Posts Tagged ‘tuishou’

Wawancara Paul Alexander dengan Wee Kee Jin

April 10, 2017

PA: Apa yang menginspirasi Anda belajar bela diri?

WKJ: Saya mulai pada usia 14 tahun di Chin Woo association. Saya belajar di sana selama 4 tahun,kemudian mengabdi pada national service di Singapora, kemudian saya berhenti. Ketika saya berusia 24 tahun, saya mengunjungi paman saya di Taiwan, saya mellihatnya memainkan jurus Taiji. Setelah itu dia meminta saya untuk mendorongnya dan tentunya saya terlempar ke sana kemari.  Dia menyebutkan bahwa seorang guru bernama Huangxingxian  di Malaysia dan Singapura, jika saya tertarik saya harus mencarinya. Maka dari situlah awalnya

.

 

PA: Saya tahu bahwa Anda tinggal bersama dengan Master Huang, bisakah Anda ceritakan tentang hal ini?

WKJ: Saya tinggal bersamanya selama empat tahun. Saya berlatih penuh, 7 hari seminggu, 8 jam sehari. Tidak ada liburan,tidak ada tahun baru. Beliau mengatakan bahwa saya perlu belajar Bangau Putih dan Taiji, maka saya belajar keduanya. Pada waktu makan beliau biasanya berbicara tentang Taiji, kami biasanya berdiri dan melakukan tuishou, kemudian duduk kembali dan minum. Ketika kami melihat mesin, misalnya,beliau biasanya bertanya kepada saya, “apa prinsip-prinsip Taiji yang ada di sana?”  Ketika saya berada di sana, saya adalah satu-satunya murid yang tinggal di sana. Sebelumnya ada empat murid yang tinggal bersama beliau, saya yang terakhir.

 

PA: Apa cara paling aneh dari guru Anda untuk membantu Anda belajar?

WKJ: Di tahun 1954, beliau membawa Chen Man Ching school dan White Crane school ke dalam kompetisi. Beliau melatih muridnya dengan cara menuangkan air di lantai, dan kemudian dia menyuruh murid-muridnya untuk melakukan tuishou.  Jika Anda bisa tetap mengakar di lantai yang licin di ruang sempit, ini adalah ketrampilan yang bagus.

 

PA: Saya sudah membaca buku Anda, dan saya mendapati bahwa Anda menekankan latihan dasar. Seberapa penting latihan dasar, menurut Anda?

WKJ: Ketika orang-orang mengatakan bahwa Taiji saya sangat tinggi, ini bukan karena saya melakukan sesuatu yang berbeda.  Tingkat tinggi dalam Taiji adalah bahwa Anda mempunyai pemahaman yang lebih dalam tentang prinsip-prinsipnya.  Setelah 5 tahun, 10 tahun, murid pemula,murid tingkat tinggi, melatih prinsip-prinsip yang sama, namun dengan pemahaman berbeda. Saya berlatih jurus, jurus pendek 37, 20 tahun berjalan saya masih akan menjalankan jurus tersebut.   50 tahun…..masih melakukan jurus yang sama!  Apa yang terjadi di dalam jurus berubah.  Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa tingkat tinggi hanyalah pemahaman lebih dalam tentang prinsip-prinsip dasar.  Bukan sesuatu yang berbeda.

 

PA: Anda pasti masih menjalankan latihan dasar , bukan?

WKJ: Ya. Inilah sebabnya, ketika ditanya apa yang saya lakukan ketika berlatih, saya tidak pernah mengatakannya karena publik akan berpikir bahwa hal ini sedemikian membosankan! Ketika orang mulai belajar hal-hal sederhana, mereka kemudian mulai mencari hal-hal yang rumit.  Ketika Anda mencapai level tertentu Anda mendapati bahwa tidak perlu melanjutkannya, alih-alih Anda harus kembali. Ketika Anda kembali, Anda akan menemukan tempat yang berbeda dari tempat di mana Anda mulai di sana. Saya selalu mengatakan bahwa hal-hal dasar adalah yang paling monoton dan membosankan, yang paling sederhana namun paling sulit dijalankan.

 

PA:  Ada pepatah, “belajar menyenangkan, namun berlatih membosankan, ” Anda setuju?

WKJ: Tidak, itu tidak benar. Itulah sebabnya mengapa , jika Anda belajar seni apapun, pertama-tama Anda harus bersiap untuk mendisiplinkan diri sendiri.  Jika tidak punya pikiran atau ruang untuk mendisiplinkan diri untuk berlatih tiap hari secara konsisten, maka jangan belajar. Setelah bertahun-tahun berlatih, tidak  lagi menjadi disiplin, pastinya menjadi kegembiraan.  Jika masih menjadi disiplin maka ada faktor yang memaksa.  Ketika Anda menikmatinya, menjadi berbeda.  Saya menikmatinya.

 

PA: Jadi sudah menjadi bagian utama hidup Anda?

WKJ: Ya…..selain istri saya.  Prinsip-prinsip Taiji mengatakan Anda harus menyeimbangkan segalanya.

 

PA: Apa perbedaan antara White Crane dan Taiji?

WKJ: Sebelum wafat di tahun 1992,guru saya mengatakan pada saya bahwa beliau merasa telah bertindak tidak adil pada guru White Crane beliau karena beliau lebih banyak mempromosikan Taiji ketimbang White Crane.  Jadi saya berharap saya bisa mempromosikan White Crane untuk beliau. Namun semakin saya mendalami Taiji, semakin saya menyadari mengapa pada akhirnya guru saya berhenti menjalankan White Crane.  White Crane dan Taiji pada dasarnya didasarkan atas prinsip-prinsip yang sama. Jika Anda mengambil berlian, White Crane adalah berlian yang belum dipotong, Taiji adalah berlian yang sudah diasah.  Jadi saya perhatikan bahwa ketika seseorang menjadi semakin halus, dia tidak ingin melakukan hal-hal yang kasar.

 

PA: Jadi orang akan bergerak menuju Taiji secara alami?

WKJ: Ya. Taiji adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang berusia 50 ataur 60.  Gaya yang lebih keras sebagian besar untuk orang muda. Memang seharusnya begitu.  Tetapi harus saya tekankan bahwa White Crane bukanlah seni eksternal.

 

PA: Banyak orang nampaknya masih disibukkan dengan apakah suatu seni itu eksternal atau internal.   Menurut Anda apa perbedaan di antara keduanya?

WKJ: Sebenarnya ini adalah miskonsepsi. Dikatakan bahwa eksternal adalah gaya yang keras, internal gaya yang lembut. Makna sebenarnya dari internal adalah bahwa seni eksternal dimpor dari luar Cina, seni internal adalah seni yang berasal dari dalam Cina.  Shaolin dibawa dari India. Itulah sebabnya mengapa disebut seni eksternal. Di dalam apa yang disebut seni internal dan seni eksternal ada gaya keras dan lembutnya. Jadi White Crane adalalh gaya lembut dan demikian juga dengan Taiji.

 

PA: Apakah Anda masih berlatih White Crane “keras”? Apakah Anda sudah mengadaptasi lebih banyak Taiji ke dalamnya?

WKJ: White Crane sendiri adalah gaya lembut, bukan gaya keras. Orang keliru memahaminya karena jika Anda melakukan White Crane tanpa mengikuti prinsipnya, Anda melakukan hal yang sama dalam bela diri gaya keras.  Ketika guru saya, Master Huang,pertama kali bertemu Chen Man Ching, beliau tidak percaya bahwa guru saya tidak melakukan Taiji.  White Crane harus relaks, relaks, relaks…dan juga ingat bahwa pendirinya adalah seorang wanita.

 

PA: Apakah Anda berpendapat bahwa sisi bertarung Taiji sangat penting?

