Posts Tagged ‘bela diri’

Ungkapan Pengalaman oleh Dong Ying-jie

March 20, 2017

Terjemahan dari sebuah esei berjudul “Words of Experience” oleh Dong Ying-jie, salah satu murid utama dari Yang Cheng Fu, master generasi ketiga Taijiquan Keluarga Yang.

 

  1. Taijiquan adalah latihan seni bela diri internal. Kekuatan (strength) dihasilkan dalam tulang. Tenaga (power) disimpan dalam otot. Orang tidak perlu memiliki kulit yang keras dan otot yang tebal, namun yang dibutuhkan adalah “qi” yang mengendap dan tulang yang kuat. Karena itu, para pembelajar tidak perlu mengalami patah tulang dan cedera otot, lelah karena meloncat, namun hanya bergerak secara alami untuk mendapatkan tenaga potensial yang asli. Taijiquan adalah latihan untuk membangun power alami.

 

  1. Tiga poin utama: spirit, intensi, dan postur (kemiripan dengan nama-nama gerakan) harus ada di sana. Jika posturnya benar, maka spirit dan intensi di sana, dan kemajuan pesat akan didapatkan. Selain itu, setiap hari akan terasa berbeda. Pembelajar harus berusaha merasakan perbedaannya dengan sadar.

 

  1. Jika postur tidak benar, maka spirit dan intensi tidak ada di sana. Hasilnya akan seperti memasak panci kosong, bahkan setelah berlatih bertahun-tahun tidak akan mendapatkan hasil. Ada guyonan mengatakan bahwa berlatih Taiji selama sepuluh tahun tidak sebagus tiga tahun berlatih kungfu. Karena itu, untuk latihan Taijiquan yang bagus: pertama-tama harus rajin berlatih; dan kedua, perlu punya pemahaman yang baik. Selain itu, hasilnya tergantung pada kecerdasan, namun latihan yang keras bisa mengkompensasi kebodohan. Dengan demikian harus selalu mendorong diri sendiri untuk berlatih dengan keras.

 

  1. Pernafasan selama berlatih – bernafas secara alami. Jangan memaksakan bernafas dalam. Setelah banyak berlatih, Taijiquan Anda akan mencapai titik alami. Pada saat itu, napas secara otomatis  akan menjadi seimbang.

 

  1. Pada awalnya tiga belas gerakan Taijiquan adalah metode membimbing “Qi”. Membimbing berarti mengarahkan sirkulasi “qi” dan darah. Karena itu, ketika Anda menjalankan dengan baik membimbing, “qi” dan darah akan mempunyai keseimbangan yang baik. Semua sakit akan pergi, namun jangan salah memahami metode ini, dan berusaha sangat keras untuk mencapai keseimbangan. Jika Anda berlatih keras dan alami, Anda akan mendapatkannya ketika mencapai kematangan (ketika saatnya tiba).

 

  1. Kendorkan bahu dan jatuhkan siku artinya jangan menahan kekuatan di bahu. Jangan berusaha membuat tangan berat, namun bergeraklah dengan lembut dan ringan.

 

  1. Gantung puncak kepala, dan tarik anus. Untuk mengantung puncak kepala, kepala harus dijaga secara alami. Jika anus ditarik, “qi” akan naik secara otomatis dari sana. Untuk menarik tenaga, dada harus sedikit kosong, namun jangan menahan dada dan membungkuk.

 

  1. Setiap kali berlatih jurus, setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan. Yang pertama adalah mengendorkan otot. Yang kedua adalah mengatur postur. Yang ketiga adalah berkonsentrasi lebih banyak pada intensi dan semangat. Ketika Anda bisa menguasai semua gerakan, maka semangat akan muncul ketika Anda bergerak. Ketika Anda mencapai tahap ini kemajuan Anda akan menjadi lebih baik dan lebih cepat.

 

  1. Merasakan dan mengerti tenaga – Untuk belajar hal ini Anda harus banyak berlatih tuishou, maka Anda akan mendapat manfaat dari menempel (Zhan, Nian, Lian, Sui). Jika Anda tidak punya pasangan berlatih, Anda bisa selalu berlatih jurus dengan rajin, dan selalu menggunakan dua lengan untuk merasakan tenaga. Usahakan untuk membayangkan bahwa musuh sedang menyerang Anda, dan bagaimana cara Anda mengendalikannya. Jika Anda terus berlatih seperti itu dalam waktu yang lama, pasti Anda belajar tenaga juga.

 

  1. Ketika Anda melakukan tuishou, yang paling penting adalah mempelajari rasa tenaga, bukan berusaha menjatuhkan lawan Anda. Berusahalah untuk tidak membiarkan lawan menemukan center Anda, dan selalu kendalikan center lawan.

 

  1. Anda bisa berlatih Taijiquan ketika Anda sedang berjalan, berdiri, duduk, dan berbaring. Metodenya adalah menggunakan pikiran untuk mensirkulasikan “qi”, dan menemukan rasa itu. Contohnya: rasakan perbedaan antara memegang cangkir dengan menggunakan tenaga, dan tanpa tenaga; rasakan perbedaan berjalan dengan langkah berat dan langkah ringan. Ketika Anda sedang berdiri tenang, berusahalah untuk merasakan perbedaan meluruskan kaki, dan menekuk kaki; satu kaki atau dua kaki di tanah.

