Posts Tagged ‘Keluarga Yang’

Kisah Para Master: Beberapa Kejadian dalam Keluarga Yang

August 17, 2017

Ketika kakek dari guru saya, Yang Lu-ch’an, pertama kali berjalan memasuki  istana pada Dinasti Ching, dia diserang dua ekor anjing.  Kedua anjing tersebut menggigit kakinya, dan kemudian dengan suara yang aneh melarikan diri.  Tuan Yang tidak memperhatikannya dan mengikuti para kasim dengan senyum tenang.  Para kasim kagum dengan ketenangannya.  Belakangan diketahui bahwa kedua anjing tersebut tidak mau makan pada malam itu.  Rupanya gigi anjing-anjing tersebut patah waktu menyerang, karena begitu kuatnya kaki Yang.

****

Di saat yang lain, paman tertua guru saya Yang Pan-hou – anak tertua Yang Lu-ch’an – sedang tidur di kebun pada suatu sore di musim panas sambil menunggu makan malam.  Seorang pembantu menyentuh tubuhnya untuk memberitahu bahwa makan malam sudah siap dan Yang, masih tertidur lelap, menendang pelayan yang sial tersebut hampir setinggi langit-langit rumah.

****

Di suatu pagi, ayah guru saya, Yang Chien-hou, anak ketiga Yang Lu-ch’an, didekati oleh seorang pelayan yang mengatakan bahwa ada tikus mati yang nyangkut di dinding kamar tidur.  Apakah tuan mengetahuinya?  Yang sejenak berpikir dan kemudian berkata: “Tikus tersebut pastinya berusaha mengambil kacang yang ada di kantong saya ketika saya tidur.  Saya pastinya telah menangkapnya dan melemparkannya ke dinding dengan kekuatan seperti itu sehingga nyangkut di dinding.

****

Suatu hari sekitar 30 tahun yang lalu, guru saya, Yang Ch’eng-fu, cucu Yang Lu-ch’an, dan saya sedang menyeberang di salah satu jembatan di Shanghai.  Seorang pria bertubuh besar dan gempal berjalan dengan cepat dan mendorong Yang dan tiba-tiba mundur beberapa kaki dan terjerembab.  Dia bangun dan menatab dengan marah pada Yang yang diam saja.  Nampaknya orang tersebut terkejut karena gagal menggeser Yang, dan kemudian pergi tanpa berkata-kata.

****

Saya, Man-ch’ing, menilai empat kejadian ini sebagai ilustrasi dari tindakan yang dilakukan tanpa upaya sadar apapun.  Klasik T’ai-chi Chu’an mengatakan bahwa saat orang memahami “menginterpretasikan energi” – secara perlahan orang sampai pada ranah supernatural.

Diterjemahkan dari buku karya Cheng Man-ch’ing berjudul T’ai Chi Ch’uan A Simplified Method of Calisthenics for Health and Self Defense, halaman 132 – 133

Kisah Para Master: Chen Kung dan Manuskrip Keluarga Yang

July 31, 2017

Banyak peristiwa menarik dalam sejarah Taijiquan.  Pada mulanya sejarah Taijiquan merupakan sejarah lisan di mana kisah-kisah di jaman dulu disampaikan dari generasi ke generasi.  Seringkali ada beberapa versi untuk peristiwa yang sama, dan ini adalah hal yang lumrah dalam sejarah karena menyangkut perspektif dan berada di posisi mana si pelaku ataupun saksi sejarah. Kita beruntung ketika ada yang menuliskan kisah-kisah dalam sejarah Taijiquan dan mempublikasikannya.  Dengan demikian, apa yang sebelumnya hanya diketahui oleh sedikit orang bisa diketahui lebih banyak orang dan bisa menjadi inspirasi untuk berlatih, mempelajari, dan mengeksplorasi Taijiquan.  Berikut adalah kisah tentang Chen Kung.

 

Sekitar tahun 1930, Chen Kung, saudagar kaya dan murid Yang Cheng-fu, mohon meminjam transkrip keluarga untuk semalam sehingga dia bisa membacanya untuk meningkatkan latihannya. Karena Chen murid yang berdedikasi dan setia, maka Yang Cheng-fu menyetujuinya, sepenuhnya menyadari bahwa satu malam akan sulit bahkan bagi pembaca cepat untuk menyelesaikan buku tersebut. Yang tidak diketahui Yang Chengfu adalah bahwa  Chen telah mengupah tujuh penyalin untuk bekerja semalaman menyalin seluruh buku. Setelah menghilang (sekitar tahun1932) dia beralih profesi dari saudagar menjadi tabib pengobatan Cina. Di tahun yang sama beberapa bagian dari manuskrip mulai muncul di berbagai jurnal, yang membuat keluarga Yang marah.

 

Belakangan, di tahun 1943, seluruh catatan salinan Chen muncul dalam bentuk buku dan penjualannya laris di seluruh Cina.  Ini semakin membuat marah keluarga Yang, yang kemudian meluncurkan buku mereka sendiri dengan klaim bahwa terbitan Chen adalah palsu dan bahwa karya mereka yang baru dan lebih kecil adalah materi asli. Chen, dalam gaya tipikal Cina, mengklaim bahwa bukunya berisi teorinya sendiri dan dia hanya menggunakan nama keluarga Yang untuk otentitasnya.

 

Kisah ini tertulis dalam buku Tai Chi Qi & Jin yang merupakan karya Chen Kung yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Stuart Alve Olson.  T.T. Liang menceritakan kisah ini kepada Stuart Alve Olson, dan T.T. Liang mendengarkan kisah ini dari gurunya, Zheng Manqing, yang mendapatkan tuturan ini dari gurunya, Yang Chengfu.  Dengan testimoni lisan semacam ini, Stuart Alve Olson tidak yakin akan detail dari kisah ini, namun Master Jou Tsung-hwa mendapat konfirmasi kebenaran kisah ini dari Chen Kung sendiri ketika mereka bertemu di tahun 1976.  Dan cucu dari Chen Kung, Donald Chen, juga mengkonfirmasinya.

 

Terlepas dari permasalahan etika yang ditimbulkannya, ada sisi positif dari peristiwa ini.  Seandainya Chen Kung tidak mempublikasikan bukunya, keluarga Yang barangkali tidak akan mengeluarkan buku mereka sendiri, dan membuka apa yang sebelumnya menjadi rahasia keluarga.  Dengan demikian, masyarakat luas mendapatkan keuntungan karena mereka bisa mengakses dan membandingkan apa yang ditulis oleh Chen Kung dan apa yang ditulis keluarga Yang.  Dengan lebih banyak sumber belajar, tentunya pengertian kita tentang Taijiquan menjadi lebih baik.