Posts Tagged ‘Prinsip Taiji’

Konsep Invest in Loss dalam Zhengzi Taijiquan

December 20, 2016

Bagi praktisi Zhengzi Taijiquan tentunya akrab dengan istilah “Invest in loss” yang sering dikutip dari Profesor Zheng Manqing.  Apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Invest in loss”?

 

Dalam salah satu tulisan di www.discovertaiji.com, Adam Mizner mencoba menjelaskan konsep ini menurut penafsirannya.  Dia memulai dengan menjelaskan pengertian yang salah dalam menerapkan konsep “Invest in loss.”  Kesalahan umum yang pertama adalah tidak berusaha untuk menang pada saat melakukan tuishou, menyerahkan akar dan center pada lawan.  Bila hal ini dilakukan berulang-ulang akan memberikan kondisi pada pikiran dan tubuh untuk mudah kalah dan gampang didorong ke sana kemari.  Yang kedua adalah terlalu mudah melepaskan struktur dan ruang, yang membangun gaya tuishou yang  didasarkan pada pengertian yang keliru atas memberi  jalan. Ketika mendapat tekanan tubuh meliuk-liuk serta lari dari tekanan.

 

Berikutnya Adam Mizner menjelaskan pengertian yang benar dari “Invest in loss” menurut penafsiran dia.  Menurut dia, “Invest in loss” artinya adalah “berinvestasi  untuk melakukan dengan cara yang benar” bahkan dengan resiko kalah atau kehilangan.  Artinya ketika melakukan tuishou atau latihan berpasangan kita berfokus pada penyebab atau proses membangun ketrampilan dan bukan pada hasilnya.  Lebih baik kita kalah namun menjalankan prinsip, misalnya tubuh harus tegak, ketimbang meliukkan tubuh karena berusaha untuk mendapatkan kemenangan dengan harga mengorbankan prinsip.  Setiap kali berlatih dan mengorbankan prinsip dan metodeTaijiquan agar selalu menang dalam tuishou atau latihan berpasangan, kebiasaan buruk ini akan semakin kuat dan semakin hari semakin menjauhkan dari  Taijiquan.  Sebaliknya, ketika kita menjaga prinsip dan metode Taijiquan, walaupun sering terdorong, kita membangun tubuh dan rasa untuk merespon tekanan dengan benar, dan cepat atau lambat akan mendekatkan pada ketrampilan Taijiquan yang benar.  Dari sini hasil akhirnya adalah bahwa kita tidak lagi gampang didorong, dan bisa menang sebagai hasil dari penerapan “Invest in loss.”

 

Di dalam buku Cheng Tzu’s Thirteen Treatises on T’ai Chi Chu’an, di Treatise One, Zheng Manqing mengatakan bahwa “Invest in loss” adalah membiarkan lawan menggunakan tenaga untuk menyerang sementara Anda tidak menggunakan tenaga sama sekali untuk mempertahankan diri Anda.  Anda membimbing tenaga lawan hingga habis, kemudian ketika Anda melakukan serangan balik, lawan akan terlempar jauh.  Di dalam Taijiquan Klasik ini disebut dengan Dong Jin (mengerti tenaga) di mana setelah memahami tenaga, semakin banyak berlatih, ketrampilan akan meningkat.  Soal ini kemudian dijelaskan lagi oleh Zheng Manqing dalam buku  Master Cheng’s New Method of Taichi Chu’an Self Cultivation.  Prinsip utamanya adalah “meninggalkan diri mengikuti orang” di mana ketika lawan maju dan menyerang, kita tidak hanya tidak menentang namun bahkan tidak boleh memikirkan untuk menyerang balik.  Yang dilakukan hanyalah menempel dan melekat pada lawan, kemudian dengan ringan berubah dan menetralisirnya.  Bagi pemula, tentunya kehilangan atau kekalahan tidak bisa dihindari, namun dinasehatkan untuk tidak takut kehilangan atau kalah.  Bila takut kehilangan atau kalah tentunya kita tidak akan memulai.  Sebagaimana investasi pada umumnya investasi kecil akan memberikan imbal hasil yang kecil dan investasi besar akan menghasilkan imbal hasil besar, invest in loss yang kecil akan mendapatkan manfaat sedikit dan invest in loss yang besar secara jangka panjang akan membawa manfaat besar.

 

Louis Swaim, penerjemah buku The Essence and Applications of Taijiquan karya Yang Chengfu, dalam satu forum diskusi di Internet mengatakan bahwa Invest in loss adalah penerjemahan dari istilah dalam Bahasa Mandarin “chi kui” yang bisa diartikan “menelan kekalahan” atau “menelan kepahitan.”

 

Dari penelusuran tentang konsep Invest in Loss sebagaimana dipaparkan di atas, bisa dipahami bahwa istilah Invest in loss dalam Bahasa Inggris lebih populer ketimbang istilah asli dalam Bahasa Mandarin “chi kui” mengingat terjemahan buku-buku Zheng Manqing dalam Bahasa Inggris lebih mudah diakses publik ketimbang tulisan aslinya yang berbahasa Mandarin.  Namun demikian, penerjemahan “chi kui” menjadi “Invest in Loss” mempunyai pergeseran makna, di mana makna “chi kui” yang lebih menekankan pada kesediaan menerima tanpa mengorbankan prinsip-prinsip Taiji bergeser pada kata “invest” atau sekedar menerima tekanan saja di mana struktur tubuh dan prinsip-prinsip Taiji dikorbankan dengan berilusi bahwa hal ini akan meningkatkan ketrampilan Taijiquan secara signifikan atau secara bahasa yang sederhana ada pengertian yang sesat bahwa banyak kalah dulu tidak apa-apa karena nanti pada akhirnya akan mendapatkan kemenangan. Ini tentunya pandangan yang keliru, kalau kita berlatih untuk kalah tentunya akan terlatih untuk kalah sampai kapan pun, sebagaimana telah diulas oleh Adam Mizner di atas.

 

Selain itu, apa yang dilakukan oleh Zheng Manqing dengan membuat istilah “chi kui” atau “Invest in Loss” adalah menjembatani apa yang sudah termaktub dalam Taiji klasik dengan menggunakan istilah yang lebih modern.  Invest in loss menurut penafsiran saya tidak lain adalah penafsiran Zheng Manqing akan prinsip-prinsip Taiji seperti “empat tael mengallihkan seribu kati,” “Meninggalkan diri mengikuti orang,” dan “tidak menentang, tidak menghindar.”