Posts Tagged ‘White Crane’

Wawancara Paul Alexander dengan Wee Kee Jin

April 10, 2017

PA: Apa yang menginspirasi Anda belajar bela diri?

WKJ: Saya mulai pada usia 14 tahun di Chin Woo association. Saya belajar di sana selama 4 tahun,kemudian mengabdi pada national service di Singapora, kemudian saya berhenti. Ketika saya berusia 24 tahun, saya mengunjungi paman saya di Taiwan, saya mellihatnya memainkan jurus Taiji. Setelah itu dia meminta saya untuk mendorongnya dan tentunya saya terlempar ke sana kemari.  Dia menyebutkan bahwa seorang guru bernama Huangxingxian  di Malaysia dan Singapura, jika saya tertarik saya harus mencarinya. Maka dari situlah awalnya

.

 

PA: Saya tahu bahwa Anda tinggal bersama dengan Master Huang, bisakah Anda ceritakan tentang hal ini?

WKJ: Saya tinggal bersamanya selama empat tahun. Saya berlatih penuh, 7 hari seminggu, 8 jam sehari. Tidak ada liburan,tidak ada tahun baru. Beliau mengatakan bahwa saya perlu belajar Bangau Putih dan Taiji, maka saya belajar keduanya. Pada waktu makan beliau biasanya berbicara tentang Taiji, kami biasanya berdiri dan melakukan tuishou, kemudian duduk kembali dan minum. Ketika kami melihat mesin, misalnya,beliau biasanya bertanya kepada saya, “apa prinsip-prinsip Taiji yang ada di sana?”  Ketika saya berada di sana, saya adalah satu-satunya murid yang tinggal di sana. Sebelumnya ada empat murid yang tinggal bersama beliau, saya yang terakhir.

 

PA: Apa cara paling aneh dari guru Anda untuk membantu Anda belajar?

WKJ: Di tahun 1954, beliau membawa Chen Man Ching school dan White Crane school ke dalam kompetisi. Beliau melatih muridnya dengan cara menuangkan air di lantai, dan kemudian dia menyuruh murid-muridnya untuk melakukan tuishou.  Jika Anda bisa tetap mengakar di lantai yang licin di ruang sempit, ini adalah ketrampilan yang bagus.

 

PA: Saya sudah membaca buku Anda, dan saya mendapati bahwa Anda menekankan latihan dasar. Seberapa penting latihan dasar, menurut Anda?

WKJ: Ketika orang-orang mengatakan bahwa Taiji saya sangat tinggi, ini bukan karena saya melakukan sesuatu yang berbeda.  Tingkat tinggi dalam Taiji adalah bahwa Anda mempunyai pemahaman yang lebih dalam tentang prinsip-prinsipnya.  Setelah 5 tahun, 10 tahun, murid pemula,murid tingkat tinggi, melatih prinsip-prinsip yang sama, namun dengan pemahaman berbeda. Saya berlatih jurus, jurus pendek 37, 20 tahun berjalan saya masih akan menjalankan jurus tersebut.   50 tahun…..masih melakukan jurus yang sama!  Apa yang terjadi di dalam jurus berubah.  Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa tingkat tinggi hanyalah pemahaman lebih dalam tentang prinsip-prinsip dasar.  Bukan sesuatu yang berbeda.

 

PA: Anda pasti masih menjalankan latihan dasar , bukan?

WKJ: Ya. Inilah sebabnya, ketika ditanya apa yang saya lakukan ketika berlatih, saya tidak pernah mengatakannya karena publik akan berpikir bahwa hal ini sedemikian membosankan! Ketika orang mulai belajar hal-hal sederhana, mereka kemudian mulai mencari hal-hal yang rumit.  Ketika Anda mencapai level tertentu Anda mendapati bahwa tidak perlu melanjutkannya, alih-alih Anda harus kembali. Ketika Anda kembali, Anda akan menemukan tempat yang berbeda dari tempat di mana Anda mulai di sana. Saya selalu mengatakan bahwa hal-hal dasar adalah yang paling monoton dan membosankan, yang paling sederhana namun paling sulit dijalankan.

