuatan. Sebagaimana diungkapkan dengan tepat dalam pepatah Cina, “Jarum yang disembunyikan dalam kapas”. Kualitas teknis, fisiologis dan mekanis semuanya memiliki dasar filosofis. Bagi pembelajar, bimbingan guru yang baik dan diskusi dengan teman tentang ketrampilan dan teknik diperlukan, namun yang paling penting adalah berlatih dengan gigih dan tidak mengenal lelah. Sesungguhnya tidak ada hal yang bisa menggantikan latihan, dan pembelajar taijiquan, pria dan wanita, tua dan muda, akan mendapatkan hasil yang terbaik jika mereka terus berlatih sepanjang tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, jumlah orang yang belajar taijiquan di berbagai tempat di Cina telah meningkat. Ini merupakan indikasi prospek cerah dari seni bela diri. Banyak pembelajar sadar dan gigih dalam berlatih, yang memungkinkan mereka mendapatkan pencapaian yang tinggai. Ada dua kecenderungan salah yang harus diwaspadai. Yang pertama adalah beberapa anak muda yang berbakat yang mendapatkan pengertian lebih cepat daripada kebanyakan orang lain sehingga berpuas diri dan berhenti di tengah jalan. Orang-orang ini tidak pernah mencapai sukses besar. Kecenderungan salah kedua adalah beberapa pembelajar yang kurang sabar untuk mencapai keberhasilan yang cepat dan memperoleh manfaat instan. Mereka ingin belajar segalanya dalam waktu yang singkat, dari tinju bayangan, memainkan pedang, golok, tombak dan senjata yang lain. Mereka tahu sedikit dari masing-masing, namun tidak menangkap esensinya, dan gerakan dan postur mereka penuh kesalahan dari dari kaca mata ahli. Sukar untuk mengkoreksi gerakan mereka, karena perbaikan total dibutuhkan dan, lebih sering ketimbang tidak, mereka mungkin berubah di pagi hari dan kembali ke kebiasaan lama di sorenya. Karena itu dikatakan dalam pepatah di lingkaran para pendekar Cina: “Belajar Taijiquan itu mudah, namun mengkoreksi gaya yang salah itu sukar”.  Dengan kata lain, semakin tergesa-gesa, semakin lambat. Dan jika orang-orang ini mengajarkan kesalahan mereka pada orang lain, mereka menimbulkan bahaya yang besar.

Dalam belajar Taijiquan, pertama-tama orang harus mulai dengan quan jia atau jurus; dia harus berlatih sesuai urutannya dan mengikuti setiap gerakan masternya dengan hati-hati, dan menyimpan setiap tindakannya dalam pikiran. Sementara itu, dia harus memperhatikan nei, wai, shang dan xia. Nei berarti menggunakan pikiran ketimbang tenaga. Wai berarti mengendorkan tangan dan kaki, bahu dan siku, yang membuat gerakan dari kaki ke tungkai ke pinggang lembut dan berkesinambungan. Shang berarti meluruskan kepala, dan xia berarti menenggelamkan nafas ke perut bagian bawah.

Untuk pemula, yang paling penting adalah mengingat poin-poin ini, menangkap esensinya dan melatih setiap gerakan dasar dengan benar berulang-ulang, jangan pernah mencari keberhasilan kilat dan manfaat instan. Disarankan untuk menjalani kemajuan yang perlahan dan mantap, karena hasilnya akan diperoleh dalam jangka panjang. Dalam berlatih Taijiquan, semua sendi tubuh perlu dijaga agar tetap kendor, sehingga gerakan menjadi natural dan tanpa hambatan. Jangan menahan nafas (yang bisa membuat terengah-engah), dan jangan gunakan kekuatan yang kaku untuk menggerakkan lengan, kaki dan pinggang dan tubuh, namun upayakan untuk membuat gerakan Anda lembut dan berkesinambungan. Dua poin ini sangat akrab bagi para ahli bela diri, namun bagi banyak orang yang menjalani latihan sangat sulit untuk menerapkannya dalam praktek.

