Posts Tagged ‘Adam Mizner’

Wawancara dengan Sifu Adam Mizner untuk Taichimag

July 23, 2018

Kembali ke Sumber

Setelah penyederhanaan jurus oleh Yang Chengfu dan Wu Jianquan di tahun 30an, Taijiquan banyak dikenal publik sebagai latihan kesehatan. Sekarang, tidak banyak guru seni ini yang masih mampu menunjukkan aspek bela dirinya dan menerapkan teori kosong isi ketika menghadapi lawan yang agresif, termasuk di Cina. Adam Mizner termasuk di antara orang-orang yang sedikit itu yang bisa membuktikan bahwa jurus sederhana Yang style masih mengandung prinsip-prinsip bela diri yang masih sama dengan aslinya di aliran tersebut.

Oleh  Emmanuel Angletiner – Taichimag n°7

Kemampuannya untuk melepaskan dalam situasi apapun dan kepiawaiannya dalam Tuishou berada di tingkat yang langka. Selain itu, Adam Mizner mampu menggunakan prinsip-prinsip tersebut dalam situasi-situasi yang paling berbahaya, mengeluarkan kerangka pelatihan yang ketat, atau bahkan menangani lawan berpengalaman dari berbagai disiplin lain secara bebas.  Ketika berada di Eropa pada suatu waktu untuk mengajarkan seni ini, dia setuju untuk memberikan wawancara ini.

 

Mohon Anda perkenalkan diri Anda kepada pembaca Taichimag ? Berapa usia Anda dan berapa lama Anda telah berlatih Taijiquan?

Saya berusia 37 tahun dan telah berlatih Taijiquan selama 20 tahun. Sebenarnya di tahun-tahun awal saya tidak benar-benar melakukan Taijiquan namun hanyalah Waijia yang diperlahankan.

 

Di mana Anda mulai belajar Taijiquan dan mengapa Anda sampai pada aliran gongfu ini?

Saya mulai berlatih Taijiquan di Australia pada saat yang sama saya mulai berlatih Chow Gar Tong Long, Saya didorong oleh guru-guru saya pada saat yang sama untuk berlatih taijiquan untuk membantu membangun relaksasi lebih dalam Tong Long saya.  Seperti sudah saya katakan bahwa ini hanya mirip kulit luar tanpa pengembangan internal sejati sebagaimana begitu umum di kalangan mereka yang berniat berlatih Taijiquan. Ketika hanya ada kulit luar dan belum memasuki pintu internal lewat pengendapan dan mobilisasi Qi maka seperti apa yang suka saya sebut “ Taijiquan palsu”.

Setelah sekitar 4 tahun saya bertemu dengan seseorang dengan Taijiquan betulan dan minat saya kemudian gairah saya terpicu. Kekuatan tanpa upaya dan keanggunan adalah segalanya yang saya inginkan dari kungfu. Jelas bagi saya bahwa Taijiquan adalah jalan maju. Saya tidak meninggalkan latihan kungfu eksternal saya sampai kurang lebih setahun berikutnya, ketika menjadi sangat jelas bagi saya bahwa kekuatan keras lawan keras berlawanan dengan praktek spiritual dan meditasi.  Pada saat itu saya melepaskan latihan eksternal untuk selamanya dan sejak saat itu berfokus pada meditasi dan Taijiquan.

 

Apakah latihan Anda dipengaruhi oleh beberapa orang atau master?

Ya, tentu saja. Saya mempunyai tujuh guru utama, semuanya sangat berpengaruh.  Di sepanjang perjalanan, saya sudah bertemu dengan banyak praktisi senior lain yang dalam derajat tertentu juga berpengaruh pada saya. Saya juga dipengaruhi oleh kehidupan dan ketrampilan para master hebat dari masa lalu.

 

Dalam pengajaran Anda, jurus (Taolu) yang mana yang Anda ajarkan dan seberapa penting Anda tekankan pada jurus-jurus tersebut?

