Posts Tagged ‘Zheng Manqing’

Kisah Para Master: Beberapa Kejadian dalam Keluarga Yang

August 17, 2017

Ketika kakek dari guru saya, Yang Lu-ch’an, pertama kali berjalan memasuki  istana pada Dinasti Ching, dia diserang dua ekor anjing.  Kedua anjing tersebut menggigit kakinya, dan kemudian dengan suara yang aneh melarikan diri.  Tuan Yang tidak memperhatikannya dan mengikuti para kasim dengan senyum tenang.  Para kasim kagum dengan ketenangannya.  Belakangan diketahui bahwa kedua anjing tersebut tidak mau makan pada malam itu.  Rupanya gigi anjing-anjing tersebut patah waktu menyerang, karena begitu kuatnya kaki Yang.

****

Di saat yang lain, paman tertua guru saya Yang Pan-hou – anak tertua Yang Lu-ch’an – sedang tidur di kebun pada suatu sore di musim panas sambil menunggu makan malam.  Seorang pembantu menyentuh tubuhnya untuk memberitahu bahwa makan malam sudah siap dan Yang, masih tertidur lelap, menendang pelayan yang sial tersebut hampir setinggi langit-langit rumah.

****

Di suatu pagi, ayah guru saya, Yang Chien-hou, anak ketiga Yang Lu-ch’an, didekati oleh seorang pelayan yang mengatakan bahwa ada tikus mati yang nyangkut di dinding kamar tidur.  Apakah tuan mengetahuinya?  Yang sejenak berpikir dan kemudian berkata: “Tikus tersebut pastinya berusaha mengambil kacang yang ada di kantong saya ketika saya tidur.  Saya pastinya telah menangkapnya dan melemparkannya ke dinding dengan kekuatan seperti itu sehingga nyangkut di dinding.

****

Suatu hari sekitar 30 tahun yang lalu, guru saya, Yang Ch’eng-fu, cucu Yang Lu-ch’an, dan saya sedang menyeberang di salah satu jembatan di Shanghai.  Seorang pria bertubuh besar dan gempal berjalan dengan cepat dan mendorong Yang dan tiba-tiba mundur beberapa kaki dan terjerembab.  Dia bangun dan menatab dengan marah pada Yang yang diam saja.  Nampaknya orang tersebut terkejut karena gagal menggeser Yang, dan kemudian pergi tanpa berkata-kata.

****

Saya, Man-ch’ing, menilai empat kejadian ini sebagai ilustrasi dari tindakan yang dilakukan tanpa upaya sadar apapun.  Klasik T’ai-chi Chu’an mengatakan bahwa saat orang memahami “menginterpretasikan energi” – secara perlahan orang sampai pada ranah supernatural.

Diterjemahkan dari buku karya Cheng Man-ch’ing berjudul T’ai Chi Ch’uan A Simplified Method of Calisthenics for Health and Self Defense, halaman 132 – 133

Studi Komparatif antara Tai Chi Gaya Yang Tradisional Yang Cheng Fu dan Gaya Yang Cheng Man Ching

February 13, 2017

Oleh Justin Meehan

 

Di bulan Juli, 1990 Taste of China seminar di Winchester, Va., America mendapat kesempatan langka untuk mempelajari Tai chi Chuan standar Gaya Yang dari Yang Zhenduo, anak laki-laki ketiga Yang Chengfu. Yang Zhenduo, yang berusia 65 tahun (pada tahun 1990), mulai belajar dari ayahnya, Yang Chengfu (1883-1936), ketika dia berusia 6 tahun, namun hanya menjalaninya selama empat tahun di bawah bimbingan ayahnya yang tersohor.  Namun demikian, dia juga belajar dari kakak-kakaknya dan barangkali juga dari murid-murid senior ayahnya.

 

Dalam seminar tersebut jelas bahwa Yang Zhenduo bermaksud mengajarkan jurus ayahnya tepat seperti yang diterimanya selama beberapa tahun dan dengan penekanan khusus pada pembenaran setiap dan masing-masing postur dengan foto dan gambar tinta gerakan ayahnya. Dalam permbandingannya dengan sumber-sumber ini, saya melihat hanya ada sedikit variasi yang bisa dijelaskan sebagai hasil dari praktek gaya keluarga atauk bahkan bisa merupakan usaha untuk sedikit membedakananya dari murid-murid ayahnya yang menonjol, seperti otoritas gaya Yang, Fu Zhongwen, yang sangat dihormati di kalangan praktisi Tai Chi di seluruh dunia.

Standardisasi

Namun pesannya jelas: sekarang bisa dinyatakan bahwa Gaya Yang dengan jelas sudah distandarkan sebagai satu jurus. Banyak praktisi Gaya Yang di Amerika yang akan dipaksa untuk mengakui bahwa jurus mereka agak berbeda dari yang asli. Beberapa praktisi secara berlebihan menekankan aplikasi potensial tersembunyi, sedangkan yang lainnya secara berlebihan telah menekankan pengalaman chikung pasifnya. Tidak masalah orang-orang ini pada tingkat tertentu menggunakan jurus untuk kepentingan mereka sendiri. Kendatipun demikian, mereka akan dipaksa menyadari bahwa mereka mempraktekkan suatu variasi dari Gaya keluarga Yang standar.

 

Sung

Dalam kasus gaya Cheng Manching yang belakangan ini disalahpahami sebagai Gaya Yang, seminar ini membuktikan bahwa tidak banyak kebingungan antara dua gaya internal ini. Pada kenyataannya, Yang Zhenduo menjabarkan panjang lebar untuk membedakan antara tipe gerakan yang ada dalam gaya Cheng Manching dan gaya ayahnya; dan dia membuatnya jelas bahwa dia ingin menekankan persyaratan penting gaya ayahnya. Perbedaan gaya ini bisa diringkas sebagai perbedaan penafsiran atas kata Mandarin “sung.” Bagi praktisi gaya Cheng Manching kata ini selalu mempunyai gagasan mengendap, kendor dan kosong. Namun demikian, Yang Zhenduo menekankan karakteristik membuka, merentang dan penuh.

 

Bagi Yang Zhenduo, gaya Cheng Manching nampak lemah dan roboh. Bagi praktisi gaya Cheng, gaya Yang mungkin nampak terlalu terentang atau eksternal.

 

Posisi

Dengan contoh spesifik, posisi depan gaya Yang bertujuan meluruskan kaki belakang bertentangan dengan tenaga yang digunakan pada kaki depan yang ditekuk, yang mendorong ke balik dorongan ke depan dari kaki.

 

Dalam gaya Cheng, kaki belakang ditekuk sehingga lutut kaki belakang mengantung dalam satu garis lurus ke bawah dengan bahu di sisi kaki belakang. Selanjutnya, gaya Cheng style tidak membiarkan adanya tegangan dinaamis antara kaki depan dan kaki belakang. Sebagai akibatnya, posisi gaya Yang jauh lebih panjang daripada posisi gaya Cheng. Selain itu, gaya Yang mendukung condong ke depan bagian tubuh atas di posisi depan. Dalam gaya Cheng tubuh atas dipertahankan dalam posisi tegak lurus dari lantai.