WKJ:  Tidak begitu penting dalam pengertian bahwa kesehatan adalah fondasinya.  Pada awalnya mulailah untuk kesehatan, kemudian masuklah lebih ke dalam Taiji, lebih ke dalam bela diri. Saya selalu menyarankan pemula untuk mencari kesehatan dulu. Apakah artinya menjadi petarung hebat yang selalu sakit?  Untuk sisi seni bela diri, Anda harus masuk ke sisi filosofinya. Filosofi Taiji adalah tentang bagaimana menjadi manusia. Itu lebih penting. Bagi murid yang tidak bisa memutuskan apakah mereka ingin belajar Taiji, Saya selalu mengatakan – jika Anda ingin menendang dan memukul Anda berlatih Shaolin atau Karate, jika Anda ingin melempar orang Anda berlatih Aikidoatau Judo, jika Anda ingin kesabaran dan ketekunan Anda berlatih Taiji.  Jika Anda ingin bela diri terbaik, jangan berlatih…cari senjata api untuk Anda! Penting untuk ditekankan bahwa Taiji hanyalah untuk pertahanan.Dalam Taiji, mengatasi gerakan dari diam, mengatasi tindakan orang lain tanpa bertindak. Ketika Anda mencapai level Taiji  yang lebih tinggi, ketika orang mendorong Anda,  Anda bahkan tidak perlu menetralisasinya, Anda hanya membawa tenaga ke bawah karena tenaga itu akan memantul balik ke atas. Level tertinggi Taiji disebut “menerima tenaga.” Namun bagi saya ini masih belum level tertinggi Taiji.  Karena itu Anda harus masuk ke dalam sisi filosofinya, ketika Anda belajar untuk menjadi manusia. Anda begitu baik sehingga tak seorang pun ingin bertengkar dengan Anda. Itulah level tertinggi.

 

PA: Jika Anda harus memberi label pada gaya yang Anda ajarkan, apakah itu keluarga Yang?

WKJ: Gaya Yang yang sangat kuat. Chen Man Ching dari Yang Cheng Fu,dia menyederhanakan jurus 37 berdasarkan gaya Yang. Guru saya adalah murid Chen Man Ching,namun cara kami melakukannya, khususnya saat transisi, berbeda dari kebanyakan aliran Chen Man Ching.  Guru saya telah melampau guru-gurunya.  Ketika guru saya pergi ke Singapura pada tahun 1956, Chen Man Ching memberi tahu dia, ” Dalam 7 tahun kamu akan lebih bagus daripada saya “.  Maka guru saya memasukkan pemahamannya.  Maka saya tidak ingin mengatakan apakah gaya Yang saya Chen Man Ching atau Huang….Saya lebih suka menyebutnya Taiji Quan. Gaya diciptakan oleh manusia, gaya hanyalah jenis gerakan yang diciptakan untuk mengikuti prinsip-prinsip Taiji.

 

PA:  Jadi Anda berpikir bahwa jurus Taiji adalah hal yang paling penting?

WKJ: Jurus adalah satu set gerakan yang diciptakan agar Anda bisa memasukkan prinsip-prinsip ke dalam tubuh. Jurus hanyalah satu set perkakas. Pada akhirnya gerakan apa pun yang Anda lakukan harus mengikuti prinsip-prinsip Taiji. Guru saya mengatakan, “Anda harus belajar prinsip-prinsipnya, bukan gerakannya. ” Banyak orang suka belajar banyak gerakan, namun sedikit yang suka belajar satu gerakan saja. Banyak orang suka mengajarkan banyak gerakan, tetapi sedikit yang suka mengajarkan satu gerakan saja. Jika Anda mengajarkan gerakan, begitu Anda selesai mengajarkan jurus, maka Anda harus mengajarkan jurus yang lain lagi. Jika Anda mengajarkan prinsip maka tidak akan ada akhirnya. Cara saya mengajar sama dengan cara guru-guru saya mengajar. Mereka membiarkan Anda merasakan tubuh sehingga Anda tahu apa yang terjadi dalam tubuh. Disuruh relaks atau mengendap bisa jaadi membingungkan, namun  jika saya membiarkan Anda merasakan tubuh, maka Anda tahu apa yang sedainsng terjadi. Walaupun Anda belum bisa melakukannya saat ini, Anda tahu apa yang seharusnya terjadi.  Maka gunakanlah pikiran untuk memvisualisasikan rencananya.  Begitu cara guru saya mengajar.

 

PA: Bagaimana sekolah Anda di New Zealand?

WKJ: Kelas saya di New Zealand tidak besar karena saya mengajar di Eropa setengah tahun.  Di  New Zealand saya hanya punya murid yang sudahlama  berlatih dengan saya , mungkin10 tahun.  Mereka melatih pemula di sekolah mereka masing-masing. Saya katakan pada mereka bahwa mereka tidak harus melatih di bawah sekolah saya, mereka bisa pergi dan melatih. Ketika murid mereka sudah berlatih selama 3 atau 4 tahun dan benar-benar bersemangat, mereka bisa datang dan berlatih bersama saya.  Sebagai guru, ketika waktunya tiba, Anda harus membiarkan murid Anda pergi dan mengajar.  Karena ketika mereka mengajar, mereka memperoleh kemajuan.  Mengajar meruupakan tahapan belajar, kita juga bisa mendapat lebih banyak orang belajar Taiji. Saya tidak ingin organisasi, karena dengan organisasi mereka cenderung lebih banyak menghabiskan waktu bicara pollitik ketimbang berlatih dan mengajar!

 

PA: Saya dengar Anda menyukai tuishou, apakah menurut Anda tuishou sangat penting dalam berlatih Taiji?

WKJ: Ya,ini merupakan bagian yang sangat penting dalam latihan. Dalam jurus Anda berusaha untuk sinkron, seimbang, terhubung dan relaks tanpa adanya tekanan eksternal.  Dalam tuishou Anda mendapatkan tekanan tenaga eksternal.   Anda belajar untuk mendengarkan tenaga yang datang, lebih penting lagi Anda menyelaraskannya.  Anda kemudian bertanya pada diri sendiri, “Apa reaksi saya terhadap tenaga tersebut?”.

 

PA: Jika Anda harus mengukur latihan antara tuishou dan jurus, apakah Anda membaginya 50/50?

WKJ: Tidak. Saya akan menggunakan 2/3 dari waktunya untuk berlatih jurus, 1/3 tuishou. Kebanyakan orang melakukan sebaliknya.  Jurus adalah fondasi.  Apa yang Anda lakukan dalam jurus adalah sama dengan apa yang Anda lakukan dalam tuishou.

 

PA: Menurut Anda apakah tuishou perlu dikompetisikan?

WKJ: Saya tidak keberatan dengan kompetisi, selama prinsip-prinsip Taiji diikuti. Jika tuishou berubah menjadi gulat, menjadi adu tenaga, bukan prinsip Taiji. Dalam praktek tuishou saya kira kebanyakan orang hanya berpikir untuk mendorong, namun itulah produk tuishou.  Fondasinya adalah menerima. Belajar menerima tenaga. Jika Anda bisa menerima tenaga maka Anda bisa membawa tenaga tersebut ke tanah, dorongan itu menjadi netral. Itulah mengapa latihan tuishou, dalam latihan Taiji secara umum,jika Anda ingin bagus dalam Taiji Anda harus melepas kesombongan dan ego. Itu hal yang paling sulit. 100% yakin untuk tidak menggunakan tenaga kasar dan tidak mengalahkan orang lain namun mengalahkan diri sendiri.

 

PA: Apakah Anda berlatih dengan senjata?

WKJ: Di White Cranekami hanya menggunakan tongkat jalan.  Dalam sistem Taiji kami, kami punya tongkat, tombak dan pedang.

 

PA: Apa senjata favorit Anda?

WKJ: M16………….bukan, pedang.

 

PA: Apakah Anda sering berlatih senjata?

WKJ: Tidak, saya berlatih jurus. Jurus adalah tanah, pedang adalah air, tombak adalah api, golok adalah logam, tongkat adalah kayu. Semuanya berasal dari tanah. Senjata adalah perpanjangan lengan, maka semuanya kembali ke latihan dasar lagi.

 

PA: Kisah para master jaman dulu sangat mistis. Apakah menurut Anda kisah-kisah itu benar-benar terjadi?

