Posts Tagged ‘Xu ling ding jin’

Prinsip Fundamental Taiji Yang-style oleh Chen Longxiang

March 30, 2017

Menguasai prinsip-prinsip fundamental Taiji merupakan kunci untuk berlatih yang baik dan peningkatan level ketrampilan.  Prinsip-prinsip fundamental ini bisa diringkas menjadi 16 poin dasar sebagaimana berikut ini:

  1. Berdiri tegak  ( li shen zhong zheng)

Ketika berlatih Taiji, pertama-tama harus memperhatikan posisi berdiri yang tegak.  “Tegak” berarti bahwa tubuh tidak condong ke depan ataupun ke belakang.  Tulang punggung dari tulang ekor ke atas dijaga untuk tetap dalam garis lurus.  Ketika menjalankan jurus Taiji, praktisi harus tetap tegak dari awal sampai akhir.  Di dalam Taiji Klasik tertulis: “tulang ekor harus tegak.” Jika tulang ekor tegak, pusat gravitasi posisi berdri akan stabil.  Jika pusat gravitasi tidak stabil, akan mudah bagi lawan untuk membuatknya kehilangan keseimbangan.  Agar bisa berdiri tegak, perhatian harus diarahkan baik ke dalam dan ke luar.  Secara internal, semangat harus dipusatkan ke dalam.  Semangat tidak bisa meloncat ke luar (terganggu oleh rangsang dari luar).  Pikiran harus stabil dan tenang.  Secara eksternal, kepala harus digantung dan ditarik ke belakang, kendorkan pinggang dan dudukkan kua.  Dengan cara ini, postur tegak bisa dijaga secara natural.

  1. Tenang dan relaks  (an shu song jing )

Taiji secara bersamaan melatih semangat, yi dan xuling.  Ketika berlatih Taiji, dari awal gerakan sampai akhir Anda harus menjaga postur yang tenang, dengan semangat ringan dan relaks serta alami.  Anda harus relaks sampai titik di mana seluruhnya diri Anda relaks, di mana relaksasi menembus setiap bagian tubuh, di mana tidak ada kekakuan sedikitpun, di mana tubuh Anda dikosongkan dari semua ketegangan.  Ketika menjalankan seluruh jurus, dari sikap persiapan sampai gerakan terakhir, singkirkan segala distraksi dari pikiran Anda.  Tenanglah seperti air diam.  Fokuskan pikiran.  Hayati masukkan diri Anda sepenuhnya ke dalam jurus.  Biarkan hati tenang.  Tenangkan semua pikiran dan kekawatiran.  Ini adalah apa yang dikenal sebagai “Ketika diam, tidak ada bagian yang tidak diam.” Melalui ketenangan sistem saraf yang tenang dan waspada bisa terjaga, dan karenanya kebijaksanaan dan kecerdasan dikultivasi.  Di dalam Taiji Klasik tertulis: “Sehelai bulu tidak bisa ditambahkan / Seekor lalat tidak bisa hinggap [artinya bahwa sentuhan paling ringan, resistansi sekecil apapun akan segera terasa]/ Orang tidak tahu saya / Saya tahu orang.” Dengan berlatih Taiji secara konsisten stabil dan relaks, orang bisa mencapai kondisi spiritual yang menakjubkan melalui inspirasi spontan.

Walaupun Taiji menuntut seluruh tubuh relaks, Anda harus relaks namun bukan loyo.  Selain itu, gerakan Anda harus sepenuhnya berisi dan dibimbing oleh semangat Qi (lihat No. 9 di bawah).  Ketika relaks, pertama-tama pikiran harus direlakskan, dan kemudian tubuh.  Kepala, leher, punggung atas, bahu, punggung bawah, paha, lutut, tangan, siku, pergelangan tangan, kaki – setiap sendi harus benar-benar relaks dan terbuka, seluruhnya kendor, tanpa sedikitpun tenaga kaku.  Sangat relaks, sangat lembut.  Taiji klasik mengatakan: “satu relaks, seratus relaks / Selembut seperti rangka Selembut seakan-akan kerangka retak di seratus tempat / Selembut seperti tidak punya tulang.” Ketika semua sendi kendor, qi dan darah mengalir dengan lancar, semangat jernih dan tulang nyaman.  Dengan berjalannya waktu tenaga internal akan meningkat.  Pada akhirnya Anda akan bisa mengubah kelembutan dan fleksibilitas ekstrem menjadi tenaga internal yang kokoh dan kuat yang relaks, nyaman, lembut dan elastis.  Dengan demikian Anda sampai pada ketrampilan tertinggi dalam Taiji.