 

PA:  Ada pepatah, “belajar menyenangkan, namun berlatih membosankan, ” Anda setuju?

WKJ: Tidak, itu tidak benar. Itulah sebabnya mengapa , jika Anda belajar seni apapun, pertama-tama Anda harus bersiap untuk mendisiplinkan diri sendiri.  Jika tidak punya pikiran atau ruang untuk mendisiplinkan diri untuk berlatih tiap hari secara konsisten, maka jangan belajar. Setelah bertahun-tahun berlatih, tidak  lagi menjadi disiplin, pastinya menjadi kegembiraan.  Jika masih menjadi disiplin maka ada faktor yang memaksa.  Ketika Anda menikmatinya, menjadi berbeda.  Saya menikmatinya.

 

PA: Jadi sudah menjadi bagian utama hidup Anda?

WKJ: Ya…..selain istri saya.  Prinsip-prinsip Taiji mengatakan Anda harus menyeimbangkan segalanya.

 

PA: Apa perbedaan antara White Crane dan Taiji?

WKJ: Sebelum wafat di tahun 1992,guru saya mengatakan pada saya bahwa beliau merasa telah bertindak tidak adil pada guru White Crane beliau karena beliau lebih banyak mempromosikan Taiji ketimbang White Crane.  Jadi saya berharap saya bisa mempromosikan White Crane untuk beliau. Namun semakin saya mendalami Taiji, semakin saya menyadari mengapa pada akhirnya guru saya berhenti menjalankan White Crane.  White Crane dan Taiji pada dasarnya didasarkan atas prinsip-prinsip yang sama. Jika Anda mengambil berlian, White Crane adalah berlian yang belum dipotong, Taiji adalah berlian yang sudah diasah.  Jadi saya perhatikan bahwa ketika seseorang menjadi semakin halus, dia tidak ingin melakukan hal-hal yang kasar.

 

PA: Jadi orang akan bergerak menuju Taiji secara alami?

WKJ: Ya. Taiji adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang berusia 50 ataur 60.  Gaya yang lebih keras sebagian besar untuk orang muda. Memang seharusnya begitu.  Tetapi harus saya tekankan bahwa White Crane bukanlah seni eksternal.

 

PA: Banyak orang nampaknya masih disibukkan dengan apakah suatu seni itu eksternal atau internal.   Menurut Anda apa perbedaan di antara keduanya?

WKJ: Sebenarnya ini adalah miskonsepsi. Dikatakan bahwa eksternal adalah gaya yang keras, internal gaya yang lembut. Makna sebenarnya dari internal adalah bahwa seni eksternal dimpor dari luar Cina, seni internal adalah seni yang berasal dari dalam Cina.  Shaolin dibawa dari India. Itulah sebabnya mengapa disebut seni eksternal. Di dalam apa yang disebut seni internal dan seni eksternal ada gaya keras dan lembutnya. Jadi White Crane adalalh gaya lembut dan demikian juga dengan Taiji.

 

PA: Apakah Anda masih berlatih White Crane “keras”? Apakah Anda sudah mengadaptasi lebih banyak Taiji ke dalamnya?

WKJ: White Crane sendiri adalah gaya lembut, bukan gaya keras. Orang keliru memahaminya karena jika Anda melakukan White Crane tanpa mengikuti prinsipnya, Anda melakukan hal yang sama dalam bela diri gaya keras.  Ketika guru saya, Master Huang,pertama kali bertemu Chen Man Ching, beliau tidak percaya bahwa guru saya tidak melakukan Taiji.  White Crane harus relaks, relaks, relaks…dan juga ingat bahwa pendirinya adalah seorang wanita.

 

PA: Apakah Anda berpendapat bahwa sisi bertarung Taiji sangat penting?