 

  1. Di tahap-tahap awal berlatih Taijiquan Anda mungkin mengalami pegal-pegal otot, namun jangan kuatir karena ini akan lewat dan Anda akan merasa lebih baik nantinya.

 

  1. Langkah dasar belajar tuishou adalah mengerti tenaga. Ada banyak jenis tenaga yang berbeda seperti: tenaga menempel, tenaga mengikuti, tenaga internal, tenaga menghentikan, tenaga menggosok, tenaga lembut, tenaga mengencang, tenaga menahan, tenaga menyentuh, dan tenaga mendorong. Juga ada jenis tenaga seperti tenaga menembus tulang, tenaga mengguncang, tenaga keras, tenaga mendadak, tenaga sepersepulluh inchi, tenaga tembakan panah, dan tenaga datar. Pada umumnya berbagai tenaga tersebut di atas dipelajari dari rasa yang dibangun selama latihan. Sukar untuk belajar tenaga sendirian, namun lebih mudah dengan dua orang, karena orang hidup. Selain itu, Anda bisa menggunakan perasaan dan penyesuaian sendiri ketika Anda menggunakan tenaga. Tentu saja semua jenis tenaga dipelajari dan ditemukan dari gerakan tubuh. Jika Anda tidak mempunyai pasangan berlatih, Anda bisa belajar tenaga dari udara.

 

  1. Prinsip-prinsip Taijiquan: Akarnya di kaki; disalurkan dari kaki; dikontrol oleh pinggang; dan diekspresikan lewat jari. Ini merupakan prinsip menggunakan tenaga: jangan biarkan lutut melampaui jari kaki; jangan pernah merentangkan tangan melebihi hidung; jangan naikkan melebihi alis; dan jangan menekan ke bawah di bawah ulu hati. Semua ini adalah aturan-aturan tradisional. Jia Anda melanggar aturan-aturan ini, maka tenaganya tidak akan bagus. Variasinya dikendalikan oleh pinggang. Misalnya: Jika Anda mendorong seseorang ke kiri dengan tangan kanan menyamping, dan tangan Anda di atas hidung, maka tenaganya tidak akan ada. Namun jika Anda membiarkan dada kiri ditarik mundur sedikit, dan memutar pinggang Anda ke kiri sedikit, maka tenaganya akan ada di sana lagi. Maka variasi ini ada di dada, dan dikendalikan oleh pinggang, anda akhirnya muncul di jari-jari Anda. Jika seluruh tubuh relaks dan peka, maka tenaga yang kuat akan muncul di jari-jari.

 

  1. Manusia adalah binatang dengan indera. Contohnya: jika saya memukul seseorang dnegan kepalan saya, lawan pasti menggunakan tangannya untuk menangkis, atau menggerakkan tubuhnya untuk menghindari serangan. Ini reaksi alami manusia, namun benda mati akan berbeda. Satu contoh dari hal ini adalah kantung pasir yang digantung. Kantung ini tak bergerak tergantung di sana. Jika Anda memukulnya, kantung itu akan bergerak maju mundur. Cara bergeraknyanya mengikuti alur yang tetap. Jika Anda memukulnya ke kiri, kantung itu akan bergerak kembali ke kanan. Ini reaksi benda mati. Namun manusia berbeda, lawan akan mempunyai berbagai reaksi untuk satu pukulan. Karena itu, seorang petarung punya tiga kata: stabil, akurat, dan ganas. Jika saya tidak punya tiga kualitas ini, saya tidak bisa menggunakan tenaga. Jika saya bisa menggunakan tenaga, maka tenaga tersebut harus kuat. Maka, bagaimana agar bisa stabil, akurat, dan ganas? Pertama, Anda harus memiliki rasa. Kemudian, bagaimana bisa memiliki rasa? Jangan bergerak bila lawan tidak bergerak. Jika lawan bergerak, Anda mengikutinya dan menyelesaikan gerakan tersebut sebelum dia menyelesaikannya. Maka Anda harus bertarung dalam detik itu untuk menyelesaikan gerakan. Dengan demikian Anda tidak akan terkalahkan.

 

  1. Sebelum belajar Taijiquan, Kekuatannya mungkin tumpul. Setelah belajar Taijiquan seluruh tubuh kendor, dan dengan sirkulasi “qi” dan darah yang baik. Tetapi Anda harus membuang semua ketegangan saraf, dan menjaga kekuatan tumpul aslinya. Karena ketika Anda kendor, tenaga tumpul bisa diubah menjadi tenaga sebenarnya. Satu contoh dari kekuatan tumpul adalah apa yang disebut orang-orang sebagai tenaga bahu, karena kekuatannya ditahan di bahu, dan tidak dikendalikan oleh pinggang dan ditunjukkan pda jari-jari. Karena itu, tenaga tumpul adalah modal. Pengendoran adalah Metodenya. Jika Anda tahu metodenya, bahkan modal kecil bisa mencapai kesuksesan besar. Jika Anda tidak tahu metodenya, bahkan dengan modal besar Anda tidak bisa sukses. Itulah sebabnya mengapa jika Anda memahami prinsip Taijiquan, ini akan menguntungkan Anda untuk semua jenis olah raga.