  1. Xu ling ding jin 

Berlatih Taiji mensyaratkan xu ling ding jin.  Semangat harus menembus mahkota kepala.  Xu ling ding jin berarti bahwa kepala dan wajah harus tegak, dan titik akupuntur bai hui (di mahkota kepala) harus menekan ke atas dengan lembut, seakan-akan ada tali yang menarik mahkota kepala dan menggantungnya dari atas.  Rahang bawah sedikit ditarik masuk, ujung lidah menekan langit-langit mulut.  Seperti orang menyunggi semangkok air di puncak kepalanya tanpa membiarkan airnya tumpah.  Semuanya ini dijalankan dengan semangat dan yi.  Sepanjang waktu rasa sadar dan ringan yang halus harus dijaga. Kualitas “kepala naik ke langit biru dan kaki menekan bumi” harus dimiliki.  Namun ini semua adalah masalah yi: tidak boleh menggunakan tenaga untuk menekan kepala ke atas.  Jika tenaga digunakan untuk menekan kepala ke atas, tak bisa dihindari akan menjadi tegang, kaku, dan tidak lentur, dengan demikian rasa ringan akan hilang.  Dalam berlatih Taiji, secara konstan rasa xu ling ding jin harus dijaga, maka secara spontan semangat akan naik ke atas, dan qi dan darah akan mengalir tanpa hambatan.

  1. Qi mengendap di Dan Tian (qi chen dan tian)

Dalam berlatih Taiji, tekanannya ada pada xu ling ding  jin (lihat di atas) sementara pada saat yang sama qi mengendap di dantian.  Dantian adalah titik 3 cun di bawah pusar.  Ketika berlatih Taiji, secara sadar napas dibimbing, dengan menggunakan niat/intensi untuk mengendap di dantian.  Mereka yang secara teratur berlatih Taiji menggunakan napas perut, namun pemula harus memperhatikan untuk tidak memaksakan mengendapkan qi di dantian.  Napas tidak boleh secara sengaja ditahan untuk memompa perut seperti sebuah puputan.  Harus dipahami bahwa qi mengendap di dantian merupakan hasil alami dari kendor dan membukanya seluruh tubuh.  Seluruh tubuh harus kendor dan terbuka, mudah dan tenang.  Pertama kendorkan pikiran dan kemudian tubuh.  Ketika pikiran dan tubuh seluruhnya kendor, pada saat itulah qi mengendap di dantian.  Ini harus selalu diperhatikan oleh pembelajar Taijiquan.

 

  1. Kendorkan bahu dan biarkan siku menggantung
    (
    song jian chui zhou)

“Kendorkan bahu dan biarkan siku menggantung” juga dikenal dengan “Kendorkan bahu dan jatuhkan siku.”  “Kendorkan bahu” berarti bahu relaks dan tenggelam ke bawah.  Ini juga dikenal dengan “mendudukkan” bahu.  Bahu tidak boleh maju atau.  Ketika bahu membungkuk, yi dan qi cenderung mengapung naik, menghambat sirkulasi bebas qi dan darah dalam tubuh.  “Biarkan siku menggantung” artinya siku menggantung dengan kualitas yang relaks, berat, dan mengendap.  Ketika orang berlatih Taiji bahunya tidak boleh ditarik ke belakang dan kaku.  Lengan harus sedikit ditekuk, menjaga lengkungan natural.  Siku harus relaks dan jatuh.  Ada tenaga mengendap dan berat di dalam lengan.  Tenaga ini terasa berat namun pada saat yang sama lembut dan lentur, tidak kaku.  Tenaga ini ke luar lembut namun ke dalam kuat, “seperti besi dibungkus kapas.”  Setelah banyak berlatih, tenaga ini akan menembus ke dalam tubuh, dan kekuatan akan menjadi tidak terbatas.