WKJ: Ya. Saya percaya ada kebenarannya, namun setelah bertahun-tahun  dibesar-besarkan, seperti gosip di Cinas. Beberapa hal benar, beberapa hal yang lain barangkali mistis.  Para guru mestinya tidak memistiskan sesuatu. Fakta adalah fakta, kalau bukan fakta ya bukan fakta.  Ketika orang melihat rekaman video saya membuat orang mental-mental, mereka bertanya pada saya apakah itu betulan. Kemudian saya menjelaskan pada mereka, jika guru saya tidak punya ketrampilan tersebut, tentunya saya tidak akan menghabiskan empat tahun hidup saya bersamanya. Saya dulu mencoba menjelaskannya pada mereka, namun sekarang saya bahkan tidak ingin mencoba menjelaskannya.Saya katakan jika Anda mempercayainya sebagai kebenaran maka itu benar. Namun jika Anda tidak mempercayainya, maka itu tidak benar. Lebih baik saya menggunakan waktu untuk berlatih daripada membuangnya untuk menjelaskan pada orang-orang yang tidak bisa menerima kebenaran.

 

PA: Apakah menurut Anda Taiji sudah direndahkan selama bertahun-tahun?

WKJ: Saya melihatnya begini. Jika semua prinsipnya dijalankan maka itu adalah Taiji.  Jika prinsip-prinsipnya tidak ada maka itu bukan Taiji.  Beberapa orang mungkin hanya menginginkan senam, itu bagus. Namun Anda harus menjelaskan prinsip-prinsipnya pada mereka…..untuk berdiri tegak, dll. Apakah mereka datang hanya sekedar untuk senam atau tidak itu terserah mereka.

 

PA: Bagaimana Anda melihat kemajuan sekolah Anda beberapa tahun mendatang?

WKJ: Tujuan saya adalah menolong orang. Banyak orang tahu tentang Taij. Mereka tidak harus berlatih dengan saya, yang penting adalah mereka berlatih Taiji.  Jika Anda berlatih bela diri, harus latihan yang yang bisa Anda jalankan sepanjang  hidup Anda. Tidak ada gunanya melakukan sesuatu yang Anda tidak bisa lagi melakukannya ketika Anda berusia 30 atau 40 tahun.  Jika,ketika Anda 60 tahun, Anda tidak bisa melakukannya berarti waktu yang Anda curahkan sebelumnya terbuang sia-sia. Selain itu, jika Anda berlatih bela diri atau latihan apa pun, Anda harus memilih latihan yang tidak mencederai Anda.  Jika mencedarai Anda,maka apa gunanya melatihnya?  Sejauh ini bagi sayakemajuan sekolah saya  tidaklah begitu penting.  Saya hanya senang berlatih, biarkan orang lain yang mengurusi sekolah saya.

 

PA: Menurut Anda apa syarat murid yang baik?

WKJ: Murid tidak boleh punya pendapatyang  bias.Ketika berlatih pikiran harus terbuka. Jika Anda melihat banyak gaya yang berbeda Anda tidak akan belajar apa-pa darinya, Anda akan mencari kesalahan mereka. Usahakan mellihat yang bagus dari gaya-gaya tersebut. Tidak masalah siapa yang mengajar di kelas, masuklah dengan konsep –apa yang bisa saya pelajari dari orang ini?  Selalu ada yang bisa kita pelajari. Ketika Anda bisa menemukan kesalahan berarti Anda memperoleh kemajuan. Paling tidak Anda tahu bahwa ada kesalahan. Jika Anda belum bisa menemukan kesalahan Anda,maka Anda belum meningkat.  Yang lebih penting,jika Anda menemukan kesalahan orang lain, tanyakan pada diri sendiri –apakah saya punya kebiasaan itu? Kemukdian koreksi diri Anda sendiri. Menurut saya penting bagi murid untuk terbuka. Selain itu, juga penting untuk tidak mengidolakan guru.

 

PA: Menurut Anda apakah hal itu banyak terjadi dalam bela diri?

WKJ: Ya. Saat Anda mengidolakan guru, apapun yang dikatakannya Anda ikuti tanpa berpikir.Pemujaan buta.Guru tidak boleh membiarkan murid mengidolakan dirinya. Jika guru punya murid yang mengidolakannya,dia terbawa perasaan, maka dia mulai mempercayai hal-hal yang tidak benar. Yang terbaik adalah realistis.  Jika Anda realistis, Anda terhubung, menyatu.

 

PA:  Menurut Anda apa syarat guru yang baik?

WKJ: Dalam buku saya, saya mengatakan bahwa guru yang baik tidak harus guru yang terkenal, atau guru yang telah menulis buku yang bagus. Guru yang baik harus bisa menjelaskan dan menunjukkan prinsip-prinsip,mengajar murid apa yang diketahui tanpa menyimpan rahasia. Jangan perlakukan murid sebagai budak karena “ini murid saya!”, ini bukan murid Anda, namun murid Taiji! Kebanyakan guru berusaha mengekang murid, Anda harus membiarkan mereka bebas.

 

PA: Anda mengajar workshop keliling Eropa, apakah workshop Anda cocok untuk pemula?

WKJ: Dalam workshop saya selalu mulai dengan latihan dasar. Sistemnya mempunya 5 gerakan atas dan bawah, kemudian jurus, selanjutnya tuishou. Ketika ditanya mengapa saya mengajar orang yang telah berlatih 2 tahun dan 10 tahun di kelas yang sama, saya mengatakan bahwa saya mengajarkan hal yang sama, namun apa yang mereka serap berbeda.

 

PA: Jadi jika ada orang dengan pengalaman 10 tahun, apakah masih bisa mendapatkan sesuatu dari workshop?

WKJ: Anda harus memahami dasar dari sistem Anda. Jika Anda tidak memahami dasar-dasarnya, maka Anda tidak memahami cara menjalankan jurus atau melakukan tuishou. Cara Anda melakukan latihan dasar dan tuishou adalah sama, jika semuanya berbeda maka tidak nyambung.  Seperti akan belajar Bahasa Inggris, belajar ABC, kemudian menyusun kata-kata, kemudian kalimat, lalu esei.  Anda tidak pergi ke kelas Bahasa Inggris untuk belajar ABC, menulis dalam Bahasa Jerman dan berbicara dalam Bahasa Cina……tidak masuk akal!

 

PA:  Bisakah Anda memberi saran untuk mereka yang baru memulai perjalanan bela diri mereka?

WKJ: Saya kira sebagai pemula Anda harus pergi ke banyak tempat untuk melihat-lihat, namun suatu saat Anda harus membuat keputusan untuk mengambil salah satu style yang Anda nyaman, dan mengikuti satu guru yang Anda percaya.  Jika Anda tetap menjalankan berbagai style yang berbeda-beda, ini seperti mencoba berbagai maskapai penerbangan yang berbeda untuk pergi ke tempat yang sama.  Selama guru mengikuti prinsip-prinsipnya, Anda akan sampai pada tujuan yang sama.  Sebagian membutuhkan waktu lebih lama, sebagian lagi lebih singkat, namun Anda akan sampai di tempat yang sama. Jika Anda mempelajari berbagai style yang berbeda, akhirnya Anda akan kebingungan.

 

PA: Menurut Anda apakah penting untuk berlatih di pagi hari?

WKJ: Keuntungan yang Anda dapatkan dari satu jam berlatih di pagi hari adalah sama dengan berlatih empat jam di siang hari.  Ini karena pikiran masih segar. Saya mulai jam  4 pagi dan berlatih tiga jam di pagi hari.  Saya tidur sekitar jam 9 atau 10 malam.

 

PA: Apakah ada kata-kata nasehat terakhir bagi praktisi Taiji?