 

Diterjemahkan dari Words of Experience by Tung Ying Chieh

Sumber: http://taichivancouver.com/words-of-experience-by-tung-ying-chieh/

Benjamin Pang Jeng Lo dan Lima Prinsip Taijiquan

September 22, 2016

Benjamin Pang Jeng Lo adalah salah satu murid Zheng Manqing yang paling menonjol.  Ben mulai belajar Taijiquan dengan Zheng Manqing di tahun 1949 di Taiwan.  Pada awalnya dia mencari Profesor Zheng Manqing untuk berobat, dan mulai belajar Taijiquan dengan alasan “untuk membuat tubuhnya lebih kuat sehingga bisa menyerap obat yang diberikan kepadanya.” Ben belajar Taijiquan dengan Zheng Manqing selama 26 tahun hingga akhir hayat sang profesor di tahun 1975.

 

Ben datang ke Amerika Serikat mengajar Taijiquan di tahun 1974, tinggal di San Fransisco dan mendirikan the Universal Association of Tai Chi Chuan, dan sejak saat itu telah melatih ribuan murid, yang banyak di antara mereka telah mendirikan sekolah Taijiquan mereka sendiri.

 

Berkat Ben beberapa buku penting Taijiquan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, di antaranya adalah:

  • The Essence of Tai Chi Chuan
  • Cheng Tzu’s Thirteen Treatises on Tai Chi Chuan karya Zheng Manqing
  • T’ai Chi Ch’uan Ta Wen: Questions and Answers on T’ai Chi Ch’uan karya Chen Weiming

 

Berikut adalah lima prinsip Taijiquan menurut Ben Lo.

  1. Kendorkan seluruh tubuh (全身放松 – quánshēn fàngsōng)
  2. Pisahkan kosong dan isi (分清虚实 – fēnqīng xūshí)
  3. Putaran dari pinggang (转动在腰 – zhuǎndòng zài yāo)
  4. Tubuh tegak (立身中正 – lìshēn zhōngzhèng)
  5. Tangan wanita cantik (美人手 – měirén shǒu)

 

Karena tidak ada penjelasan mengenai poin-poin tersebut di atas dari tulisan Ben Lo sendiri, penjelasan di bawah ini didasarkan pada sumber-sumber yang sudah dipublikasikan.

 

Kendorkan seluruh tubuh (全身放松 – quánshēn fàngsōng)

Seringkali prinsip ini diterjemahkan sebagai relax atau relaxation sebagaimana banyak ditemui dalam teks-teks berbahasa Inggris yang membahas hal ini.  Terjemahan dalam Bahasa Indonesia barangkali mengambil dari terjemahan Bahasa Inggris di mana Song diterjemahkan menjadi rileks atau relaksasi. Namun terjemahan ini kurang tepat menggambarkan istilah aslinya dalam bahasa Mandarin fangsong (放松) atau sering disingkat menjadi song (松) saja.  Menurut Ben Lo ini merupakan prinsip yang paling sulit. Rileks tidak sama dengan song karena rileks bisa berarti struktur tubuh rusak atau ambruk.  Song adalah seluruh tubuh kendor namun strukturnya tidak rusak.

 

Pisahkan kosong dan isi  (分清虚实 – fēnqīng xūshí)

Secara definisi Taijiquan adalah tinju atau bela diri yang didasarkan atas prinsip Taiji, dan prinsip Taiji itu sendiri adalah Yin Yang atau kosong isi. Konsep Yin Yang itu sendiri adalah bagian dari filosofi Cina yang jauh lebih tua dari Taijiquan. Namun demikian, konsep ini mewujud secara prinsip dan aplikasi dalam Taijiquan.  Pada tingkatan awal belajar Taijiquan, pemisahan kosong isi diwujudkan dalam perpindahan berat badan.  Dalam gerakan jurus Taijiquan, kecuali pada gerakan pembukaan dan penutupan, berat badan selalu ditopang oleh satu kaki, yang merupakan manifestasi dari pemisahan kosong isi.

 

Putaran dari pinggang  (转动在腰 – zhuǎndòng zài yāo)

Tidak bisa disangkal bahwa pinggang mempunyai peranan yang sangat penting dalam Taijiquan.  Dalam Taiji Klasik dikatakan bahwa pinggang adalah panglima, yang maksudnya adalah bahwa pinggang sebagai komando di mana kaki dan tangan tidak bergerak sendiri melainkan mengikuti gerakan pinggang.  Salah satu poin dalam Yang Chengfu’s Ten Essential Points adalah song yao atau pinggang kendor.  Dengan kendornya pinggang, tubuh jadi mudah bergerak dan energi bisa mengalir dengan lancar.

 

Tubuh tegak  (立身中正 – lìshēn zhōngzhèng)

Tubuh tegak artinya bahwa tubuh tidak boleh condong ke depan, ke belakang, atau ke samping, atau ke mana pun.  Tulang ekor dan titik di ubun-ubun harus lurus.  Keadaan seperti ini harus tetap dijaga ketika memainkan jurus Taijiquan, pikiran tenang dan diarahkan ke dalam, dengan demikian kestabilan postur bisa dijaga.