 

Berkaitan dengan posisi kaki belakang, gaya Yang membiarkan 30 persen berat badan tetap di kaki depan. Gaya Cheng mendukung mengosongkan berat atau kaki depan dan menyelesaikan transfer seluruh berat ke kaki belakang. Alasannya dalam gaya Yang ada dalam simbol yin/ yang (dua ikan). Tujuh puluh persen berat pada satu kaki merepresentasikan yang di dalamnya, yang juga mempunyai elemen yin, sementara 30 persen berat di kaki satunya merepresentasikan yin dengan elemen yang. Sebagaimana dengan posisi depan, gaya Yang mendukung adanya kontra ketegangan dinamis antara dua kaki, sementara dalam gaya Cheng tidak ada. Dalam kedua gaya tersebut tubuh bagian atas tegak atas bawah, tidak condong, melebihi kaki belakang.

 

Lengan

Perbedaan serupa ada dalam bentuk lengan. Lengan dalam gaya Yang terbuka dan terentang nampak diluruskan namun tidak lurus, sementara dalam gaya Cheng lengan dijaga lebih dari sudut 90 derajat pada siku. Dalam kedua gaya bahu mengendap, tidak naik, dan siku menunjuk ke bawah. Dalam gerakan lengan ke depan seperti menekan, mendorong atau memukul, rentangan gaya Yang membiarkan tangan melampaui kaki depan, sementara tangan gaya Cheng bergerak tidak lebih jauh dari kaki depan. Bentuk telapak tangan gaya Cheng, yang disebut “tangan wanita cantik,” adalah telapak tangan yang kendor tanpa tekukan di pergelangan tangan. Bentuk tangan gaya Yang ada di antara bentuk tangan dan bentuk sisi telapak “daun willow”, dengan pergelangan tangan ditekuk (pergelangan tangan mengendap atau “duduk”).

 

Gerak Kaki

Salah satu perbedaan penting antara gaya Yang dan gaya Cheng ada di gerak kaki. Dalam jurus gaya Cheng, praktisi mulai dengan sepenuhnya memindahkan berat badan dari satu kaki ke kaki yang lainnya dan kemudian melangkah dengan kaki yang kosong untuk membentuk kaki depan dalam arah yang baru. Kaki belakang kemudian berputar dengan sumbu tumit kaki belakang membuat sudut 45 derajat untuk mendukung posisi kaki depan yang baru.

 

Dalam jurus gaya Yang tidak ada pengaturan kaki belakang. Sebelum bergerak, kaki dasar yang baru diletakkan dalam posisi untuk menghilangkan keperluan pengaturan selanjutanya ataupun bersamaan dari kaki belakang, ketika merentangkan telapak tangan atau kepalan.

 

Selain itu, dalam urutan tendangan gaya Yang dan dalam gerakan “ayam emas berdiri satu kaki,” kaki yang mendukung hampir lurus, sementara gaya Cheng style mempunyai posisi lutut yang menekuk dan lebih dalam.

 

Peng

Sebagai hasilnya, dalam serangan posisi depan, gaya Yang nampak mengantungkan pada struktur biomekanik tubuh untuk memaksimalkan potensial membawa ke atas melalui tubuh tenaga mendorong dari tanah dan mengirimkan tenaga secara langsung ke titik kontak.

 

Secara perbandingan, gaya Cheng nampak secara sadar berusaha menjaga postur jurusnya tetap netral dan kendor di semua postur untuk dalam posisi berubah secara pasif dari posisi yang ke posisi yin untuk menetralisir. Saya percaya postur gaya Yang menekankan peng atau posisi pendukung dalam setiap postur dan di semua bagian tubuh utama yang terlibat dalam postur tersebut. Selain itu, bahwa gaya Cheng mengendorkan posturnya ketimbang merentangnya agar lebih peka terhadap variasi atau perubahan paling kecil dari respon lawan, yang menekankan netralisasi atas tenaga peng.

 

Menurut Yang Zhenduo, delapan tenaga (yang dikenal sebagai peng, lu, ji, an, cai, lie, zhou dan kao) dan lima arah (maju, mundur, putar kanan, putar kiri, dan menjaga tengah) disatukan dalam setiap gerakan jurus, setidaknya secara potensial. Ini tidak mungkin tanpa adanyanya peng dan stabilitas pusat. Mungkin kita bisa mengatakan bahwa aspek peng diekspresikan dengan lebih jelas dalam gaya Yang dan tersembunyi dalam gaya Cheng.

 

Yang Zhenduo terus menerus menguji bentuk yang tepat dan posisi akhir dari postur jurus praktisi dengan memberi tekanan kepada bentuk postur dan menekan posisi tangan praktisi di postur final. Misalnya, dalam postur mendorong, Yang menekan telapak tangan praktisi yang terentang untuk mengetahui apakah tubuh praktisi terkoordinasi dengan tepat. Nampak bahwa praktisi gaya Cheng akan lebih tertarik untuk memutar tubuh atau menetralisir tekanan tersebut, dengan menggunakan tenaga empat ons, daripada menciptakan perlawanan peng yang tidak bisa ditembus.

 

 Postur

Sementara sebagian besar orang mengetahui bahwa gaya Cheng adalah versi ringkas dan pengorganisasian kembali dari koreografi gaya, gaya Cheng juga telah mengubah cara bagaimana beberapa postur tertentu dilakukan.

 

Perubahan yang paling menonjol adalah dalam postur Cambuk Tunggal. Dalam gaya Cheng pinggul menghadap ke depan dan tangan “kait” belakang hanya sedikit di belakang pinggul kanan sekitar sudut 1O0 derajat dari telapak tangan depan. Dalam gaya Yang pinggul kanan dibuka ke luar (tantien menghadap kamera) dan kedua lengan mendekati sudut 160 derajat. Dalam gaya Cheng tantien menghadap ke depan searah dengan kaki kiri depan. Dalam gaya Yang lengan direntang, pergelangan tangan mapan dan ujung jari diangkat dengan telapak tangan terentang. Dalam gaya Cheng pergelangan tangan lurus dan siku kiri tidak terentang. Siku kiri gaya Yang terentang dan selaras dengan lutut kiri; dan kaki belakang ditekuk dalam gaya Cheng’s dan lurus dalam gaya Yang. (lihat di atas: Posisi)

 

Pinggul juga lebih terbuka dalam gerakan Peng dan Shan Tong Bi.

 

Cheng Manching mengakui mengubah gerak kaki dari urutan “mundur dan mengusir kera ” karena alasan kesehatan, dengan kaki melangkah mundur dalam formasi paralel.