Latihan Taolu tentunya merupakan latihan yang sangat penting dan merupakan intisari dari latihan Taijiquan. Menurut pendapat saya, latihan Taolu merupakan tingkat latihan yang paling tinggi, untuk bisa melakukannya dengan benar orang harus melalui serangkaian latihan perubahan tubuh dan pengembangan Qi.  Ini berbentuk latihan-latihan membuka tubuh, jibengong, song gong dan Zhan Zhuang. Ketika area latihan ini dicapai maka seseorang siap untuk benar-benar memainkan Taijiquan dan ini saat yang tepat untuk berlatih Taolu.

Kebanyakan orang modern tidak memiliki kesabaran dan atau waktu untuk jadual pelatihan seperti itu, dan sialnya di kebanyakan aliran pelatihan dimulai dengan Taolu. Saya suka memperkenalkan Taolo di awal sembari memberi fokus pada Zhan Zhuang dan song gong dan sejalan dengan para murid berlatih kita memberi fokus lebih banyak pada kerja Taolu secara internal dan eksternal.

Saya berlatih sejumlah rangkaian dari Yang style Taijiquan dari metode Huang Sheng Shyan dan dari metode Yang Shao Hou. Perangkat mengajar saya yang utama adalah rangkaian Huang yang merupakan variasi dari jurus 37, walaupun saya punya beberapa murid yang sangat senior dan sangat trampil yang memiliki pengembangan internal yang dibutuhkan dan telah mulai berlatih rangkaian Taolu yang diturunkan lewat Yang Shao Hou. Pada umumnya semua semua pelatihan saya mempengaruhi setiap bagian yang lain, semuanya Yang taijiquan.

 

Apakah perbedaan utama antara Yang Shaohou’s style dan Huang Xingxian’s (Huang Sheng Shyan) style of Taijiquan ?

Kedua metode tersebut adalah Yang style Taijiquan, di mana hanya ada jumlah postur yang terbatas pada Yang style dan urutan jurusnya sangat mirip. Saat kita melihat rangkaian Taolu yang tidak adal kemiripannya dengan Yang style, itu karena memang bukan Yang style, terlepas klaim yang dibuatnya.

Taijiquan adalah seni yin dan yang, yin dan yang harus diwujudkan dalam setiap fungsi tubuh, energi dan pikiran. Ketrampilan mengelola yang harus dibangun adalah mendengarkan atau Ting yang sesungguhnya merupakan kualitas mengetahui di saat sekarang dan Song yang suka saya terjemahkan sebagai pelepasan. Dua ketrampilan internal ini dikombinasikan dengan pengaturan spesifik yin dan yang dalam pikiran dan tubuh memunculkan Taijiquan dan 13 postur.

Metode Yang family yang lebih lama seperti yang ditransmisikan lewat Yang Shou Hou lebih kompleks dan lebih menuntut secara internal dan eksternal, metode tersebut menuntut tingkat kemampuan atletik yang lebih tinggi dan tingkat pengembangan internal yang lebih tinggi. Banyak dari “gerakan-gerakan” benar-benar tidak terlihat oleh mata, karena itu metodenya sangat susah untuk dicapai. Berlawanan dengan hal ini, metode Yang family Taijiquan yang lebih modern kurang begitu kompleks dan kurang menuntut, gerakan-gerakannya terlihat oleh mata. Saya percaya adalah mungkin untuk mencapai tingkat tinggi dengan metode lama namun sebagian besar orang mencapai lebih banyak dengan metode yang lebih baru. Metode yang lebih lama menuntut semacam komitmen yang hampir tidak mungkin di jaman kita sekarang ini.

Beberapa orang percaya bahwa rangkaian Taolu rahasia atau lama akan memberi mereka ketrampilan spesial. Tentunya masalahnya bukan di sini.  Pengembangan tubuh yang benar dan kinerja internal yang memberikan ketrampilkan. Aspek ini sering hilang atau disalahpahami, bahkan di beberapa penerus lineage dengan jurus otentik yang lama telah kehilangan kinerja internalnya dan dengan demikian hanya tinggal kulit luarnya saja.

 

Apakah menurut Anda Taijinya Huang Xingxian dipengaruhi oleh  Hequan (Tinju Bangau) ?