  1. Dada sedikit ditarik ke dalam dan punggung ke atas
    (han xiong ba bei
    )

Ketika berlatih Taiji, dada harus sedikit ditarik ke dalam dan punggung ditarik ke atas.  Dalam bahasa Cina, ungkapan “sedikit cekungkan dada” secara harafiah berarti “dada berisi kekosongan” atau sederhananya “dada kosong.”  Ini berarti bahwa dada sedikit ditenggelamkan ke dalam secara nyaman, relaks, alami.  Mencekungkan dada dengan cara ini membuat qi mengendap di dan tian.  Dada tidak boleh membusung.  Membusungkan dada dan menarik bahu ke belakang gaya militer menghambat aliran nafas.  Tetapi, pada waktu yang sama, Anda tidak boleh dengan sengaja menarik dada ke dalam dan melingkarkan bahu.  Dengan sengaja menarik dada masuk sehingga menjadi bungkuk akan mempersempit rongga dada dengan demikian mencegah diafragma untuk turun, menghalangi pernafasan dan menghambat aliran darah ke jantung.  Postur seperti itu akan berpengaruh negatif pada jurus Taiji dan kesehatan.  Sedikit mencekungkan dada sangat penting dalam pertarungan Taiji di mana ini adalah metode pertahanan yang dibutuhkan untuk “membendung” serangan lawan (“membawa ke ruang kosong”).

“Menarik punggung ke atas” berarti bahwa punggung diregang naik.  Untuk melakukan ini, dengan lembut dorong naik mahkota kepala (lihat xu ling ding jin di atas).  Dalam Taiji klasik tertulis “tulang ekor harus di tengah dan lurus, sehingga semangat bisa menembus mahkota kepala; seluruh tubuh harus ringan seakan-akan digantung dari atas oleh seutas tali yang menempel di mahkota kepala.”  Jika mahkota kepala seakan-akan digantung dari atas, maka punggung secara natural akan tertarik ke atas.  Dengan demikian, postur akan penuh tenaga dan hebat.  Menarik punggung ke atas juga akan membuat qi menempel di punggung dan mengumpul dalam tulang.  Selama tuishou, tenaga bisa dilepas dari tulang belakang dan melempar lawan jauh.

  1. Dalam dan Luar Menyatu (nei wai xiang he )

Berlatih Taiji adalah penting bahwa “atas dan bawah saling mengikuti,” dan bahwa “dalam dan luar menyatu.”  “Dalam” artinya menggunakan yi untuk menggerakkan qi.  “Luar” merujuk pada postur dan gerakan, dan perubahan dari kosong ke isi.  Secara bersamaan, dalam dan luar merepresentasikan kesatuan semangat dan jurus.  Keduanya tidak bisa dipisahkan: setiap gerakan dan setiap postur harus diintegrasikan dengan semangat dan yi.  Misalnya, intensi (yi) menarik, maka gerakannya menekuk dan mengambil; intensi melepas (jin), maka gerakannya mulur dan mengembang.  Ini juga berlaku juga untuk pernafasan, yang secara ritmis naik dan turun.  Aliran gerakan tubuh dengan buka dan tutup nafas; aliran menarik dan mengeluarkan nafas dengan buka dan tutup gerakan tubuh.  Dengan cara ini, dalam dan luar menyatu dan jin internal makin hari makin berkembang.

  1. Atas dan Bawah Saling Mengikuti (shang xia xiang sui )

Ketika berlatih Taiji, setiap gerakan mensyaratkan bahwa “atas dan bawah saling mengikuti.”  Dalam Taiji klasik tertulis “Ketika bergerak, tidak ada bagian yang tidak bergerak / Ketika diam, tidak ada bagian yang tidak diam.”  Setiap gerakan harus menggunakan punggung bawah sebagai sumbunya.  Punggung bawah membimbing seluruh tubuh.  Dalam situasi apa pun tidak ada gerakan mandiri, lokal yang tidak dimulai dan didorong oleh punggung belakang.  Tangan juga tidak boleh bergerak mendahului kaki.  Setiap gerakan harus berakar di kaki, disalurkan lewat tungkai, dipimpin oleh punggung bawah dan diekspresikan melalui jari.  Dari kaki ke tungkai ke punggung bawah, setiap saat setiap gerakan harus satu qi (satu gelombang energi).  Ketika tulang punggung dari punggung belakang memerintah, tangan dan kaki mengikuti.  Mata dan semangat mengikuti, atas dan bawah terhubung, dengan demikian membentuk satu kesatuan integral.