 

Gaya Yang melangkah mundur menjadi posisi sempit 45 derajat dan kemudian mengatur kembali kaki bagian depan untuk menghadap ke depan. Gaya Cheng langsung melangkah ke belakang seperti kedua kaki berjalan di atas rel yang terpisah, dengan kedua kaki menunjuk ke depan selebar bahu. Tujuan melangkah yang tidak biasa itu terkait dengan membuka daerah tulang punggung bawah antara dan tepat di atas bokong sehingga “chi” dengan mudah mengalir ke atas. Tidak ada perubahan dari postur jurus standar Yang yand dilakukan dalam jurus gaya Cheng melanggar Tai Chi Klasik yang memuat prinsip fundamental tai chi chuan, jelas bahwa ada perbedaan gaya antara Gaya Yang dan Gaya Cheng.

 

Semangat

Dengan perbedaan pendekatan gaya substansial di antara keduanya, bisa juga dipahami bahwa cara dan semangat di mana kedua gaya ini dilakukan juga bervariasi. Sementara kedua gaya ini bergerak lambat dan berkelanjutan, penampakan mereka secara kualitatif berbeda dan bisa diamati.

 

Yang Zhenduo menunjukkan penampakan yang lebih menonjol bela dirinya, sementara gaya Cheng Manqing belakangan lebih diarahkan ke dalam dan ketenangan. Penampakan ini melampaui pengetahuan bahwa banyak foto dan film Cheng Manching diambil belakangan di kehidupannya ketika dia menjadi tua. Ini juga melampui tipe tubuh fisik Cheng Manching yang lebih ramping dibandingkan dengan penampakan yang lebih ramping Cheng Manching dalam perbandingan penampakan lebih kekar dan kuat dari Yang Zhenduo dan ayahnya.

 

Seperti disebutkan sebelumnya, keunggulan dari gaya Yang standar adalah keterbukaan, ekspansif dan bulat.

 

Juga ada penekanan besar oleh keluarga Yang family pada semangat tidak dalam pengertian spiritualitas sebagaimana yang kita pikirkan dalam tai chi chuan, namun lebih kepada pengertian semangat vitalitas dan semangat bela diri. Mengutip dari Klasik, Yang Zhenduo menekankan bahwa pikiran praktisi tai chi chuan harus pada semangat dan bukan pada “chi.” Dia mengatakan bahwa semangat dari jurus harus bisa dilihat dalam cara postur-postur jurus ditampilkan dan terutama di mata yang memainkannya, yang semestinya terbuka dan memanifestasikan semangat penampilan bela diri. Dia menambahkan bahwa mata harus mirip kucing yang siap menerkam tikus atau burung elang yang siap menyergap mangsanya.

 

 

Chi

Banyak praktisi tai chi chuan cenderung berkonsentrasi pada apa yang mereka persepsikan sebagai “chi.” Yang Zhenduo bersusah payah untuk memisahkan pendekatan gaya Yang dari apa yang mungkin dianggap sebagai pendekatan chikung, dengan mata yang sebagian besar tertutup dan melihat ke dalam. Dia dengan jelas menentang fokus yang diarahkan ke dalam, menyerahkannya pada bidang latihan chikung dan tidak mengganggu gaya Yang standar. Saya merasakan ekspresi dan semangat dalam presentasi Yang Zhenduo. Klasik menyatakan bahwa chi harus distimulasi. Yang Zhenduo mengatakan bahwa ini akan terjadi secara alami sebagaimana yang dibayangkan; ketika berlatih jurus kita harus benar-benar menghadapi lawan yang siap menyerang.

 

Aliran Cheng Manching mungkin akan mengingatkan kita untuk mempertimbangkan kalimat dalam Klasik yang disinggung di muka bahwa “semangat vitalitas harus disimpan di dalam.”

 

Nafas

Sementara masih membahas chi, latihan pernafasan (yang sangat erat hubungannya dengan chi) harus juga dibandingkan. Dalam kedua gaya tersebut pemula didorong untuk bernafas secara natural dan tidak begitu terfokus untuk “menyelaraskan gerakan dengan nafas “. Namun demikian, pada tahapan selanjutnya Yang Zhenduo menyatakan bahwa semua gerakan keluar seperti pukulan, dorongan, dan tendangan harus dibarengi dengan keluar nafas dan semua gerakan masuk harus dilakukan dengan tarik nafas. Ini ekspresi sangat alami ketika melepas tenaga.

 

Beberapa aliran gaya Cheng menyarankan kebalikannya. Secara psikologis saya percaya bahwa ini barangkali menunjukkan orientasi dari aliran Cheng yang lebih berorientasi ke dalam atau “yin” dan orientasi yang lebih keluar atau “yang dari aliran Yang.

 

Apakah lebih besar lebih baik?

Jelas bahwa gaya Yang dan gaya Cheng harus dipisahkan ketika membahas berbagai aliran tai chi chuan.

 

Apakah ini berarti bahwa gaya Cheng secara otomatis lebih rendah daripada gaya Yang? Saya katakan tidak. Gaya Cheng telah membuktikan haknya yang berbeda. Fakta bahwa penampakan luarnya berbeda tidak secara otomatis banyak berbicara tentangnya. Gaya “besar” Yang Chengfu nampak berbeda dari kakaknya, Yang Shaohou.

 

Sebelumnya seni keluarga Yang family dilakukan dalam gaya “kecil” oleh Yang Banhou dan gaya “medium” oleh saudaranya, Yang Jianhou, yang belajar dari ayah mereka, Yang Luchan.

 

Sebagaimana diketahui atau seharusnya diketahui setiap orang sekarang, Yang Luchan belajar seni ini dari keluarga Chen dan kemudian mengubah jurusnya agar lebih mudah dipelajari oleh orang lain.

 

Praktisi gaya Cheng dengan mudah menunjuk kata-kata dalam Tai Chi Klasik yang ditulis oleh Wang Chung Yueh bahwa orang harus mencara postur terbuka dan besar dulu, dan kemudian membuatnya lebih kecil dan lebih menyatu.

 

 Membela Gaya Cheng

 Yang ditawarkan gaya Cheng Manching adalah kesederhanaan, keringkasan dan menyatunya dengan tekanan pada pengendoran. Gaya ini lebih mudah diakses oleh orang tua atau yang kurang sehat, orang dengan keterbatasan waktu, dan pria atau wanita yang kurang suka dengan posisi besar dan terbuka. Dalam hal mengikuti urutan gaya Yang, gaya Cheng lebih dekat mengikuti gaya Yang ketimbang gaya 24 dari pemerintah Cina (yang lebih mirip memainkan urutan not musik ketimbang melodinya). Dan gaya Cheng ini tentunya merupakan salah satu dari gaya Tai chi chuan yang paling populer di Amerika Serikat.