 

Tangan wanita cantik  (美人手 – měirén shǒu)

Bentuk tangan seperti wanita cantik ini merupakan salah satu ciri khas dari Zhengzi Taijiquan atau Taijiquan aliran Zheng Manqing, di mana lengan, telapak tangan, dan jari-jari membentuk garis lurus namun tetap kendor.  Ketika pergelangan tangan ditekuk terjadi ketegangan dan energi yang mengalir hanya sampai di pergelangan tangan. Tujuan pergelangan tangan harus lurus atau dalam posisi mei ren shou adalah untuk mengurangi ketegangan dan agar energi bisa mengalir sampai ke ujung jari.

 

Selain kelima prinsip tersebut di atas, ada satu hal lagi yang perlu diingat yaitu melakukan kelima prinsip tersebut di atas secara bersamaan dan sepanjang waktu.  (五项同时做到 – wǔ xiàng tóngshí zuò dào )

Beladiri Internal vs Beladiri Eksternal

August 25, 2016

Dalam khasanah beladiri tradisional Cina ada dua pengelompokan besar yaitu bela diri internal (Neijia) dan bela diri eksternal (Waijia). Taijiquan (selain Taijiquan, Xingyi dan Baguazhang) termasuk dalam kategori bela diri internal, sementara kungfu Shaolin dikategorikan sebagai bela diri eksternal.  Di sini pemisahan antara bela diri internal dan eksternal bukan pada mana yang lebih baik atau lebih unggul.  Pada prakteknya keduanya sama-sama bisa dipakai untuk keperluan beladiri praktis.  Banyak hal yang sudah diketahui tentang beladiri eksternal karena, seperti pada olah raga pada umumnya, beladiri eksternal berfokus pada membangun kekuatan fisik eksternal seperti kekuatan otot dan tulang.  Sementara tidak banyak yang diketahui tentang beladiri internal.  Di sini akan dilihat empat perbedaan antara bela diri internal dan eksternal

 

Sumber filosofi

Beladiri internal bersumber dari filosofi Taoisme yang lahir ribuan tahun yang lalu di Tiongkok.  Tokoh Taoisme yang paling menonjol adalah Laozi. Beladiri internal seperti Taijiquan banyak mengambil atau bahkan merupakan perwujudan dari filosofi Taoisme yang diaplikasikan dalam bela diri.  Sementara itu, bela diri eksternal Shaolin landasan filosofinya berasal dari luar Cina.  Sebagaimana tercatat dalam sejarah, biara Shaolin didirikan oleh Bodidharma atau Damo yang merupakan biksu yang datang dari India.

 

Sumber tenaga

Sumber tenaga yang dipakai dalam beladiri eksternal berasal dari otot dan tulang, sementara dalam beladiri internal sumber tenaga berasal dari persendian (ligamen atau tendon).   Ada juga yang mengatakan bahwa beladiri eksternal menggunakan tenaga luar atau tenaga kasar, sedang beladiri internal menggunakan tenaga halus.  Tenaga halus ini kadang diistilahkan dengan tenaga internal atau Jin. Selain itu juga dikenal energi yang populer disebut dengan Qi, yang merupakan topik yang selalu menarik untuk dibahas. Dalam salah satu syair Klasik Taijiquan dikatakan bahwa Yi (intent/niat) menggerakkan Qi dan Qi menggerakkan badan.

 

Penggunaan tenaga

Dalam beladiri eksternal tenaga yang lebih besar dan lebih kuat karena terlatih akan mengalahkan tenaga yang lebih kecil.  Pada intinya dalam pertarungan bela diri eksternal tenaga akan diadu dan bisa dipastikan bahwa yang lebih kuat, apalagi terlatih, akan mengalahkan yang lebih lemah.  Dalam beladiri internal mengadu tenaga adalah hal yang sangat tidak disarankan dan harus dihindari.  Dalam Taijiquan dikenal istilah “empat tael mengalihkan seribu kati” dalam artian dengan tenaga yang efisien bisa menangkal tenaga yang lebih besar, di mana tenaga serangan yang datang tidak diadu, namun dialihkan ke tempat yang kosong.

 

Metode berlatih

Metode latihan dalam beladiri eksternal difokuskan pada membangun kekuatan fisik dengan melatih otot atau tulang secara umum atau per bagian tubuh, misalya dengan push-up untuk membangun otot lengan sehingga pukulan menjadi kuat.  Sementara itu, beladiri internal tidak melatih kekuatan otot dan tulang secara khusus.  Yang dilatih dalam beladiri internal adalah bagaimana seluruh bagian tubuh menyatu serta terkoordinasi dengan baik dan tetap memiliki keseimbangan ketika bergerak, kaki harus tetap mengakar namun juga lincah, dan bagaimana setiap persendian bisa lentur sehingga tekanan di bagian tubuh mana pun bisa diurai.

Yang Chengfu Tentang Berlatih Taijiquan

July 23, 2016

Diterjemahkan dari  : Talks On The Practice Of Taijiquan

Sumber         : http://www.itcca.it/peterlim/ycftrain.htm

 

Dinarasikan oleh Yang Cheng Fu
Dicatat oleh Zhang Hong Kui

From the book “Yang Style Taijiquan” by Yang Zhen Duo

Ada banyak aliran beladiri Cina, semuanya dengan ketrampilan teknik yang didasarkan atas filosofi. Dari jaman kuno, banyak orang telah mengabdikan hidup dan energi mereka untuk menyelidiki sifat dan esesensi beladiri ini dan untuk menguasai ketrampilan maksimum, namun hanya sedikit yang berhasil. Namun demikian, seorang pembelajar bisa meningkatkan ketrampilannya jika dia terus berlatih dan suatu saat nanti akan menjadi ahli. Sebagaimana pepatah mengatakan: Tetesan air yang jatuh terus menerus akan menembus batu.