  1. Gunakan Intensi Bukan Tenaga Kasar (yong yi bu yong li )

Ketika berlatih Taiji, harus ringan, relaks dan natural, menggunakan yi (intensi) daripada tenaga kasar.  Dengan cara ini, postur xu ling yang selaras dengan semangat bisa dijaga.  Dalam Taiji penting untuk menggunakan yi untuk mengeksekusi gerakan.  Penekanannya pada kesadaran.  Eksekusi setiap gerakan harus dijiwai dengan kesadaran membimbing.  Dalam klasik tertulis “kepemimpinan yi dan qi lahir dari kepatuhan tulang dan daging.”  Artinya, yi adalah pemimpin, dan tidak ada tenaga kaku [yang berasal dari “tulang dan daging” yang bergerak sendiri tanpa disadari].  Selama berlatih Taiji, seluruh tubuh relaks dan membuka.  Semua ketegangan yang tidak disadari ada di otot dan sendi dilepas, sehingga tidak ada tenaga sama sekali.  Anggota badan dan rangka sedemikian lembutnya seakan-akan tidak punya tulang.  Dari sini setiap persendian ditembus oleh bimbingan yi.  Ke mana pikiran pergi, qi pergi ke sana juga.  Kekuatan lahir dari yiJin muncul secara spontan.  Tenaga kaku tanpa disadari tidak digunakan.  Hanya dengan cara ini internal jin sejati tumbuh setiap hari.  Dengan mencapai kelembutan ekstrem dan kekuatan ekstrem, orang bisa menaklukkan semua.

  1. Melangkah seperti kucing (mai bu ru mao xing )

Gerakan kaki dalam Taiji adalah ringan dan lincah, kokoh dan stabil.  Kaki diangkat dengan relaks, berat namun lembut dan ditaruh dengan rata dan solid.  Melangkah seperti kucing, naik ringan dan turun ringan, tanpa menimbulkan suara.  Karena itu latihan kaki sangatlah penting.  Misalnya, ketika kaki naik dan melangkah maju, pertama-tama kaki belakang dan kua harus relaks membawa kaki yang melangkah maju.  Kua membawa kaki maju; kaki tidak menarik kua maju.  Tumit dengan ringan menyentuh tanah, kemudian kaki menancapkan dirinya dengan kokoh.  Punggung belakang relaks, kua mengendap dan pusat gravitasi secara perlahan bergeser ke depan.  Ketika tungkai belakang siap untuk melangkah maju, pertama-tama harus relaks dan lembut.  Kaki belakang naik dengan sangat perlahan, dan melangkah maju dengan sangat ringan.  Melangkah seakan-akan berada di tepi tebing curam, atau seperti berjalan di atas lapisan es yang tipis.  Tubuh atas tetap harus terpusat.  Ketinggian harus dijaga tetap konstan: gerakan naik dan turun tidak boleh terlalu besar.  Dengan berlatih tiap hari latihan kaki ini, langkah akan memanjang.  Tungkai akan memiliki jin yang relaks, lentur, dan dengan demikian langkah akan menjadi ringan dan lincah, kokoh dan mantap, seperti kucing.

  1. Gunakan jin seakan-akan menarik sutra dari kepompong
    (yun jin ru chou si
    )

Ketika berlatih jurus, wei atau kualitas Taiji harus dicari.  Jurus harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, ketenangan, dan kedalaman.  Gerakan harus mengendap dan berat, namun tidak kaku dan ogah-ogahan.  Gerakan harus ringan dan lincah, namun tidak ngambang.  Gerakan harus rinci, mantap dan rata, seakan-akan menarik sutra dari kepompong.  Untuk mencapai kualitas ini, seluruh tubuh perlu relaks, kedua lengan berat dan menggantung, yi membimbing setiap gerakan.  Gerakan harus diberi perhatian dan dirasakan secara mendetail.  Jin dikendalikan dengan cara yang halus, lembut, seakan-akan menarik sutra dari kepompong.  Langkah ringan dan lincah seperti langkah kucing.  Dengan berlatih seperti itu, secara natural Taiji akan mencapai cita rasa yang lembut dan kaya, kualitas istimewa yang menyenangkan tiada akhir.