 

Cheng Manching adalah salah satu dari sedikit master tai chi chuan yang diakui di Barat yang muncul dari aliran Yang Chengfu. Dan para muridnya, termasuk William C. C. Chen, Ben Lo, Abraham Liu, Robert Smith dan bahkan T. T. Liang, telah memperoleh rasa hormat dan tempat kehormatan dalam komunitas Amerika.

 

Kompetisi

Dalam hal kompetisi, Lenzie Williams harus diakui sebagai salah satu kompetitor tuishou yang paling penting di Amerika Serikat. Dia meraih posisinya ini bukan karena dia besar atau dia tahu teknik tuishou komptetitif tertentu. Berbicara dengan mereka yang pernah bertanding melawannya dan dalam bertuishou dengan dirinya, saya belajar bahwa ketrampilannya, seperti juga kepribadiannya, didasarkan antas kecerdasan, kepekaan, kelembutan dan dedikasi pada prinsip-prinsip tai chi. Dia merupakan bukti hidup dari kehebatan gaya Cheng dan membawa kehormatan besar bagi gurunya, Ben Lo, dan guru dari gurunya, Cheng Manching. Sementara gaya Cheng belum mengumpulkan banyak pujian dalam pertandingan jurus, ini mungkin lebih merupakan hasil dari kompetitior Cheng bertanding di bawah Divisi gaya Yang. Karena popularitas gaya Cheng style dan perbedaan yang menonjol antara gaya Yang dan gaya Cheng, saya menyarankan penambahan jurus-jurus gaya Cheng dalam lomba jurus Tai chi di masa depan.

 

Kepraktisan Beladiri

Dalam hal kepraktisan bela diri, William C.C. Chen, guru tai chi chuan pertama saya, mungkin telah melakukan lebih banyak hal ketimbang orang lain di Amerika untuk membuktikan efektivitas beladiri dari seni bela dirinya (yang walaupun tumbuh dari gaya Cheng telah berevolusi menjadi sesuatu yang unik dan original). Selain telah membuktikan keefektivan gayanyanya di “jalanan,” dia juga telah membuktikannya dengan para petintju gaya Barat. Apakah di gym atau di “jalanan,” sebagian besar petarung yang paling berhasil menyarankan posisi sempit dengan lutut ditekuk, seperti di dalam gaya Cheng. Selanjutnya, lengan dan kaki tertekuk menyimpan kekuatan potensial. Dengan demikian, pengikut gaya Cheng bisa dengan yakin membenarkan kepraktisan posisinya dari perspektif realistik. Menarik untuk dicatat bahwa William C. C. Chen juga menyarankan tekukan tubuh bagian atas ke depan sebelum melepas daya ledaknya.

 

Dua gaya, satu seni

Gaya Cheng style tidak sendirian dalam berevolusi menjadi gaya yang lebih menyatu dan tanpa bentuk. Gaya-gaya kerangka lebih kecil yang terkenal lainnya meliputi gaya Wu yang dihormati yang diciptakan oleh Wu Yuhsiang dan gaya Sun yang diciptakan oleh Sun Lutang. Kita hanya bisa menyimpulkan bahwa perbedaan gaya antara Yang dan Cheng hanyalah dua jalan yang berupaya mencapai tujuan yang sama. Kedua gaya ini membenarkan upaya mereka melalui syair-syair klasik; namun demikian, tiap gaya mempunyai interpretasi individualnya dan cara mengekspresikannya. Gaya Yang dan Cheng memang berbeda, namun keduanya sama-sama layak dihormati. Pada akhirnya keduanya adalah satu tai chi chuan.

 

Diterjemahkan dari

A Comparative Study between Traditional Yang Style Tai Chi of Yang Cheng Fu and Cheng Man Ching’s Yang Style http://www.taichiandqigong.com/yang_compare.php

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar Taijiquan?

January 11, 2017

Pertanyaan ini seringkali ditanyakan oleh mereka yang ingin belajar Taijiquan.  Pertanyaan yang nampaknya sederhana namun tidak bisa sekedar dijawab secara singkat dengan menyebutkan durasi waktu tertentu. Menjawab pertanyaan ini seperti ini seperti menjawab pertanyaan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa menguasai bahasa asing.  Tentunya perlu dikualifikasi terlebih dahulu kemampuan bahasa asing seperti apa yang dimaksudkan.  Kalau untuk mempelajari beberapa kosa kata atau ungkapan sederhana sekedar untuk bersapa akan membutuhkan waktu yang singkat, namun apabila ingin meraih ketrampilan berbahasa yang bisa dipakai untuk menulis karya tulis dan melakukan presentasi ilmiah tentunya membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.  Seperti juga ketrampilan yang lain, Taijiquan bukanlah suatu ketrampilan yang ketika telah dikuasai kita bisa berhenti melatihnya tanpa kehilangan ketrampilan tersebut.  Namun jawaban yang bersifat analogi ini tentunya kurang memuaskan bagi mereka yang mengharapkan semacam perkiraan waktu definitif sehingga mereka bisa merencanakan komitmen waktu untuk belajar Taijiquan.

 

Waktu yang dibutuhkan untuk belajar Taijiquan tergantung pada apa yang dipelajari dan sejauh mana tingkat penguasaan materi tersebut.  Dalam sasana atau komunitas Taijiquan yang berorientasi pada kesehatan, di mana yang dipelajari adalah jurus atau bentuk luar Taijiquan, dibutuhkan waktu yang lebih singkat untuk belajar Taijiquan dibandingkan dengan komunitas Taijiquan yang berorientasi pada bela diri.  Untuk sekedar hafal urutan gerakan dari jurus paling pendek, misalnya jurus 8,  barangkali waktu 1-2 jam sudah cukup.  Untuk jurus yang lebih panjang, misalnya jurus 24, yang paling populer, bisa memakan waktu beberapa kali pertemuan.  Tentunya kecepatan belajar tergantung pada kecepatan pembelajar yang berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Namun demikian, perlu diingat bahwa hafal urutan gerakan dan bisa melakukannya tidak berarti sudah menguasai.  Menguasai Taijiquan mensyaratkan lebih daripada sekedar hafal urutan gerakan.

 

Barangkali jangka waktu yang ditempuh para master dalam berlatih Taijjiquan bisa dijadikan perbandingan.  Zheng Manqing belajar bersama Yang Chengfu selama enam tahun.  Namun demikian tidak ada informasi berapa jam sehari Zheng Manqng berlatih. Sementara itu, Wee Kee Jin, salah seorang master Taijiquan,  berlatih dengan gurunya, Huang Xingxian, selama empat tahun.  Kendatipun demikian, ukuran jangka waktu berlatih dalam jumlah tahun perlu ditelisik lebih lanjut.  Dalam satu wawancara di tahun 2004, Wee Kee Jin mengatakan bahwa dia tinggal bersama gurunya Huang Xingxian selama empat tahun, dan berlatih selama 7 hari seminggu, 8 jam sehari tanpa ada hari libur.  Dari sini nampaknya yang menentukan kualitas latihan adalah jumlah jam berlatihnya, bukan jumlah tahunnya. Kalau dihitung secara jam, Wee Kee Jin meluangkan waktu selama 8 (jam) x 365 (hari) x 4 (tahun) = 11.680 jam.