Pembelajar harus memperhatikan poin-poin berikut ini:

  1. Jaga kepala tetap tegak dan tidak condong ke depan atau ke belakang. Seperti kata pepatah, “Seperti ada sesuatu di atas kepala, dan Anda harus berhati-hati agar tidak membiarkannya jatuh”. Tetapi Anda tidak boleh membiarkan kepala Anda tegang, dan walaupun mata Anda memandang lurus ke depan, mereka harus mengikuti gerakan anggota badan dan tubuh. Meskipun mata Anda menatap ke dalam kekosongan, mereka merupakan komponen penting dari gerakan tubuh sebagai keseluruhan. Mulut Anda harus tetap setengah terbuka dan setengah tertutup, dengan hidung menghirup dan mulut mengeluarkan nafas secara alami. Jika ludah keluar dalam mulut telanlah.

 

  1. Pertahankan tubuh tegak dan tulang punggung serta tulang ekor lurus. Ketika bergerak, selalu jaga dada sedikit ke dalam dan punggung tegak. Pemula harus memperhatikan poin-poin penting ini, kalau tidak gerakan mereka menjadi sekedar formalitas atau kelihatan kabur, dan mereka tidak akan banyak mendapat kemajuan walaupun berlatih selama bertahun-tahun.

 

  1. Kendorkan sendi kedua lengan, biarkan bahu jatuh dan siku membentuk kurva secara natural; telapak tangan sedikit direntangkan dan jari sedikit ditekuk. Gerakkan lengan dengan kesadaran dan alirkan qi (nafas atau energi vital) ke jari. Ingatlah poin-poin penting ini dan keberhasilan menjadi milik Anda.

 

  1. Jangan lihat perbedaan posisi dua kaki yang bergerak selembut kaki kucing. Ketika salah satu kaki menancap kuat di tanah, kaki satunya dalam posisi kosong. Ketika Anda memindahkan berat pada kaki kiri, maka kaki kiri menancap kuat di tanah, sementara kaki kanan kosong, dan sebaliknya. Kaki yang kosong selalu siap bergerak. Ketika kaki menancap dengan kuat di tanah, tidak berarti bahwa Anda harus menekan terlalu banyak tenaga di kaki tersebut, karena jika hal itu Anda lakukan, tubuh akan condong ke depan dan Anda akan kehilangan keseimbangan.

 

  1. Tindakan kaki dibagi menjadi menendang ke atas dan menendang ke bawah. Ketika Anda menendang ke atas, perhatikan jari-jari kaki Anda, dan ketika Anda menendang ke bawah perhatikan tumit; kesadaran atas tindakan ini akan diikuti oleh energi vital, dan energi vital akan diikuti kekuatan. Ketika Anda melakukan semua ini, anda harus mengendorkan sendi dan menghindari kekakuan.

Dalam berlatih Taijiquan, orang pertama-tama harus menguasai dan berlatih “jurus” sebagaimana disebut di atas (jurus-jurus tangan kosong), seperti tinju bayangan Taiji dan Changquan (tinju bayangan panjang); kemudian bisa dilanjut dengan tuishou satu tangan, tuishou tidak melangkah, tuishou dengan melangkah dan pertarungan bebas, setelah beberapa waktu orang bisa berlatih dengan senjata seperti pedang Taiji, golok Taiji, dan tombak Taiji.

Pembelajar harus berlatih secara teratur setiap pagi atau sebelum tidur. Lebih baik berlatih tujuh atau delapan kali di siang hari; jika sibuk, sedikitnya sekali di pagi hari dan sekali di sore hari. Jangan berlatih langsung sesudah makan atau setelah minum minuman keras. Tempat berlatih terbaik adalah di kebun atau di taman di mana udaranya segar dan lingkungannya bagus untuk kesehatan. Jangan berlatih di hari yang berangin atau di tempat yang kotor. Karena ketika Anda berlatih, Anda mungkin menghirup terlalu banyak debu atau kotoran yang membahayakan paru-paru. Dianjurkan untuk mengenakan pakaian olah raga dan pakaian yang nyaman atau mengenakan sepatu karet. Ketika berkeringat, jangan melepas pakaian atau mengelapnya dengan handuk dingin, agar Anda tidak terkena flu atau jatuh sakit.

 

 

 

Advertisements

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s