Taijiquan adalah bagian dari warisan budaya Cina yang kaya. Taijiquan merupakan seni yang memiliki gerakan yang pelan dan lembut yang di dalamnya tersimpan semangat dan kekuatan. Sebagaimana diungkapkan dengan tepat dalam pepatah Cina, “Jarum yang disembunyikan dalam kapas”. Kualitas teknis, fisiologis dan mekanis semuanya memiliki dasar filosofis. Bagi pembelajar, bimbingan guru yang baik dan diskusi dengan teman tentang ketrampilan dan teknik diperlukan, namun yang paling penting adalah berlatih dengan gigih dan tidak mengenal lelah. Sesungguhnya tidak ada hal yang bisa menggantikan latihan, dan pembelajar taijiquan, pria dan wanita, tua dan muda, akan mendapatkan hasil yang terbaik jika mereka terus berlatih sepanjang tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, jumlah orang yang belajar taijiquan di berbagai tempat di Cina telah meningkat. Ini merupakan indikasi prospek cerah dari seni bela diri. Banyak pembelajar sadar dan gigih dalam berlatih, yang memungkinkan mereka mendapatkan pencapaian yang tinggai. Ada dua kecenderungan salah yang harus diwaspadai. Yang pertama adalah beberapa anak muda yang berbakat yang mendapatkan pengertian lebih cepat daripada kebanyakan orang lain sehingga berpuas diri dan berhenti di tengah jalan. Orang-orang ini tidak pernah mencapai sukses besar. Kecenderungan salah kedua adalah beberapa pembelajar yang kurang sabar untuk mencapai keberhasilan yang cepat dan memperoleh manfaat instan. Mereka ingin belajar segalanya dalam waktu yang singkat, dari tinju bayangan, memainkan pedang, golok, tombak dan senjata yang lain. Mereka tahu sedikit dari masing-masing, namun tidak menangkap esensinya, dan gerakan dan postur mereka penuh kesalahan dari dari kaca mata ahli. Sukar untuk mengkoreksi gerakan mereka, karena perbaikan total dibutuhkan dan, lebih sering ketimbang tidak, mereka mungkin berubah di pagi hari dan kembali ke kebiasaan lama di sorenya. Karena itu dikatakan dalam pepatah di lingkaran para pendekar Cina: “Belajar Taijiquan itu mudah, namun mengkoreksi gaya yang salah itu sukar”.  Dengan kata lain, semakin tergesa-gesa, semakin lambat. Dan jika orang-orang ini mengajarkan kesalahan mereka pada orang lain, mereka menimbulkan bahaya yang besar.

Dalam belajar Taijiquan, pertama-tama orang harus mulai dengan quan jia atau jurus; dia harus berlatih sesuai urutannya dan mengikuti setiap gerakan masternya dengan hati-hati, dan menyimpan setiap tindakannya dalam pikiran. Sementara itu, dia harus memperhatikan nei, wai, shang dan xia. Nei berarti menggunakan pikiran ketimbang tenaga. Wai berarti mengendorkan tangan dan kaki, bahu dan siku, yang membuat gerakan dari kaki ke tungkai ke pinggang lembut dan berkesinambungan. Shang berarti meluruskan kepala, dan xia berarti menenggelamkan nafas ke perut bagian bawah.

Untuk pemula, yang paling penting adalah mengingat poin-poin ini, menangkap esensinya dan melatih setiap gerakan dasar dengan benar berulang-ulang, jangan pernah mencari keberhasilan kilat dan manfaat instan. Disarankan untuk menjalani kemajuan yang perlahan dan mantap, karena hasilnya akan diperoleh dalam jangka panjang. Dalam berlatih Taijiquan, semua sendi tubuh perlu dijaga agar tetap kendor, sehingga gerakan menjadi natural dan tanpa hambatan. Jangan menahan nafas (yang bisa membuat terengah-engah), dan jangan gunakan kekuatan yang kaku untuk menggerakkan lengan, kaki dan pinggang dan tubuh, namun upayakan untuk membuat gerakan Anda lembut dan berkesinambungan. Dua poin ini sangat akrab bagi para ahli bela diri, namun bagi banyak orang yang menjalani latihan sangat sulit untuk menerapkannya dalam praktek.

Pembelajar harus memperhatikan poin-poin berikut ini:

  1. Jaga kepala tetap tegak dan tidak condong ke depan atau ke belakang. Seperti kata pepatah, “Seperti ada sesuatu di atas kepala, dan Anda harus berhati-hati agar tidak membiarkannya jatuh”. Tetapi Anda tidak boleh membiarkan kepala Anda tegang, dan walaupun mata Anda memandang lurus ke depan, mereka harus mengikuti gerakan anggota badan dan tubuh. Meskipun mata Anda menatap ke dalam kekosongan, mereka merupakan komponen penting dari gerakan tubuh sebagai keseluruhan. Mulut Anda harus tetap setengah terbuka dan setengah tertutup, dengan hidung menghirup dan mulut mengeluarkan nafas secara alami. Jika ludah keluar dalam mulut telanlah.