WKJ:  Tidak begitu penting dalam pengertian bahwa kesehatan adalah fondasinya.  Pada awalnya mulailah untuk kesehatan, kemudian masuklah lebih ke dalam Taiji, lebih ke dalam bela diri. Saya selalu menyarankan pemula untuk mencari kesehatan dulu. Apakah artinya menjadi petarung hebat yang selalu sakit?  Untuk sisi seni bela diri, Anda harus masuk ke sisi filosofinya. Filosofi Taiji adalah tentang bagaimana menjadi manusia. Itu lebih penting. Bagi murid yang tidak bisa memutuskan apakah mereka ingin belajar Taiji, Saya selalu mengatakan – jika Anda ingin menendang dan memukul Anda berlatih Shaolin atau Karate, jika Anda ingin melempar orang Anda berlatih Aikidoatau Judo, jika Anda ingin kesabaran dan ketekunan Anda berlatih Taiji.  Jika Anda ingin bela diri terbaik, jangan berlatih…cari senjata api untuk Anda! Penting untuk ditekankan bahwa Taiji hanyalah untuk pertahanan.Dalam Taiji, mengatasi gerakan dari diam, mengatasi tindakan orang lain tanpa bertindak. Ketika Anda mencapai level Taiji  yang lebih tinggi, ketika orang mendorong Anda,  Anda bahkan tidak perlu menetralisasinya, Anda hanya membawa tenaga ke bawah karena tenaga itu akan memantul balik ke atas. Level tertinggi Taiji disebut “menerima tenaga.” Namun bagi saya ini masih belum level tertinggi Taiji.  Karena itu Anda harus masuk ke dalam sisi filosofinya, ketika Anda belajar untuk menjadi manusia. Anda begitu baik sehingga tak seorang pun ingin bertengkar dengan Anda. Itulah level tertinggi.

 

PA: Jika Anda harus memberi label pada gaya yang Anda ajarkan, apakah itu keluarga Yang?

WKJ: Gaya Yang yang sangat kuat. Chen Man Ching dari Yang Cheng Fu,dia menyederhanakan jurus 37 berdasarkan gaya Yang. Guru saya adalah murid Chen Man Ching,namun cara kami melakukannya, khususnya saat transisi, berbeda dari kebanyakan aliran Chen Man Ching.  Guru saya telah melampau guru-gurunya.  Ketika guru saya pergi ke Singapura pada tahun 1956, Chen Man Ching memberi tahu dia, ” Dalam 7 tahun kamu akan lebih bagus daripada saya “.  Maka guru saya memasukkan pemahamannya.  Maka saya tidak ingin mengatakan apakah gaya Yang saya Chen Man Ching atau Huang….Saya lebih suka menyebutnya Taiji Quan. Gaya diciptakan oleh manusia, gaya hanyalah jenis gerakan yang diciptakan untuk mengikuti prinsip-prinsip Taiji.

 

PA:  Jadi Anda berpikir bahwa jurus Taiji adalah hal yang paling penting?

WKJ: Jurus adalah satu set gerakan yang diciptakan agar Anda bisa memasukkan prinsip-prinsip ke dalam tubuh. Jurus hanyalah satu set perkakas. Pada akhirnya gerakan apa pun yang Anda lakukan harus mengikuti prinsip-prinsip Taiji. Guru saya mengatakan, “Anda harus belajar prinsip-prinsipnya, bukan gerakannya. ” Banyak orang suka belajar banyak gerakan, namun sedikit yang suka belajar satu gerakan saja. Banyak orang suka mengajarkan banyak gerakan, tetapi sedikit yang suka mengajarkan satu gerakan saja. Jika Anda mengajarkan gerakan, begitu Anda selesai mengajarkan jurus, maka Anda harus mengajarkan jurus yang lain lagi. Jika Anda mengajarkan prinsip maka tidak akan ada akhirnya. Cara saya mengajar sama dengan cara guru-guru saya mengajar. Mereka membiarkan Anda merasakan tubuh sehingga Anda tahu apa yang terjadi dalam tubuh. Disuruh relaks atau mengendap bisa jaadi membingungkan, namun  jika saya membiarkan Anda merasakan tubuh, maka Anda tahu apa yang sedainsng terjadi. Walaupun Anda belum bisa melakukannya saat ini, Anda tahu apa yang seharusnya terjadi.  Maka gunakanlah pikiran untuk memvisualisasikan rencananya.  Begitu cara guru saya mengajar.

 

PA: Bagaimana sekolah Anda di New Zealand?