WKJ: Anda tidak hanya belajar atau menjalankan jurus.  Anda harus memahami jurus. Bagaimana gerakan diciptakan, bagaimana memahami rahasia menerima adalah karya yang terbesar. Semuanya menjadi terhubung, ketika Anda melakukan tuishou, saya terhubung seperti spons.  Spons hanya masuk ke dalam sejauh Anda menekannya, maka ketika Anda melepaskannya, spons itu melepaskan juga. “Jangan hanya belajar gerakannya, pahami prinsip-prinsipnya “

 

Versi lengkap  artikel ini diterbitkan dalam UK magazine ‘Martial Arts Illustrated’ in 2004

Versi pdf nya bisa diunduh di https://www.taiji.org.uk/publications/

Konsep Invest in Loss dalam Zhengzi Taijiquan

December 20, 2016

Bagi praktisi Zhengzi Taijiquan tentunya akrab dengan istilah “Invest in loss” yang sering dikutip dari Profesor Zheng Manqing.  Apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Invest in loss”?

 

Dalam salah satu tulisan di www.discovertaiji.com, Adam Mizner mencoba menjelaskan konsep ini menurut penafsirannya.  Dia memulai dengan menjelaskan pengertian yang salah dalam menerapkan konsep “Invest in loss.”  Kesalahan umum yang pertama adalah tidak berusaha untuk menang pada saat melakukan tuishou, menyerahkan akar dan center pada lawan.  Bila hal ini dilakukan berulang-ulang akan memberikan kondisi pada pikiran dan tubuh untuk mudah kalah dan gampang didorong ke sana kemari.  Yang kedua adalah terlalu mudah melepaskan struktur dan ruang, yang membangun gaya tuishou yang  didasarkan pada pengertian yang keliru atas memberi  jalan. Ketika mendapat tekanan tubuh meliuk-liuk serta lari dari tekanan.

 

Berikutnya Adam Mizner menjelaskan pengertian yang benar dari “Invest in loss” menurut penafsiran dia.  Menurut dia, “Invest in loss” artinya adalah “berinvestasi  untuk melakukan dengan cara yang benar” bahkan dengan resiko kalah atau kehilangan.  Artinya ketika melakukan tuishou atau latihan berpasangan kita berfokus pada penyebab atau proses membangun ketrampilan dan bukan pada hasilnya.  Lebih baik kita kalah namun menjalankan prinsip, misalnya tubuh harus tegak, ketimbang meliukkan tubuh karena berusaha untuk mendapatkan kemenangan dengan harga mengorbankan prinsip.  Setiap kali berlatih dan mengorbankan prinsip dan metodeTaijiquan agar selalu menang dalam tuishou atau latihan berpasangan, kebiasaan buruk ini akan semakin kuat dan semakin hari semakin menjauhkan dari  Taijiquan.  Sebaliknya, ketika kita menjaga prinsip dan metode Taijiquan, walaupun sering terdorong, kita membangun tubuh dan rasa untuk merespon tekanan dengan benar, dan cepat atau lambat akan mendekatkan pada ketrampilan Taijiquan yang benar.  Dari sini hasil akhirnya adalah bahwa kita tidak lagi gampang didorong, dan bisa menang sebagai hasil dari penerapan “Invest in loss.”

 

Di dalam buku Cheng Tzu’s Thirteen Treatises on T’ai Chi Chu’an, di Treatise One, Zheng Manqing mengatakan bahwa “Invest in loss” adalah membiarkan lawan menggunakan tenaga untuk menyerang sementara Anda tidak menggunakan tenaga sama sekali untuk mempertahankan diri Anda.  Anda membimbing tenaga lawan hingga habis, kemudian ketika Anda melakukan serangan balik, lawan akan terlempar jauh.  Di dalam Taijiquan Klasik ini disebut dengan Dong Jin (mengerti tenaga) di mana setelah memahami tenaga, semakin banyak berlatih, ketrampilan akan meningkat.  Soal ini kemudian dijelaskan lagi oleh Zheng Manqing dalam buku  Master Cheng’s New Method of Taichi Chu’an Self Cultivation.  Prinsip utamanya adalah “meninggalkan diri mengikuti orang” di mana ketika lawan maju dan menyerang, kita tidak hanya tidak menentang namun bahkan tidak boleh memikirkan untuk menyerang balik.  Yang dilakukan hanyalah menempel dan melekat pada lawan, kemudian dengan ringan berubah dan menetralisirnya.  Bagi pemula, tentunya kehilangan atau kekalahan tidak bisa dihindari, namun dinasehatkan untuk tidak takut kehilangan atau kalah.  Bila takut kehilangan atau kalah tentunya kita tidak akan memulai.  Sebagaimana investasi pada umumnya investasi kecil akan memberikan imbal hasil yang kecil dan investasi besar akan menghasilkan imbal hasil besar, invest in loss yang kecil akan mendapatkan manfaat sedikit dan invest in loss yang besar secara jangka panjang akan membawa manfaat besar.

 

Louis Swaim, penerjemah buku The Essence and Applications of Taijiquan karya Yang Chengfu, dalam satu forum diskusi di Internet mengatakan bahwa Invest in loss adalah penerjemahan dari istilah dalam Bahasa Mandarin “chi kui” yang bisa diartikan “menelan kekalahan” atau “menelan kepahitan.”

 

Dari penelusuran tentang konsep Invest in Loss sebagaimana dipaparkan di atas, bisa dipahami bahwa istilah Invest in loss dalam Bahasa Inggris lebih populer ketimbang istilah asli dalam Bahasa Mandarin “chi kui” mengingat terjemahan buku-buku Zheng Manqing dalam Bahasa Inggris lebih mudah diakses publik ketimbang tulisan aslinya yang berbahasa Mandarin.  Namun demikian, penerjemahan “chi kui” menjadi “Invest in Loss” mempunyai pergeseran makna, di mana makna “chi kui” yang lebih menekankan pada kesediaan menerima tanpa mengorbankan prinsip-prinsip Taiji bergeser pada kata “invest” atau sekedar menerima tekanan saja di mana struktur tubuh dan prinsip-prinsip Taiji dikorbankan dengan berilusi bahwa hal ini akan meningkatkan ketrampilan Taijiquan secara signifikan atau secara bahasa yang sederhana ada pengertian yang sesat bahwa banyak kalah dulu tidak apa-apa karena nanti pada akhirnya akan mendapatkan kemenangan. Ini tentunya pandangan yang keliru, kalau kita berlatih untuk kalah tentunya akan terlatih untuk kalah sampai kapan pun, sebagaimana telah diulas oleh Adam Mizner di atas.

 

Selain itu, apa yang dilakukan oleh Zheng Manqing dengan membuat istilah “chi kui” atau “Invest in Loss” adalah menjembatani apa yang sudah termaktub dalam Taiji klasik dengan menggunakan istilah yang lebih modern.  Invest in loss menurut penafsiran saya tidak lain adalah penafsiran Zheng Manqing akan prinsip-prinsip Taiji seperti “empat tael mengallihkan seribu kati,” “Meninggalkan diri mengikuti orang,” dan “tidak menentang, tidak menghindar.”

POIN-POIN PENTING UNTUK KEMAJUAN DALAM TAIJIQUAN

November 21, 2016

Oleh Wee Kee-Jin

 

Master Huang adalah praktisi ternama, namun dia paling dikenal menjulang sebagai guru. Dia mengembangkan latihan dan metode latihan sistematik yang memahami tahapan perkembangan murid. 

 

Mekanisme Fisik

Ketika belajar Taijiquan, kita semua mulai dengan postur yang buruk dan gerakan yang kaku. Maka kita perlu melakukan gerakan-gerakan pengendoran untuk membebaskan sendi-sendi yang terkunci dan ketegangan yang mengumpul, dengan perhatian khusus pada tegaknya tubuh dan kesadaran pada kaki untuk membangun kestabilan yang bagus. Pada mulanya tubuh bergerak sebagai satu kesatuan, namun sejalan dengan mengendornya persendian dan otot kita mulai berputar dari paha, untuk memimpin pinggang, untuk memimpin tubuh, untuk memimpin lengan. Bukan karena diangkat, naiknya lengan didorong dari tenaga dari bawah dan diungkapkan oleh relaksasi tubuh, bahu dan siku. Kemudian setiap gerakan di tubuh bagian atas merupakan hasil dari perubahan dari bawah.