 

  1. Pertahankan tubuh tegak dan tulang punggung serta tulang ekor lurus. Ketika bergerak, selalu jaga dada sedikit ke dalam dan punggung tegak. Pemula harus memperhatikan poin-poin penting ini, kalau tidak gerakan mereka menjadi sekedar formalitas atau kelihatan kabur, dan mereka tidak akan banyak mendapat kemajuan walaupun berlatih selama bertahun-tahun.

 

  1. Kendorkan sendi kedua lengan, biarkan bahu jatuh dan siku membentuk kurva secara natural; telapak tangan sedikit direntangkan dan jari sedikit ditekuk. Gerakkan lengan dengan kesadaran dan alirkan qi (nafas atau energi vital) ke jari. Ingatlah poin-poin penting ini dan keberhasilan menjadi milik Anda.

 

  1. Jangan lihat perbedaan posisi dua kaki yang bergerak selembut kaki kucing. Ketika salah satu kaki menancap kuat di tanah, kaki satunya dalam posisi kosong. Ketika Anda memindahkan berat pada kaki kiri, maka kaki kiri menancap kuat di tanah, sementara kaki kanan kosong, dan sebaliknya. Kaki yang kosong selalu siap bergerak. Ketika kaki menancap dengan kuat di tanah, tidak berarti bahwa Anda harus menekan terlalu banyak tenaga di kaki tersebut, karena jika hal itu Anda lakukan, tubuh akan condong ke depan dan Anda akan kehilangan keseimbangan.

 

  1. Tindakan kaki dibagi menjadi menendang ke atas dan menendang ke bawah. Ketika Anda menendang ke atas, perhatikan jari-jari kaki Anda, dan ketika Anda menendang ke bawah perhatikan tumit; kesadaran atas tindakan ini akan diikuti oleh energi vital, dan energi vital akan diikuti kekuatan. Ketika Anda melakukan semua ini, anda harus mengendorkan sendi dan menghindari kekakuan.

Dalam berlatih Taijiquan, orang pertama-tama harus menguasai dan berlatih “jurus” sebagaimana disebut di atas (jurus-jurus tangan kosong), seperti tinju bayangan Taiji dan Changquan (tinju bayangan panjang); kemudian bisa dilanjut dengan tuishou satu tangan, tuishou tidak melangkah, tuishou dengan melangkah dan pertarungan bebas, setelah beberapa waktu orang bisa berlatih dengan senjata seperti pedang Taiji, golok Taiji, dan tombak Taiji.

Pembelajar harus berlatih secara teratur setiap pagi atau sebelum tidur. Lebih baik berlatih tujuh atau delapan kali di siang hari; jika sibuk, sedikitnya sekali di pagi hari dan sekali di sore hari. Jangan berlatih langsung sesudah makan atau setelah minum minuman keras. Tempat berlatih terbaik adalah di kebun atau di taman di mana udaranya segar dan lingkungannya bagus untuk kesehatan. Jangan berlatih di hari yang berangin atau di tempat yang kotor. Karena ketika Anda berlatih, Anda mungkin menghirup terlalu banyak debu atau kotoran yang membahayakan paru-paru. Dianjurkan untuk mengenakan pakaian olah raga dan pakaian yang nyaman atau mengenakan sepatu karet. Ketika berkeringat, jangan melepas pakaian atau mengelapnya dengan handuk dingin, agar Anda tidak terkena flu atau jatuh sakit.

 

 

 

Pentingnya Jurus dalam Taijiquan

November 13, 2015

Ketika orang belajar Taijiquan biasanya tidak lepas dari belajar jurus. Di sasana-sasana yang terbuka untuk umum biasanya orang belajar dengan menirukan mereka yang sudah belajar terlebih dahulu. Pada awalnya terjadi kebingungan, namun lambat laun, asalkan tekun jurus bisa dihapalkan. Namun demikian, hapal jurus bukan berarti bisa menjalankannya dengan benar. Kalau bertemu dengan instruktur yang baik, akan ada petunjuk atau koreksi mengenai bagaimana menjalankan jurus yang benar. Jurus dalam Taijiquan tidak semata-mata rangkaian gerakan menari yang lembut. Jurus semestinya adalah rangkain gerak yang punya maksud dan tujuan.

Menurut Chen Weiming dalam Taijiquan Dawen, dalam sejarah Taijiquan pada mulanya tidak ada jurus berupa rangkaian gerakan sebagaimana yang dikenal orang saat ini. Tadinya gerakan Taijiquan adalah potongan-potongan gerakan lepas. Tidak diketahui secara pasti kapan rangkaian jurus mulai diciptakan, dan Chen Weiming menduga adalah Wang Zongyue yang mulai menyusun urutan gerakan-gerakan tunggal menjadi rangkaian jurus.

Dalam perkembangannya ada banyak jurus dari berbagai aliran Taijiquan, bahkan dalam satu aliran pun ada beberapa jurus yang harus dikuasai. Ini menunjukkan bahwa jurus mempunyai peranan penting dalam penguasaan Taijiquan. Di kelompok-kelompok Taijiquan senam atau Taijiquan taman, jurus merupakan inti dari latihan mereka. Dalam satu sesi latihan yang berdurasi kurang lebih 1 jam, mereka bisa memainkan beberapa jurus, setelah didahului dengan sedikit pemanasan atau peregangan otot. Seringkali mereka menggunakan musik untuk mengiringi jurus yang dimainkan. Banyaknya jurus yang dimainkan merupakan variasi untuk mencegah kebosanan dalam latihan.