WKJ: Kelas saya di New Zealand tidak besar karena saya mengajar di Eropa setengah tahun.  Di  New Zealand saya hanya punya murid yang sudahlama  berlatih dengan saya , mungkin10 tahun.  Mereka melatih pemula di sekolah mereka masing-masing. Saya katakan pada mereka bahwa mereka tidak harus melatih di bawah sekolah saya, mereka bisa pergi dan melatih. Ketika murid mereka sudah berlatih selama 3 atau 4 tahun dan benar-benar bersemangat, mereka bisa datang dan berlatih bersama saya.  Sebagai guru, ketika waktunya tiba, Anda harus membiarkan murid Anda pergi dan mengajar.  Karena ketika mereka mengajar, mereka memperoleh kemajuan.  Mengajar meruupakan tahapan belajar, kita juga bisa mendapat lebih banyak orang belajar Taiji. Saya tidak ingin organisasi, karena dengan organisasi mereka cenderung lebih banyak menghabiskan waktu bicara pollitik ketimbang berlatih dan mengajar!

 

PA: Saya dengar Anda menyukai tuishou, apakah menurut Anda tuishou sangat penting dalam berlatih Taiji?

WKJ: Ya,ini merupakan bagian yang sangat penting dalam latihan. Dalam jurus Anda berusaha untuk sinkron, seimbang, terhubung dan relaks tanpa adanya tekanan eksternal.  Dalam tuishou Anda mendapatkan tekanan tenaga eksternal.   Anda belajar untuk mendengarkan tenaga yang datang, lebih penting lagi Anda menyelaraskannya.  Anda kemudian bertanya pada diri sendiri, “Apa reaksi saya terhadap tenaga tersebut?”.

 

PA: Jika Anda harus mengukur latihan antara tuishou dan jurus, apakah Anda membaginya 50/50?

WKJ: Tidak. Saya akan menggunakan 2/3 dari waktunya untuk berlatih jurus, 1/3 tuishou. Kebanyakan orang melakukan sebaliknya.  Jurus adalah fondasi.  Apa yang Anda lakukan dalam jurus adalah sama dengan apa yang Anda lakukan dalam tuishou.

 

PA: Menurut Anda apakah tuishou perlu dikompetisikan?

WKJ: Saya tidak keberatan dengan kompetisi, selama prinsip-prinsip Taiji diikuti. Jika tuishou berubah menjadi gulat, menjadi adu tenaga, bukan prinsip Taiji. Dalam praktek tuishou saya kira kebanyakan orang hanya berpikir untuk mendorong, namun itulah produk tuishou.  Fondasinya adalah menerima. Belajar menerima tenaga. Jika Anda bisa menerima tenaga maka Anda bisa membawa tenaga tersebut ke tanah, dorongan itu menjadi netral. Itulah mengapa latihan tuishou, dalam latihan Taiji secara umum,jika Anda ingin bagus dalam Taiji Anda harus melepas kesombongan dan ego. Itu hal yang paling sulit. 100% yakin untuk tidak menggunakan tenaga kasar dan tidak mengalahkan orang lain namun mengalahkan diri sendiri.

 

PA: Apakah Anda berlatih dengan senjata?

WKJ: Di White Cranekami hanya menggunakan tongkat jalan.  Dalam sistem Taiji kami, kami punya tongkat, tombak dan pedang.

 

PA: Apa senjata favorit Anda?

WKJ: M16………….bukan, pedang.

 

PA: Apakah Anda sering berlatih senjata?

WKJ: Tidak, saya berlatih jurus. Jurus adalah tanah, pedang adalah air, tombak adalah api, golok adalah logam, tongkat adalah kayu. Semuanya berasal dari tanah. Senjata adalah perpanjangan lengan, maka semuanya kembali ke latihan dasar lagi.

 

PA: Kisah para master jaman dulu sangat mistis. Apakah menurut Anda kisah-kisah itu benar-benar terjadi?