Dari permulaan pentingnya struktur harus ditekankan. Struktur ini adalah akurasi dan keselarasan baik dalam postur maupun nantinya selama transisi, dan menyediakan jalan bagi energi untuk melewatinya. Seperti selang air, yang terpelintir atau ditekan bisa menghentikan air yang menglair, di dalam tubuh persendian dan ketegangan otot yang terkunci akan menghambat jalannya energi.

Berfokus pada Qi atau Yi sebelum struktur mapan tidak banyak manfaatnya, seperti membangun listrik tanpa punya kabel untuk mengalirkannya. Meditasi dan Qigong juga mengolah Yi dan Qi tetapi tanpa tuishou Yi dan Qi tidak punya metode untuk menyalurkan tenaga yang relaks.

Akurasi bukanlah semata-mata detail dari posisi (di mana), atau urutan (kapan), namun yang lebih penting adalah proses bagaimana Anda bergerak. Ketidakakuratan barangkali jelas bagi Anda dalam tuishou, namun di dalam juruslah Anda melatihnya. Jika Anda tidak bisa menjaga keselarasan Anda ketika tidak ada tenaga dari luar yang mempengaruhi Anda, maka tidaklah mungkin jika ada tenaga dari  luar.

Keselarasan merujuk pada kondisi keseimbangan sentral, yaitu tegak dan berada di tengah secara horisontal dan vertikal. Ketika bergerak, kanan dan kiri perlu berubah secara imbang, sehingga kedua lutut, paha, dan bahu jatuh pada kecepatan yang sama, tidak satu sisi lebih cepat daripada yang lain.

Jika para murid hanya melatih kendor, relaks dan peka, maka jurus mereka tidak akan mengakar (jurus mengambang) dan saat tuishou mereka tidak punya tenaga relaks untuk dikeluarkan. Bahkan tempelan mereka hanya di level permukaan. Karena itu Anda perlu memasukkan mengendap di dalam jurus.

Song merupakan proses eksternal dan internal – secara fisik relaks, dan secara mental mengendap. Relaksasi merupakan mekanisme fisik yang melibatkan pelepasan sendi dari kaki ke atas. Untuk terhubung dengan tanah, Anda harus merelakskan kaki dan pergelangan kaki, kendorkan lutut dengan menjatuhkan paha pada soketnya. Ini akan menciptakan ruang bagi tubuh untuk berada pada tempatnya. Bahu kemudian bisa dijatuhkan diikutin dengan menurunkan siku dan pergelangan tangan. Relaksasi bagian tubuh bawah, atas dan lengan harus terjadi hampir bersamaan untuk menghindari tertahannya mengendap.

 

Mekanisme Internal

Semua mekanisme internal dalam Taiji harus dikultivasi menggunakan pikiran (Yi), yang terdiri dari dua bagian – niati dan kesadaran.  Ketika Anda berniat untuk bergerak pertama-tama Anda memikirkan dulu, kemudian tubuh bertindak, dengan cara di mana Anda perlu menyadarinya, bila tidak Anda tidak akan memahami proses atau perubahannya. Dengan demikian dalam setiap gerakan Anda harus pertama-tama mempunyai niat, kemudian diikuti oleh kesadaran.

Berpikir hanyalah merencanakan. Adalah kesadaran yang Anda gunakan untuk mengkultivasi relaksasi – tenaga mengendap dan tenaga pantulan –  memvisualisasikannya, dan menggerakan kesadaran Anda untuk mengalaminya. Pada awalnya tenaga tersebut mungkin tidak secara fisik terjadi dengan cara yang jelas, namun setelah latihan yang lama tenaga tersebut akan muncul ketika Anda memvisualisasikannya.
Yi mengarahkan Qi, sehingga di mana pun kesadaran berada, energi akan ada di sana. Berfokus pada Qi itu sendiri bisa menghambat, atau membuatnya macet. Aliran Qi adalah hasil dari kesadaran yang Anda arahkan.

Mengendap merupakan aliran sensasi terus menerus dari mahkota ke bawah. Untuk pertama melatihnya kita melepaskan (sebagaimana digambarkan di atas) kemudian memvisualisasikan secangkir air hangat yang dituangkan dari mahkota kepala, mengalir turun ke tubuh dan kaki dengan rasa meleleh melewati kaki dan masuk ke tanah.

Pada tahap pertama melatih mengendap di dalam jurus, murid belajar untuk mengendap dalam postur dengan masuk ke dalam posisi kemudian membiarkan sensasinya untuk selesai, sebelum melancarkan dan bergerak ke dalam postur berikutnya.

Setelah sekitar satu tahun mengendap dalam setiap postur, mengendap dalam transisi diperkenalkan. Di sini proses dimulai pada saat kaki yang kosong mulai bergerak, dengan cara ini murid mengendap pada kaki yang isi dan melanjutkan tanpa terganggu oleh penyesuaian kaki, putaran paha, perpindahan berat badan, dan bahkan saat melepas tenaga.

Hasil dari relaksasi dan mengendap adalah meningkatnya tekanan pada kaki.  Ini diistilahkan grounding, atau mengakar. Penting diingat bahwa ketenangan menghasilkan relaksasi, relaksasi menghasilkan mengendap, mengendap menghasilkan grounding, grounding menghasilkan tenaga pantul. Karena itu Jing adalah hasil dari Song,dan mengendap terus menerus akan memasok tenaga terus menerus.

 

Tuishou

Tuishou hanyalah perluasan jurus. Perbedaannya hanyalah tenaga eksternal mendorong gerakan Anda. Anda harus bergerak dengan kesadaran yang sama seperti menjalankan jurus dan apapun yang Anda latih dalam jurus perlu dimasukkan dalam tuishou Anda.

Memberi jalan bukanlah lari dari tenaga. Tidak juga melawannya. Bergerak mendahului tenaga adalah menjauh atau putus. Bergerak terlambat setelahnya adalah melawan. Adalah lalat yang hinggap yang membuat Anda bergerak, bukan karena lalat yang hinggap yang membuat Anda menjauh. Tenaga yang datang yang menciptakan gerakan dalam diri Anda. Ketika Anda mendorong spons, spons itu tidak berusaha lari dari Anda, di hanya menyerap tenaga Anda. Ketika tenaga Anda habis, spons itu mengikuti Anda kembali. Ini adalah menempel.

Dalam Taiji menempel adalah mengikuti center orang lain, yang terhubung dari akar Anda melalui dan masuk ke dalam orang lain, sehingga keduanya bisa bergerak menyatu. Menempel membutuhkan mendengarkan, mengendap, membuka, menutup, dan gerakan-gerakan selaras. Proses mengosongkan tenaga yang datang ke dalam tanah, dan menempel pada dasar lawan, membutuhkan mekanisme yang sama yang digunakan untuk mengendap dalam jurus.

Karenanya jika orang belum terlatih mengendap, mereka mungkin bisa memberi jalan dan menerima tenaga untuk memperlemahnya, namun sebagian dari tenaga tersebut masih mengenai dirinya.  Selain itu, mereka hanya akan bisa menempel pada permukaan lawan dan tidak punya kontak pada akar lawan.

Menetralisasi adalah membelokkan tenaga yang datand dan selanjutnya kemampuan mengosongkan tenaga itu sepenuhnya dari tubuh dan kemudian ke tanah. Dengan keselarasan yang bagus arah pertama yang dipelajari untuk menetralisasi adalah horisontal, memutar di sekitar sumbu tulang belakang.  Ketika membuka, menutup, dan mengendap bisa dimasukkan, netralisasi juga menjadi vertikal dan internal, memungkinkan tenaga yang datang untuk diterima dan dipantulkan kembali kepada lawan.

Buka dan tutup merujuk pada ruang antara tangan Anda, lengan, dan tubuh. Melepas dari center adalah tutup; Buka adalah mengembangkan dari center. Gerakan di luar adalah hasil dari perubahan di dalam. Tutup membutuhkan ruang agar terjadi, yang disediakan oleh mengendap.