Sementara itu, dalam kelompok Taijiquan yang tradisional, porsi melatih gerak dasar lebih besar ketimbang melatih jurus. Jurus, bagi mereka, merupakan hasil dari latihan-latihan dasar. Ibarat membuat mobil, latihan-latihan dasar adalah menyiapkan dan membangun bagian-bagian mobil, sedangkan jurus adalah hasil jadi mobil yang sudah siap digunakan. Dengan demikian, jurus yang dimainkan bukan sekedar tarian, namun rangkaian gerakan yang tiap gerakannya mempunyai maksud dan tujuan. Gerakan jurus dilakukan dengan bertenaga.

Untuk menilai bahwa suatu jurus yang dimainkan seseorang bagus atau tidak, setidaknya ada dua pendapat umum. Pendapat pertama menilai bagusnya suatu permainan jurus dari keindahannya. Langkah yang lebar, tendangan yang tinggi, serta tingkat kesulitan gerakan adalah beberapa hal yang dipakai untuk menilai bagusnya suatu jurus dimainkan. Praktek ini umum ditemui dalam perlombaan jurus Taijiquan. Sedangkan pandangan kedua menekankan pada dipenuhinya prinsip-prinsip Taijiquan seperti apakah kepalanya tegak, gerakannya efisien, serta tidak banyak kembangan. Bisa jadi kedua cara penilaian ini saling bertentangan. Apa yang dipandang indah oleh kelompok pertama dianggap tidak memenuhi kaidah-kaidah Taijiquan yang dituntut oleh kelompok kedua. Sementara apa yang dianggap bagus karena memenuhi prinsip-prinsip Taijiquan oleh kelompok kedua tentunya tidak indah menurut standar kelompok pertama.

Kedua perbedaan cara pandang tersebut biasanya sudah dipahami oleh masing-masing kelompok, karena keduanya mempunyai orientasi yang berbeda. Kelompok pertama biasanya berorientasi kepada Taijiquan untuk kesehatan, sementara kelompok kedua, yang biasanya merupakan aliran tradisional, berorientasi pada Taijiquan untuk keperluan bela diri. Masing-masing mempunyai pasar dan forumnya sendiri-sendiri. Kendati pun demikian, keduanya memiliki kesamaan pandangan bahwa menguasai jurus Taijiquan adalah bagian yang penting dalam latihan mereka.

TUISHOU (推手)

April 7, 2015

Tuishou, yang kadang diterjemahkan sebagai push-hand (tangan mendorong) atau sensing hand (tangan merasakan), adalah salah satu metode latihan berpasangan dalam Taijiquan untuk melatih kepekaan terhadap kontak atau sentuhan. Tuishou merupakan pintu masuk untuk memahami aspek bela diri internal dari Taijiquan. Latihan tuishou membantu untuk membangun akar, meningkatkan kekuatan dan kelenturan serta menjembatani antara jurus dan aplikasi beladiri.

Tujuan dari tuishou bukan untuk “menang” atau “mengalahkan” lawan. Tujuannya adalah untuk membangun kemampuan merasakan di mana titik keseimbangan lawan berada, menempel tubuh lawan untuk menghambat kemampuannya menyerang, dan untuk menetralkan tekanan yang datang. Sementara itu, bagi mereka yang berlatih Taijiquan dengan orientasi kesehatan, tuishou merupakan latihan untuk melengkapi latihan bentuk jurus yang dilatih selama ini. Baik untuk yang berorientasi pada bela diri atau pun kesehatan, tuishou merupakan latihan untuk menguji kebenaran bentuk yang dilatih. Kesalahan yang muncul dalam bentuk jurus akan muncul dalam tuishou, dan demikian juga sebaliknya kesalahan dalam tuishou terefleksi saat memainkan jurus. Tuishou memungkinkan pembelajar Taijiquan untuk merespon tekanan eksternal dengan tetap menjalankan prinsip-prinsip Taijiquan, di mana konsep yin yang diaplikasikan dalam praktek.

Dari posisi kaki, ada dua jenis latihan tuishou: dengan kaki tidak bergerak (ding bu) dan dengan kaki bergerak (huo bu). Dalam ding bu tuishou dilatih menerima dan menetralisir tekanan lawan tanpa merubah posisi kaki, sehingga pinggang menjadi hidup. Dalam huo bu tuishou, dalam menerima tekanan lawan diperbolehkan menggeser kaki, sehingga kaki dikondisikan menjadi lincah.

Sebagaimana perbedaan pandangan dalam sejarah penciptaan Taijiquan, ada perbedaan pendapat tentang siapa yang menciptakan tuishou. Di aliran Chen, Chen Wangting (1600 -1680) dipercayai sebagai pencipta tuishou. Metode ciptaan Chen Wangting tersebut pada awalnya tidak disebut sebagai tuishou, namun da shou (tangan memukul) atau ke shou (tangan bersilang). Di luar aliran Chen, dipercayai bahwa pencipta tuishou adalah Zhang Sanfeng.