WKJ: Ya. Saya percaya ada kebenarannya, namun setelah bertahun-tahun  dibesar-besarkan, seperti gosip di Cinas. Beberapa hal benar, beberapa hal yang lain barangkali mistis.  Para guru mestinya tidak memistiskan sesuatu. Fakta adalah fakta, kalau bukan fakta ya bukan fakta.  Ketika orang melihat rekaman video saya membuat orang mental-mental, mereka bertanya pada saya apakah itu betulan. Kemudian saya menjelaskan pada mereka, jika guru saya tidak punya ketrampilan tersebut, tentunya saya tidak akan menghabiskan empat tahun hidup saya bersamanya. Saya dulu mencoba menjelaskannya pada mereka, namun sekarang saya bahkan tidak ingin mencoba menjelaskannya.Saya katakan jika Anda mempercayainya sebagai kebenaran maka itu benar. Namun jika Anda tidak mempercayainya, maka itu tidak benar. Lebih baik saya menggunakan waktu untuk berlatih daripada membuangnya untuk menjelaskan pada orang-orang yang tidak bisa menerima kebenaran.

 

PA: Apakah menurut Anda Taiji sudah direndahkan selama bertahun-tahun?

WKJ: Saya melihatnya begini. Jika semua prinsipnya dijalankan maka itu adalah Taiji.  Jika prinsip-prinsipnya tidak ada maka itu bukan Taiji.  Beberapa orang mungkin hanya menginginkan senam, itu bagus. Namun Anda harus menjelaskan prinsip-prinsipnya pada mereka…..untuk berdiri tegak, dll. Apakah mereka datang hanya sekedar untuk senam atau tidak itu terserah mereka.

 

PA: Bagaimana Anda melihat kemajuan sekolah Anda beberapa tahun mendatang?

WKJ: Tujuan saya adalah menolong orang. Banyak orang tahu tentang Taij. Mereka tidak harus berlatih dengan saya, yang penting adalah mereka berlatih Taiji.  Jika Anda berlatih bela diri, harus latihan yang yang bisa Anda jalankan sepanjang  hidup Anda. Tidak ada gunanya melakukan sesuatu yang Anda tidak bisa lagi melakukannya ketika Anda berusia 30 atau 40 tahun.  Jika,ketika Anda 60 tahun, Anda tidak bisa melakukannya berarti waktu yang Anda curahkan sebelumnya terbuang sia-sia. Selain itu, jika Anda berlatih bela diri atau latihan apa pun, Anda harus memilih latihan yang tidak mencederai Anda.  Jika mencedarai Anda,maka apa gunanya melatihnya?  Sejauh ini bagi sayakemajuan sekolah saya  tidaklah begitu penting.  Saya hanya senang berlatih, biarkan orang lain yang mengurusi sekolah saya.

 

PA: Menurut Anda apa syarat murid yang baik?

WKJ: Murid tidak boleh punya pendapatyang  bias.Ketika berlatih pikiran harus terbuka. Jika Anda melihat banyak gaya yang berbeda Anda tidak akan belajar apa-pa darinya, Anda akan mencari kesalahan mereka. Usahakan mellihat yang bagus dari gaya-gaya tersebut. Tidak masalah siapa yang mengajar di kelas, masuklah dengan konsep –apa yang bisa saya pelajari dari orang ini?  Selalu ada yang bisa kita pelajari. Ketika Anda bisa menemukan kesalahan berarti Anda memperoleh kemajuan. Paling tidak Anda tahu bahwa ada kesalahan. Jika Anda belum bisa menemukan kesalahan Anda,maka Anda belum meningkat.  Yang lebih penting,jika Anda menemukan kesalahan orang lain, tanyakan pada diri sendiri –apakah saya punya kebiasaan itu? Kemukdian koreksi diri Anda sendiri. Menurut saya penting bagi murid untuk terbuka. Selain itu, juga penting untuk tidak mengidolakan guru.

 

PA: Menurut Anda apakah hal itu banyak terjadi dalam bela diri?

WKJ: Ya. Saat Anda mengidolakan guru, apapun yang dikatakannya Anda ikuti tanpa berpikir.Pemujaan buta.Guru tidak boleh membiarkan murid mengidolakan dirinya. Jika guru punya murid yang mengidolakannya,dia terbawa perasaan, maka dia mulai mempercayai hal-hal yang tidak benar. Yang terbaik adalah realistis.  Jika Anda realistis, Anda terhubung, menyatu.