Kecepatan dan timing harus berhubunggan satu dengan yang lain. Jika Anda memutar jam, walaupun pemutar memutar gerigi, dan memutar roda yang lain dan seterusnya sampai jarum bergerak, semuanya nampak bergerak bersama. Tidak ada roda yang berputar lebih cepat daripada roda yang menggerakkannya, semuanya bergerak tepat pada kecepatan dan waktu yang sama.  Walaupun Anda memutar paha, tersambungnya bersamaan menghasilkan bagian tubuh lainnya sampai pada tujuan yang berbeda secara simultan.

Dalam tuishou, bahkan dengan kepekaan dan  ketrampilan mendengarkan yang bagus, ketidakakuratan atau sinkronisasi yang buruk akan meninggalkan celah bagi orang lain untuk masuk atau Anda akan macet dengan mengunci diri sendiri.

Mensinkronkan perubahan lewat jurus adalah langkah penting dalam membangun Taiji Anda. Ini adalah timing alami yang menghasilkan ketika relaksasi mendorong gerakan Anda, mengendap dan melepaskan berasal dari akar di bawah dan buka tutup berasal dari center di dalam.

Ketika udara keluar dari balon, semua sisinya mengempis bersama-sama pada kecepatan yang sama. Pengosongan ini rata dan disebut keseimbangan yang seharusnya ada dalam setiap buka dan tutup, yaitu di seluruh jurus dan tuishou. Jika Anda dalam posisi seimbang seperti timbangan, tekanan yang paling kecil pun akan membuat bergerak, dengan kondisi strukturnya berada di tempat yang tepat.

Sebelum pelepasan selalu ada titik memutus akar lawan, yang bisa dimulai pada saat Anda menempel. Ketika membangun kemampuan melepaskan, murid perlu menunggu mengendapnya selesai sebelum membiarkan tenaga untuk – memantul dari akar, memperbesarnya di tungkai, mengarahkannya dengan paha dan melewati tubuh dan lengan sampai ke ujung jari (atau titik kontak mana pun).

Pada mulanya pelepasan tenaga dipicu oleh sebuah dorongan kecil dari kaki yang isi ke dalam tanah. Namun kemudian ini menjadi tidak perlu karena 1% relaksasi menjadi 1% mengendap, di mana 1% dari grounding yang setara 1% tenaga. Seperti juga dalam pegas, di mana Anda menekannya, tenaga kembali kepada Anda. Ingat bahwa efisiensi pegas tergantung pada strukturnya – jika terlalu keras tidak akan ada kompresi, bila terlalu lunak akan kolaps, keselarasannya buruk akan penyok.

Kualitas dorongan jauh lebih penting daripada kuantitas berapa jauh Anda melemparkan seseorang. Dengan dorongan yang bagus dan bersih, kedua kaki mereka akan terangkat, bukan hanya terdorong ke belakang. Kekuatan muncul dari energi bukan kekuatan fisik, maka pengalaman yang dikeluarkan seharusnya ringan dan nyaman, bukan brutal dan kasar. Jika semua berada pada tempatnya dari struktur sampai pada timing Anda barangkali bisa dibuat melayang, namun ini bukan poinnya.

Taiji adalah proses bukan hasil. Latihan, Jurus dan Tuishou merupakan metode untuk mengeksplorasi prinsip-prinsip dalam semua gerakan. Untuk meningkatkannya kita hanya perlu untuk menghaluskan gerakan kita dan memperdalam pemahaman tentang prinsip-prinsipnya. Namun demikian, ini merupakan proses yang berjalan terus menerus. Pada akhirnya jurus menjadi tidak berbentuk, dan setiap aksi atau non-aksi berada dalam keharmonisan – itulah Taijiquan.

 

Diterjemahkan dari:

Important Points for Progress in Taijiquan

http://www.taijiquan-school-of-central-equilibrium.com/notes/important-points/

Taijiquan – Seni Menerima

June 22, 2015

Artikel berikut ini adalah terjemahan dari artikel Taijiquan – The Art of Receving oleh Wee Kee Jin, yang diterbitkan oleh Tai Chi Union Of Great Britain dalam Tai Chi Chuan & Internal Arts Magazine (issue 23, Winter 2006/07)

Taijiquan – The Art of Receiving

Taijiquan tidak ada bedanya dengan latihan atau seni beladiri lain bila dilatih tanpa memahami prinsip-prinsipnya dan tanpa memasukkan prinsip-prinsip tersebut ke dalam gerakan. Tanpa memperhatikan beragam gaya Taiji atau bentuk, mereka semuanya didasarkan atas sekumpulan teks klasik Taiji. Teks-teks klasik itu adalah: Taiji Klasik Chang Sang Feng, Taiji Klasik Wang Ts’ung Yueh, Syair Tigabelas Postur, Memahami Tigabelas Postur, Syair tentang Substansi dan Fungsi, Syair tentang Tuishou dan, dalam aliran Yang, Sepuluh Poin Penting Keluarga Yang. Para praktisi seharusnya memasukkan prinsip-prinsip tersebut ke dalam gerakan, daripada mendalami gerakan untuk mencari prinsip. Untuk memasukkan prinsip-prinsip tersebut ke dalam gerakan, para praktisi harus secara terus menerus membaca dan memahami klasik dan, saat berlatih, pikiran harus ‘bertanya’ dan tubuh harus ‘menjawab’ (merespon).

Pondasi berlatih Taijiquan ada di dalam Bentuk Taiji (catatan penerjemah: Bentuk Taiji adalah terjemahan dari Taiji Form yang maksudnya adalah jurus Taiji). Dengan mengabaikan Bentuk Taiji dan hanya berfokus pada tuishou, adalah seperti mengolah fungsi (aplikasi) tanpa substansi (tubuh). Dengan mengenal diri sendiri dan mengenal lawan, kita akan unggul dalam tuishou. Mengenal diri sendiri bersumber dari latihan Bentuk Taiji, di mana kita belajar untuk rileks, seimbang, terhubung, dan sinkron tanpa tenaga eksternal yang mempengaruhi kita. Tenaga rileks Taiji diolah dan dibangun dalam latihan Bentuk Taiji.

Dalam klasik Chang Sang Feng dinyatakan, “Ketika bergerak, tubuh harus ringan, gesit dan yang paling penting adalah menyatu (sinkron)”. Untuk mencapai ini, zhong ding harus dijaga dalam posisinya, dalam perubahan dan saat melepas tenaga, baik dalam Bentuk Taiji dan dalam tuishou. Untuk menjaga zhong ding praktisi harus mengingat prinsip-prinsip berikut: Syair Tigabelas Postur”, Tarik tulang ekor dan jaga kesadaran di puncak kepala (titik meridian pai hui), tubuh akan menjadi gesit jika kepala dipertahankan seakan-akan tergantung dari atas. ”Taiji Klasik Wang Tsúng Yueh, “Jangan miring atau doyong. Berdiri seperti timbangan”. Hanya ketika zhong ding sudah dicapai, orang baru bisa bicara tentang perubahan dan relaksasi. Zhong ding merupakan pondasi Taijiquan. Ini merupakan salah satu dari ‘Tiga belas Postur’ Taiji dan dua belas postur lainnya semuanya harus mempunyai zhong ding di dalamnya.

Berlatih Bentuk Taiji bukanlah tentang apakah kita tahu seluruh Bentuk, ataupun diukur dari berapa banyak jumlah Bentuk atau gaya yang kita ketahui. Ini tentang memasukkan prinsip-prinsip ke dalam Bentuk dan memahami gerakan-gerakan di dalam Bentuk. Bentuk Taiji hanyalah satu alat bagi kita untuk memasukkan prinsip-prinsip dari Taiji Klasik ke dalam tubuh, dan pada akhirnya Bentuk ini harus menjadi tanpa bentuk karena setiap gerakan yang dilakukan harus mengandung prinsip-prinsip di dalamnya.