 

Kembali ke pertanyaan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berlatih Taijiquan, jawabannya nampaknya tergantung pada tujuan yang sebaiknya Anda tentukan sendiri dari awal.  Untuk sekedar bisa menjalankan jurus-jurus pendek barangkali beberapa jam belajar sudah cukup, namun untuk bisa menguasainya dalam arti memahami prinsip-prinsip Taijiquan dan bisa menerapkannya dalam praktek setidaknya dibutuhkan waktu beberapa tahun, dan tidak ada jaminan bahwa Anda sudah benar-benar menguasainya.  Banyak orang yang sudah berlatih Taijiquan bertahun-tahun, namun pencapaiannya masih belum optimal.  Menengok pengalaman Wee Kee Jin di atas, berapa jam sehari Anda berlatih secara terus-meneruslah yang akan menentukan penguasaan Anda, dan tentunya perlu di bawah bimbingan guru yang berkompeten. Yang perlu diingat adalah bahwa tidak ada batasan waktu dalam menghayati Taijiquan.  Berlatih sepanjang hayat akan membuat Anda semakin memahami dan semakin mencintai Taijiquan.

Konsep Invest in Loss dalam Zhengzi Taijiquan

December 20, 2016

Bagi praktisi Zhengzi Taijiquan tentunya akrab dengan istilah “Invest in loss” yang sering dikutip dari Profesor Zheng Manqing.  Apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Invest in loss”?

 

Dalam salah satu tulisan di www.discovertaiji.com, Adam Mizner mencoba menjelaskan konsep ini menurut penafsirannya.  Dia memulai dengan menjelaskan pengertian yang salah dalam menerapkan konsep “Invest in loss.”  Kesalahan umum yang pertama adalah tidak berusaha untuk menang pada saat melakukan tuishou, menyerahkan akar dan center pada lawan.  Bila hal ini dilakukan berulang-ulang akan memberikan kondisi pada pikiran dan tubuh untuk mudah kalah dan gampang didorong ke sana kemari.  Yang kedua adalah terlalu mudah melepaskan struktur dan ruang, yang membangun gaya tuishou yang  didasarkan pada pengertian yang keliru atas memberi  jalan. Ketika mendapat tekanan tubuh meliuk-liuk serta lari dari tekanan.

 

Berikutnya Adam Mizner menjelaskan pengertian yang benar dari “Invest in loss” menurut penafsiran dia.  Menurut dia, “Invest in loss” artinya adalah “berinvestasi  untuk melakukan dengan cara yang benar” bahkan dengan resiko kalah atau kehilangan.  Artinya ketika melakukan tuishou atau latihan berpasangan kita berfokus pada penyebab atau proses membangun ketrampilan dan bukan pada hasilnya.  Lebih baik kita kalah namun menjalankan prinsip, misalnya tubuh harus tegak, ketimbang meliukkan tubuh karena berusaha untuk mendapatkan kemenangan dengan harga mengorbankan prinsip.  Setiap kali berlatih dan mengorbankan prinsip dan metodeTaijiquan agar selalu menang dalam tuishou atau latihan berpasangan, kebiasaan buruk ini akan semakin kuat dan semakin hari semakin menjauhkan dari  Taijiquan.  Sebaliknya, ketika kita menjaga prinsip dan metode Taijiquan, walaupun sering terdorong, kita membangun tubuh dan rasa untuk merespon tekanan dengan benar, dan cepat atau lambat akan mendekatkan pada ketrampilan Taijiquan yang benar.  Dari sini hasil akhirnya adalah bahwa kita tidak lagi gampang didorong, dan bisa menang sebagai hasil dari penerapan “Invest in loss.”

 

Di dalam buku Cheng Tzu’s Thirteen Treatises on T’ai Chi Chu’an, di Treatise One, Zheng Manqing mengatakan bahwa “Invest in loss” adalah membiarkan lawan menggunakan tenaga untuk menyerang sementara Anda tidak menggunakan tenaga sama sekali untuk mempertahankan diri Anda.  Anda membimbing tenaga lawan hingga habis, kemudian ketika Anda melakukan serangan balik, lawan akan terlempar jauh.  Di dalam Taijiquan Klasik ini disebut dengan Dong Jin (mengerti tenaga) di mana setelah memahami tenaga, semakin banyak berlatih, ketrampilan akan meningkat.  Soal ini kemudian dijelaskan lagi oleh Zheng Manqing dalam buku  Master Cheng’s New Method of Taichi Chu’an Self Cultivation.  Prinsip utamanya adalah “meninggalkan diri mengikuti orang” di mana ketika lawan maju dan menyerang, kita tidak hanya tidak menentang namun bahkan tidak boleh memikirkan untuk menyerang balik.  Yang dilakukan hanyalah menempel dan melekat pada lawan, kemudian dengan ringan berubah dan menetralisirnya.  Bagi pemula, tentunya kehilangan atau kekalahan tidak bisa dihindari, namun dinasehatkan untuk tidak takut kehilangan atau kalah.  Bila takut kehilangan atau kalah tentunya kita tidak akan memulai.  Sebagaimana investasi pada umumnya investasi kecil akan memberikan imbal hasil yang kecil dan investasi besar akan menghasilkan imbal hasil besar, invest in loss yang kecil akan mendapatkan manfaat sedikit dan invest in loss yang besar secara jangka panjang akan membawa manfaat besar.

 

Louis Swaim, penerjemah buku The Essence and Applications of Taijiquan karya Yang Chengfu, dalam satu forum diskusi di Internet mengatakan bahwa Invest in loss adalah penerjemahan dari istilah dalam Bahasa Mandarin “chi kui” yang bisa diartikan “menelan kekalahan” atau “menelan kepahitan.”

 

Dari penelusuran tentang konsep Invest in Loss sebagaimana dipaparkan di atas, bisa dipahami bahwa istilah Invest in loss dalam Bahasa Inggris lebih populer ketimbang istilah asli dalam Bahasa Mandarin “chi kui” mengingat terjemahan buku-buku Zheng Manqing dalam Bahasa Inggris lebih mudah diakses publik ketimbang tulisan aslinya yang berbahasa Mandarin.  Namun demikian, penerjemahan “chi kui” menjadi “Invest in Loss” mempunyai pergeseran makna, di mana makna “chi kui” yang lebih menekankan pada kesediaan menerima tanpa mengorbankan prinsip-prinsip Taiji bergeser pada kata “invest” atau sekedar menerima tekanan saja di mana struktur tubuh dan prinsip-prinsip Taiji dikorbankan dengan berilusi bahwa hal ini akan meningkatkan ketrampilan Taijiquan secara signifikan atau secara bahasa yang sederhana ada pengertian yang sesat bahwa banyak kalah dulu tidak apa-apa karena nanti pada akhirnya akan mendapatkan kemenangan. Ini tentunya pandangan yang keliru, kalau kita berlatih untuk kalah tentunya akan terlatih untuk kalah sampai kapan pun, sebagaimana telah diulas oleh Adam Mizner di atas.