 

PA:  Menurut Anda apa syarat guru yang baik?

WKJ: Dalam buku saya, saya mengatakan bahwa guru yang baik tidak harus guru yang terkenal, atau guru yang telah menulis buku yang bagus. Guru yang baik harus bisa menjelaskan dan menunjukkan prinsip-prinsip,mengajar murid apa yang diketahui tanpa menyimpan rahasia. Jangan perlakukan murid sebagai budak karena “ini murid saya!”, ini bukan murid Anda, namun murid Taiji! Kebanyakan guru berusaha mengekang murid, Anda harus membiarkan mereka bebas.

 

PA: Anda mengajar workshop keliling Eropa, apakah workshop Anda cocok untuk pemula?

WKJ: Dalam workshop saya selalu mulai dengan latihan dasar. Sistemnya mempunya 5 gerakan atas dan bawah, kemudian jurus, selanjutnya tuishou. Ketika ditanya mengapa saya mengajar orang yang telah berlatih 2 tahun dan 10 tahun di kelas yang sama, saya mengatakan bahwa saya mengajarkan hal yang sama, namun apa yang mereka serap berbeda.

 

PA: Jadi jika ada orang dengan pengalaman 10 tahun, apakah masih bisa mendapatkan sesuatu dari workshop?

WKJ: Anda harus memahami dasar dari sistem Anda. Jika Anda tidak memahami dasar-dasarnya, maka Anda tidak memahami cara menjalankan jurus atau melakukan tuishou. Cara Anda melakukan latihan dasar dan tuishou adalah sama, jika semuanya berbeda maka tidak nyambung.  Seperti akan belajar Bahasa Inggris, belajar ABC, kemudian menyusun kata-kata, kemudian kalimat, lalu esei.  Anda tidak pergi ke kelas Bahasa Inggris untuk belajar ABC, menulis dalam Bahasa Jerman dan berbicara dalam Bahasa Cina……tidak masuk akal!

 

PA:  Bisakah Anda memberi saran untuk mereka yang baru memulai perjalanan bela diri mereka?

WKJ: Saya kira sebagai pemula Anda harus pergi ke banyak tempat untuk melihat-lihat, namun suatu saat Anda harus membuat keputusan untuk mengambil salah satu style yang Anda nyaman, dan mengikuti satu guru yang Anda percaya.  Jika Anda tetap menjalankan berbagai style yang berbeda-beda, ini seperti mencoba berbagai maskapai penerbangan yang berbeda untuk pergi ke tempat yang sama.  Selama guru mengikuti prinsip-prinsipnya, Anda akan sampai pada tujuan yang sama.  Sebagian membutuhkan waktu lebih lama, sebagian lagi lebih singkat, namun Anda akan sampai di tempat yang sama. Jika Anda mempelajari berbagai style yang berbeda, akhirnya Anda akan kebingungan.

 

PA: Menurut Anda apakah penting untuk berlatih di pagi hari?

WKJ: Keuntungan yang Anda dapatkan dari satu jam berlatih di pagi hari adalah sama dengan berlatih empat jam di siang hari.  Ini karena pikiran masih segar. Saya mulai jam  4 pagi dan berlatih tiga jam di pagi hari.  Saya tidur sekitar jam 9 atau 10 malam.

 

PA: Apakah ada kata-kata nasehat terakhir bagi praktisi Taiji?

WKJ: Anda tidak hanya belajar atau menjalankan jurus.  Anda harus memahami jurus. Bagaimana gerakan diciptakan, bagaimana memahami rahasia menerima adalah karya yang terbesar. Semuanya menjadi terhubung, ketika Anda melakukan tuishou, saya terhubung seperti spons.  Spons hanya masuk ke dalam sejauh Anda menekannya, maka ketika Anda melepaskannya, spons itu melepaskan juga. “Jangan hanya belajar gerakannya, pahami prinsip-prinsipnya “

 

Versi lengkap  artikel ini diterbitkan dalam UK magazine ‘Martial Arts Illustrated’ in 2004

Versi pdf nya bisa diunduh di https://www.taiji.org.uk/publications/

Advertisements