  1. Sambung menyambung tanpa putus (xiang lian bu duan )

Ketika menampilkan satu putaran Taiji, gerakan mengalir dan tidak putus, seperti awan yang bergerak dan air mengalir, seperti menarik sutra, seperti Sungai besar Yangzi yang menggelora tanpa henti.  Pikiran menggerakkan qi; qi menggerakkan tubuh.  Pada akhir tiap gerakan, jin nampak putus, namun sebenarnya tidak putus.  Tidak ada jeda, seperti gelombang yang tidak berhenti di puncak atau di titik terendahnya, walaupun mungkin nampaknya berhenti.  Maju mundur harus saling berkelindan; maju dan kembali harus saling berganti, bergerak dalam lingkaran, sambung menyambung tanpa putus.  Darah dan qi bersirkulasi secara alami, karena itu qi tumbuh berkelimpahan.

  1. Bernafas alami (hu xi ren zi ran )

Ketika berlatih Taiji, nafas harus dalam dan panjang, halus dan rata.  Nafas harus alami dan tidak berupaya dengan sengaja untuk mengkoordinasikan nafas dengan gerakan.  Master Li Yaxuan pernah mengatakan “Seni bernafas dalam Taiji utamanya tentang mengendapkan qi di dan tian (Bernafas internal dari dan tian) untuk menyelaraskan nafas dengan gerakan tubuh terus menerus.  Pernafasan internal dan tian tanpa henti juga bisa menggerakkan perubahan terus menerus dari qi dalam pernafasan eksternal, dan membuat nafas dalam dan panjang, halus dan rata.  Pernafasan internal dan eksternal saling menempel dengan erat seperti lem atau pernis.  Pada saat yang sama, kita tidak boleh terlalu banyak memberi perhatian pada nafas.  Nafas harus dibiarkan masuk dan keluar secara alami.  Ketika mengeluarkan nafas, psotur membuka dan melepaskan; ketika menarik nafas, postur menutup dan mengumpulkan.  Ketika gerakan buka atau tutup mencapai batasnya, atau ketika satu gerakan berubah ke gerakan yang lain, yang lebih penting adalah ada hubungannya dengan awal atau akhir nafas.  Misalnya, ketika tubuh bergerak dari postur tutup ke postur buka, qi segera berubah dari tarik ke keluar.  Ketika gerakan buka mencapai batasnya, ini berhubungan dengan akhir keluar nafas, dan mungkin awal tarik nafas.  Ketika tubuh bergerak dari postur buka ke postur tutup, qi segera berubah dari keluar nafas ke tarik nafas.  Ketika gerakan tutup mencapai batasnya, ini berhubungan dengan akhri tarik nafas, dan mungkin awal keluar nafas.  Namun beberapa gerakan kebalikannya, tarik nafas berhubungan buka dan keluar nafas berhubungan dengan tutup.  Selain itu, dalam rentang satu gerakan buka, mungkin adana lebih dari satu keluar nafas.  Mungkin harus ditambah satu tarik nafas (yaitu, gerakan buka mulai dengan keluar nafas dan diakhiri dengan tarik nafas) atau diatambahakan satu keluar nafas (yaitu, gerakan buka mempunyai satu tarik nafas di tengah antara dua keluar nafas).  Dengan cara yang sama, dalam rentang satu gerakan tutup, barangkali ada lebih dari satu tarik nafas.  Mungkin harus ditambahkan satu keluar nafas atau tarik nafas.