 

Selain itu, apa yang dilakukan oleh Zheng Manqing dengan membuat istilah “chi kui” atau “Invest in Loss” adalah menjembatani apa yang sudah termaktub dalam Taiji klasik dengan menggunakan istilah yang lebih modern.  Invest in loss menurut penafsiran saya tidak lain adalah penafsiran Zheng Manqing akan prinsip-prinsip Taiji seperti “empat tael mengallihkan seribu kati,” “Meninggalkan diri mengikuti orang,” dan “tidak menentang, tidak menghindar.”

Benjamin Pang Jeng Lo dan Lima Prinsip Taijiquan

September 22, 2016

Benjamin Pang Jeng Lo adalah salah satu murid Zheng Manqing yang paling menonjol.  Ben mulai belajar Taijiquan dengan Zheng Manqing di tahun 1949 di Taiwan.  Pada awalnya dia mencari Profesor Zheng Manqing untuk berobat, dan mulai belajar Taijiquan dengan alasan “untuk membuat tubuhnya lebih kuat sehingga bisa menyerap obat yang diberikan kepadanya.” Ben belajar Taijiquan dengan Zheng Manqing selama 26 tahun hingga akhir hayat sang profesor di tahun 1975.

 

Ben datang ke Amerika Serikat mengajar Taijiquan di tahun 1974, tinggal di San Fransisco dan mendirikan the Universal Association of Tai Chi Chuan, dan sejak saat itu telah melatih ribuan murid, yang banyak di antara mereka telah mendirikan sekolah Taijiquan mereka sendiri.

 

Berkat Ben beberapa buku penting Taijiquan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, di antaranya adalah:

  • The Essence of Tai Chi Chuan
  • Cheng Tzu’s Thirteen Treatises on Tai Chi Chuan karya Zheng Manqing
  • T’ai Chi Ch’uan Ta Wen: Questions and Answers on T’ai Chi Ch’uan karya Chen Weiming

 

Berikut adalah lima prinsip Taijiquan menurut Ben Lo.

  1. Kendorkan seluruh tubuh (全身放松 – quánshēn fàngsōng)
  2. Pisahkan kosong dan isi (分清虚实 – fēnqīng xūshí)
  3. Putaran dari pinggang (转动在腰 – zhuǎndòng zài yāo)
  4. Tubuh tegak (立身中正 – lìshēn zhōngzhèng)
  5. Tangan wanita cantik (美人手 – měirén shǒu)

 

Karena tidak ada penjelasan mengenai poin-poin tersebut di atas dari tulisan Ben Lo sendiri, penjelasan di bawah ini didasarkan pada sumber-sumber yang sudah dipublikasikan.

 

Kendorkan seluruh tubuh (全身放松 – quánshēn fàngsōng)

Seringkali prinsip ini diterjemahkan sebagai relax atau relaxation sebagaimana banyak ditemui dalam teks-teks berbahasa Inggris yang membahas hal ini.  Terjemahan dalam Bahasa Indonesia barangkali mengambil dari terjemahan Bahasa Inggris di mana Song diterjemahkan menjadi rileks atau relaksasi. Namun terjemahan ini kurang tepat menggambarkan istilah aslinya dalam bahasa Mandarin fangsong (放松) atau sering disingkat menjadi song (松) saja.  Menurut Ben Lo ini merupakan prinsip yang paling sulit. Rileks tidak sama dengan song karena rileks bisa berarti struktur tubuh rusak atau ambruk.  Song adalah seluruh tubuh kendor namun strukturnya tidak rusak.

 

Pisahkan kosong dan isi  (分清虚实 – fēnqīng xūshí)

Secara definisi Taijiquan adalah tinju atau bela diri yang didasarkan atas prinsip Taiji, dan prinsip Taiji itu sendiri adalah Yin Yang atau kosong isi. Konsep Yin Yang itu sendiri adalah bagian dari filosofi Cina yang jauh lebih tua dari Taijiquan. Namun demikian, konsep ini mewujud secara prinsip dan aplikasi dalam Taijiquan.  Pada tingkatan awal belajar Taijiquan, pemisahan kosong isi diwujudkan dalam perpindahan berat badan.  Dalam gerakan jurus Taijiquan, kecuali pada gerakan pembukaan dan penutupan, berat badan selalu ditopang oleh satu kaki, yang merupakan manifestasi dari pemisahan kosong isi.

 

Putaran dari pinggang  (转动在腰 – zhuǎndòng zài yāo)

Tidak bisa disangkal bahwa pinggang mempunyai peranan yang sangat penting dalam Taijiquan.  Dalam Taiji Klasik dikatakan bahwa pinggang adalah panglima, yang maksudnya adalah bahwa pinggang sebagai komando di mana kaki dan tangan tidak bergerak sendiri melainkan mengikuti gerakan pinggang.  Salah satu poin dalam Yang Chengfu’s Ten Essential Points adalah song yao atau pinggang kendor.  Dengan kendornya pinggang, tubuh jadi mudah bergerak dan energi bisa mengalir dengan lancar.

 

Tubuh tegak  (立身中正 – lìshēn zhōngzhèng)

Tubuh tegak artinya bahwa tubuh tidak boleh condong ke depan, ke belakang, atau ke samping, atau ke mana pun.  Tulang ekor dan titik di ubun-ubun harus lurus.  Keadaan seperti ini harus tetap dijaga ketika memainkan jurus Taijiquan, pikiran tenang dan diarahkan ke dalam, dengan demikian kestabilan postur bisa dijaga.

 

Tangan wanita cantik  (美人手 – měirén shǒu)

Bentuk tangan seperti wanita cantik ini merupakan salah satu ciri khas dari Zhengzi Taijiquan atau Taijiquan aliran Zheng Manqing, di mana lengan, telapak tangan, dan jari-jari membentuk garis lurus namun tetap kendor.  Ketika pergelangan tangan ditekuk terjadi ketegangan dan energi yang mengalir hanya sampai di pergelangan tangan. Tujuan pergelangan tangan harus lurus atau dalam posisi mei ren shou adalah untuk mengurangi ketegangan dan agar energi bisa mengalir sampai ke ujung jari.