Ya, metode Huang dipengaruhi oleh Bangau Putihnya, setiap guru mengajarkan seninya karena dia telah menguasainya, tak ada cara lain. Dari generasi sekarang yang mengajar metode Huang, beberapa guru telah menjaga lebih banyak pengaruh Bangau Putih ketimbang yang lain berdasarkan pengalaman dan preferensi mereka. Metode personal saya dan apa yang saya ajarkan sedemikian banyak terpengaruh oleh metode lama Yang sehingga pengaruh Bangau Putihnya hampir tidak ada.

 

Nampaknya sebagian besar praktisi Taiji practitioners tidak bisa menggunakan teknik dan teori mereka untuk bertarung saat ini, mengapa demikian dan bagaimana pendapat Anda tentang hal ini?

Kebenaran yang menyadarkan adalah bahwa sebagian besar “praktisi Taiji” tidak mempraktekkan Taiji sama sekali.  Ini bukan karena kesalahan mereka sendiri, ini semata karena tanpa metode yang benar dan pengembangan internal seseorang tidak bisa begitu saja melakukan Taijiquan.  Untuk melakukan Taijiquan seseorang harus melewati beberapa perubahan besar dalam tubuh untuk membangun tubuh dan pikiran yang mampu menjalankan Taijiquan.  Ini adalah tujuan utama metode latihan tradisional.

Begitu seseorang melewati pintu gerbang tersebut dan benar-benar melakukan Taijiquan maka tentunya ada lebih banyak kerja yang dibutuhkan untuk bisa mengaplikasikan seni tersebut dalam pertarungan bebas.  Metode untuk melakukan demikian perlu diajarkan oleh seseorang dengan ketrampilan tertentu.  Semata-mata berusaha bertarung ketika Anda belum mencapai tubuh Taiji dan tidak menggunakan 13 postur yang sejati hanyalah menghasilakan pertarungan eksternal biasa yang secara keliru dilabeli sebagai Taijiquan.

Saya berpendapat bahwa ketika seseorang telah membangun tubuh dan pikirannya, telah mengendapakan Qi, bisa menggerakkan Qi dan menghasilkan berbagai jin, maka dia mampu melatih bertarung dengan seni tersebut. Saya punya sedikit murid yang bisa benar-benar bertarung dengan seni ini, namun ini tidak untuk setiap orang.

 

Seberapa penting tuishou dan bagaimana seharusnya dilatih menurut Anda?

Tuishou merupakan inti untuk membangun ketrampilan aplikasi Taijiquan. Tanpa tuishou seseorang mempelajari hanya sebagian dari seni ini.  Tujuan dari tuishou adalah untuk membangun ketrampilan menempel, menyambung, mendesak,  dan mengikuti. Walaupun ini mungkin nampak sangat sederhana, ini sangat dalam dan dalam menguasai ketrampilan ini ketrampilan kungfu Taiji sejati muncul. Begitu seseorang mempunyai ketrampilan menempel, menyambung, mendesak,  dan mengikuti maka seseorang bisa berlatih meminta, menetralisisr, menangkap dan melepaskan.

Tuishou adalah sarana untuk membangun ketrampilan ini dan tidak didesain untuk kompetisi. Latihan bisa bervariasi dari yang bersahabat dan sesuai aturan ketika saling membantu belajar dinamikanya, dan kuat ketika ketrampilan sudah maju. Dengan penyelidikan mendalam di bawah bimbingan guru piawai yang mempunyai ketrampilan ini, seseorang bisa membangun kungfu taiji otentik dan kekuatan yang misterius yang seni ini terkenal karenanya.

 

Seberapa penting penggunaan intensi (yi) ketika berlatih Taijiquan ?

Mengatakan bahwa Yi adalah dasar adalah pernyataan yang mengecilkan. Adalah Yi yang kita gunakan sebagai perkakas utama sejak dari awal, Yi adalah bagaimana kita memerintah song dan mobilisasi Qi, yang tanpanya kita jatuh pada metode gerakan waijia. Poin pentingnya adalah bahwa Shen, Yi dan Qi harus diselaraskan, dan ini adalah tujuan sejati Yang taijiquan.  Jika seseorang bisa benar-benar mencapainya, ketrampilannya akan menjadi ajaib.