Dalam perkembangannya di zaman modern, tuishou dijadikan bentuk pertandingan kompetitif. Ada keuntungan dan kerugian ketika tuishou dijadikan pertandingan. Keuntungannya adalah bahwa pertandingan tersebut bisa dijadikan salah satu alat ukur untuk melihat pencapaian Taijiquan, dalam arti bagaimana seseorang bisa mengaplikasikan prinsip dan teknik Taijiquan ketika berhadapan dengan lawan tanding di arena. Dengan bergesernya tuishou dari metode berlatih menjadi lomba terjadi pergeseran tujuan tuishou. Saat sebagai metode latihan, tuishou dimaksudkan untuk berlatih secara kolaboratif mengenal tenaga di mana menang dan kalah tidak menjadi tujuan, namun ketika dipertandingkan tujuannya menjadi mencari menang di mana prinsip-prinsip Taijiquan diabaikan, sehingga adu otot yang dalam latihan dihindari di dalam pertandingan menjadi salah satu cara yang lazim dipakai untuk menang.

4 Alasan Umum Berlatih Taijiquan

January 6, 2015

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari berlatih Taijiquan, kita perlu tahu apa tujuan kita berlatih. Dengan mengetahui tujuan atau alasan kita berlatih diharapkan kita bisa berfokus pada apa yang menjadi tujuan kita. Sebagaimana saya melihatnya, setidaknya ada 4 alasan mengapa orang berlatih Taijiquan. Pengelompokan ini bisa jadi saling tumpang tindih.

 

  1. Kesehatan

Barangkali alasan kesehatan adalah alasan yang paling umum dalam berlatih Taijiquan, karena kesehatan yang bagus akan menjadi landasan bagi kegiatan lainnya. Mereka yang berlatih Taijiquan untuk kesehatan paling mudah ditemui di taman-taman pada pagi hari. Sebagian besar kelompok ini adalah orang-orang tua. Biasanya yang mereka latih adalah senam Taiji. Sebagai senam yang gerakannya perlahan Taijiquan memang sesuai untuk warga senior ini karena kondisi fisik mereka kurang mendukung untuk melakukan olah raga atau yang senam yang high impact seperti aerobik misalnya. Dengan melakukan bentuk jurus Taijiquan secara teratur mereka memperoleh yang mereka cari, yaitu kesehatan. Mereka kurang tertarik untuk berlatih tuishou (latihan berpasangan dengan tangan saling menempel) ataupun aplikasi dari jurus tersebut.

 

  1. Bela diri

Mereka yang berfokus mempercayai bahwa Taijiquan pada mulanya dibuat untuk keperluan bela diri. Dalam sejarahnya di Tiongkok para master tentunya tidak berlatih Taijiquan untuk sekedar alasan kesehatan. Banyak kisah para master yang bisa mengalahkan lawan-lawannya dengan prinsip-prinsip Taijiquan, seperti 4 ons mengalihkan 1000 kati. Selain berlatih jurus, mereka yang berfokus pada Taijiquan untuk bela diri ini, juga melatih tuishou dan aplikasi bela diri dari gerakan-gerakan Taijiquan. Komunitas Taijiquan bela diri lebih tertutup dibandingkan dengan Taijiquan kesehatan yang mudah ditemui di tempat-tempat publik. Karena pada umumnya masih bersifat perguruan tradisional, komunitas Taijiquan yang berorientasi bela diri lebih susah diakses oleh publik. Seringkali ada syarat-syarat khusus perguruan yang membuat tidak semua orang bisa bergabung di sana.

 

  1. Perlombaan

Secara umum ada dua jenis Taijiquan yang dilombakan, yaitu taolu (jurus) dan tuishou. Dalam taolu yang dinilai adalah keakuratan dan keindahan jurus, baik perorangan maupun beregu. Walau pada awalnya tuishou adalah metode latihan dalam Taijiquan, dalam perkembangan modern metode latihan ini dilombakan. Dalam tuishou yang dinilai adalah bagaimana peserta bisa menjatuhkan lawannya dengan tangan harus menempel tanpa memukul dan menendang. Peserta lomba taolu biasanya adalah mereka yang sudah menekuni senam Taiji untuk kesehatan, sedang peserta lomba tuishou adalah mereka yang sudah berlatih aplikasi jurus untuk keperluan bela diri. Kedua kelompok ini mengikuti lomba untuk menguji apa yang sudah dipelajari dan dilatih selama ini.

 

  1. Sosialisasi

Tentunya kita semua gembira kalau bisa bertemu dan berbagi dengan orang-orang yang mempunyai minat yang sama dengan kita, dan ini menjadi dasar bagi terbentuknya komunitas apa pun itu. Kadang kegembiraan dalam bersosialisasi bisa membelokkan tujuan semula mengapa kita bergabung dalam komunitas. Dalam komunitas Taijiquan, kadang ditemui orang-orang yang nampaknya lebih menikmati bersosialisasi ketimbang berlatih dan meningkatkan ketrampilan Taijiquannya atau bisa jadi mereka yang menjadi pengurus di komunitas atau organisasi Taijiquan lebih disibukkan oleh kegiatan “kepengurusan” ketimbang berlatih. Ngobrol memang lebih asyik ketimbang berlatih.

 

Penutup

Untuk mereka yang sudah sekian lama menekuni Taijiquan tentunya bisa menyadari berada di kelompok yang mana, sedang bagi yang ingin memulai berlatih Taijiquan, pertanyaannya adalah ingin berada di kelompok yang mana?