 

Selain kelima prinsip tersebut di atas, ada satu hal lagi yang perlu diingat yaitu melakukan kelima prinsip tersebut di atas secara bersamaan dan sepanjang waktu.  (五项同时做到 – wǔ xiàng tóngshí zuò dào )

Mengenal Zhengzi Taijiquan

September 6, 2016

Taijiquan (Hanzi tradisional: 太極拳; Hanzi yang disederhanakan: 太极拳; Pinyin: tàijíquán; Wade-Giles: t’ai chi ch’üan) adalah sebuah bentuk seni beladiri dan senam kesehatan yang berasal dari Tiongkok. Ada berbagai aliran atau “gaya” dalam Taijiquan, yang pada dasarnya berasal dari satu akar dan konsep dasarnya hampir sama, namun bentuk gerakannya berbeda-beda, sehingga menambah khazanah pengetahuan para pecinta Taijiquan. Tulisan ini bermaksud sZedikit memperkenalkan salah satu varian dari Taijiquan, yaitu Zhengzi Taijiquan (Wade-Giles: Cheng Tzu T’ai Chi Ch’uan).

Zhengzi Taijiquan adalah Taijiquan yang dikembangkan oleh Zheng Manqing (Wade-Giles: Cheng Man-ch’ing). Jenis Taijiquan ini juga dikenal dengan nama Yang-Style Short Form, Yang-Style Simplified Form, atau Taijiquan 37. Taijiquan 37 merupakan penyederhanaan dari Yang-Style Long Form atau Taijiquan 108, di mana Zheng Manqing menghilangkan repetisi gerakan yang ada dalam Taijiquan 108 dan memberi penafsiran baru pada beberapa aspek seperti bentuk tangan dan posisi lebar kaki.

Karena keahliannya di lima bidang seni, yaitu Taijiquan, pengobatan, syair, melukis, dan kaligrafi, Zheng Manqing sering disebut sebagai Master of Five Excellences. Dari lima keahlian tersebut, yang paling disukai adalah Taijiquan. Zheng Manqing (1900 – 1975) belajar Taijiquan dari Yang Chengfu (1883 –1936) selama enam tahun dan mulai memperkenalkan Simplified Form 37 di tahun 1938, ketika dia menjabat sebagai Direktur di the Hunan Martial Arts Academy. Pengajaran bela diri di akademi tersebut adalah hal yang wajib, dan dalam upaya mempromosikan Taijiquan dia memutuskan untuk mengajarkan Taijiquan kepada para instruktur bela diri dari berbagai daerah dalam suatu pelatihan selama dua bulan. Karena jurus panjang tidak mungkin untuk diajarkan dalam jangka waktu yang sangat pendek, diciptakanlah Simplified form ini.

Di tahun 1949, Zheng Manqing pindah ke Taiwan. Sekedar untuk diketahui, Zheng Manqing adalah tabib pribadi Jiang Jieshí atau lebih dikenal dengan Chiang Kai-shek dan salah satu guru melukis Madam Chiang Kai-shek. Dia memulai Shih Chung Taiji Association di Taipei, di mana murid-muridnya yang kemudian terkenal berlatih dengan dia, seperti Benjamin Lo, William Chen, Huang Xingxian, Robert W. Smith, Liu Hsi-heng, Hsu I-chung, dr Qi Jiang Tao, dll. Di tahun 1964 di tinggal di Amerika. Zheng Manqing berjasa dalam memperkenalkan Taijiquan di Amerika Serikat. Di New York dia mendirikan dan mengajar di Shr Jung Taiji School, di mana dia dibantu oleh enam murid senior yang dikenal dengan “Big Six”: Tam Gibbs, Lou Kleinsmith, Ed Young, Mort Raphael, Maggie Newman, dan Stanley Israel. Di lingkaran berikutnya dikenal “Little Six” yaitu Victor Chin, Y Y Chin, Jon Gaines, Natasha Gorky, Wolfe Lowenthal, dan Ken VanSickle. Walau Zheng Manqing tinggal di Amerika Serikat, Shih Chung Taiji Association di Taipei masih terus dijalankan oleh murid-muridnya. Zheng Manqing adalah pioner yang memperkenalkan Taijiquan di dunia Barat di tahun 1960 an. Berawal dari Amerika Serikat dan Taiwan, Zhengzi Taijiquan mulai menyebar ke seluruh dunia. Saat ini Zhengzi Taijiquan berkembang di beberapa kota di Indonesia antara lain: Medan, Jakarta, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, dan Magelang.

Walaupun Taijiquan 37 sering disebut sebagai Yang-Style Short Form, Yang-Style Simplified Form, di mana secara otomatis diasosiasikan sebagai bagian dari Yang Style, dalam perkembangannya Taijiquan 37 ini adalah aliran tersendiri yang berada di luar aliran keluarga Yang. Penciptaan ini bukannya tanpa kontroversi. Penyederhanaan dari Yang Style Long Form secara resmi tidak pernah diakui oleh keluarga Yang. Namun demikian, Zheng Manqing tetap melanjutkan gagasan ini. Zheng Manqing menuliskannya dalam buku Thirteen Treatises dan menunjukkannya kepada Chen Wei-ming, kakak seperguruannya di bawah Yang Cheng-fu. Chen Wei-ming mendukung gagasan Zheng Manqing tersebut.

Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas Zhengzi Taijiquan antara lain:
• Pergelangan tangan lurus, namun tetap kendor atau yang dikenal dengan istilah Mi ren shou (tangan wanita cantik)
• Kelebaran kaki lebih sempit
• Dalam kuda-kuda busur (Gong Bu), lutut kaki belakang ditekuk sedikit
• Ketika melakukan gerakan mundur Mengusir Kera (Dao Nian Hou), kedua kaki sejajar
• Tumit sebagai poros dalam sebagian besar perubahan kaki

 

Berikut nama-nama gerakan dalam Zhengzi Taijiquan:

No Hanzi Pinyin Terjemahan Indonesia
1 预备太极拳起式 yu bei tai ji quan qi shi Persiapan
2 揽雀尾 lan que wei Menarik buntut burung
(terdiri dari peng, lu, ji, an)
3 单鞭 dan bian Cambuk tunggal
4 提手 ti shou Mengangkat tangan
kao mendekat
5 白鹤亮翅 bai he liang chi Bangau putih membuka sayap
6 左搂膝拗步 zuo lou xi ao bu Mengusap lutut
7. 手挥琵琶 shou hui pi pa Berpain Pi pa
8. 左搂膝拗步 zuo lou xi ao bu Mengusap lutut
9. 进步搬揽捶 jin bu ban lan chui Maju, mengalihkan, dan memukul
10. 如封似闭 ru feng si bi Menarik dan mendorong
11. 十字手 shi zi shou Tangan bersilang
12. 抱虎归山 bao hu gui shan Memanggul harimau kembali ke gunung
13. 斜单鞭 xie dan bian Cambuk tunggal
14. 肘底看捶 zhou di kan chui Kepalan di bawah siku
15. 倒辇猴 dao nian hou Mengusir kera
16. 斜飞势 xie fei shi Terbang diagonal
17. 云手 yun shou Tangan awan
18. 单鞭 dan bian Cambuk tunggal
19. 蛇身下势 she shen xia shi Ular merayap
20. 金鸡独立 jin ji du li Ayam emas berdiri satu kaki
21. 左右分脚 zuo you fen jiao Tendangan ujung kaki
22. 转身蹬脚 zhuan shen deng jiao Berputar tendangan tumit
23. 左右搂膝拗步 zuo you lou xi ao bu Mengusap lutut
24. 进步栽捶 jin bu zai chui Melangkah maju memukul
25. 上步揽雀尾 shang bu lan que wei Melangkah maju menarik buntut burung
26. 单鞭 dan bian Cambuk tunggal
27. 玉女穿梭 yu nü chuan suo Wanita cantik memintal
28. 揽雀尾 lan que wei Menarik buntut burung
29. 单鞭 dan bian Cambuk tunggal
30. 蛇身下势 she shen xia shi Ular merayap
31. 上步七星 shang bu qi xing Melangkah maju menuju tujuh bintang
32. 退步跨虎 tui bu kua hu Mundur menunggang harimau
33. 转身摆莲 zhuan shen bai lian Memutar tubuh tendangan teratai
34. 弯弓射虎 wan gong she hu Memanah harimau
35. 进步搬揽捶 jin bu ban lan chui Maju, mengalihkan dan memukul
36. 如封似闭 ru feng si bi Menarik dan mendorong
37. 十字手合太极 shi zi shou he tai ji Penutup

Zhengzi Taijiquan adalah salah satu dari banyak varian Taijiquan yang ada dan berkembang.  Walau ada perbedaan dalam bentuk dan penafsiran, namun semua aliran Taijiquan mengikuti prinsip-prinsip yang sama yang telah diturunkan oleh para master dari zaman dahulu. Demikian sedikit uraian tentang Zhengzi Taijiquan.  Semoga bermanfaat.

Mungkinkah Berlatih Taijiquan tanpa Guru?

February 6, 2016

Dalam khasanah beladiri tradisional Cina hanya mereka yang berjodoh yang bisa belajar bela diri dari guru yang bagus. Dalam konteks belajar Taijiquan hal ini cukup rumit. Mencari orang yang menguasai Taijiquan sudah cukup sulit. Para pelatih yang bisa diakses publik dengan mudah, biasanya mereka yang mengajarkan Taijiquan untuk kesehatan, belum tentu menguasai Taijiquan yang benar, dan mereka yang mempunyai kualifikasi mengajar Taijiquan dengan lineage otentik belum tentu bersedia mengajarkannya. Ketika guru Taijiquan yang bagus sulit didapatkan, sementara hasrat berlatih sangat tinggi, pertanyaannya adalah mungkinkah berlatih Taijiquan tanpa guru.

 

Sebelum ada internet, sumber belajar Taijiquan di luar guru yang nyata adalah buku. Belajar gerakan Taijiquan lewat buku menggantungkan gambar ilustrasi yang ada di buku tersebut dan penjelasan teksnya. Seringkali gambar ilustrasi gerakan tersebut merupakan hasil akhir dari suatu proses gerakan tanpa ada penjelasan proses sebelumnya bagaimana. Kerumitan belajar lewat buku yang mengandalkan gambar ilustrasi bisa diatasi dengan adanya video dari CD atau pun dari internet. Buku dan video bisa membantu belajar atau berlatih Taijiquan, namun apakah mereka bisa menggantikan kehadiran seorang guru?

 

Di dalam buku Master Cheng’s New Method of Taichi Ch’uan Self-Cultivation, Zheng Manqing menceritakan ada seorang kawan lama yang mengunjunginya di tahun 1936 di Nanking dan memintanya untuk memberikan pelajaran Taijiquan untuk kesehatan. Zheng Manqing memilih dan mengajarinya lima postur: Peng, Lu, Ji, An, dan Dan Bian. Kemudian mereka berpisah dan tidak bertemu lagi sampai tahun 1939 di Szechuan. Kawan tersebut memainkan seluruh jurus Taijiquan dan meminta Zheng Manqing untuk mengkoreksinya. Zheng Manqing menanyakan ke kawan tersebut siapakah gurunya, dan kawan tersebut tertawa dan mengatakan bahwa Zheng Manqing adalah gurunya. Zheng Manqing mengatakan bahwa dia hanya mengajarkan lima postur, bukan seluruh jurus. Kawan tersebut mengatakan bahwa setelah berpisah dia mempelajari Taijiquan dari buku karya Yang Chengfu. Zheng Manqing terkesan dengan kemampuan kawan tersebut yang mampu mempelajari seluruh jurus berdasarkan beberapa jurus yang diajarkan.

 

Di dalam salah satu syair klasik Taijiquan, Song of Thirteen Postures, dikatakan bahwa untuk memasuki pintu dan ditunjukkan jalan, orang harus mendapatkan transmisi lisan, berlatih tanpa henti, dan menggali sendiri. Baris ini diartikan bahwa untuk mendapatkan pelajaran inti Taijiquan harus melewati seorang guru yang mumpuni. Dikatakan juga dalam syair klasik bahwa kesalahan sedikit bisa menyimpang jauh. Zheng Manqing dalam Thirteen Treatises of Cheng Tzu’s Tai Chi Chuan mengutip Yang Chengfu yang mengatakan bahwa kalau tidak ada yang memberi tahu dalam tiga kali kehidupan kita tidak akan bisa memahami Taijiquan.

 

Untuk belajar Taijiquan kondisi idealnya adalah adanya guru yang mengajari inti dari Taijiquan dan diperdalam lewat latihan dan pemahaman lewat buku-buku yang bagus. Namun dalam kenyataan ketika tidak seorang guru pun bisa ditemui dan tidak ada sumber belajar lainnya, jelas pintu belajar Taijiquan tertutup untuk saat ini. Mereka yang mempunyai kondisi seperti ini hanya bisa bersabar untuk terus mencari sumber belajar. Sementara itu ada orang yang sedikit lebih beruntung. Walau tidak mendapatkan seorang guru, mereka mempunyai sumber belajar pengganti guru yaitu buku dan atau video. Dalam prakteknya ada orang yang bisa belajar dan berlatih Taijiquan lewat buku dan video, dan bahkan ada pula cerita tentang orang yang bisa mengajarkan Taijiquan dan beladiri lain berdasarkan apa yang dipelajarinya lewat video. Tidak banyak orang yang bisa belajar Taijiquan secara mandiri, dan orang-orang ini membuktikan bahwa Taijiquan dimungkinkan untuk dipelajari secara mandiri, terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya. Namun tentu saja, mereka tetap disarankan untuk mencari guru untuk memastikan bahwa apa yang mereka pelajari selama ini berada di jalur yang benar.