Kita bisa melihat dengan jelas bahwa jika Yi melakukan sesuatu yang tidak selaras dengan qi maka kita menyimpang dan mengikuti metode yang salah. Pengolahan Yi harus sederhana namun dalam, jika terlalu rumit atau melibatkan semua jenis pembayangan maka tidak ada gunanya pada waktu real.

 

Apakah Anda mengajarkan teknik-teknik peregangan tertentu untuk meningkatkan relaksasi dan jika demikian, dari mana asal teknik-teknik tersebut?

Ya, saya mengajarkan peregangan-peregangan spesifik untuk membuka gerbang-gerbang tubuh. Tidak ada hubungannya dengan peregangan seperti dalam pengertian dalam Yoga, namun semuanya tentang membuka fascia untuk mengijinkan gerakan Qi yang lebih besar. Latihan-latihan tersebut berasal dari metode-metode yang lebih lama dari keluarga Yang dan konon berasal dari metode-metode rahasia Daoist untuk kultivasi QI.

 

Apakah ada pesan yang ingin Anda sampaikan kepada para pembaca Taichimag ?

Pikiran adalah raja, tubuh harus dibangun dan ketrampilan bela diri itu menyenangkan dan bermanfaat, namun tujuan utamanya adalah menembus kekosongan dan mencapai kedamaian.

 

Diterjemahkan dari:

http://discovertaiji.com/en/interview-with-sifu-adam-mizner-for-taichimag_94.html

Advertisements

Konsep Invest in Loss dalam Zhengzi Taijiquan

December 20, 2016

Bagi praktisi Zhengzi Taijiquan tentunya akrab dengan istilah “Invest in loss” yang sering dikutip dari Profesor Zheng Manqing.  Apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Invest in loss”?

 

Dalam salah satu tulisan di www.discovertaiji.com, Adam Mizner mencoba menjelaskan konsep ini menurut penafsirannya.  Dia memulai dengan menjelaskan pengertian yang salah dalam menerapkan konsep “Invest in loss.”  Kesalahan umum yang pertama adalah tidak berusaha untuk menang pada saat melakukan tuishou, menyerahkan akar dan center pada lawan.  Bila hal ini dilakukan berulang-ulang akan memberikan kondisi pada pikiran dan tubuh untuk mudah kalah dan gampang didorong ke sana kemari.  Yang kedua adalah terlalu mudah melepaskan struktur dan ruang, yang membangun gaya tuishou yang  didasarkan pada pengertian yang keliru atas memberi  jalan. Ketika mendapat tekanan tubuh meliuk-liuk serta lari dari tekanan.

 

Berikutnya Adam Mizner menjelaskan pengertian yang benar dari “Invest in loss” menurut penafsiran dia.  Menurut dia, “Invest in loss” artinya adalah “berinvestasi  untuk melakukan dengan cara yang benar” bahkan dengan resiko kalah atau kehilangan.  Artinya ketika melakukan tuishou atau latihan berpasangan kita berfokus pada penyebab atau proses membangun ketrampilan dan bukan pada hasilnya.  Lebih baik kita kalah namun menjalankan prinsip, misalnya tubuh harus tegak, ketimbang meliukkan tubuh karena berusaha untuk mendapatkan kemenangan dengan harga mengorbankan prinsip.  Setiap kali berlatih dan mengorbankan prinsip dan metodeTaijiquan agar selalu menang dalam tuishou atau latihan berpasangan, kebiasaan buruk ini akan semakin kuat dan semakin hari semakin menjauhkan dari  Taijiquan.  Sebaliknya, ketika kita menjaga prinsip dan metode Taijiquan, walaupun sering terdorong, kita membangun tubuh dan rasa untuk merespon tekanan dengan benar, dan cepat atau lambat akan mendekatkan pada ketrampilan Taijiquan yang benar.  Dari sini hasil akhirnya adalah bahwa kita tidak lagi gampang didorong, dan bisa menang sebagai hasil dari penerapan “Invest in loss.”