Ringkasnya, gerakan tidak putus, nafas tidak putus, gerakan dan nafas saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.  Jika mencoba dengan keras atau mekanis untuk mengatur gerakan dengan tarik nafas dan gerakan lainnya dengan keluar nafas, ini bukanlah seni Taiji menggerakkan qi.”  Master Li juga mengatakan: “Saya tidak menganjurkan mengkoordinasikan nafas (dengan gerakan), namun saya menganjurkan nafas alami.  Ketika latihan Taiji menjadi alami, nafas secara otomatis selaras dengan gerakan.  Ingat selalu bahwa koordinasi nafas akan muncul secara alami.  Jika perhatian khusus diberikan pada koordinasi nafas, justru kebalikannya yang akan muncul dan nafas menjadi tidak selaras.  Selain itu, latihan seperti ini bisa membuat sakit.  Benar bahwa Taiji adalah salah satu bentuk Qigong, namun demikianTaiji adalah tentang qi yang mengalir, qi yang memelihara, qi alam.  Taiji bukan tentang qi yang dipaksa, qi ditekan (seperti menahan nafas), qi yang stagnan, qi yang tidak alami.  Semangkok air yang tumpah di tanah secara otomatis akan mengallir ke titik terendah.  Tidak perlu mengarahkan air mengalir ke tempat tertentu.  Taiji adalah Qigong, namun yang lebih penting adalah bahwa Taiji adalah gong (seni) alami.  Jika ada yang menganjurkan atau berpandangan bahwa air harus mengalir ke tempat tertentu, ini sangatlah tidak alami.”  Komentar ini ringkas dan to-the-point. Koordinasi alami gerakan dan pernafasan dalam Taiji selaras dengan fisiologi manusia.  Melalui jenis pernafasan alami ini, qi mengendap di dantian, maka gerakan menjadi ringan dan lincah, mengendap dan stabil, kendor, lembut dan alami.

  1. Mantap dan tenang (xin xing chen zhuo )

Ketika berlatih Taiji, tidak hanya tubuh harus relaks, dan pikiran tenang dan nafas alami, namun bahkan yang lebih penting adalah bahwa kepala harus dingin.  Pikiran dan qi tidak boleh kacau, terburu-buru dan bergejolak.  Wajah harus diisi dengan intensi Taiji (yi).  Semangat ketenangan dan kesungguhan harus dimiliki.  Dengan stabilitas, ketenangan dan kemantaban satu putaran Taiji dijalankan.  Jika pikiran terpecah, jika pikiran dan intensi bergejolak dan bingung, gongfu yang tenang dan stabil tidak bisa dilatih.

  1. Gerakan ringan dan lincah (ju dong jing ling )

Ketika berlatih Taiji, orang harus menggunakan yi (intensi) ketimbang tenaga.  Semangat harus menembus mahkota kepala.  Qi harus mengendap di dan tian.  Di atas, ada qishi dari xuling.  Di tengah, ada gerakan menarik sutra.  Di bawah, ada langkah yang halus, stabil seperti kucing.  Terpusat dan tegak, tidak condong.  Relaks, lembut, halus dan bertenaga, gerakan ringan dan lincah secara natural.  Kosong dan isi dibedakan dengan jelas.

  1. Gerakan harmonis dan perlahan (yun xing he yuan )

Taiji menggunakan diam untuk mengontrol gerakan.  Walaupun gerakan dalam Taiji nampak mendekati statis, tujuan gerakan seperti ini adalah untuk melatih semangat, untuk melatih yi dan melatih xuling.  Dengan demikian semua gerakan jurus Taiji harus dijalankan secara perlahan dengan stabilitas, ketenangan, kemudahan, ringan dan lembut.  Yang terbaik adalah lambat sampai pada titik di mana nafas dalam dan panjang dan qi mengendap di dan tian.  Ketika berlatih, kecepatan harus rata, tidak cepat atau lambat.  Selangkah demi selangkah menelusur dan mencari kebenaran.  Jika pemula mengikuti prinsip-prinsip ini, dengan hati-hati berusaha memahaminya, dengan sabar menggali maknanya, dan jika dia mempunyai guru Taiji dengan sanad asli di mana transmisi lisan dan petunjuk diberikan, maka dia akan bisa memperoleh intisari Taiji yang sejati.

 

Sumber:

The Fundamental Principles of Yang Style Tai Chi

Diterjemahkan dari Bahasa Cina ke Bahasa Inggris oleh Matthew Miller

http://www.eastwestacupuncture.net/book_fundamental%20principles.htm