Selain memiliki prinsip-prinsip Taiji, praktisi juga harus memahami gerakan dalam Bentuk. Setelah belajar Bentuk keseluruhan praktisi harus memahami urutan perubahan yang melahirkan gerakan dan memahami urutan perubahan dalam hubungannya antara gerakan yang satu dan yang lain, dengan demikian, mencapai prinsip yang dinyatakan dalam klasik Memahami Tigabelas Postur, ”Ingat, simpan ini dalam hati, ketika bergerak setiap bagian tubuh bergerak, ketika diam setiap bagian diam”. Dalam postur lain dalam Bentuk Taiji, lengan, kaki dan tubuh mungkin dalam posisi yang berbeda dan mungkin kita menghadap arah yang berbeda, namun urutan perubahan dan apa yang terjadi di dalamnya adalah sama. Itulah sebabnya mengapa para master Taiji di masa lalu selalu mengatakan, ”ketika paham satu gerakan, paham semua gerakan”. Pada kenyataannya cara paling efektif melatih Bentuk adalah latihan postur tunggal.

Perubahan dalam gerakan apa pun selalu mulai dari bawah (kaki, pergelangan kaki, lutut, sendi paha) dan mengendorkan ketegangan dari betis dan otot paha. Bawah melahirkan gerakan tubuh (batang) – relaksasi dada dari dalam, bercampurnya sensasi otot tubuh dan pengendoran ketegangan dari punggung atas, tengah, dan bawah, melahirkan gerakan di punggung. Tubuh melahirkan gerakan lengan – mengendapnya bahu dan jatuhnya siku. Gerakan tubuh lahir dari kultivasi pikiran, maka kesadaran pikiran harus di dalam tubuh untuk mengimaginasikan dan memvisualisasikan gerakan tubuh terjadi. Setelah kultivasi lama gerakan akan mewujud. Gerakan bawah dan lengan hanya akan terhubung jika ada gerakan dalam tubuh, jika tidak gerakan tersebut hanyalah terkoordinasi.

Relaksasi dalam Bentuk Taiji: ada perbedaan antara relaksasi dan menjadi ‘lunak dan loyo‘. “Fang Sung” (relaksasi dalam Bahasa Mandarin) berarti ‘melepaskan’. Melepaskan apa?, melepaskan ketegangan apa pun yang tidak perlu dalam postur (tubuh) dan gerakan. Dalam Taiji kita menggunakan ketegangan minimum untuk menjaga postur dan gerakan, apa pun yang melebihi dari yang diperlukan kita anggap ketegangan. Dengan meningkatnya kesadaran tubuh demikian juga dengan kemampuan kita untuk melepaskan ketegangan yang tidak perlu. Ketika tubuh bagian atas menjadi lebih ringan dan bagian bawah menjadi lebih berat, ini merupakan tanda terjadi relaksasi. Pada akhirnya, tubuh atas menjadi yin dan bawah menjadi yang dan, ketika praktisi mencapai tingkatan tertinggi, hanya bagian kaki saja yang dan bagian tubuh lainnya adalah yin.

Mengendap: mengendap adalah proses mental dan sangat penting dalam praktek Taiji. Ini hanya bisa muncul setelah praktisi bisa relaks. Mengendap membangun akar dalam Taiji, memungkinkan praktisi untuk ‘meminjam energi dari bumi’. Mengendap juga merupakan latihan untuk menyalurkan tenaga yang datang ke tanah (menetralisasi internal) dalam tuishou. Mengendap harus mulai dari titik meridian Pai Hui (puncak kepala), dan ini untuk ‘menelan chi langit’. Ini harus melalui tubuh, tungkai dan kaki, melewati yongquan masuk ke dalam tanah.

Untuk meminjam energi dari bumi, praktisi harus memvisualisasikan kesadaran mengendap memantul dari tanah, bergerak melalui yongquan, melewati kaki, tubuh dan lengan, melewati titik meridian Lau Kung dan ke ujung jari. Ketika praktisi menguasai Bentuk Taiji, maka mereka akan mempunyai struktur untuk menerima tenaga dalam tuishou.

Tuishou: Di jaman dulu dikenal sebagai latihan ‘mengindra dan merasakan’, namun baru belakangan disebut Tuishou atau Tangan Mendorong. Frase Tangan Mendorong adalah frase yang sangat menyesatkan karena pada kenyataannya tidak ada hubungannya dengan mendorong dan tidak ada hubungannya dengan tangan. Kebanyakan tuishou Taiji yang kita lihat seperti pertandingan gulat, atau seperti adu kerbau, yang menggunakan tenaga kasar dan dengan demikian menyimpang dari prinsip-prinsip Taiji. Alasannya adalah bahwa satu orang ingin mendorong, dan yang lainnya tidak ingin didorong. Yang lebih besar menggunakan berat tubuh dan kekuatannya, sementara yang lebih kecil berusaha mempertahankan posisinya. Selalu dibutuhkan dua tangan untuk bertepuk!

Kita harus meneliti prinsip-prinsipnya, memahaminya dan kemudian melanjutkannya ke dalam praktek. Salah satu poin dalam Sepuluh Poin Penting Keluarga Yang mengatakan, “Gunakan pikiran, bukan tenaga kasar”, selama kita menggunakan pikiran kita, pintu tuishou Taiji terbuka bagi kita untuk masuk; jika kita masih ingin menggunakan tenaga kasar, ini seperti mengunci pintu dan berusaha masuk. Jika masih ingin menggunakan tenaga kasar, jangan belajar Taiji karena bahkan memiliki sepuluh kali kehidupan, tidak akan mencapai esensi Taiji.

Dalam Syair tentang Tuishou dikatakan, “Biarkan dia menggunakan tenaga kasar untuk menyerang” dan “Bimbing gerakannya dengan empat tael untuk menetralisir tenaga seribu kati”. Ini dengan jelas menunjukkan bahwa tenaga yang lebih besar tidak akan mendapat kesempatan bila dihadapi dengan menggunakan prinsip-prinsip Taiji.

Pondasi tuishou Taiji adalah menerima, bukan mendorong, dan bentuk tertinggi tenaga Taiji adalah Tenaga Menerima (jie jin), dan karena itu berlatih menerima harus dimulai dari awal. Profesor Cheng Man Ching mengatakan bahwa “Jika tidak siap menerima (tenaga yang datang) jangan belajar Taiji karena hanya akan membuang waktu dalam hidup secara sia-sia karena tidak akan mendapatkan esensi Taiji”. Dalam Taiji klasik Wang Tsúng Yueh dinyatakan, “Sehelai bulu tidak bisa ditambahkan, seekor lalat tidak bisa hinggap” dan dalam Sepuluh Poin Penting Keluarga Yang dikatakan, ”Saya bukan rak daging”. Semua poin ini menekankan bahwa kita harus menerima tenaga, tidak melawannya.

Dalam latihan tuishou tubuh harus mempunyai semua elemen yang ada dalam Bentuk Taiji. Kunci menerima adalah membuang diri (ego) dan investasi kerugian. “Investasi kerugian; rugi sedikit, untung sedikit, rugi besar, untung besar”, betapa indah kata-kata yang diungkapkan profesor Cheng Man Ching. Dengan menerima (memberi jalan) nampaknya kita rugi namun tidak demikian, karena orang yang mendorong sebenarnya memberi kita “uang Taiji”. Semakin dia mendorong dia semakin rugi dan semakin kita menerima kita menjadi semakin kaya. Ada saatnya ketika dia tidak lagi bisa mendorong kita (berarti secara Taiji dia bangkrut), pada saat itu barangkali kita bisa memberi dia bunga dari “uang Taiji” yang dia berikan! Pada awalnya latihan menerima bisa jadi bikin frustrasi karena kita terdorong terus berkali-kali. Begitu kita mengalami kemajuan kita mulai menyadari di mana kita macet, dan mengapa, namun kita masih terdorong karena kita tidak bisa berbuat apa-apa. Namun perlahan-lahan kita belajar untuk “mengurai” diri kita dan mengarahkan tenaga ke tanah. Menerima harus dilakukan dengan penerimaan total, dalam proses menerima jika kita punya sedikit niat atau pikiran untuk melawan, maka berarti menerima tanpa penerimaan total. Ketika kita menguasai seni menerima, kita akan bisa melakukan prinsip yang dinyatakan dalam Syair tentang Tuishou, “Tarik dia ke dalam kekosongan, kumpulkan tenaganya dan lepaskan”.