 

Di dalam buku Cheng Tzu’s Thirteen Treatises on T’ai Chi Chu’an, di Treatise One, Zheng Manqing mengatakan bahwa “Invest in loss” adalah membiarkan lawan menggunakan tenaga untuk menyerang sementara Anda tidak menggunakan tenaga sama sekali untuk mempertahankan diri Anda.  Anda membimbing tenaga lawan hingga habis, kemudian ketika Anda melakukan serangan balik, lawan akan terlempar jauh.  Di dalam Taijiquan Klasik ini disebut dengan Dong Jin (mengerti tenaga) di mana setelah memahami tenaga, semakin banyak berlatih, ketrampilan akan meningkat.  Soal ini kemudian dijelaskan lagi oleh Zheng Manqing dalam buku  Master Cheng’s New Method of Taichi Chu’an Self Cultivation.  Prinsip utamanya adalah “meninggalkan diri mengikuti orang” di mana ketika lawan maju dan menyerang, kita tidak hanya tidak menentang namun bahkan tidak boleh memikirkan untuk menyerang balik.  Yang dilakukan hanyalah menempel dan melekat pada lawan, kemudian dengan ringan berubah dan menetralisirnya.  Bagi pemula, tentunya kehilangan atau kekalahan tidak bisa dihindari, namun dinasehatkan untuk tidak takut kehilangan atau kalah.  Bila takut kehilangan atau kalah tentunya kita tidak akan memulai.  Sebagaimana investasi pada umumnya investasi kecil akan memberikan imbal hasil yang kecil dan investasi besar akan menghasilkan imbal hasil besar, invest in loss yang kecil akan mendapatkan manfaat sedikit dan invest in loss yang besar secara jangka panjang akan membawa manfaat besar.

 

Louis Swaim, penerjemah buku The Essence and Applications of Taijiquan karya Yang Chengfu, dalam satu forum diskusi di Internet mengatakan bahwa Invest in loss adalah penerjemahan dari istilah dalam Bahasa Mandarin “chi kui” yang bisa diartikan “menelan kekalahan” atau “menelan kepahitan.”

 

Dari penelusuran tentang konsep Invest in Loss sebagaimana dipaparkan di atas, bisa dipahami bahwa istilah Invest in loss dalam Bahasa Inggris lebih populer ketimbang istilah asli dalam Bahasa Mandarin “chi kui” mengingat terjemahan buku-buku Zheng Manqing dalam Bahasa Inggris lebih mudah diakses publik ketimbang tulisan aslinya yang berbahasa Mandarin.  Namun demikian, penerjemahan “chi kui” menjadi “Invest in Loss” mempunyai pergeseran makna, di mana makna “chi kui” yang lebih menekankan pada kesediaan menerima tanpa mengorbankan prinsip-prinsip Taiji bergeser pada kata “invest” atau sekedar menerima tekanan saja di mana struktur tubuh dan prinsip-prinsip Taiji dikorbankan dengan berilusi bahwa hal ini akan meningkatkan ketrampilan Taijiquan secara signifikan atau secara bahasa yang sederhana ada pengertian yang sesat bahwa banyak kalah dulu tidak apa-apa karena nanti pada akhirnya akan mendapatkan kemenangan. Ini tentunya pandangan yang keliru, kalau kita berlatih untuk kalah tentunya akan terlatih untuk kalah sampai kapan pun, sebagaimana telah diulas oleh Adam Mizner di atas.

 

Selain itu, apa yang dilakukan oleh Zheng Manqing dengan membuat istilah “chi kui” atau “Invest in Loss” adalah menjembatani apa yang sudah termaktub dalam Taiji klasik dengan menggunakan istilah yang lebih modern.  Invest in loss menurut penafsiran saya tidak lain adalah penafsiran Zheng Manqing akan prinsip-prinsip Taiji seperti “empat tael mengallihkan seribu kati,” “Meninggalkan diri mengikuti orang,” dan “tidak menentang, tidak menghindar.”