Menerima (memberi jalan dan menetralisasi) bukanlah menerima tenaga yang datang dengan tubuh karena tubuh mempunyai kapasitas terbatas untuk menyerap tenaga, namun menyalurkannya ke bumi, yang relatif mempunyai kapasitas tak terbatas. Proses menerima tenaga ke bumi mirip dengan proses mengendap dalam Bentuk Taiji kecuali bahwa proses ini mulai dari titik kontak [ketimbang pai hui].

Tubuh bagian atas adalah yin dan bagian bawah adalah yang, maka penyesuaian terhadap gerakan dan tenaga yang datang harus mulai dari bawah dan, sebagaimana dalam Bentuk Taiji, tubuh dan lengan mengikuti perubahan bagian bawah. Tangan digunakan hanya untuk menempel lawan, dan saat ada peluang untuk melepas tenaga harus dilepas melalui kaki dengan dua kaki tetap kokoh di bumi. Sebagaimana dinyatakan dalam Taiji Klasik Chang San Feng, “Akarnya di kaki, disalurkan melalui tungkai (tenaga relaks), dikontrol oleh pinggang (arah) dan diekspresikan ke dalam jari-jari”. Tidak peduli betapa besar atau kecil melepaskannya, tangan tidak pernah melampaui ruang satu inchi (memanjang hanyalah akibat dari mengendapnya bahu).

Dalam tuishou, kita tidak mencari untuk mendorong atau merencanakan peluang untuk mendorong, kita hanya mengikuti perubahan lawan dan membiarkan dorongan terjadi dengan sendirinya. Jika ada keinginan mendorong, maka ada niat dan hasrat. ‘Pada prinsipnya semuanya didasarkan atas prinsip yin dan yang. Ketika yin mencapai ekstremnya akan menjadi yang dan sebaliknya. Dengan demikian ketika kita berpikir bahwa kita dalam posisi yang paling menguntungkan sebenarnya kita ada dalam proses menuju posisi yang tidak menguntungkan dan ketika kita dalam posisi yang tidak menguntungkan kita dalam proses menuju posisi yang menguntungkan. Selalu lebih baik untuk berubah dari posisi yang tidak menguntungkan menuju posisi menguntungkan, daripada sebaliknya. Ketika kita mencapai level tertinggi tuishou, tidak ada dorongan dari kita. Struktur tubuh kita adalah ruang kosong dan semua tenaga yang masuk ke dalamnya akan mengalir ke bumi dan memantul kembali kepada orang yang mengeluarkan tenaga tersebut. Ini level tertinggi tenaga Taiji, Tenaga Menerima, di mana praktisi menetralisasi tanpa menetralisasi dan mengeluarkan tenaga tanpa mengeluarkan tenaga. Untuk mencapai level ini orang harus bisa “Meninggalkan diri dan mengikuti orang tanpa beropini, ikuti hati dan pikiran dan membiarkannya menjadi wajar”.

Meminjam kata-kata professor Cheng Man Ching saat bicara tentang tuishou, “Ini adalah gagasan tanpa motif, tindakan tanpa hasrat. Betapa indahnya seni Taiji; tidak ada hubungannya dengan mendorong, semuanya adalah tentang menerima”. Sebagai praktisi Taijiquan kita harus jujur pada seni ini, tidak hanya berkotbah tentang prinsip-prinsipnya, namun juga mempraktekkan dan setia pada prinsip-prinsip tersebut. Taiji tidak sekedar latihan untuk kesehatan atau seni beladiri, yang paling penting Taiji adalah Dao (filosofi) kehidupan.

Wee Kee Jin, 2006.

LI YIYU – INTI LATIHAN BENTUK DAN TUISHOU

April 24, 2015

Diterjemahkan dari ESSENTIALS OF THE PRACTICE OF FORM AND PUSH-HANDS oleh Li I-yu.

 

INTI LATIHAN BENTUK DAN TUISHOU

Li Yiyu

 Para pendahulu mengatakan: bisa menarik ke tempat kosong, Anda bisa menggunakan empat ons untuk mengalihkan seribu pon. Tidak bisa menarik ke tempat kosong, Anda tidak bisa mengalihkan seribu pon. Kata-kata tersebut sederhana, namun maknanya lengkap. Pemula tidak bisa memahaminya. Di sini saya menambahkan beberapa kata untuk menjelaskannya. Jika seseorang bertekad untuk mempelajari seni ini, dia bisa menemukan jalan dan akan memperoleh kemajuan setiap hari.

Jika ingin menarik ke tempat kosong dan bisa menggunakan empat pon untuk mengalihkan seribu pon, pertama-tama Anda harus mengetahui diri sendiri dan orang lain. Jika Anda ingin mengetahui diri sendiri dan orang lain, Anda harus meninggalkan diri dan mengikuti orang lain. Jika Anda meninggalkan diri dan mengikuti orang lain, pertama-tama Anda harus mempunyai timing dan posisi yang tepat. Untuk mendapatkan timing dan posisi yang tepat, Anda harus membuat tubuh Anda menjadi satu unit. Jika ingin membuat tubuh menjadi satu unit, pertama-tama Anda harus menghilangkan cekungan dan tonjolan. Untuk membuat seluruh tubuh tanpa putus atau lubang, Anda pertama-tama harus membuat shen dan qi bergolak dan mengembang. Jika Anda ingin shen dan qi bekerja dan mengembang, Anda harus pertama-tama menaikkan semangat (memberi perhatian) dan shen harus terpusat. Untuk membuat shen Anda terpusat, Anda harus pertama-tama membuat shen dan qi berkumpul dan menembus tulang. Jika ingin shen dan qi menembus tulang, pertama-tama Anda harus memperkuat kedua paha dan mengendorkan kedua bahu dan membiarkan qi mengendap.

Jin (tenaga internal) naik dari kaki, disalurkan ke tungkai, disimpan di dada, bergerak di bahu dan diperintahkan di pinggang. Bagian atas menghubungkan dua lengan dan bagian bawah mengikuti tungkai. Perubahannya ada di dalam. Mengumpulkan adalah menutup dan melepas adalah membuka. Jika diam berarti benar-benar tidak bergerak. Tidak bergerak berarti menutup. Dalam menutup, ada membuka. Jika bergerak, semuanya bergerak. Bergerak adalah membuka. Dalam membuka ada menutup. Ketika tubuh disentuh, tubuh berputar dengan bebas. Tidak ada tempat yang tidak mendapat tenaga. Maka Anda bisa menarik ke tempat kosong dan menggunakan empat ons untuk mengalihkan seribu pon.

Melatih bentuk tiap hari adalah kung fu (cara latihan) mengenal diri sendiri. Ketika Anda mulai berlatih, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah seluruh tubuh saya mengikuti prinsip-prinsip tadi atau tidak?” Jika ada satu tempat yang tidak mengikuti (prinsip-prinsip tersebut), maka koreksilah segera. Karena itu, dalam berlatih bentuk kita bergerak pelan bukan cepat.

Tuishou adalah kungfu mengenal orang lain. Karena gerak dan diam, walau untuk mengenal orang lain, kita masih harus bertanya pada diri sendiri. Jika Anda mengatur diri sendiri dengan baik, ketika orang lain menyentuh Anda, Anda tidak bergerak sedikitpun. Ikuti kesempatan dan hadapi jin (tenaga internal) dia dan biarkan dia secara natural jatuh keluar. Jika Anda merasakan ada yang tidak berdaya (di tubuh Anda), berarti ada beban ganda dan tidak berubah. Adalah perlu untuk mencari yin dan yang, membuka dan menutup. Kenali diri sendiri dan orang lain: dalam seratus pertempuran Anda akan selalu menang.